
Setelah melamar sang kekasih. Raihan dan Nayra tidak pulang. Mobil mereka berhenti di pinggir pantai. Bersamaan dengan turunnya hujan yang deras.
Suasana pantai yang sepi karena memang sudah larut malam. Hanya terdengar suara hujan. Dan suara ombak air laut. Entah sudah berapa lama mobil itu terparkir di sana.
Raihan dan Raina berada di dalam mobil. Di kursi belakang. Pasangan itu sudah sudah tertidur, dengan tangan yang saling menggenggam erat.
Kepala Nayra di letakkan Di bahu Raihan. Sementara kepala Raihan miring berada di atas kepala Nayra. Tubuh Nayra masih tetap di di balut jas Raihan.
Perlahan Nayra membuka matanya terasa sangat berat. Jujur sebenarnya dia sangat mengantuk. Tapi tiba-tiba saja dia terbangun. Perlahan mata itu terbuka.
Mata indah itu langsung tertuju pada tangannya yang di genggam erat Raihan. Nayra tersenyum saat melihat jarinya manisnya terpasang cincin yang sangat indah.
Cincin yang baru saja di masukkan Raihan ke jarinya dan mengajaknya menikah. Kado ulang tahun yang paling indah yang pernah di dapatkannya.
Dengan sangat hati-hati. Nayra menggeserkan tubuhnya. Nayra mengangkat kepala Raihan dari kepalanya agar dia bisa bergerak. Dengan sangat lembut Nayra berhasil meletakkan kepala Raihan bersandar di dingding jok.
Nayra tersenyum menoleh ke arah Raihan yang masih tertidur. Nayra terus melihat wajah itu dengan intens.
Nayra membuka Jas penutup tubuhnya dan menutupkan kepada Raihan. Nayra memegang ke-2 pipi Raihan dan terus menatap pria itu.
" Raihan maafkan aku jika mencintaiku membuatmu dalam kesulitan. Maafkan jika hubungan kita membuatmu menentang keluargamu. Tapi kamu jangan pernah bilang takut tidak bisa membahagiakanku. Karena tanpa melakukan apapun. Aku sudah sangat bahagia jika kamu terus bersamaku," ujar Nayra dengan pelan menatap wajah itu dengan penuh cinta.
Nayra mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Melihat sudah pukul 2 pagi. Nayra melihat kontaknya. Nayra menulis pesan.
" Papa apa kabar. Maaf Nayra tidak pernah menghubungi papa. Belakangan ini Nayra sangat sibuk. Maaf jika Nayra mengganggu papa. Papa ingatkan ini adalah hari ulang tahun Nayra. Semasa kecil Nayra ulang tahun. Papa selalu memberikan Nayra eskirim. Tapi hal itu sudah tidak pernah Nayra dapatkan lagi. Jadi kali ini Nayra ingin minta kado dari papa. Pa nikahkan Nayra dengan laki-laki pilihan Nayra. Nayra ingin kado itu. Nayra ingin papa menikahkan Nayra dalam Minggu ini. Nayra serius pa. Satu lagi pa. Jangan beritahu mama tentang hal ini. Terima kasih Pa, Nayra menyayangi papa.
Nayra mengirim pesan teks itu untuk papanya. Nayra tersenyum saat pesan itu terkirim. Nayra kembali memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.
Nayra menengok kearah Raihan wajahnya kembali tersenyum. Nayra memegang pipi Raihan dengan ke-2 tangannya.
" Aku sangat mencintaimu. Terima kasih untuk semua kebahagian yang kamu berikan kepada ku. Sebentar lagi. Impian kita akan terwujud. Kita akan menikah secepatnya. Aku tidak akan membiarkan ada orang lain masuk ke dalam kehidupan kita," lirih Nayra dengan air matanya kembali jatuh.
" I love you," lirihnya.
Lalu mencium pipi Raihan. Nayra langsung memeluk Raihana dengan erat. Pelukan tidak ingin kehilangan. Perlahan Nayra kembali memejamkan matanya. Tertidur kembali di pelukan Raihan dengan rintikan hujan.
***********
Sinar mentari pagi kembali datang. Raihan mengantarkan Nayra kembali ke Apertemennya. Pasangan itu turun dari mobil memasuki gedung Apertemen dengan tangan yang masih saling menggenggam erat.
Raihan dan Nayra, berjalan dengan langkah yang santai. Terkadang ke-2 saling melihat dan pasti tersenyum tipis yang menghiasi wajah mereka.
__ADS_1
Setelah keluar dari lift. Tangan ke-2 nya masih saling menggengam. Tidak mau kehilangan 1 sama lain. Saat berada di depan Apertemen Nayra.
Ada seorang Pria yang berpakaian Rapi yang menghadap pintu Apertemen Nayra. Tidak tau siapa Pria itu. Nayra dan Raihan tidak dapat melihat wajah Pria asing itu. Pria itu menunggu di depan Apertemen Nayra.
Raihan dan Nayra saling melihat heran. Dengan Pria yang belum menyadari kedatangan mereka.
" Ehmmmm," Raihan berdehem. Pria itu yang tersebut berbalik badan. Yang ternyata Yogi. Asisten Pak David. Yogi tersentak kaget dengan kedatangan orang yang di tunggunya.
" Pak Yogi," sapa Nayra ketika melihat Pria itu membalikkan tubuhnya. Raihan menengok heran ke arah Nayra. Yang ternyata mengenali Pria itu.
" Selamat pagi Bu Nayra," sapa Yogi menundukkan kepalanya.
" Pagi," sapa Nayra. Raihan semaki heran tidak mengetahui siapa Pria yang di kenal Nayra. Tetapi seperti sangat akrab.
" Ada apa ya pak pagi-pagi begini. Sudah datang?" tanya Nayra.
" Oh, ini Bu," Pria tersebut mengambil Boucket Liliy yang besar dengan warna yang lengkap.
Nayra melihat bunga itu membuat matanya terbuka lebar dengan mulut yang menganga lebar. Sampai Nayra menutup mulutnya dengan tangannya. Sangking takjubnya.
" Selamat ulang tahun," ujar Pak Yogi memberikan bunga tersebut pada Nayra.
" Oh My God, serius," sahut Nayra tidak percaya dengan bunga apa yang di lihatnya. Bunga Liliy tersebut ternyata untuknya. Wajahnya begitu bahagia melihat bunga di depannya.
" Apa-apaan ini," cegah Raihan menjauhkan tangan Nayra dari bunga tersebut. Wajah Raihan juga terlihat sangat kesal. Melihat Nayra yang begitu terharu hanya karena di beri bunga oleh Pria yang tidak di kenalnya.
" Siapa kamu?" tanya Raihan ketus, " berani sekali kamu memberikan bunga di depan calon suaminya," lanjut Raihan yang mulai terbakar cemburu.
" Raihan, apaan sih," desis Nayra.
" Kamu yang apa-apaan. Bisa-bisanya kamu sebahagia itu. Menerima bunga dari orang lain. Di depanku. Kamu tidak menghargaiku," oceh Raihan.
Membuat Nayra mengkerutkan dahinya. Memang susah jika punya pacar cemburuan. Yogi juga heran dengan perkataan Raihan. Tetapi sebagai Pria Yogi bisa memahami jika Raihan sedang salah paham kepadanya.
" Raihan, Pak Yogi ini Asistennya Pak David. Klien Adverb," jelas Nayra
" Benar Pak," sahut Yogi tersenyum.
" Jadi, jika dia Asisten klien Adverb. Kamu bisa suka-suka menerima hadiah. Kelihatan kalian sangat dekat sampai dia tahu hari ulang tahunmu. Atau jangan-jangan kalian sudah bertukar nomor hanphone," sahut Raihan semakin kesal. Dengan pria yang di depannya. Yang sedari tadi tersenyum tanpa dosa.
" Raihan," desis Nayra.
__ADS_1
" Kamu tidak tau siapa saya hah! saya calon suaminya. Lihat dia sudah tunangan," tegas Raihan menunjukkan punggung jari Nayra yang sudah terpasang cincin.
" Jadi jangan berharap untuk mendekatinya. Kamu bisa cari wanita yang tidak memiliki kekasih," lanjut Raihan tidak berhenti mengoceh.
" Raihan, sudah," desis Nayra yang malu dengan apa yang di katakan Raihan.
" Maaf Pak Raihan. Saya rasa bapak salah paham. Saya kemari atas utusan Pak David memberi Bu Nayra bunga. Karena Bu Nayra sedang berulang tahun. Pak David menyampaikan maaf karena tidak bisa memberikan langsung. Hanya itu saja Pak. Saya tidak ada hubungan apa-apa dengan Bu Nayra," sahut Yogi menjelaskan dengan sedetailnya agar Raihan tidak terus menuduhnya.
Sementara Raihan mendengarnya berekspresi santai. Pura-pura Coll padahal. Dia malu. Karena sangat berlebihan di depan Yogi.
" Dengerin dulu, baru ngoceh," ujar Nayra pelan.
" Mana aku tau," sahut Raihan.
" Silahkan di terima Bu Nayra," Yogi kembali memberikan bunga yang sedari tadi di pegangnya kepada Nayra.
Nayra dengan senang hati menerimanya. Wajahnya bahkan sudah tidak terlihat karena ketutupan bunga tersebut. Nayra juga langsung menghirup bunga indah itu.
" Kalau begitu saya permisi dulu. Maaf mengganggu. Pak Raihan sekali lagi saya minta maaf sudah membuat Bapak cemburu," ujar Yogi membuat Raihan benar-benar malu.
Sementara Nayra yang berdiri di sampingnya tersenyum miring. Melihat wajah Raihan yang memerah.
" Ya sudah sana pulang!" usir Raihan dengan nada tegas. Menyembunyikan rasa malunya. Yogi tersenyum menunduk dan pergi.
Raihan jadi salah tingkah dengan kejadian pagi ini. Wibawanya turun sebagai CEO. Dan lebih terlihat seperti cowok bucin di depan Yogi. Pria yang di kenal sangat dingin. Jika cemburu seperti monster yang siap menerkam.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐นBersambung ๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...Hay para readers. Ingin menyapa di akhir bulan Januari....
...Aku terus minta dukungan kalian ya. ...
...Tolong suport karya aku....
...Tinggalin jejak. Ya di beri Coment, Like, Dan yang jangan lupa Vote. Bantu share juga ya....
...Supaya aku semangat melanjutkan episodenya. ...
...Jangan lupa ya mampir ke novel aku yang lainnya....
...๐Istri buta sang pengacara...
__ADS_1
...๐ Sahabatku menghacurkan hidupku dalam satu malam...
...Terimakasih semuanya....