
Hari-hari Nayra begitu bahagia bisa merawat sang papa di rumahnya. Dia juga tidak ikut bekerja bersama Raihan dan memilih untuk merawat papanya.
Raihan justru sangat setuju. Karena dia juga tidak ingin istrinya akan kewalahan jika harus bekerja dengannya dan akan menjadi khawatir tentang kandungan Nayra.
Nayra sedang memasangkan dasi keleher suaminya yang akan berangkat bekerja. Raihan terus memandangi wajah istrinya yang sangat serius.
Raihan melingkarkan ke-2 tangannya di pinggang Nayra dan menarik Nayra lebih dekat kepadanya. Nayra yang begitu jadi kaget.
" Kamu ini," geram Nayra memukul dada Raihan.
" Auu.. sakit," Keluh Raihan
" Makanya jangan jahil," sahut Nayra kesal.
" Kenapa sekarang istriku jadi suka main kasar," keluh Raihan membelai pipi Nayra.
" Itu karena kamu suka jahil," jawab Nayra.
" Apa aku tidak boleh jahil sama istri sendiri?" tanya Raihan. Nayra menggeleng dengan cepat.
Raihan tersenyum miring dan mencium pipi Nayra. Membuat Nayra sontak kaget.
" Begini juga tidak boleh," ujar Raihan dengan seriangi nakal di wajahnya.
" Atau begini," Raihan mengecup bibir Nayra.
" Raihan," pekik Nayra kesal.
" Tidak boleh juga," sahut Raihan yang terus menggoda Nayra.
" Sudah kamu sana kekantor nanti telat," ujar Nayra.
" Aku tidak mau. Sebelum kamu menciumku dengan lama," sahut Raihan dengan wajah seriusnya.
" Aku tidak mau," tolak Nayra dengan melebarkan matanya.
" Kamu berani menolakku," ujar Raihan semakin menarik Nayra lebih dekat lagi kepadanya sampai hidung mereka bersentuhan. Napas Raihan menerpa wajah cantik istrinya itu.
" Jika menolakku kita akan berakhir di sana," tunjuk Raihan pada ranjang. Jelas membuat Nayra semakin geram.
" Kamu benar-benar ya, sangat menyebalkan," kesal Nayra.
" Makanya cepat cium aku," desak Raihan. Nayra tersenyum terpaksa dan langsung mencium pipi Raihan.
" Sudah puas tuan Raihan," ujar Nayra kesal. Raihan menggeleng dan menunjuk jarinya di bibirnya. Memberi kode untuk mencium di sana.
" Ayo cepat," desak Raihan.
Nayra tersenyum kali ini senyumnya iklhas, mengalungkan tangannya ke leher Raihan dan mengecup bibir suaminya. Membuat Raihan tersenyum.
__ADS_1
" Masih kurang?" tanya Nayra mengangguk.
" Harus seperti ini," Raihan langsung meraih bibir Nayra dan menciumnya dengan dalam. Nayra pun membalas ciuman itu.
Raihan memang tidak akan puas. Jika tidak mencium bibir yang menjadi candu untuknya itu.
Raihan melepas ciumannya dan tersenyum setelah mendapatkan apa maunya.
" Makasih," ucap Raihan. Nayra mengangguk.
" Ya sudah aku berangkat dulu," ujar Raihan berjongkok dan mencium kandungan Nayra.
" Jagain mama ya sayang," ucap Raihan mengusap-usap lembut perut istrinya yang masih rata. Nayra tersenyum melihatnya. Raihan kembali berdiri dan mencium kening Nayra.
" Aku berangkat ya," ujar Raihan pamit.
" Iya," jawab Nayra mencium punggung tangan suaminya. Raihan mengusap pucuk kepala Nayra.
" Daaa," ujar Raihan melambaikan tangan. Saat keluar dari kamar tersebut. Nayra membalas lambaian tangan itu. Menundukkan kepalanya melihat perutnya, mengusap-usapnya.
" Semakin lama papamu semakin jahil," ujar Nayra.
**********
Raihan pun keluar dari rumahnya dan Raka sudah menunggunya di depan mobil.
" Kamu sudah menemukan alamatnya?" tanya Raihan.
" Sudah, apa kita pergi sekarang Kesana?" tanya Raka.
" Iya kita harus kepanti asuhan itu. Kita harus mencari tau siapa Vira sebenarnya," jawab Raihan.
" Baik kak! Ayo," ajak Raka. Raihan mengangguk, mereka memasuki mobil. Raka yang menyetir sementara Raihan duduk di sebelah Raka.
Raihan memang tidak mau membuang-buang waktu dia ingin mencari tau siapa Vira secepatnya. Sebelum Vira semakin membuat onar.
**********
Sony sedang berada di dalam mobilnya. Sony menyetir dengan serius. Sambil beberapa kali melihat arloji di tangannya. Sepertinya Sony sedang mengejar waktu.
" Mama bisa marah kalau aku telat," ujar Sony yang ternyata mempermasalahkan mamanya.
Tiba-tiba Sony harus berhenti menyetir karena mobil yang berhenti di depannya. Yang sepertinya ada sesuatu.
" Ada apa itu, buat macet aja," protes Sony melihat dari dalam mobilnya seperti ada kegaduhan di sana.
Sony melihat seorang wanita yang di marah-marahi 2 bapak-bapak bertubuh besar.
" Kenapa sih," ujar Sony memilih keluar dari mobilnya. Jika di dalam terus Sony tidak akan mendapatkan apa-apa. Karena mobil di depannya tetap menghalangi jalannya.
__ADS_1
" Ada apa ini?" tanya Sony yang sudah menghampiri kegaduhan. Ternyata wanita yang di marahi 2 bapak-bapak tersebut adalah Vira.
" Jadi ini yang namanya Sony. Jika dilihat dari dekat, dia lumayan tampan," batin Vira.
" Mbak, ini mas, menabrak motor saya sampai rusak parah," sahut Pria itu menunjuk motornya.
Sony pun melihat apa yang di tunjuk bapak yang sangat kesal itu. Yang ternyata motornya memang hancur parah.
" Tapi saya sudah minta maaf, saya juga berniat untuk mengganti rugi. Tetapi bapak ini malah marah-marah terus," sahut Vira membela dirinya dengan wajahnya yang penuh merasa bersalah.
" Maaf Pak, bukannya nona ini sudah ingin ganti rugi. Jadi apa masalahnya," ujar Sony.
" Mas tidak masuk akal dong mas. Dia mengatakan ganti rugi tetapi malah pergi. Bagaimana saya mau percaya. Bagaimana kalau dia kabur," ujar Pria itu dengan suaranya semakin mengeras. Sony melihat kearah Vira.
" Saya sedang buru-buru. Dan saya juga tidak Bawak uang. Saya harus kerumah sakit. Karena teman saya ada yang kecelakaan. Maksudnya saya pasti akan ganti. Tapi izinkan saya pergi dulu. Bapak tinggal kasih alamat bapak. Saya akan mengunjungi bapak untuk membayar semua kerugian," ucap Vira menjelaskan alasannya.
" Tidak masuk akal dong mbak," sahut pria itu lagi.
" Sudah-sudah, begini saja. Kamu tinggalkan mobil kamu di sini sebagai jaminannya. Setelah urusan kamu selesai kamu kembali datang untuk membayar kerugiannya," sahut Sony memberikan jalan tengahnya.
" Kalau itu saya setuju," sahut Bapak tersebut.
" Iya itu jalan yang bagus," sambung temannya.
" Tapi saya harus kerumah sakit, kalau mobil saya di tinggal. Saya mau naik apa Kesana," sahut Vira dengan wajah sedihnya.
" Kamu ikut denganku. Aku akan mengantarmu," ucap Sony menawarkan dengan cepat.
Vira harus menahan senyumnya. Karena secepat kilat rencananya berhasil.
" Apa tidak merepotkan?" tanya Vira.
" Tidak, kamu tidak punya pilihan lain selain ikut denganku," ucap Sony. Vira mengangguk.
" Baiklah kalau begitu," sahut Vira jelas kesenangan karena semua sesuai dengan rencananya.
" Ya sudah Pak, bapak ber-2 tunggu sini. Wanita ini akan sama saja. Saya akan menjamin dia akan membayar kerugian bapak," ujar Sony dengan wajah seriusnya.
" Baiklah, tapi jangan lama-lama," jawab sang bapak tersebut.
" Iya," sahut Sony.
" Ayo kemobilku!" ajak Sony.
Vira mengangguk dan tersenyum penuh kemenangan rencananya berhasil dengan sempurna. Vira menoleh kebelakang dan mengajukan jempol kepada 2 pria itu yang tadi memarahinya.
Ya dua Pria itu hanya suruhannya. Mereka sedang melakukan drama dadakan demi mencuri perhatian Sony dan semuanya berjalan dengan mulus. Vira memang sangat ahli dalam bersandiwara.
Bersambung.....
__ADS_1