Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 137


__ADS_3

Merasa penasaran, Luci pun akhirnya keluar dari mobilnya. Karena yakin Carey masih ada di dalam.


Luci melihat di sekitarnya, sangat sepi akhirnya dia terus melangkahkan kakinya memasuki gedung tua. Itu dengan sangat berhati-hati.


Dengan langkahnya yang pelan seperti seorang pencuri. Luci terus berjalan. Mencari di mana Carey.


Luci adalah wanita penakut. Jadi wajar jika wajahnya penuh ketakutan. Sebentar-sebentar dia melihat langit-langit gedung itu yang penuh sarang laba-laba.


Baginya tempat itu seperti tempat di flm horor. Padahal masih pagi tetapi. Tubuhnya bisa merinding saat menelusuri tempat itu. Memasuki gedung itu hanya memodalkan ke beranian saja karena rasa penasaran yang tinggi.


Setelah beberapa menit mengelilingi gedung itu. Luci melewati sebuah ruangan yang terbuka. Tetapi Luci merasa ada yang aneh dan menghentikan langkahnya di depan pintu ruangan itu.


Betapa terkejutnya Luci saat melihat wanita yang sudah tidak berdaya tergelatak di lantai dengan tangan yang terikat ke belakang.


" Astaga Nayra," ujar Luci menutup mulutnya menyadari bahwa wanita lemah itu adalah Nayra. Matanya membulat sempurna tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


" Apa yang terjadi dengannya kenapa, dia bisa sampai seperti itu," batin Luci benar-benar schock melihat kondisi Nayra dari kejauhan 3 meter.


Luci memutuskan masuk kedalam. Tetapi baru saja melangkahkan kakinya memasuki tempat itu. Suara henttakan heels terdengar di telinga Luci.


Luci buru-buru menyembunyikan dirinya. Luci yang tidak ingin ketahuan. Bersembunyi di tempat yang menurutnya aman.


Luci melihat ternyata wanita yang memasuki ruangan itu adalah Carey. Carey yang datang membawa air 1 ember.


" Kak, Carey," batin Luci dengan wajah paniknya.


Carey berdiri di depan Nayra yang tidak sadarkan diri.


Carey mendengus melihat betapa sengsaranya Nayra. Dan tanpa ampunan Carey menyiram Nayra.


Byurrrrrrrr. Carey menyiram habis semua air itu sampai Nayra terbangun.


Luci yang melihatnya menganga. Mulutnya terbuka lebar dan langsung di tutupnya saat melihat apa yang di lakukan Carey. Bahkan Carey sudah berjongkok dan narik rambut Nayra.


Membuat kepala Nayra mendongak ke atas. Wajah Nayra terlihat jelas. Napas Luci ngos-ngosan saat melihat, wajah yang sudah di penuhi darah di bibirnya. Dan terdapat luka di dahi Nayra.


" Lihatlah wajahmu, dalam ke adaan seperti ini saja, wajahmu masih saja angkuh," ujar Carey geram melihat wajah Nayra yang penuh tetesan darah.


Nayra tidak menjawab. Dia hanya meringis menahan sakit. Dengan air matanya yang menetes.


" Apa Raihan masih akan mencintaimu," desis Carey tersenyum licik.


" Kau memang lebih kejam, dari apa yang aku pikir, kau akan menyesal melakukan ini, dasar perempuan gila," teriak Nayra dengan sisa suara yang sedikit.

__ADS_1


Plakkkkkkk Carey kembali menampar Nayra.


" Aku sudah memberimu beberapa kali kesempatan. Tetapi kau keras kepala. Kau bahkan rela mati hanya demi Raihan. Baiklah, kau akan melihat kegilaanku," ujar Carey yang geram dengan Nayra.


Luci sungguh ingin melangkahkan kakinya menolong Nayra. Tetapi seperti ada yang menahannya. Dengan kaki yang bergetar, tangan yang bergetar memegang ponselnya.


Luci hanya melihat hal apa yang di lakukan Carey terhadap Nayra, menyiksa Nayra tanpa ampunan. Luci hanya memvidio apa yang di lakukan Carey.


Dengan matanya yang bergenang tanpa bisa melakukan apa-apa terhadap Nayra.


" Kak Carey, kenapa melakukan itu, apa yang harus aku lakukan," batinnya yang dengan tubuh bergetar melihat Carey sahabatnya menyiksa Nayra.


**************


Della memberhentikan mobilnya di depan di rumah Angga. Sebenarnya Della sangat malas datang ke rumah Angga.


Karena hubungannya masih belum baik-baik saja dengan Angga. Tetapi karena mamanya memaksanya untuk mengantarkan makanan kerumah Kayla jadi terpaksa Della kerumah Angga lagi pula.


Rumah sakit tempatnya bekerja melewati rumah Angga jadi tidak apalah menurutnya.


Della menarik napasnya panjang. Lalu keluar dari mobil itu. Della langsung memasuki rumah Angga tanpa mengetuk pintu. Memang dia sudah biasa melakukan itu. Della langsung mencari Kayla yang menurutnya mungkin berada di dapur.


Langkah Della berhenti karena mendengar suara orang yang menelpon dan ternyata Angga. Della melihat Angga menelpon dengan serius. Della tidak berniat menegurnya. Karena tau Angga masih marah kepadanya.


" Dengar Carey, awas saja jika kau sampai menyakitinya," ujar Angga menekan suaranya.


" Nayra, ada apa dengan Nayra dan Carey kenapa Angga mengatakan tentang Carey," batin Della penasaran.


" Baiklah aku akan Kesana. Kamu tenang saja, Raihan tidak akan tau masalah ini. Tidak akan ada yang tau tentang Nayra. Kamu tunggu di sana. Aku akan segera datang," ujar Angga membuat Della kaget.


" Iya aku tau jangan mengajariku. Aku tau apa yang harus aku lakukan. Rencana kita akan berjalan lancar," ujar Angga lagi membuat Della semakin bingung.


" Kamu benar Aku tidak akan membiarkan Nayra menikah dengan Raihan. Jika rencana itu jalan satu-satunya akan aku lakukan, pernikahan itu tidak akan pernah terjadi," ujar Angga dengan yakin.


Della menutup mulutnya Schok dengan apa yang barusan di dengarnya. Tubuhnya begitu bergetar. Dengan napas naik turun. Saat Angga memiliki rencana buruk terhadap Nayra.


" Nayra, dia dalam bahaya, dan Carey dan Angga apa yang mereka lakukan," batin Della yang dengan wajah paniknya.


" Aku harus memberitahu Raihan, Raihan harus tau jika Nayra dalam bahaya," batin Della langsung meninggalkan tempat itu dan pergi buru-buru keluar dari rumah Angga menuju mobilnya.


Titipan mamanya bahkan tidak jadi di berikannya. Karena yang ada di dalam pikirannya hari ini hanyalah Raihan yang harus tau jika Nayra dalam bahaya.


Della juga tidak mengetahui jika Nayra tiba-tiba hilang. Tujuannya sekarang hanya menemui Raihan. Ingin memberi tahu apa yang di dengarnya barusan.

__ADS_1


*************


Raihan terus mencari Nayra tetapi tidak juga di temukan. Bahkan hari sudah mulai siang. Tetapi sang kekasih tidak di temukan juga. Raihan membuka ponselnya dan melihat pesan dari Alex.


" Aku dan Andini menuju Apertemen Nayra. Kita mau memeriksa cctv di Apartemen itu, semoga saja ada petunjuk," ujar Alex di dalam pesannya.


Raihan langsung memutar mobilnya. Dia langsung menuju Apartemen Nayra. Benar seharusnya dia melakukan sejak awal. Karena sangking paniknya Raihan tidak kepikiran dengan hal itu.


*********


Nayra kembali tidak sadarkan diri akibat perbuatan Carey. Carey tersenyum penuh kemenangan melihat Nayra yang tergeletak lemah.


Sementara Luci yang masih terjebak. Hanya bisa melihat apa yang dilakukan Carey tanpa bisa berbuat apa-apa.


" Sebaiknya aku telpon kak, Raihan, tapi bagaimana caranya, aku akan ketahuan oleh kak Carey," batinnya yang sangat panik sampai tidak bisa melakukan apa-apa.


" Kak Carey benar-benar kejam, bahkan dia memaksa Nayra meminum alkohol," batinnya lagi yang tidak habis pikir dengan perbuatan Carey.


Di tengah pemikirannya yang masih tetap bersembunyi. Tiba-tiba ada yang memasuki ruangan itu dengan berlari.


" Carey," sahut Angga berlari menghampiri Carey.


" Kak Angga," batin Luci kaget melihat ke datangan Angga.


Angga berdiri di depan Carey dan melihat ke bawah, melihat Nayra yang penuh luka, bukan hanya luka di wajahnya, tetapi tangannya yang bekas pukulan.


Angga juga melihat 2 botol minuman beralkohol, dan terdapat kayu Panjang yang kecil yang mungkin di gunakan untuk memukul Nayra. Karena terdapat bekas luka di tangan dan paha Nayra.


" Carey kamu gila ya," ujar Angga langsung berjongkok dan melihat kondisi memperhatikan Nayra.


" Aku sudah mengatakan jangan menyakitinya," bentak Angga menatap Carey tajam.


" Sudahlah Angga. Lagi pula dia tidak matikan. Obat bius yang kamu siapkan hanya membuatnya pingsan sesaat. Aku tidak punya pilihan. Jika tidak dia akan melawan," sahut Carey tanpa bersalah.


" Tapi kamu tidak perlu melakukan semua ini. Aku sudah katakan tunggu aku," ujar Angga geram.


" Angga menunggu kamu kelamaan. Raihan akan datang, rencana kita akan berantakan. Aku sudah katakan dia tidak mati, jadi sudahlah. Tidak ada gunanya berkelahi," sahut Carey tidak ingin di salahkan.


" Astaga, jadi kak Angga dan kak Carey bekerja sama dalam hal ini. Aku tidak menyangka jika mereka sanggup melakukan itu," batin Luci semakin schok dengan apa yang di lihatnya.


Dia benar-benar kecewa 2 sahabatnya menjadi gila hanya karena tidak bisa memiliki orang yang mereka cintai.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนBersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2