Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 247


__ADS_3

Sebelumnya David memang mengabari Jihan. Dan menceritakan semuanya apa yang terjadi. Dia juga mengatakan jika Nayra tidak mau kerumahnya.


Jihan mendekati Nayra duduk di samping Nayra dan mengusap-usap rambut Nayra.


" Sayang, kamu tidak boleh seperti itu. Bukannya papa kamu lagi sakit, kalau kamu seperti ini. Yang ada papa kamu akan kepikiran terus," ujar Jihan membuat pengertian kepada putrinya. Hanya membuat mata Nayra bergenang.


" Tapi papa tidak sayang sama Nayra," sahut Nayra memeluk mamanya.


Jihan mengerti mungkin karena hamil. Nayra bawaannya lebih sensitif. Karena dia tau Nayra sangat bijak dalam menghadapi masalah dan mungkin karena hormon nya yang tidak normal.


" Papa lebih membela Vira di banding kan aku," ujar Nayra lagi malah mewek.


" Dia memang keterlaluan ma," sahut Carey.


" Kakak mengenalnya?" tanya Andini yang memang tidak pernah bertemu wanita yang bernama Vira itu.


" Iya pernah bertemu sekali dan memang dia wanita yang jahat. Aku juga tidak tau kenapa melakukan itu," jawab Carey mengusap-usap lengan adiknya yang masih berada di pelukan mamanya. Dia sangat kasihan dengan adiknya yang sedih hanya karena Vira.


" Sayang. Tetapi jika kamu seperti ini. Itu hanya akan membuat dia menang dan kamu yang kalah, tidak ada gunanya melakukan hal itu," ujar Jihan.


" Nayra butuh waktu ma, nanti Nayra akan bicara lagi sama papa," sahut Nayra.


" Mama mengerti. Semua ada di tangan kamu yang terpenting kamu jangan memutus hubungan silaturahmi itu," ujar Jihan mengingatkan.


" Iya ma," jawab Nayra.


" Ya sudah kamu mau apa. Biar mama masakin?" tanya Jihan melepas pelukannya.


" Nayra pengen makan bubur sumsum," jawab Nayra. Jihan tersenyum dan mengusap air matanya.


" Andini benar bayi ini sepertinya perempuan. Kamu sangat cantik walau menangis seperti ini. Wajahmu yang cemberut. Tetapi sangat cantik. Bahkan sangat manja. Kamu sangat cengeng," ujar Jihan mencubit lembut hidung Nayra


" Mama," sahut Nayra dengan suaranya yang dia ayun. Andini dan Carey hanya tersenyum melihatnya.


" Ya sudah, mama buatkan dulu, kamu tunggu ya," ujar Jihan. Nayra mengangguk.


**********


Nayra sudah menikmati bubur sum-sum buatan sang mama.


" Enak?" tanya Jihan sembari mengusap pucuk kepala Nayra. Nayra mengangguk..

__ADS_1


" Ma kak Carey kenapa. Kenapa sedari tadi dia melamun?" tanya Nayra yang melihat kakaknya yang menemani Amira bermain. Tetapi malah bengong.


" Biasalah ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya," sahut sang mama.


" Apa itu, Nayra kok tidak tau," sahut Nayra penasaran.


" Carey sedang di hadapkan dengan pilihan yang berat yang menentukan kehidupannya selanjutnya," jelas sang mama membuatnya semakin bingung.


" Maksud mama?" tanya Nayra.


" Kamu makan dulu nanti mama ceritakan," ucap Jihan. Nayra mengangguk dan melanjutkan makannya.


**********


Kediaman Erin.


Setelah selesai bekerja seharian Dion pulang kerumahnya. Saat memasuki rumah kakinya ya berhenti di ruang tamu.


Dion di kejutkan dengan mamanya yang sibuk bersama beberapa pelayan di rumahnya yang seperti membuat bingkisan.


" Mama ngapain? kelihatan sibuk amat," ucap Dion duduk di Sofa mengeluarkan ponsel dari sakunya.


" Kayak mau acara hantaran aja," celetuk Dion melihat ponselnya


" Memang mau hantaran," jawab Erin dengan santai.


" Untuk siapa?" tanya Dion yang masih fokus pada ponselnya.


" Ini hantaran kerumah calon istri kamu," jelas sang mama to the point. Membuat Dion kaget sampai ponselnya terjatuh. Don juga memajukan duduknya dengan matanya yang melebar sempurna saat mendengar ucapan mamanyam


" Calon istri!" pekik Dion berharap salah dengar.


" Iya calon istri, calon menantu mama," tegas Erin sekali lagi.


" Siapa. Memang ada Dion memperkenalkan sama mama, mama jangan becanda ini nggak lucu," sahut Dion panik. Sangat tidak lucu becandaan sang mama.


" Siapa yang bercanda memang mama sedari mama menyiapkan ini untuk lelucon," sahut Erin.


" Kalau begitu siapa, Dion tidak tau calon istri mana yang mama katakan," sahut Dion benar-benar bingung.


" Carey," jawab Erin dengan singkat.

__ADS_1


" Carey! Carey siapa?" tanya Dion yang benar-benar bingung. Dia bahkan tidak tau sama sekali.


" Carey adik ipar Raihan teman kamu," sahut Erina.


" Maksud mama wanita itu, wanita yang kerjanya tidak bejus itu," sahut Dion yang sepertinya sudah tau siapa yang di maksud mamanya.


" Hmmm, wanita yang kamu bawa kerumah ini," sahut Erin membenarkan.


" Tidak masuk akal-akal, mama kok bisa berpikir seperti itu bagaimana mungkin Dion menikah dengan wanita itu. Dion tidak punya hubungan dengan dia. Mama jangan aneh-aneh Dion tidak mau," sahut Dion yang menolak terang-terangan.


" Mama tidak meminta pendapat kamu," tegas Erin.


" Yang menikah itu Dion. Bukan mama. Bagaiman mungkin mama tidak meminta pendapat Dion," ujar Dion yang benar-benar kesal dengan mamanya.


" Sudahlah Dion, kamu jangan membantah. Mama sudah membicarakan dengan mamanya untuk hal serius ini dan Carey sendiri tidak menolaknya," jelas Erin.


" Jelas dia tidak menolaknya. Tetapi aku menolak keras. Aku tidak akan mau menikah dengannya. Aku juga tidak mau mama menjodoh-jodohkanku lagi," tegas Dion sekali lagi.


" Dion Carey itu anak yang baik. Saat dia datang kerumah ini. Mama sudah menyukainya. Dia sangat jujur dan sopan. Mama ingin kamu segera menikah," sahut Erin dengan serius.


" Dion akan menikah. Tetapi bukan dengannya, ada-ada saja. Apa wanita itu gila asal mengiyakan saja," desis Dion semakin kesal.


" Pokoknya Dion tidak mau," tegasnya lagi. mengambil ponselnya yang jatuh lalu pergi.


" Dion.. mama tunggu jam 9 kita harus kerumahnya malam ini," teriak mamanya dengan santai.


" Tidak," sahut Dion berteriak dengan keras. Mendengar penolakan itu Erin menggedikkan bahunya dan tetap melanjutkan pekerjaannya. Seakan dia tidak peduli dengan anaknya menolak atau tidak.


Hal itu yang membuat Carey melamun terus. Sewaktu di supermarket bertemu dengan mama dari Pria yang marah-marah kepadanya. Wanita itu mengajak Carey dan Jihan untuk minum teh sambil mengobrol sebentar.


Tidak basa-basi. Erin yang memang sudah sangat srek dengan Carey langsung menyampaikan niat baiknya. Hal itu jelas membuat Carey kaget. Jika ada ibu seorang Pria yang langsung melamarnya.


Sebelum menjawab keputusannya. Carey tidak malu menceritakan masa lalunya kepada wanita yang menginginkannya menjadi menantu. Tetapi justru karena itu. Wanita itu semakin menyukainya yang sangat jujur.


Carey pun menghormati lamaran itu dengan menerima niat baik datang kerumahnya. Dan untuk keputusannya. Nanti malam akan di putuskan setelah keluarga itu datang bersama putranya.


Carey terus memikirkan hal itu. Setelah pulang rumah Nayra di setiap sholatnya dia meminta petunjuk untuk keputusan yang tepat.


Karena ini akan menjadi awal baru dalam hidupnya. Dia akan menjadi istri orang yang bisa di katakan tidak kenalnya dan dia membutuhkan campur tangan Tuhan untuk hal ini.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2