Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 368


__ADS_3

Setelah mengambil keperluannya di rumah Sony dan Dara kembali memasuki mobil dan Sony menyetir dengan sesekali melihat Dara kesampingnya. Menoleh ke arah Dara yang tampak semangat, bahkan beberapa kali Dara tersenyum tipis.


" Kamu, kelihatan bahagia?" tanya Sony.


" Hmmm, gimana aku tidak bahagia dan ini juga akan menjadi kebahagian kamu," ucap Dara melihat ke arah Sony.


" Ada apa memangnya?" tanya Sony seakan pura-pura tidak tau.


" Sony, kamu akan menikah dengan Vira. Tante Saski dan Om Roni. Sudah memberikan restu pada kamu," jawab Dara tampak semangat dan Sony menanggapi biasa saja. Dara juga heran dengan ekspresi Sony yang tampak biasa saja. Tidak sesuai dengan ekspektasinya.


" Kamu kelihatan tidak senang mendengarnya," ujar Dara dengan melihat Sony terus.


" Itu hanya perasaan kamu saja," sahut Sony Datar.


" Hmmm, begitukah," sahut Dara yang tampak menanggapi datar.


" Pasti, Vira akan bahagia mendengar kabar ini," ucap Dara yang dengan semangatnya, sementara Sony tampak murung dan seperti tidak ada senang-senangnya dengan berita yang di berikan Dara. Menurutnya Dara tidak punya kerjaan selain mengurus kebahagian orang. Tetapi memang itulah Dara yang lebih bahagia jika orang di sekelilingnya bahagia.


**********


Rumah Nayra sudah banyak terparkir mobil yang semakin lama semakin banyak. Raihan dan Nayra memang mengadakan makan malam di rumahnya dan hanya mengundang teman-temannya saja.


Beberapa dari mereka juga sudah sampai, dan mobil Sony dan Dara juga sudah datang. Begitu sampai Dara langsung turun dari mobil. Dia sedikit buru-buru karena melihat Andini yang juga turun dari mobil.


Dara langsung keluar tanpa bicara apa-apa dengan Sony dan Sony hanya melihat semangatnya Dara yang hanya karena orang lain.


" Apa dia sebahagia itu, melihatku menikah dengan Vira," batin Sony yang sepertinya masih memiliki perasaan pada Dara. Tetapi merasa tidak pantas untuk perasaan itu.


" Andin," teriak Dara yang menghentikan langkah Andini ketika Dara memanggilnya.


" Kak Dara," sahut Andini. " Kakak datang sama siapa?" tanya Andini ketika Dara sudah berada di depannya.


" Tuh sama Sony," jawab Dara. Membuat Andini senyum penuh curiga.


" Cie, yang berengan sama mantan, cium bau-bau balikan nih," goda Andini tersenyum penuh arti. Membuat Dara mengkerutkan dahinya.


" Ishhhh, kamu ini apa-apaan sih. Bicara aneh-aneh saja," sahut Dara geleng-geleng.


" Ya emang iya. Cuma kakak kali yang akur sama mantan," sahut Andini menggoda Dara.


" Ishhhh, kamu ini ada-ada aja, sudah ayo kita pergi, ngapain kita masih di sini," ujar Dara. Andini mengangguk dan memasuki rumah Nayra bersama Andini.


Sony yang tidak semangat, membuka seat belt nya dan hanya melihat Dara dari dalam mobil yang benar-benar tampak bahagia yang berbeda dengan dirinya yang murung karena kabar pernikahan yang di dengarnya.

__ADS_1


Sony membuka pintu mobil dan langsung bersamaan dengan Alex yang juga datang dan langsung menghampiri Sony.


" Son," tegur Alex menepuk bahu Sony.


" Eh. Alex kapan sampai?" tanya Sony yang juga kaget dengan datangnya Alex yang tiba-tiba muncul.


" Kemarin?" jawab Alex.


" Kamu selalu saja sibuk. Luar Negri mulu, apa nggak capek," ujar Sony.


" Namanya juga kerja," sahut Alex.


" Ya udah masuk yuk," sahut Sony. Alex mengangguk dan akhirnya mereka masuk bersamaan.


********


Di rumah Nayra sudah ramai teman-teman Nayra dan Raihan yang berkumpul. Ada Andini, Dara, Sony, Alex, ada Raka dan Rania juga, pastinya Amira dan Alan sang buah hati juga juga ikut.


Selain itu ada pasangan yang sedang lagi romantis-romantisnya, siapa lagi jika bukan Carey dan Dion yang lagi anget-angetnya. Tidak hanya itu ada juga Luci, Celine dan juga Della. Yang ikut turut datang kerumah itu.


Mereka juga sudah mulai menikmati makanan yang disiapkan Nayra. Tidak Nayra sih yang menyiapkan tetapi para asisten di rumah itu.


" Oh iya Nayra, anak kamu sudah di beri nama?" tanya Celine yang sekarang menggendong bayi cantik Nayra.


" Sudah, kita baru aja tadi malam membahas masalah nama," sahut Nayra.


" Kinara Razzati Al- Wijaya," jawab Nayra.


" Wau namanya bagus sekali," sahut Andini dengan senyumannya mendengar nama keponakannya itu.


" Itu berarti di panggil Kinara dong," sahut Dara.


" Iya Kinara," jawab Raihan.


" Berarti Amira akan panggil dedeknya dengan Kinara. Berati ada singkatan untuk Ki nya?" tanya Amir. Membuat semua orang heran.


" Kok gitu Amira?" tanya Raina.


" Iya dong mama. Kan Nara itu singkatan dari nama Tante Nayra dan Om Raihan. Berati kalau Kinara ada singkatan untuk Ki- nya," ujar Nayra dengan bijak.


" Kamu ini ada-ada saja," ujar Raka mengusap-usap pucuk kepala Amira.


" Memang iya kan Tante?" tanya Amira yang memastikan.

__ADS_1


" Tidak, sayang untuk Ki, nya memang tidak ada singkatan. Tante sama Om memang memberinya nama Kinara yang mungkin kebetulan dengan nama Om dan Tante," sahut Nayra yang menjelaskan dengan jelas.


" Ohhh, begitu," sahut Amira mengangguk-angguk seakan mengerti.


" Sudah lah, yang penting sekarang dedeknya sudah punya nama, jadi panggil dedek Kinara," sahut Raina.


" Iya mama," sahut Amira yang mengajak Kinara bermain-main walau di gendongan Celine.


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka sambil menikmati makanan itu, yang ada duduk di sofa, di atas lantai dan di alasi karpet dan juga yang lain-lain.


" Selamat malam," tiba-tiba terdengar suara sapaan yang tiba-tiba membuat mereka hening dan melihat ke arah pintu yang ternyata suara tidak asing itu adalah Angga.


Tetapi yang membuat mereka bengong dan wajah dengan penasaran. Angga yang datang bersama seorang wanita.


" Malam," sahut semuanya dengan pelan dan tampak bertanya-tanya. Angga dan wanita yang mungkin ada merasa tidak asing itu pun menghampiri perkumpulan itu.


" Bukannya itu, wanita yang dulu ada di pesta ulang tahun Nayra," batin Della yang ternyata masih mengingat wanita itu.


" Maaf aku terlambat," ujar Angga merasa tidak enak.


" Tidak apa-apa, yang lain juga baru datang," sahut Raihan.


" Kak Angga bawa siapa?" tanya Andini penasaran. Tidak tau kenapa Angga harus melihat Della yang yang tampak mengalihkan pandangannya.


" Hmmm, oh ini Karen," ujar Angga memperkenalkan wanita cantik itu.


" Hay, aku Karen, aku pacarnya Angga, salam kenal untuk kalian semua," sahut Karen menyapa dengan tersenyum.


Semua jelas terkejut dengan Angga yang tumben-tumbennya membawa pacar. Tetapi wajah Della jelas lebih terkejut. Bahkan merasa ada sesak di dadanya, sehingga wajahnya terlihat resah.


Ketika pria yang di suruhnya menjauhinya dan didoakannya mendapatkan wanita yang lebih baik darinya dan sekarang Angga mengenalkan kekasihnya yang membuat Della ternyata seakan tidak menerima hal itu walaupun itu adalah kemauannya.


" Salam kenal juga. Semoga kamu bisa menikmati acara sederhana ini," sahut Nayra menyambut orang baru itu dengan ramah.


" Iya pasti," sahut Karen. Karena pun langsung bersalaman dengan orang-orang yang ada di sana memperkenalkan dirinya. Pada teman-teman Angga. Termasuk pada Della yang mungkin tidak nyaman dengan hal itu.


Mata Angga juga melihat ke arah Della yang tampak tidak nyaman dan tidak tau kenapa Angga seakan bersalah ketika membawa Karen dan memrkenalkan Karen sebagai kekasihnya. Tidak tau kenapa Angga merasa seakan menyakiti Della.


Bersambung...



Para readers kesayangan aku. Aku minta dukungan nya ya untuk mampir ke novel terbaru aku yang berjudul tertulis dalam imam ku.

__ADS_1


Punya cerita yang pasti berbeda dengan Novel-novel yang lainnya. Mohon tinggalkan jejak, like, komennya, dan vote, sebanyak-banyaknya ya.


Terimah kasih untuk semuanya.


__ADS_2