
Raka terus melihat wajah Raina, sepertinya mata indah itu mulai menelusuri wajah itu, Menyinggirkan rambut yang ada di wajah Raina dan mengusap lembut pipi itu.
" Hmmmm, aku akan melakukannya, aku ingin membersihkan cumbuan wanita itu dari tubuhmu," ujar Raina dengan yakin. Raka tersenyum mendengarnya.
Raina mencium pipi Raka dengan lembut. Lalu berlanjut kembali mencium bibir Raka. Raka pasti membalas ciuman itu. Raina memang sangat mahir dalam berciuman. Maklumlah Raina jauh berpengalaman dari pada Raka.
Jemari indah Raina turun pada kancing kemeja Raka dan melepas 1 persatu kancing tersebut dan sehingga kemeja Raka sudah terbuka. Raina melepas bibirnya dari bibir Raka dan Ciuman Raina turun pada leher Raka.
Raina seperti ulat keket yang benar-benar ingin menguasai Raka. Hasrat ke-2nya semakin meninggi ketika ciuman Raina sudah berpindah pada bidang dada Raka.
Raina ingin memberikan servis pada suaminya. Setiap sentuhan yang di berikan Raina. Raka hanya bisa memejamkan matanya dan pasti menikmatinya.
Cumbuan Raina di setiap tubuhnya, hanya membuatnya gila. Raka bahkan sampai tidak bisa bergerak. Karena Raina yang begitu liar. Maklumlah Raina sudah tidak pernah di belai.
Raina hanya benar-benar ingin menghapus semua sentuhan Saras di tubuh Raka. Raka memang sepertinya menikahi istri yang agresif di bandingkan dirinya.
Tidak adil rasanya jika Raina yang bekerja memberikan dirinya kepuasan. Raka dengan sigap membalikkan tubuh Raina, sehingga posisi mereka sekarang sudah berganti.
Raka sudah menindih tubuh Raina. ha-ha-ha-ha-ha. Hanya suara deru Napas ke-2nya tersenggal-senggal dengan mata yang di selimuti gairah.
" Biar aku yang melakukannya," ujar Raka dengan suara serak. Raka tidak menunggu jawaban sang istri dan langsung menempelkan bibirnya pada leher Raina yang menjadi hal paling sensitif untuknya.
Raina sekarang menjadi jauh lebih gila dengan sentuhan Raka. Tangan Raka bahkan sudah kemana-mana memberikan sentuhan yang membuat tubuh Raina mengigil.
Raina dan Raka bahkan sudah sama-sama polos. Tanpa sehelai benangpun. Entah kapan baju itu terlepas dari tubuh mereka. Yang jelas tubuh itu hanya tertutup selimut putih.
Raka sepertinya juga ahli dalam permainan tangan. Ya ke-2nya memang pasangan yang di selimuti gairah yang semakin panas.
Sebelum Raka akan melakukan tugas terakhirnya. Penyatuan pada wanita yang di cintainya. Raka melihat wajah Nayra yang sudah tidak karuan.
" Aku mencintaimu," lirih Raka dengan suara yang tidak hampir terdengar. Raina mengangguk tersenyum. Sampai akhirnya Raka yang sudah ingin melepas semuanya. Akhirnya melakukan penyatuan kepada Raina yang sudah menjadi istrinya.
Raut wajah Raina terlihat menahan sakit. Tetapi dia begitu bahagia, akhirnya dia dan Raka saling memiliki. Raina hanya meremas seprai saat Raka menggila di atas tubuhnya. Ke-2 tangan itu kembali menyatu saling menggenggam.
Melanjutkan kegiatan mereka dengan penuh cinta. Hanya terdengar suara-suara indah di dalam ruangan yang kedap suara itu. Suasana kamar yang semakin lama semakin panas.
__ADS_1
Sampai pada akhirnya Raina merasakan hangat di rahimnya, sebagai akhir dari permainan Raka. Raka mencium lembut kening Raina. Dan jatuh di sambung Raina dengan napas yang masih naik turun dan keringatan yang bercucuran.
Raka menengok kesamping, melihat Raina yang tampak begitu lelah. Raka memasukan lengannya ke bawah leher Raina dan menarik Raina kedalam pelukannya.
" Terima kasih," ujar Raka mencium pucuk kepala Raina. Raina yang lelah tidak mampu bicara dan hanya tersenyum.
Raina dan Raka setelah melakukan hubungan wajib itu. Ternyata tidak bisa tidur. Padahal sudah jam 3 subuh. Ke-2 yang sudah sama-sama memakai bathrobe. Duduk di atas ranjang dengan menikmati dua mangkok mie instan.
Selain lelah, ternyata ke-2nya sangat lapar. Beruntung Raka bisa berbesar hati dan membuatkan mie instan untuk istrinya. Rambut ke-2 nya juga sama-sama basah.
Ya ke-2nya melanjutkan kegiatan mereka dengan mandi bersama di subuh yang sangat dingin.
" Bagaimana enak?" tanya Raka.
" Bukannya mie instan rasanya begitu-begitu aja ya," sahut Raina. Raka mendengus mendengar jawaban jujur Raina yang tanpa basa-basi dulu.
" Iya mie instan rasanya memang seperti itu, tidak ada yang berbeda," sahut Raka. Raina tersenyum.
" Tetapi ini enak kok," ujar Raina.
" Kamu mau lagi?" tanya Raka.
" Raina!" panggil Raka dengan pelan.
" Iya kenapa?" jawab Raina.
" Terimakasih untuk malam ini, aku benar-benar sangat bahagia, terimakasih sudah memberiku kepercayaan untuk menjagamu dan Amira. Terimakasih untuk semuanya," ujar Raka dengan tulus. Raina tersenyum mengangguk.
" Aku yang makasih, karena kamu memberiku kesempatan untuk bahagia. Aku sangat beruntung bisa menikah dengan orang seperti kamu. Aku beruntung bisa mendapatkan cinta dari kamu. Aku dan Amira benar-benar berterima kasih. Karena kamu sudah memberikan kami berdua kebahagian," sahut Raina yang sampai sekarang merasa haru.
" Ada yang ingin aku tanyakan sama kamu," ujar Raka ragu.
" Ada apa?" tanya Raina bingung
" Hmmmm, apa malam ini kamu merasa...hhmmmmm," Raka sangat ragu melanjutkan kalimatnya membuat Raina semakin bingung.
__ADS_1
" Merasa apa?" tanya Raina ingin mendengar lanjutan kalimatnya.
" Hmmmm... puas gitu," sahut Raka dengan cepat.
" Uhuk, uhuk, uhuk," mendengar omongan Raka membuat Raina terbatuk.
" Sorry-sorry," Raka buru-buru mengambil air putih memberikan pada Raina. Raina langsung meneguknya.
" Memang harus kamu menanyakan itu?" tanya Raina yang menjadi malu-malu.
" Maaf Raina, jujur ini pengalaman pertama aku dan aku takut apa yang aku lakukan tidak membuatmu merasa puas," ujar Raka dengan pelan.
Jujur Raina sangat kaget mendengar Raka melakukan hal itu baru pertama kali.
" Maksud kamu, aku yang pertama?" tanya Raina memastikan. Raka mengangguk. Memang jujur Raka melakukan hubungan itu baru pertama kali dan Raina adalah orang yang pertama.
Meski sudah memiliki umur yang dewasa. Tetapi Raka yang cuek dan kaku memang tidak pernah berhubungan dengan wanita. Jadi wajar hal seperti itu tidak pernah di lakukannya.
" Tetapi kamu sudah seperti orang yang berpengalaman saja, apa itu mungkin," tanya Raina di dalam hatinya. Jujur Raina sangat bahagia. Jika dia yang menjadi wanita pertama kali di sentuh Raka.
Tetapi Raina mendadak jadi malu. Karena tadi dia menjadi wanita yang agresif dan seperti ingin menguasai Raka.
" Raina? tegur Raka saat Raina malah bengong.
" Ha iya, kenapa tadi?" tanya Raina gugup.
" Kamu kenapa?" tanya Raka.
" Tidak, aku hanya kaget saja, mendengar kamu baru pertama kali melakukan itu, tampak seperti bukan orang yang sangat berpengalaman," jawab Raina.
" Benarkah?" tanya Raka. Raina mengangguk malu-malu.
" Berati aku tidak lumayan bisa...."
" Ihhhhh, sudahlah Raka jangan melanjutkan pembicaraan itu," sahut Raina tambah salah tingkah dengan pembicaraan Raka.
__ADS_1
" Baiklah, tapi aku menyukai apa yang kamu lakukan kepadaku," bisik Raka dengan suara menggoda. Raina menunduk malu mendengar pujian Raka.
Bersambung.