
Mendengar ucapan Vira membuat Sisil geram sampai Sisil membalikkan tubuhnya.
" Apa yang kau katakan?" tanya Sisil ingin mendengar sekali Vira mengatakan kata-kata itu.
" Kau wanita jahat. Berhati iblis. Kau sangat tega dan kau bukan manusia," sahut Vira yang kembali memaki Sisil. Dia tidak peduli dengan Sisil.
Karena Sisil saja tidak menganggapnya sebagai anak. Lalu untuk apa dia menghargai Sisil lagi. Sisil bahkan sudah menghancurkan hidupnya membuatnya kehilangan kehormatan hanya karena dendam yang sangat hina.
" Anak kurang ajar," geram Sisil melangkah cepat menghampiri Vira. Sisil yang sudah di hadapannya langsung menjambak rambut Vira dengan kuat sampai Vira kesakitan.
" Bajingan!" teriak Sisil. Plakkk. Sisil bahkan menampar Vira lagi dan bukan sekali sampai berkali-kali sampai Vira tidak bisa berkata ampun atau apapun.
" Kau pikir kau siapa. Berani berbicara kepada ku. Hah. Kau sangat tidak tau berterima kasih. Aku sudah membesarkan mu dengan semua fasilitas enak. Memungut mu dari panti asuhan dan kau malah menjadi manusia tidak tau diri," teriak Sisil yang benar-benar murka dengan Vira.
Sementara Vira sudah tidak mampu bicara karena Pukulan Sisil yang sangat kuat. Membuat pipinya memerah dan mulutnya yang berkeliaran darah.
" Kau masih berani bicara," teriak Sisil yang menarik rambut Vira dan menyeretnya. Sampai Vira mengesot di lantai.
" Kak ramah. Tolong Vira. Kak ramah, kak Ramah," Batin Vira yang menahan sakit yang telah di aniaya Sisil dia hanya berharap ada yang membantunya. Karena dia sama sekali tidak bisa melawan Sisil yang benar-benar kesetanan.
Sisil menyeretnya sampai ke dalam gudang. Di dalam gudang Vira bahkan terus di perlakuan dengan kasar. Bukan hanya di tampar.
Tetapi kepalanya juga di hempaskan kelantai dan wajah itu lebam akibat perbuatan Sisil. Semuanya berhenti ketika Vira benar-benar tidak sadarkan diri dan sudah telungkup di lantai dengan mata terpejam dan darah penuh lantai.
" Rasakan," ujar Sisil merasa puas dengan apa yang di lakukannya.
Dia benar-benar psikopat yang tidak punya hati nurani. Padahal dia sudah merawat Vira dan ramah dari kecil. Tetapi hati keibuannya tidak muncul sedikit pun dan sanggup menyiksa Vira.
" Kau lebih baik mati dari pada hidup sangat tidak berguna. Dasar anak pembawa sial. Tidak tau terima kasih, maka rasakan akibatnya," umpat Sisil tersenyum penuh kemenangan. Lalu Sisil pun pergi meninggalkan Vira yang setengah bernyawa.
**********
Rumah Addrian Admaja Wijaya
__ADS_1
Addrian dan yang lainnya sudah berdiskusi. Bahkan Raka juga ikut bergabung dan berdiskusi bersama mereka. Setelah mendapatkan kesimpulan dan cara untuk menyelamatkan nyawa Sony dan yang lainnya. Addrian kembali memanggil istrinya dan yang lainnya untuk bergabung.
Nayra sedari tadi yang duduk di samping Raihan memegang lengan Raihan dengan kuat. Terus merasakan tidak enak. Firasatnya sangat buruk. Wajahnya penuh ketakutan dan tangannya terus mengusap perutnya. Dia takut terjadi sesuatu hal buruk pada suaminya.
Tetapi kegelisahan jelas bukan hanya di rasakan Nayra saja. Carey juga yang di samping Dion cemas. Dia juga penasaran dengan keputusan apa yang di ambil untuk penyelamatan teman-temannya yang sedang di sandara.
Zira, Kayla, Aca, Saski, Raina dan Dara juga cemas. Apa lagi Aca dan Saski. Anak mereka bahkan menjadi Sandra dan Zira keponakan suaminya Andini juga ada di sana. Yang pasti Andini adalah tanggung jawab Addrian dan Kayla karena.
Andini anak dari sepupu mereka yang berada di luar Negri. Bahkan mereka tidak berani memberi tahu putri tentang kejadian ini. Karena takut Putri dan Yuda Khawatir.
" Lalu apa keputusan yang sudah di ambil?" tanya Zira tidak sabaran.
" Aku sudah mencoba untuk menghubungi orangku yang ada di New Zealand. Untuk Della dan Angga akan segera pulang walau keadaan seperti apapun," sahut Alex yang sudah mengatur kepulangan teman mereka. Mendengarnya Kayla dan Aca sedikit lega.
" Apa mereka benar-benar akan pulang?" tanya Aca masih tidak percaya.
" Tante tenang saja. Della akan pulang. Dia harus tau apa yang terjadi dan dia tidak akan membiarkan Tante terus khawatir. Jadi dia tidak punya alasan untuk tidak pulang," sahut Alex dengan yakin.
" Lalu bagaimana dengan Celine, Luci, Sony, dan Andini?" tanya Aca yang masih tidak bisa tenang karena 2 puttrinya masih dalam bahaya.
" Wanita yang bernama Sisil yang tak lain saudara papa hanya ingin membalas dendam pada mama dan yang lainnya. Karena dia merasa di buang. Dia tidak menginginkan apapun kecuali melihat mama dan yangainnya menderita. Yang tak lain itu dari kami anak-anak kalian," sahut Raihan mengambil alih bicara.
" Iya itu memang benar mereka hanya menginginkan kalian saja. Dan apa rencana kalian?" tanya Kayla.
" Mau tidak mau kita akan menyelamatkan mereka dengan tangan kita sendiri," sahut Raka yang memang keputusan itu sudah di sepakati bersama.
" Maksudnya?" tanya Nayra yang terus memegang tangan Raihan. Mendengar ucapan Raka yang ada dia semakin khawatir. Hatinya semakin bertanya-tanya penuh kegelisahan.
" Tenaglah!" ujar Raihan mengusap lengan istrinya yang sangat cemas.
" Raka, Raihan, Dion dan Alex yang akan membawa Sony dan yang lainnya untuk pulang kembali dengan selamat," sahut Ilham langsung pada intinya.
Membuat Nayra, Raina dan Carey kaget. Mereka pasti semakin khawatir jika suami mereka bergerak sendiri dengan kebahayaan.
__ADS_1
" Sayang apa itu tidak terlalu berbahaya," sahut Zira yang tidak mungkin membiarkan Raihan menentang maut. Dia sangat tau siapa Sisil dan mungkin anaknya bisa saja tidak pulang dengan selamat.
" Ma tenanglah! tidak akan terjadi apa-apa. Itu sudah keputusan yang kami dan papa buat. Biar kami yang bergerak untuk menyamarkan mereka dan papa, om Ilham, on Tomy dan om Roni akan berada di sini untuk mengawasi mama dan yang lainnya," sahut Raihan meyakinkan mamanya.
" Apa itu tidak berbahaya. Mana mungkin kalian ber-4 menghadapi Sisil. Dia lebih kejam dari pada ular," sahut Kayla yang tidak yakin dengan keputusan itu.
" Tidak Tante. Kami akan menjebaknya. Jadi Tante jangan khawatir," sahut Alex meyakinkan.
" Benar kami akan berusaha untuk menyelamatkan Sony, Luci, Celine dan Andini jadi semuanya jangan khawatir," sahut Raihan dengan tegas dengan keputusannya.
Mendengar keputusan suaminya membuat Nayra meneteskan air mata dan tangannya melonggar dari genggaman lengan suaminya.
Raihan bisa merasakan hal itu dan menoleh kesamping dan melihat Nayra yang sudah menangis.
" Sayang," ujar Raihan pelan. Nayra langsung berdiri dan pergi dari ruangan tamu.
" Sayang!" panggil Raihan. Tetapi Nayra tidak mempedulikannya. Raihan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya.
" Nayra pasti sangat khawatir sama kamu Raihan. Sebaiknya kamu undurkan niat kamu. Ini hanya akan membahayakan kamu dan Nayra sangat takut dengan hal itu," ujar Zira yang bisa merasakan ketakutan pada menantunya dengan keputusan suaminya yang seperti mengantarkan nyawa.
" Tidak ma. Aku akan tetap pergi. Bersama Dion, Alex dan Raka," sahut Raihan tetap dengan keputusannya.
" Aku akan membujuk Nayra," ucap Raihan berdiri. Dia memang harus membujuk istrinya. Agar tidak khawatir dan berpikiran buruk. Karena memang tidak ada yang perlu di khawatirkan.
" Carey ayo bicara sebentar," ujar Dion mengajak Carey berbicara berduaan. Carey mengangguk.
" Tante. Om, kita pergi sebentar," ucap Carey berpamitan. Yang lainnya menganggu. Carey dan Dion pun pergi.
" Raina ayo kekamar!" ajak Raka. Raina mengangguk. Dia tau suaminya pasti ingin meyakinkannya agar tidak mencemaskannya.
Sementara Alex tidak ada yang harus di yakinkan nya. Karena pada dasarnya Andini wanita yang berhubungan rumit dengannya sudah menjadi sandara oleh Sisil dan dia hanya perlu tenaga dan pikiran yang jernih. Agar bisa menyelamatkan Andini.
" Aku berharap kamu tidak apa-apa. Tunggu aku Andini. Aku akan menyelamatkan mu dan yang lainnya Aku akan membawa mu pulang. Jadi jangan takut," batin Alex.
__ADS_1
Bersambung.....