
Assalamualaikum," sapa Dara yang tiba-tiba datang di tengah-tengah romantis-romantisan Nayra dan Raihan dan di tengah kegundahan hati Carey.
" Walaikum salam," sahut mereka serentak.
" Dara," sapa Nayra. Yang melihat kedatangan Dara yang membawa kantung plastik dan langsung menghampiri meja makan.
" Nih aku bawain makanan," ujar Dara langsung meletakkan di samping Nayra.
" Ya ampun repot-repot amat," sahut Nayra merasa tidak enak.
" Apaan sih, biasanya juga gitu," sahut Dara yang langsung duduk di samping Carey.
" Tapi makasih deh," sahut Nayra yang tersenyum lebar.
" Sama-sama," jawab Dara.
" Oh. Iya kamu sendirian. Vira nggak ikut?" tanya Nayra. Mendengar Vira. Carey langsung mengubah ekspresinya menjadi datar.
" Nggak semalam dia lagi pergi. Katanya sih kepanti gitu dan belum pulang juga sampai sekarang. Aku telpon tadi ponselnya mati. Ya mungkin dia belum pulang juga," jawab Dara.
" Memang pantinya di mana?" tanya Nayra.
" Kurang tau gitu. Katanya tempatnya lumayan jauh dan jalanannya juga tidak bagus gitu. Aku juga belum pernah kesana dan nggak tau juga sama sekali," jawab Dara.
" Lalu dia tidak minta jemput kamu?" tanya Carey.
" Nggak tau. Kalian kan tau sendiri. Vira itu nggak mau ngerepotin siapa-siapa. Ya jadi mana mungkin dia meminta bantuan ku. Kalau aku tidak mendesaknya," sahut Dara.
" Iya memang Vira selalu seperti itu. Apa-apa tidak usah. Dia selalu merasa tidak enak padahal. Orang juga membantunya tidak mengharapkan atau berpikir apa-apa," sahut Nayra yang beberapa kali bantuannya juga di tolak Vira.
Hubungannya dengan Vira memang sudah membaik. Karena Vira memang sudah berubah dan bertobat dan Nayra juga tidak memiliki dendam apa-apa sama sekali.
" Ya memang seperti itu. Aku sih sudah hapal," sahut Dara.
" Dia memang tidak merepotkan siapa-siapa. Tetapi merepotkan suami orang. Dia bahkan tidak minta jemput Dara karena merasa tidak enak. Malah meminta jemput pada suami orang tanpa memikirkan perasaan ku bagaimana. Apa dia tidak sadar Dion itu sudah menikah," batin Carey yang semakin bertambah kesal dengan Vira.
" Sudah Dara kamu juga ikut sarapan jangan cerutu mulu," sahut Raihan.
" Ya memang itu yang aku tunggu. Aku menunggu di tawarkan," sahut Dara cengengesan. Yang lainnya geleng-geleng. Sementara Carey masih sibuk dengan kegundahan hatinya.
__ADS_1
************
Malam hari tiba. Carey yang benar-benar penat di rumah dengan Dion membuatnya harus pulang malam kerumahnya. Dia benar-benar menghabiskan waktu bersama Nayra di rumah Nayra.
Dari beberas kamar bayi dan perlengkapan lainya. Dia benar-benar menghabiskan waktunya bersama sang adik. Dan baru pulang sekarang.
Carey mematikan mesin mobilnya dan langsung keluar dari mobilnya dan memasuki rumahnya.
" Dari mana kamu," terdengar suara dingin menghentikan langkah Carey. Saat dia sudah berada di ruang tamu. Carey melihat yang mengatakannya yang ternyata adalah Dion.
Sekarang Dion berdiri dan berjalan menghampirinya dengan wajah Dion yang tampak marah bahkan sedikit memerah. Seperti memang sangat kesal.
" Apa yang kamu lakukan?" tanya Dion. Belum sempat Carey menjawab pertanyaan sang suaminya. Suaminya sudah menanyakan hal yang lain.
" Apa maksud kamu?" tanya Carey heran.
" Jangan pura-pura bodoh. Kamu tau apa maksudku," sahut Dion dengan suara dinginnya.
" Kamu katakan saja apa maksud kamu. Aku mau istirahat aku lelah," ujar Felly yang juga menjawab dengan ketus dan terlihat tampak tidak peduli.
" Apa kamu bilang lelah. Jadi maksud kamu. Aku di sini tidak lelah menunggu mu seharian," sahut Dion yang tampak menekan suaranya.
" Kamu bilang aku tidak marah. Bisa-bisanya kamu pergi begitu saja dan kamu bahkan tidak membangunkan ku. Kamu tau Carey. Aku sedang meeting penting pagi ini. Tetapi kamu sudah mengacaukannya," ucap Dion marah-marah pada istrinya.
" Apa kamu bilang meeting penting. Kamu hanya mengatakan itu penting. Karena aku tidak membangunkan mu dan kamu mencari-cari kesalahanku. Lalu bagaimana jika Vira tadi menelponmu dan menyuruh mu menjemputnya. Meeting penting itu bisa berubah secepatnya dan Vira yang akan menjadi penting dan meeting itu sudah tidak ada lagi," sahut Carey yang langsung marah-marah.
" Oh jadi benar kamu sudah membuka hanphonne ku, mengangkat telpon dari Vira dan menghapus pesan," sahut Dion dengan berteriak.
Carey mendengarnya menelan salavinanya. Dia tidak menyangka jika Dion tau juga dengan masalah itu.
" Kamu benar-benar lancang Carey. Kamu bisa-bisanya berbuat seperti itu," sahut Dion dengan matanya semakin memerah.
" Aku tidak mau ribut dengan kamu. Aku mau istirahat," sahut Carey yang langsung pergi. Tidak mau bertengkar dengan Dion. Tetapi Dion langsung menahannya.
" Aku belum selesai bicara, apa yang kamu lakukan kenapa kamu bisa berbuat seperti itu?" tanya Dion menekan suaranya.
" Aku istri kamu Dion apa salah jika aku melakukan itu," sahut Carey yang menatap tajam Dion.
" Jadi menurut kamu yang kamu lakukan benar. Apa kamu tidak sadar Carey dengan perbuatan kamu yang seperti itu. Vira masuk rumah sakit karena kelelahan. Dia kebingungan. Ponselnya mati karena tidak bisa menghubungi siapa-siapa dan dia mempercayakan aku. Sampai tidak menyuruh orang untuk datang menjemputnya. Dan perbuatan kamu membuatnya masuk rumah sakit apa kamu tau bagaimana perasaannya," ucap Dion marah-marah pada Carey membuat Carey semakin geram. Bahkan air mata yang sedari tadi di tahannya harus terjatuh.
__ADS_1
" Jadi kamu lebih memikirkan perasaannya di bandingkan perasaanku. Dion aku istrimu bukan Vira. Kamu hebat sekali Dion. Kamu lebih tau perasaan dia sementara aku kamu tidak tau apa yang aku rasakan," teriak Carey dengan kemarahannya.
" Kamu pikir aku suka melihat kamu seperti itu. Kamu pikir perhatian kamu kepada Vira adalah kebanggaan untukku. Apa kamu tau bagaimana aku," ucap Carey yang tidak bisa mengendalikan dirinya.
" Apa yang kamu bicarakan Carey. Kamu cemburu dengan hal yang tidak beralasan. Kamu tau aku sama Vira hanya sahabatan dan kamu seharusnya tidak pantas mencemburinya," sahut Dion.
" Sahabat kamu bilang. Kamu sadar tidak apa yang kamu lakukan kepadanya, melebihi seperti seorang sahabat. Kamu sadar tidak jika kamu sudah seperti suaminya saja. Kamu bahkan melebihi Sony. Kamu bukan suaminya Dion kamu tidak pantas melakukan itu kepadanya," ucap Carey tidak tahan untuk mengeluarkan semua isi hatinya.
" Kamu yang salah. Tetapi kamu melempar kepada Vira. Vira jelas tidak tau apa-apa. Tapi kamu malah menyalahkannya," sahut Dion yang benar-benar membela Vira dengan santai.
Sampai Carey benar-benar geleng-geleng kepala dengan mendengus kasar pada Dion.
" Iya kamu benar aku yang salah. Aku salah sudah berharap banyak dalam pernikahan ini. Aku tidak sadar bagaimana awal pernikahan ini. Aku hanya sebagai istri yang tugasnya hanya di atas ranjang yang tidak pantas untuk mengeluhkan apapun yang di lakukan suaminya," sahut Felly dengan menyeka air matanya.
" Apa maksud kamu Carey. Kenapa kamu bicara seperti itu. Kenapa kamu melarikan cerita kemana-mana?" tanya Dion dengan geram.
" Aku tidak melarikan cerita memang itu kenyataannya. Kamu tidak pernah menganggapku ada. Kamu menganggapku ada. Jika kamu berhasrat kepadaku. Selebihnya kamu hanya memperpedulikan perasaan Vira," ucap Carey dengan air matanya yang kembali menetes.
" Cukup! Carey kamu bicara semakin aneh. Aku tidak tau kenapa kamu jadi seperti ini," sahut Dion yang kesal lalu pergi meninggalkan Carey.
" Mau kemana kamu?" tanya Carey.
" Kami tidak bisa menghargai suamimu. Jadi aku ingin menangkan diriku," sahut Dion tanpa membalikkan tubuhnya.
" Bersama Vira?" tanya Carey memastikan.
" Aku hanya ingin melihat ke adaannya," sahut Dion yang tidak segan-segan mengatakan hal itu. Membuat Carey tersenyum.
" Baik, pergilah! pergi sesuka kamu dan apa pun yang kamu lakukan kepadanya. Dan aku juga akan pergi mencari laki-laki yang bisa memberiku perhatian," sahut Carey yang seakan menantang Dion.
Bersambung....
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport Vote. like koment dan jadiin vavorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...
__ADS_1