
Pernikahan Raina dan Raka di adakan di pinggir pantai. Dengan dekor berwarna putih. Ada beberapa foto-foto Raka yang terpampang. Foto prewedding mereka yang di lakukan secara mendadak. Inisial tulisan huruf juga terukir indah. R & R.
Raka juga terlihat keren dengan stelan jas putih lengkap dengan dasi kupu-kupu senada dengan warnanya. Raka mengobrol dengan Raihan, Alex dan Sony entah lah apa yang mereka bahas. Dari wajah mereka yang terlihat berseri-seri sepertinya membicarakan hal-hal yang bahagia.
Addrian juga mengobrol bersama orang tua Raka. Ya besan memang harus akrab. Tidak boleh tidak akrab.
Setelah lama menunggu akhirnya sang mempelai wanita tiba. Raina yang menjadi ratu 1 hari ini. Tampak cantik dengan Amira yang menggenggam tangannya erat.
Alex melihat kedatangan Amira yang di dampingi wanita-wanita cantik. Alex langsung menyenggol Raka agar melihat calon istrinya dan ya Raka langsung melihat bidadari yang 10 meter berjarak darinya.
Raka tersenyum melihat, kala melihat wanita yang akan di nikahinya semakin dekat padanya.
" Ngedip," bisik Alex menggoda Raka. Membuat Raka mendengus malu-malu.
Raka tambah tidak bisa Ngedip. Karena wanita itu sudah ada di depannya. Raina jadi malu mendapat tatapan seperti itu dan memilih menunduk. Nayra dan Andini saling melihat pasangan pengantin baru yang akan segera sah itu.
" Papa, mama cantik tidak," ujar Amira bertanya pada Raka.
" Jawab dong Raka," sahut Sony.
" Apa mama tidak cantik," ujar Amira lagi.
" Amira," desis Raina pelan. Dia sebenarnya sangat malu. Tetapi jujur dia ingin mendengar jawaban Raka.
" Cantik, mama kamu sangat cantik," kata pujian itu keluar dari mulut Raka.
" Ehmm," semua berdehem menggoda Raina.
" Cie yang dapat pujian dari calon suami," Dara mencolek pipi Raina yang sekarang merah merona. Sesungguhnya ini pertama kali Raka mengatakan dirinya cantik. Jadi wajar saja. Jika Raina malu-malu. Padahal dia ingin terbang perkara di bilang cantik.
" Amira juga cantik," ujar Raka mengusap dagu Amira.
" Makasih papa," jawab Amira.
" Ehmmmm, ya sudah kapan ini mulainya, apa kalian hanya akan lihat-lihatan saja," sahut Raihan yang sudah kebas berdiri.
__ADS_1
" Entar aja di lanjutkan liat-liatatannya di dalam kamar," sambar Sony.
" Sudah-sudah ayo kita mulai, kasian penghulunya sudah menunggu," sahut Dara. Raka menjulurkan tangannya, meminta tangan calon istrinya agar do gandeng menuju akad pernikahan.
Raina tersenyum dan menjulurkan tangannya. Raihan juga langsung mendekati istrinya dan duduk di bagian kursi paling depan di dekat ijab qobul di adakan.
" Kamu cantik," bisik Raihan yang memuji Nayra.
" Aku tau," jawab Nayra dengan bangganya membuat Raihan mendengus dan menggenggam tangan istrinya. Sementara Alex dan Andini yang duduk bersebelahan hanya diam saja tanpa obrolan.
Ke-2nya masih diam dan dinging, belum ada mencair sama sekali. Karena ke-2nya yang memang tidak belum berbicara. Maklum Alex sangat sibuk jadi belum bicara dengan Andini.
Penghulu sudah duduk di depan Raina dan Raka yang kembali saling melihat.
" Kita mulai!" ujar penghulu. Raka mengangguk. Penghulu menjulurkan tangannya dan langsung di sambut Raka.
" Saudara Ahmad Raka saya nikahkan engkau dengan saudari Raina Arzetty Admaja Wijaya dengan Maskawin cincin emas di bayar tunai,"
" Saya Terimah nikahnya, Raina Arzetty Admaja Wijaya dengan mas kawin tersebut di bayar tunai," jawab Raka dengan 1 kali tarikan napas.
Bapak penghulu melihat ke kiri dan kanan.
" Sah," sahut semua serentak.
" Alhamdulillah,"
Penghulu memimpin doa. Setelah mengucapkan amin. Raka dan Raina kembali saling melihat. Jujur hati Raina sangat haru. Sampai Raina meneteskan air mata. Raina mencium punggung tangan Raka. Dan Raka mencium kening Nayra dengan tulus.
" Terima kasih Raina, telah menerima ku menjadi suamimu," batin Raka yang tidak menyangka bisa menikahi wanita yang di cintainya.
" Aku tidak percaya, jika aku kembali, menjadi seorang istri, aku berharap bisa menjadi istri yang baik untukmu Raka," batin Raina merasa haru.
" Semoga Raka bisa menjaga Zetty dengan baik, doa sudah menahan semua selama ini sendiri. Dan sudah waktunya dia bahagia bersama Amira," batin Raihan yang ikut haru dengan pernikahan ke-2 adiknya.
" Raka memang laki-laki yang baik, dia bisa menerima kak Raina dan Amira, dia sangat baik, semoga keluarga kecil mereka akan bahagia," batin Nayra.
__ADS_1
" Terima kasih Tuhan untuk kebahagian Anak-anak ku. Nayra telah kembali kepada keluarganya dan Raiana sekarang juga sudah bahagia dengan pria pilihannya. Terima kasih telah memberikan putra putriku pasangan yang berhati mulia. Seperti Raka dan Nayra," batin Zira meneteskan air matanya.
" Sebagai orang tua, aku hanya berharap, mereka bisa terus saling mencintai," batin Addrian.
Acara di lanjutkan dengan sungkeman pada orang tua. Raina dan Raka juga mendapat ucapan dari orang-orang yang hadir di acara pernikahan yang sederhana itu.
Setelah moment haru terlewatkan. Waktunya foto-foto. Raka dan Raina berfoto dengan buku nikah mereka. Raina dan Raka juga berfoto dengan punggung tangan yang sudah melingkar cincin pernikahan.
Mereka juga berfoto bersama Amira dan juga bersama yang lainnya. Mereka juga menikmati makanan yang di sediakan. Amira tampak sangat bahagia melihat mamanya yang bahagia. Sedari tadi Amira main lari-larian di pinggir pantai bersama Nayra dan Raihan.
Ya pasti momen bahagia itu juga untuk Nayra dan Raihan yang sekalian bulan madu. Terlihat pasangan itu main-main di pinggir pantai saling kejar-kejaran. Jika Raihan mendapatkan Nayra maka langsung dipeluk dari belakang dan Raihan langsung menggendong dengan memutarkan tubuh kecil Nayra.
************
Akhirnya acara pernikahan yang sederhana itu selesai. Dan sekarang sudah malam hari. Mereka juga kembali ke Villa untuk beristirahat.
Kamar pengantin baru Raina dan Raka tampak indah. Dengan mawar-mawar di di atas tempat tidur. Bahkan ada hiasan angsa yang berada di tengah tempat tidur yang berciuman. Khas pada umumnya kamar pengantin.
Raina sudah mandi dan sudah mengganti pakaiannya dengan piyama selututnya lengan pendek. Sementara Raka masih berada di dalam kamar mandi.
Raina yang duduk di meja rias sangat grogi. Mungkin dia sangat canggung jika statusnya yang sudah berubah dan malam ini akan tidur 1 kamar dengan Raka.
Raina terus melihat ke arah kamar mandi. Entahlah Raina tidak sabaran menunggu Raka. Atau Raina tidak ingin Raka keluar.
Krekkkk.
Raina yang kaget langsung mengalihkan pandangannya. Ketika Raka membuka pintu kamar mandi. Raina pura-pura mencari kesibukan.
Bahkan Raina terlihat menghembuskan napasnya ke depan mungkin Raina sangat gelisah. Raka ke luar dari kamar mandi juga dengan handuk di lilit di pinggangnya yang pasti membuat Raina semakin canggung.
" Kamu mau ngapain?" tanya Raina gugup melihat Raka dari cermin yang sudah berdiri di belakangnya.
" Aku mau ambil pakaian," jawab Raka melihat ke arah koper yang di samping kaki Nayra.
" Oh iya, biar aku aja," jawab Raina langsung berjongkok dan membuka koper Raka. Raka pun mengangguk.
__ADS_1
" Kamu mau pake baju apa?" tanya Raina yang terus membongkar koper Raka tanpa melihat ke arah Raka.
Bersambung.....