Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 258


__ADS_3

Raihan masuk kedalam kamar dan melihat Nayra yang menelpon dengan raut wajah yang begitu serius membuat Raihan heran dengan siapa istrinya menelpon.


" Baiklah!" jawab Nayra menurunkan ponselnya dari telinganya.


" Siapa sayang?" tanya Raihan.


" Baby siternya papa," jawab Nayra.


" Ada apa? kok tumben banget nelpon. Apa terjadi sesuatu sama papa?" tanya Raihan bingung yang berdiri di hadapan istrinya.


" Papa ingin tinggal sama kita," jawab Nayra. Membuat Raihan terpekik kaget.


" Tinggal sama kita kok tumben. Lalu Vira?" tanya Raihan dengan wajah kebingungan.


" Aku juga tidak tau sayang. Tetapi katanya Vira ingin kita merawat papa," jawab Nayra yang juga bingung dengan kabar ini tiba-tiba.


Padahal dia berusaha membujuk papanya agar tinggal bersamanya. Tetapi papanya tidak mau dan tetap ingin bersama Vira dan sekarang Vira malah yang meminta.


" Aneh sekali. Apa lagi yang di rencanakan wanita itu. Kenapa dia ingin Nara merawat Papa. Pasti ada yang tidak beres," batin Raihan mencium aroma-aroma tidak sedap di sana.


" Bagaimana sayang menurut kamu?" tanya Nayra.


" Kenapa bertanya?" bukannya memang itu ya keinginan kamu. Bukannya selama ini kamu memang ingin papa tunggal bersama kita," ucap Raihan.


" Benar sih. Tapi sekarang kondisinya berbeda. Aku sama papa kan tidak baik-baik saja, aku juga tidak pernah mengobrol lagi dengan papa dan kita masih saling diam," ujar Nayra dengan wajah lesunya.


Raihan tersenyum dan memegang pipi istrinya dengan lembut sembari menghapusnya.


" Sayang, mungkin itu sudah jalan dari tuhan. Jadi kamu juga harus meminta maaf sama papa dan mungkin dengan kamu merawat papa. Kamu akan merasa lebih lega lagi dan tidak ada khawatir dan hubungan kamu juga sama papa akan lebih baik," jelas Raihan.


" Tapi kenapa tiba-tiba, apa ada sesuatu di balik semua ini. Apa Vira punya rencana yang buruk," sahut Nayra mulai merasa ada yang tidak beres.


Raihan langsung meraih istrinya kedalam pelukannya.


" Sayang, kamu tenang saja, masalah Vira biar aku yang mengurus yang penting papa ada ditangan kamu itu sudah jauh lebih baik. Jadi kamu tidak perlu khawatir," jelas Raihan.

__ADS_1


" Aku memang yakin pasti ada yang tidak beres dalam hal ini. Apa lagi yang ingin dilakukan Vira. Aku tidak boleh lengah, aku harus bisa secepatnya latar belakang Vira yang sebenarnya," batin Raihan yang mulai was-was.


" Lalu kapan kita jemput papa?" tanya Nayra mengangkat kepalanya melihat suaminya.


" Bagaiman jika nanti siang. Sekalian kita ajak papa makan siang," ujar Raihan.


" Hmmm, boleh juga, itu ide yang bagus," ujar Nayra langsung setuju. Raihan kembali memeluknya dengan erat.


********


" Aku sudah melakukan apa yang mama bilang. Aku sudah membuat papa di bawa Nayra," ujar Vira menunduk di depan Sisil yang duduk dengan kaki di silangkan dengan wajahnya yang penuh kemarahan.


" Bagus, kita akan menghentikan untuk sementara. Jangan melakukan apapun kepada mereka. Karena Raihan sedang berusaha mencari cela untuk semua ini," sahut Sisil.


" Lalu apa yang harus aku lakukan selanjutnya?" tanya Vira.


" Kau harus punya pegangan agar ada yang membelamu mati-matian," sahut Sisil tersenyum penuh rencana.


Membuat Vira mengkerutkan keningnya bingung apa yang di maksud mamanya dia sama sekali tidak sama sekali dengan perkataan sang mama.


" Maksud mama?" tanya Vira bingung.


" Siapa mereka?" tanya Vira.


" Wanita itu mulutnya sangat pedas, wanita yang selalu berbicara dengan seenaknya," gumam Sisil melihat wajah Saski wanita yang dulu hampir di habisinya dan pria Roni yang dulu bisa di katakan kekasihnya dan sekarang menjadi suami Saski dan pria tampan yang bersama mereka adalah putra satu-satunya Sony.


" Apa wanita itu juga berhubungan dengan semuanya?" tanya Vira menerka-nerka.


Dia memang tidak mengetahui siapa-siapa saja orang yang di benci mamanya. Karena Vira ataupun ramah tidak pernah menanyakan hal itu.


Yang mereka tau hanya Zira, Jihan dan Aca. Orang tua dari Raihan dan Della dan Nayra. Selebihnya mereka memang tidak mengetahui apa-apa.


Mereka juga tidak pernah masuk kedalam kamar sang mama yang di penuhi foto-foto orang yang di benci mamanya. Karena mamanya memang penuh misteri.


" Kamu benar dia sangat berhubungan. Justru dia lah asal mulanya," desis Sisil mengepal tangannya.

__ADS_1


Masih menyimpan dendam besar kepada Saski yang sudah merebut Roni darinya dan juga juga Roni yang memanfaatkannya dulu. Gara-gara Saski dia juga hampir membusuk di penjara.


" Lalu apa yang ingin mama aku lakukan untuk mereka?" tanya Vira.


" Anaknya," sahut Sisil membuat Vira bingung.


" Maksud mama?" tanya Vira.


" Kamu dekati anaknya. Buat anaknya jatuh cinta kepadamu. Buat anaknya benar-benar tergila-gila kepadamu. Sampai-sampai dia lebih memilihmu di bandingkan orang tuanya," jawab Sisil tersenyum miring.


" Dia juga teman Raihan dan Della. Jika anaknya masuk kedalam genggaman Kamu. Kamu akan mendapat pegangan," jelas Sisil.


" Apa kamu mengerti?" tanya Sisil.


" Tapi ma, bagaimana dengan Raihan. Jika dia tau aku melakukan pendekatan. Bukankah mereka akan curiga?" tanya Vira merasa gelisah.


" Makanya kalau melakukan sesuatu pakai otakmu bukan perasaan," desis Sisil.


" Kamu dengar ya Vira. Kamu sama Ramah itu untuk membalaskan semua rasa sakit mama. Aku menyuruh kalian berdua untuk menghancurkan anak-anak para wanita itu,"


" Kalian melakukannya pakai logika bukan perasaan. Karena perasaan akan menghancurkan kalian sendiri. Aku mengampunimu menggunakan perasaan kepada Raihan. Sehingga rencanaku berantakan gara-gara kebodohanmu yang mencintainya,"


" Aku menyuruhmu mendekatinya untuk menghancurkan rumah tangganya agar dia kehilangan istrinya. Agar Nayra anak Jihan dan Raihan anak Zira sama-sama menderita. Aku bukan menyuruhmu jatuh cinta kepadanya dan membuat semua kacau," ujar Sisil dengan suaranya menekan


" Sama halnya dengan ini. Aku menyuruhmu membuat Sony jatuh cinta kepadamu. Bukan kau yang akan jatuh cinta kepadanya. Kau menggunakan otakmu untuk mendekatinya bukan perasaanmu. Agar rencanaku kali tidak gagal," Sisil terus memperingati Vira dengan tegas.


" Apa kau sudah paham?" tanya Sisil sedikit berteriak.


" Iya ma," jawab Vira menunduk.


" Saski kau akan melihat bagaimana putra kesayanganmu tidak akan memihakmu," batin Sisil penuh rencana.


" Jadi Fokuslah pada anak itu," ujar Sisil yang sekarang berdiri dan langsung pergi meninggalkan Vira. Ketika mamanya pergi Vira membuang napasnya panjang kedepan.


" Mama sekarang menyuruhku mendekati Pria lagi. Apa mama tidak tau bagaimana perasaanku. Perasaanku kepada Raihan saja sangat menyiksaku. Bagaimana dengan ini. Apa lagi yang akan terjadi selanjutnya," batin Vira yang sebenarnya sangat lelah mengikuti semua balas dendam mamanya.

__ADS_1


Tidak tau setelah itu apalagi yang akan terjadi Vira hanya pasrah dengan semua rencana mamanya yang membuatnya seperti dioper- oper.


Bersambung......


__ADS_2