
Raihan tidak perlu menekan bel Apertemen Nayra. Karena dia sudah tau kata sandi Apartemen Nayra. Raihan tinggal memencet sandi itu dan langsung masuk.
Raihan langsung menuju dapur dan melihat Nayra sibuk dengan pekerjaannya. Raihan pun menghampiri Nayra. Nayra menuang sup ceker ke dalam mangkuk, sedari tadi dia terus menelan ludah.
Karena sudah tidak sabar menikmati masakannya sendiri. Tiba-tiba sebuah benda melingkar di lehernya, Nayra langsung kaget.
Nayra tertunduk melihat ke lehernya. Mengenali kalung yang berada di lehernya. Nayra langsung menoleh kebelakang dan melihat Raihan yang memasangkan kalung itu kepadanya.
" Bukannya ini milikku," ujar Nayra kembali menuang sup kemangkok tersebut.
" Aku menemukannya di lemarimu sewaktu mengambil baju untuk mu, kamu masih menyimpannya ternyata," ujar Raihan memeluknya dari belakang, menggelangkan kepalanya di tengkuk Nayra.
Nayra mengkerutkan dahinya dan menghadap Raihan.
" Kamu mencurinya," tanya Nayra.
" Tidak aku tidak mencurinya, aku hanya mengambilnya dan memakaikannya kepadamu, itu kan pemberianku, jadi bagaimana mungkin aku mencuri pemberianku sendiri," jelas Raihan terus memeluknya.
Nayra tersenyum mendengarnya. Dia memang masih menyimpan kalung pemberian Raihan kepadanya. Kalung yang berinisial namanya dan Raihan. Dulu Raihan memberinya saat ulang tahunnya.
" Pakailah terus," ujar Raihan. Nayra hanya tersenyum dan membalikkan tubuhnya, mengangkat sup tersebut ke atas meja.
" Kenapa aku harus memakainya?" tanya Nayra. Raihan pun mendekati Nayra, memengang ke dua bahu Nayra, agar wanita itu menghadapnya.
" Aku ingin kamu terus memakainya. Kamu terlihat cantik jika memakainya," jawab Raihan mencium kening Nayra. Nayra tersenyum mendengarnya.
" Baiklah aku akan memakainya. Karena kita sekarang bersama," ujar Nayra. Raihan tersenyum mendengarnya.
" Ya sudah sekarang kita makan," ujar Nayra. Raihan mengangguk dan duduk. Nayra mengambilkannya nasi dan lauk yang di masaknya. Sup ceker, ayam goreng madu dan sate kerang semua adalah kesukaan Raihan.
" Terima kasih," ujar Raihan saat Nayra menghidangkannya makanan.
" Sama-sama," sahut Nayra dengan sumringah.
Raihan mulai menikmati masakan Nayra,
" Bagaimana enak?" tanya Nayra menunggu jawaban.
" Enak, masakanmu tidak pernah berubah," jawab Raihan mengunyah makanannya. Nayra tersenyum dan juga ikut makan.
" Apa kamu ingin di masakkan setiap hari?" tanya Nayra.
" Tidak usah, jika aku ingin aku akan memintanya," ujar Raihan.
" Baiklah," sahut Nayra, mulai mengisi piringnya dan ikut makan.
" Kamu berbelanja hari ini?" tanya Raihan.
" Hmmmm, aku berbelanja dengan Andini, mumpung libur kerja," jawab Nayra terus mengunyah makanannya.
" Baguslah kalau begitu. Nara terus lah perhatikan pola makanmu. Kamu tidak boleh terlambat makan, jangan malas untuk makan," ujar Raihan yang terus mengingatkan Nayra.
" Iya, kamu jauh lebih bawel dari pada Andini," ujar Nayra mengkerucutkan bibirnya.
" Andini selalu merawatmu dengan baik, jadi jangan kecewakan dia," ujar Raihan.
__ADS_1
" Iya aku tau, dia memang selalu perhatian kepadaku. Dia juga sering membawakanku makanan. Ya dia sahabat terbaikku," ujar Nayra tersenyum lebar.
Meong, meong, kucing Nayra sekarang sedang menghampiri Nayra dan naik kepangkuan Nayra.
" Ya ampun Rara pasti kamu lapar ya," ujar Nayra dengan gemes, mengusap bulu kucingnya.
" Rara bukannya itu nama anak kucing yang dulu pernah kuberikan kepadamu?" tanya Raihan memastikan.
" Iya itu benar," jawab Nayra membenarkan.
" Rara, yang di ambil dari nama Raihan dan Nayra," jelas Nayra.
" Aku curiga kamu benar-benar tidak bisa melupakanku," ujar Raihan dengan percaya diri.
" Siapa bilang, aku justru ingin membuang kucing itu, tetapi aku tidak tega. Dia tidak tau apa-apa dan sampai sekarang dia menemaniku," jelas Nayra.
" Jika kau merindukanku, kamu pasti akan memeluk Rara," tebak Raihan percaya diri.
" Jangan kepedean," sahut Nayra mengelak.
" Sudahlah, lupakan yang terpenting kamu harus terus menjaganya, karena cuma dia yang akan menemanimu di sini," ujar Raihan.
" Pasti, sudah lanjutkan makannya!" ujar Nayra tersenyum dan kembali mengusap bulu Rara. Raihan juga melihatnya tersenyum.
Nayra dan Raihan terus menikmati makanan tersebut. Raihan melihat ke arah Nayra yang makan dengan santai. Tetapi Raihan melihatnya seperti memikirkan sesuatu.
" Nara," panggil Raihan.
" Iya kenapa?" tanya Nayra, menghadap Raihan.
" Apa mama menyuruhmu melanjutkan S2 ke turki?" tanya Raihan yang mengganjal di pikirannya. Nayra mendengarnya langsung menghentikan makannya.
Raihan membuang napasnya kedepan perlahan lalu menggenggam tangan Nayra yang di atas meja.
" Nara kamu tidak harus menuruti apapun yang di katakan mama, kamu berhak memilih setiap yang kamu inginkan," ujar Raihan. Nayra tersenyum tipis, lalu menumpukkan tangannya pada Raihan.
" Tidak Raihan. Aku memang ingin ke Turki dan Tante Zira tidak pernah memaksaku," ujar Nayra meyakinkan Raihan.
" Jangan berbohong padaku," ujar Raihan.
" Aku tidak bohong," sahut Nayra, " sudah makan lagi," ujar Nayra mengalihkan pembicaraan. Raihan mengangguk dan kembali makan.
Ting, pesan wa masuk ke dalam ponsel Nayra.
..." Kak aku harus membayar uang sekolah sudah 3 bulan menunggak, mama malah tidak peduli dan sibuk dengan pacar-pacarnya," Aliya....
Melihat pesan dari adiknya, Nayra termenung, dia tambah kesal dengan mamanya. Nayra bahkan memegang erat ponselnya.
" Jadi mama tidak juga memberikan uang itu pada Aliya, mama benar-benar keterlaluan," batinya menahan emosi.
" Nara ada apa?" tanya Raihan yang melihat perubahan exsperesi Nayra.
" Tidak apa-apa," jawab Nayra menggelengkan cepat kepalanya dan tersenyum.
" Pesan dari siapa?" tanya Raihan penasaran.
__ADS_1
" Oh, ini hanya dari Anita," jawab Nayra bohong.
" Oh," sahut Raihan yang percaya begitu saja.
************
Ternyata keasikan main dengan Amira. Raka baru mengantarkan gadis kecil itu pulang malam hari.
Raka memberhentikan mobilnya di depan rumah Addrian Admaja Wijaya. Raka melihat Raina sudah berdiri di depan pintu. Raka tau Raina pasti sangat mengkhawatirkan anaknya itu.
Raka langsung membuka seat beltnya dan langsung ke luar dari mobil, Raka langsung membuka pintu mobil belakang, menggendong Nayra yang sudah tertidur lelap. Raka menghampiri Raina yang sudah kepanikan.
" Kenapa lama sekali?" tanya Raina meraih Amira dari gendongan Raka.
" Maaf Bu saya lupa waktu," ujar Raka menundukkan kepalanya. Merasa bersalah.
" Ya sudah tidak apa-apa, terima kasih sudah menjaga Amira, pulanglah," ujar Raina. Raka mengangguk dan langsung pergi.
Raina pun membawa Putri kecilnya memasuki rumah, Amira terus tidur dalam gendongannya. Mungkin Amira sangat kelelahan. Karena kebanyakan bermain dengan Raka.
*********
Angga, Della, Carey, Luci, Cecil, Sony, Dara dan Andini akhirnya mereka berkumpul di salah satu Cafe. Hanya Raihan yang belum bergabung.
" Raihan lama sekali datangnya," keluh Dara yang sudah mulai bosan, dia sudah menghabiskan 2 burger yang di pesannya. Tetapi Raihan tidak kunjung datang.
" Biasalah, kak Raihan itu sekarang tambah sibuk, mungkin saja sekarang dia ada urusan penting," sahut Cecil.
" Iya benar, dia sekarang sangat sibuk," tambah Carey dengan tidak bersemangat.
" Aku bilang juga apa Raihan itu, kalau sudah serius pasti serius," sahut Della.
" Padahal kita sengaja ngajak kak Raihan makan di sini, Sampai tengang malam, supaya bisa sekalian ucapi ulang tahun," sahut Luci.
" Tenanglah Luci paling sebentar lagi dia sampai, lagi pula apa kalian tidak menganggap aku. Ulang tahun Raihan bukannya juga ulang tahunku," keluh Raina dengan wajahnya yang manyun.
" Bukan begitu kak," sahut Luci merasa tidak enak.
" Aduh ibu Negara jadi ngambek," sahut Sony senyum mengejek.
" Ngomong-ngomong cerita ulang tahun, di sini pasti Carey pemenangnya," ujar Cecil tiba-tiba.
" Kok aku emang aku kenapa?" tanya Carey bingung.
" Bukannya kue pertama untuk ulang tahun Raihan, selalu sama kamu," ujar Cecil mengingatkan.
" Oh iya tidak juga, lagian aku saja sampai lupa," sahut Carey.
" Ya iyalah lupa, Karne kak Carey keseringan dapat, bikin iri aja," sahut Luci. Carey hanya tersenyum mendengarnya.
" Sudah lah jangan pada ribut masalah kue yang jelas, kita semua harus datang pada acara ulang tahun Raihan dan Raina tentunya besok," ujar Della.
" Aku dengar Raihan juga akan resmi menjadi CEO besok," ujar Angga yang sudah mendengar kabar itu.
" Iya, papa akan menetapkannya sebagai CEO," jawab Raina membenarkan.
__ADS_1
" Itu berarti Raihan memang tidak akan kembali ke New York lagi," batin Carey seakan kehilangan.
...Bersambung.........