Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 307


__ADS_3

Della hanya diam. Dia tau Angga memang selalu seperti itu. Angga sangat tulus kepadanya. Dia dapat merasakan hal itu.


Della memegang pipi Angga dengan ke-2 tanganya. Menatap Angga dengan dalam dan mendekatkan wajahnya pada Angga langsung mengecup bibir Angga dengan lembut. Hanya mengecup dan langsung melepasnya.


" Terima kasih sudah ada bersama ku," ujar Della dengan matanya berkaca-kaca. Angga tersenyum tipis dan mengusap pipi Della.


" Aku yang berterima kasih. Karena kamu sudah memberikan ku izin untuk bersamamu," ujar Angga dengan tulus berbicara pada Della. Angga langsung memeluk Della.


" Della jika memang sudah waktunya. Ayo kita pulang. Orang-orang di sana sangat merindukanmu," ujar Angga menyarankan Della untuk pulang.


Memang bukan pertama kali Angga mengajaknya pulang. Tetapi sering kali dan Della sellau mengatakan belum siap dan takut untuk pulang.


" Iya nanti aku memikirkannya," jawab Della yang pasti dengan jawaban yang sama.


Sementara Angga mengangguk senyum. Sudah biasa dengan hal itu dan Angga selalu berharap bisa terus membujuk Della untuk pulang.


" Aku tau Angga kamu melakukan banyak hal untukku agar aku sembuh. Aku juga tau kamu ingin sekali membawaku pulang. Tetapi maaf Angga aku tidak bisa melakukannya. Aku belum siap untuk hal itu," batin Della yang terus memeluk Angga.


*********


Raihan berada di meja kerjanya terlihat frustasi dengan mengusap wajahnya kasar dan sikunya yang sudah menopang di atas meja. Beberapa kali Raihan juga meremas rambutnya..Dia benar-benar sangat frustasi beberapa hari ini.


Nayra memasuki ruangan kerja suaminya dan melihat suaminya yang tampak kebingungan. Bahkan wajah suaminya terlihat sangat kacau. Nayra yang membawa secangkir kopi langsung menghampiri meja suaminya.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Nayra sudah berdiri di samping Raihan dan memegang pundak Raihan.


Nayra meletakkan gelas kopi di atas meja dan sontak kaget dengan melihat foto-foto yang berserakan di atas meja.


" Sayang apa ini?" tanya Nayra benar-benar schok.


Dan mengambil salah satu foto tersebut. Sangking terkejutnya dia sampai menutup mulutnya saat jelas melihat foto yang ternyata Della yang berada di atas kursi roda.


" Ini kak Della?" tanya Nayra tidak percaya melihat ke arah suaminya. Raihan mengangguk pelan melihat wajah istrinya yang sangat terkejut.


" Apa yang terjadi. Kok bisa?" tanya Nayra yang benar-benar kaget dan melihat laui beberapa foto yang juga terdapat Angga membuatnya semakin bingung. Bagaiman tidak bingung Angga dan Della bisa-bisanya bersama.


" Angga kok ada sama kak Della dan mereka kenapa bisa ada di Luar Negri?" tanya Nayra yang benar-benar tidak mengerti dengan apa yang di lihatnya. Nayra tau tempat itu berada di luar Negri karena melihat lokasi yang memang tidak asing untuknya.

__ADS_1


" Della lumpuh?" ujar Raihan.


" Kak Della lumpuh?" tanya Nayra dengan wajah kagetnya.


" Iya sayang. Bahkan dia lumpuh sudah lebih 2 bulan," jawab Raihan sedikit penjelasan.


" Tunggu-tunggu. Aku tidak mengerti apa maksud kamu. Bukannya kak Della sedang menjalankan tugas dari rumah sakit dan kenapa tiba-tiba dia malah lumpuh dan kamu dari mana mendapatkan foto-foto ini?" tanya Nayra kebingungan.


" Nara. Selama ini Della tidak menjalankan tugas rumah sakit atau menjadi relawan. Dia pergi bersama Angga Ke New Zealand untuk menutupi kelumpuhannya yang di sebabkan oleh Ramah mantan pacarnya yang tak lain saudara Vira," jelas Raihan dengan detail. Membuat Nayra benar-benar kaget.


" Apa. Kamu serius itu terjadi dengan kak Della selama ini?" tanya Nayra tidak percaya.


" Iya sayang. Aku baru menyelidikinya. Meminta bantuan Alex dan bahkan Alex sendiri sudah memastikan langsung. Jika mereka berada di New Zealand," jawab Raihan.


" Alex bukannya lagi di Amerika?" tanya Nayra yang Setaunya kekasih atau mantan Andini itu lagi di Amerika. Dia juga tidak tau jelas bagaimana hubungan Andini dengan teman suaminya itu.


" Dia sudah kembali 3 hari lalu dan kami berusaha untuk menyelidiki ramah dan ternyata inilah hasilnya. Ramah membuat Della lumpuh. Angga awalnya membawa kerumah sakit. Dan tiba-tiba kami juga mengecek penerbangan dan memang iya mereka terbang ke New Zealand dan bahkan tinggal di sana. Aku tidak tau kenapa yang jelas Della cmenjadi acat dan Angga membawanya," ujar Raihan menjelaskan dengan lengkap.


" Pantesan Angga dan kak Della sama-sama tidak pernah terlihat ternyata mereka pergi bersama," gumam Nayra yang baru menyadari ke ganjalan itu.


" Aku rasa tidak," jawab Raihan.


" Lalu Tante Aca dan Om Tomy. Apa sudah tau juga masalah ini?" tanya Nayra benar-benar cemas. Raihan menggeleng.


" Lalu kalau mereka tidak tau. Apa kamu akan memberi tahunya?" tanya Nayra lagi.


" Aku tidak tau bagaimana cara menyampaikannya dan mungkin kita akan butuh mama untuk menyampaikannya. Karena aku sendiri tidak bisa menyampaikan informasi ini," ujar Raihan benar-benar frustasi.


" Mereka pasti kaget dengan kondisi kak Della. Aku tidak tau bagaimana nanti perasaan Tante Aca," ujar Nayra menjadi cemas.


" Kamu benar sayang. Mereka akan kaget. Mengetahui Della saja yang mendapat perlakuan buruk. Tante Aca terus merasa bersalah. Apa lagi nanti ini," ujar Raihan yang sudah tau efek kebelakang nya.


" Kenapa semuanya jadi seperti ini. Kenapa masalah tidak pernah berhenti. Kenapa ada lagi ada lagi. Yang satu belum selesai dan sekarang timbul lagi," ujar Nayra semakin khawatir. Raihan meraih tangan istrinya.


" Sayang semuanya akan baik-baik saja. Jangan khawatir ya," ujar Raihan yang pasti akan mengatakan baik-baik saja agar istrinya tidak cemas.


" Tapi aku takut terjadi sesuatu," sahut Nayra. Raihan menggeleng.

__ADS_1


" Tidak akan ada yang terjadi. Kamu jangan memikirkan apa-apa," Raihan mengusap perut Nayra, " tugas kamu hanya satu. Kamu harus menjaga bayi kita. Biar aku yang mengurus semuanya," ujar Raihan yang terus mengingatkan istrinya.


" Iya sayang. Semoga semua masalah cepat selesai dan wanita yang bernama Sisil itu. Bisa segera di tuntaskan," ujar Nayra yang terus berharap.


" Amin," sahut Raihan tersenyum tipis dan memeluk pinggang istrinya. Memeluk istrinya akan membuatnya merasa jauh lebih tenang.


********


Dion yang berada di dalam kamar sangat gelisah dengan memegang ponselnya. Tidak tau apa yang di lakukannya. Dion mondar mandir dan beberapa kali meletakkan ponselnya di telinganya.


Carey memasuki kamar dengan membawa lipatan pakaian. Dia sangat heran dengan Dion yang tampak gelisa.


" Kamu kenapa!" tanya Carey menuju lemari. Membuka lemari menyusul pakaian-pakaian itu.


" Aku sedang menelpon Vira. Tetapi sama sekali tidak bisa," jawab Dion mendengar kata Vira. Carey menghentikan pekerjaannya sebentar dan menengok kebelakang melihat suaminya yang tampak resah hanya karena Vira.


" Kamu se resah itu. Jika berhubungan dengan Vira," ujar Carey dengan nada ketus kembali melanjutkan pekerjaannya. Pasti dia sangat kesal apa-apa suaminya memikirkan tentang Vira dan terang-terangan di depannya mengkhawatirkan wanita lain.


" Aku hanya ingin tau kondisinya. Aku punya firasat tidak enak. Jika Vira mengalami kesulitan. Apa lagi saat aku tau dia hamil. Aku tau dia pasti kebingungan," ujar Sony yang bicara banyak dan fokus pada Vira. Membuat Carey semakin kesal.


" Ya sudah kamu kerumahnya saja. Lihat keadaannya langsung dan kasih dia semangat dengan sesuka kamu," ujar Carey ketus dan menutup lemari dengan kuat dan langsung pergi. Yang jelas menunjukkan kemarahannya. Karena Dion membahas Vira di depannya.


" Carey!" panggil Dion yang tau Carey sedang ngambek. Carey tidak peduli dan tidak merespon jawaban suaminya. Dion pun harus keluar kamar untuk mengejar istrinya.


Saat Carey menuruni anak tangga Dion langsung sigap menahan tangannya saat langkah istrinya ingin turun.


" Kamu mau kemana?" tanya Dion melihat wajah Carey yang tampak marah.


" Aku mau kerumah Nayra. Kalau kamu mau pergi ketempat Vira. Pergi lah. Aku ingin ketempat Nayra," ujar Carey dengan ketus.


" Aku tidak ada niat untuk kerumah Vira," sahut Dion.


" Terserah kamu. Aku tidak peduli. Yang jelas aku mau ketempat Nayra," sahut Carey dengan wajah kesalnya.


" Aku akan mengantarmu," ujar Dion.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2