
Dion dan Carey keluar dari rumah Jihan berpamitan dengan Jihan. Semalam mereka memang menginap di rumah Jihan dan pagi ini harus pulang kembali.
" Ya sudah ma! Carey pamit dulu pulang dulu ya," ujar Carey mencium punggung tangan Jihan dan langsung memeluknya.
" Iya, jangan lupa ya mampir tempat Nayra. Kasihkan titipan mama. Katakan sama Nayra. Mama tidak bisa datang hari ini," ujar Jihan menitipkan pesan untuk anak sulungnya itu.
" Iya ma, mama tenang aja. Nanti Carey akan sampaikan pesan mama," jawab Carey. Jihan mengangguk. Setelah sang istri berpamitan. Dion pun berpamitan. Melakukan hal yang sama seperti apa yang di lakukan istrinya tadi.
" Dion pamit ma," ujar Dion.
" Iya nak," sahut Jihan mengusap pundak Dion.
" Kalian baik-baik ya. Sering-sering datang kemari," ujar Jihan yang memang pasti sangat bahagia. Jika anak dan menantunya sering mengunjunginya.
" Pasti ma," jawab Carey.
" Ya sudah kami pulang dulu. Assalamualaikum," ujar Dion.
" Walaikum salam," sahut Jihan. Carey dan Dion pun memasuki mobil. Sebulan terakhir ini. Dion memang sangat romantis. Kebiasaan membukakan pintu mobil untuk istrinya menjadi tradisi utama.
Untuk masalah sudah apa bum saling mencintai. Mereka juga tidak tau. Mereka menyerahkan sama perasaan mereka saja.
Lagian mereka terbiasa seperti sudah menjadi pasangan suami istri dan untuk mengungkapkan isi hati satu sama lain sepertinya sudah tidak penting lagi.
Karena rasa perduli satu sama sama lain bukannya sudah menunjukkan kasih sayang yang sebenarnya di antara kedua pasangan itu.
Dan mungkin begitu cara mereka saling mengungkapkan perasaan. Sebelum mobil itu berjalan Dion mengelekson dan mertuanya mengangguk melambaikan tangan.
*********
Dara sedang berada di mobilnya. Pagi-pagi buta juga ternyata harus mengantarkannya ketempat sahabatnya Raihan untuk menemui istrinya.
Kebetulan Dara yang memang berada di luar. Dan Nayra mengetahui hal itu. Membuat Nayra harus menitipkan beberapa jenis makanan yang ingin di makannya.
Karena suaminya tidak mungkin pergi pagi-pagi buta untuk membelikan makanan yang terus di bayangkannya. Karena suaminya juga harus siap-siap untuk berangkat kekantor.
Dara melaju dengan kecepatan sedang. Dengan beberapa kantong plastik yang berada di atas jok mobil. Apa lagi jika bukan titipan Nayra.
" Bumil memang kalau ngidam, menggemaskan," gumam Dara yang melirik belanjaannya sambil tetap fokus menyetir.
" Tidak apalah yang penting dia bisa senang dan wajahnya tetap tersenyum," ujar Dara yang baginya sangat tidak masalah. Jika harus di repotkan Nayra. Karena sebenarnya dia sangat suka di repotkan. Apa lagi jika masalah bayi.
*********
__ADS_1
Sementara si tukang repot. Si Nayra yang super super manja sedang ada di dapur. Seperti biasa tugas seorang istri kalau pagi pasti sangat repot. Nayra sedang menyiapkan sarapan suaminya.
Meski dia sedang hamil dan apa-apa ingin di ladeni. Manja kepada siapa-siapa. Tetapi kalau untuk keperluan suaminya dia masih menyiapkan sendiri dengan tangannya.
Seperti sekarang ini. Dia sedang menyiapkan sarapan pagi sebelum suaminya berangkat untuk bekerja.
Raihan juga yang sudah siap rapi-rapi dan siap untuk bekerja langsung keluar dari kamar, menuruni anak tangga langsung menghampiri istrinya yang sudah berada di dapur.
" Pagi sayang?" sapa Raihan menghampiri sang istri mencium kening istrinya dan pipi istrinya.
" Pagi! ayo sarapan," ujar Nayra.
Raihan langsung menarik kursi dan Nayra mulai memasukkan nasi goreng ke dalam piring suaminya.
" Sayang, besok temani aku kerumah sakit ya," ujar Nayra.
" Iya, aku akan temani kamu untuk ngecek kandungan kamu," jawab Raihan. Nayra mengangguk dengan tersenyum.
" Ya sudah nih, makan dulu," ujar Nayra langsung memberikan suaminya makanan.
" Makasih?" jawab Raihan " Kamu nggak makan?" tanya Raihan melihat sang istri hanya bengong saja.
" Lagi nunggu pesanan," jawab Nayra dengan senyum sumringahnya.
" Nggak gojek. Tapi Dara sedang otw kemari untuk membawa beberapa pesananku," sahut Nayra dengan senyumnya.
" Kamu ini," sahut Raihan geleng-geleng. Sambil melanjutkan makannya.
" Assalamualaikum," sapa Carey mengucapkan salam.
" Walaikum salam," jawab Nayra dan Raihan dengan serentak. Melihat kearah suara yang mengucapkan salam yang Ternyata Carey dan Dion yang datang bertamu kerumah Nayra.
" Kak, Carey, kak Dion," ujar Nayra yang kaget melihat kakak dan kakak iparnya berkunjung ke istana mereka. Dion dan Carey pun langsung menghampiri Raihan dan Nayra.
" Kamu apa kabar?" tanya Carey memeluk adiknya.
" Baik dong kak," sahut Nayra.
" Raihan!" tegur Dion.
" Hmmm! ayo sekalian ikut sekalian sarapan," ajak Raihan.
" Makasih," sahut Carey yang langsung menarik kursi begitu juga dengan Dion. Yang juga sudah duduk di depan Raihan.
__ADS_1
" Tumben banget pagi-pagi sudah datang. Khusus untuk datang atau sekalian ini," ujar Raihan sambil mengunyah makanannya.
" Dua-duanya. Khusus dan sekalian mampir," jawab Dion.
" Memang ada apa! tanya Nayra memberikan piring untuk kakak dan kakak iparnya.
" Tidak apa-apa. Semalam kakak nginap tempat mama, jadi mama tadi titip ini buat kamu," ujar Carey langsung meletakkan di depan Nayra apa yang di bawanya sedari tadi yang dititipkan mamanya.
" Mama juga nitip pesan. Belum bisa untuk mengunjungi kamu," lanjut Carey.
" Apa ini?" tanya Nayra langsung melihat isinya kedalam.
" Ya ampun bubur sumsum, mama baik banget. Pagi-pagi sudah di berikan asupan seperti ini. Padahal tadi aku sudah titip sama Dara. Tapi mama tau aja kalau memang pengen makan cepat. Mama memang is the best," gumam Nayra kesenangan yang lain juga ikut tersenyum melihat Nayra yang sangat bahagia.
" Ya sudah ayo mulai sarapannya. Untuk yang pertama kali. Kak Dion harus cobain masakanku," ujar Nayra sekalian promosi.
" Iya pasti dicoba," sahut Dion.
" Kamu nggak kekantor Dion?" tanya Raihan.
" Kekantor. Tetapi agak siangan. Soalnya hanya ada beberapa meeting saja," jawab Dion.
" Oh, begitu," sahut Dion.
" Hmmm, kamu sendiri gerak jam berapa?" tanya Dion.
" Sebentar lagi. Masih nungguin Sony dan Raka," jawab Raihan.
" Sony dan kak Raka, mau kesini juga?" tanya Nayra yang benar-benar tidak tau.
" Iya sayang," jawab Raihan.
" Memang ada perlu apa?" tanya Carey.
" Tidak ada hanya masalah Vira saja," jawab Raihan.
Mendengar nama Vira Dion dan Carey saling melihat. Sebenarnya Carey memang tidak pernah tau jika Vira sedang di selidiki. Jadi wajar ketika Raihan bicara seperti itu membuatnya heran sama juga dengan Dion yang heran dan tidak mengerti maksudnya.
" Ada masalah apa ya mereka dengan Vira," batin Dion yang benar-benar penasaran.
" Vira kenapa lagi ya. Apa membuat ulah lagi. Bukannya selama sebulan terakhir ini. Anak itu benar-benar tidak kelihatan. Lalu kenapa mereka pada membahas Vira ya," batin Carey yang juga sangat penasaran dengan apa yang terjadi.
**********
__ADS_1
Bersambung......