Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 369


__ADS_3

Acara di rumah Nayra tampak berjalan dengan lancar dengan penuh kecerian. Walau tidak ada yang saling tau. Kalau ada wajah palsu di sana yang menyembunyikan kesedihannya. Siapa lagi jika bukan Della yang tidak menutup kemungkinan di penuhi rasa cemburu melihat Karen dan Angga yang saling menempel dan Karen tampak berbaur cepat dengan temannya-temannya.


Dan bukan hanya Della yang ternyata harus menunjukkan wajah palsunya. Ternyata ada juga Sony yang tampak tidak bersemangat. Karena pernikahan yang akan di jalaninya.


" Oh, iya aku kabar bahagia untuk kalian semua," sahut Dara tiba-tiba. Membuat semua orang penasaran.


" Kabar bahagia, kabar apaan," sahut Carey penasaran.


" Sebentar lagi di antara kita semua akan ada yang akan menjadi pengantin baru," ucap Dara dengan senyum cerianya. Membuat semuanya saling melihat dan bertanya-tanya. Siapa calon pengantin baru itu.


" Memang siapa Dara?" tanya Rania heran.


" Apa kak Angga dan juga kak Karen," celetuk Andini menebak. Dan Della jelas seakan takut hal itu terjadi.


" Bukan dong, aku aja nggak tau masalah hubungan mereka," sahut Dara.


" Lalu siapa, bikin penasaran aja," sahut Celine.


" Sony," sahut Dara tersenyum lebar melihat ke arah Sony yang tampak kesal.


" Sony, Ohhh, jadi benar dugaan aku kalian balikan," sahut Andini asal-asalan. Mendengar hal itu yang lain kaget.


" Ishhhh, bukan aku yang akan menikah dengan Sony," sahut Dara yang langsung menggeleng tangannya.


" Lalu siapa?" tanya Celine penasaran.


" Sony dan Vira yang akan menikah," jelas Dara membenarkan dan membuat semua orang kaget. Raihan dan Nayra juga saling melihat kaget dengan pernyataan Dara.


" Sony dan Vira," batin Nayra yang pasti tidak percaya.


" Jadi Sony akan menikahi Vira," batin Carey melihat ke arah suaminya. Dion mengusap lengan Carey yang tau apa yang ada di pikiran Carey.


" Bukannya Tante Saski tidak setuju," sahut Alex yang tau masalah itu.


" Dan Tante Saski sudah setuju dan akan memberi izin Sony untuk menikah dengan Vira," jawab Dara menjelaskan.


" Benar Sony?" tanya Raihan.


" Tanyakan saja, lengkapnya sama Dara, kayaknya lebih tau," sahut Sony langsung berdiri yang sepertinya kehilangan moodnya.


" Sony mau kemana?" tanya Angga memanggil. Namun tidak di respon oleh Sony dan pergi begitu saja dan yang lainnya kembali saling melihat dan heran dengan sikap Sony yang tidak biasanya.


" Kenapa kak Sony, kok kayak gitu amat?" tanya Luci heran.


" Nggak tau, aneh amat," sahut Celine.

__ADS_1


" Apa Sony tidak menyukai pernikahan itu, kenapa dia langsung pergi dan tampak kesal," batin Dara yang menyadari perubahan sikap Sony.


" Kak Dara, kok bisa ya, kakak paling senang ketika melihat kak Sony menikah dengan Vira," sahut Andini membuat Dara heran dengan pertanyaan itu.


" Apa kalian tidak senang dengan berita pernikahan itu?" tanya Dara yang melihat ekspresi semua orang tampak satupun ada yang senang.


" Ya biasa aja sih," sahut Luci tidak mampu berkomentar.


" Apa ada yang salah dengan pernikahan Vira dan Sony?" tanya Dara lagi.


" Hmmm, tidak ada yang salah, kita hanya kaget mendengarnya. Karena ini sangat tiba-tiba," sahut Nayra yang mencoba mencairkan suasana.


" Tetapi kenapa dengan Sony. Dia tampak tidak menyukai pernikahan itu," sahut Raihan menebak.


" Aku juga berpikir seperti itu," sahut Raina yang sependapat.


" Ya mungkin saja, dia menyukai wanita lain, makanya dia seperti itu," sahut Alex menerka-nerka.


" Tapi kan tidak bisa seperti itu. Dia harus bertanggung jawab dengan apa yang dia perbuat dan mana mungkin bisa punya pikiran lagi dengan siapa yang dia suka," sahut Dara yang bicara selalu santai.


" Astaga, apa Dara ini tidak sadar, jika dia lah alsan Sony tidak ingin serius dalam hubungan dengan Vira, dan bisa-bisanya dia sebahagia itu saat Sony akan menikah, dia pura-pura bodoh atau bagaimana sebenarnya," batin Della yang tampak tau jika Sony masih menyukai Dara.


" Aku sangat malu dengan Dara, pikirannya begitu bersih. Aku tau Dara juga masih menyimpan perasaan pada Sony. Tetapi dia sangat mudah untuk memberikan orang lain kebahagian. Dia memang wanita yang berhati tulus, sementara aku hanya mengurus kecemburuanku yang membuat rumah tangga ku hampir selesai," batin Carey yang salut dengan Dara, pemikiran Dara yang benar lempang.


" Hmmm, benar," sahut mereka yang kembali menikmati makanan.


" Oh iya by the way, Angga apa kalian juga akan menyusul Sony nantinya," sahut Raina yang tiba-tiba melempar pada Angga.


" Benar, soalnya kak Angga jarang dekat dengan Wanita, siapa tau aja kalian akan menyusul," sahut Dara.


" Kalian bisa saja, doakan saja yang terbaik," sahut Karen yang malah senyam senyum.


" Benar sih, kak Angga bahkan tidak pernah dekat wanita manapun yang aku tau sih terakhir sama kak Della," sahut Andini berceletuk.


Uhuk-uhuk--uhuk. Della langsung terbatuk mendengarnya. Raina yang di samping Della langsung memberikan air putih dan Karen yang mendengar hal itu langsung melihat ke arah Della. Wajah Karen tampak tidak suka dengan Della yang di kaitkan dengan Angga.


Andini yang keceplosan langsung menutup mulutnya dan langsung juga mengambil air putih untuk di minumnya.


" Kita lanjutkan makan lagi," sahut Raihan yang mencairkan kembali suasana.


Angga dan Della jadi jadi saling melihat dan dengan cepat mengalihkan pandangan mereka lagi. Sebenarnya apa yang di katakan Andini semua juga setuju. Hanya saja tidak berani berkomentar.


Meraka juga pasti bertanya-tanya. Kenapa Angga dan Della tiba-tiba seperti menjadi orang asing. Dan mereka juga sangat yakin jika dulu Angga dan Della pasti ada hubungan bahkan mereka kabur bersama dan hidup berdua. Dan tidak mungkin tidak ada hubungan apa-apa.


********

__ADS_1


Makan malam di rumah itu terus berlanjut. Walau Sony pergi dan meninggalkan makan malam begitu saja.


Della yang berada di atas kursi roda mendorong kursi rodanya sendiri. Yang sepertinya habis dari dapur. Saat mendorongnya Della berpapasan dengan Karen. Karena melihat Della. Tetapi Della tampak cuek dan tidak peduli dan tetap mendorong kursi rodanya melewati Karen.


Tampaknya Karen tidak menyukai Della dan dengan jahatnya Karena menyenggol Della sampai hanphonenya yang di letakkan Della di pahanya jatuh ke lantai dan dengan santainya Karen melanjutkan langkahnya dan tidak mempedulikan Della seperti tidak terjadi sesuatu.


Della membuang napasnya perlahan dan menengok kebelakang yang melihat Karen tampak acuh. Della menarik napasnya panjang dan berusaha mengambil ponselnya yang jatuh.


Dia tau sepertinya Karen sengaja melakukannya. Tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa dan menerima saja.


Della sudah menunduk untuk bisa meraih ponselnya itu. Tangannya tidak terlalu panjang untung meraih ponselnya itu. Della berusaha sekuat tenaga dan alhasil.


" Aaaa," Della terjatuh dan kursi rodanya berbalik pegangan kursi roda itu mengenai keningnya.


" Ishhh, Auhhh," lirih Della yang kesakitan.


Della mencoba untuk meraih kursi rodanya yang berusaha untuk naik kembali. Karena tidak ada siapa-siapa di sana dan dia tidak bisa meminta bantuan siapa-siapa. Ternyata Karen menonton betapa susahnya Della untuk ke kursi rodanya itu.


" Mantan tidak berguna," batin Karen tersenyum miring.


Tiba-tiba Angga yang lewat melihat apa yang terjadi pada Della dan membuatnya kaget.


" Della," ujar Angga yang langsung berlari menghampiri Della.


" Della kamu tidak apa-apa?" tanya Angga yang sudah di depan Della dan cemas melihat Della. Angga juga memegang kening Della yang terluka.


Karena yang melihat hal itu jelas sangat sensi. Bisa-bisanya Angga sekhawatir itu dengan Della.


" Aku tidak apa-apa," jawab Della dengan ketus dan bahkan menepis tangan Angga dari keningnya yang membuat Angga tidak menyentuhnya lagi.


" Pergilah! aku bisa sendiri," ujar Della yang tampak menolak Angga.


" Bagaimana ceritanya, kamu tidak bisa sendiri," ujar Angga.


" Aku bisa sendiri," sahut Della yang mencoba menaiki kursi rodanya. Angga yang tidak tahan melihatnya langsung menggendong Della dan meletakan Della di kursi roda dengan benar. Della bahkan tidak sempat untuk memberontak.


" Kamu tidak bisa melakukannya sendiri," ujar Angga menegaskan. Dan Della diam saja. Angga tidak hanya mengangkatnya kekursi roda. Tetapi juga mendorong kursi roda Della.


" Angga, tidak perlu!" Della tetap memberontak. Tetapi Angga tidak peduli dan mendorongnya terus.


Sementara Karen yang melihat hal itu mengepal tangannya.


" Sial, dasar wanita caper," desis Karen tampak tidak suka.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2