Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 216


__ADS_3

Della berkunjung kerumah Nayra. Karena Nayra menjadi teman sharing Della dalam mengurus pernikahan Della.


" Ini kak," Nayra meletakkan secangkir teh meja di depan Della.


" Makasih Nayra," sahut Della langsung meneguh teh buatan Nayra.


" Kamu nggak ikut kekantor sama Raihan?" tanya Della. Nayra sudah duduk di depan Della.


" Tidak, karena Raihan dan Kak Raka lagi nemuin klien. Jadi aku tidak perlu ikut, lagi pula kalau aku ikut. Kita nggak akan pernah jadi ketemunya," jawab Nayra.


" Iya kamu benar, beberapa kali mau janjian selalu gagal," ucap Della. Nayra mengangguk.


" Hmmm, bagaimana Andini dan Alex, dengar-dengar mereka putus lagi?" tanya Della yang memang gosip di daerah pertemanannya akan secepat kilat menyebar.


" Iya kak, maklumlah mereka berdua belum saling memahami. Tapi aku dengar-dengar dari Raihan. Alex kayaknya belum pernah membicarakan masalah Andini. Tidak seperti biasanya yang kalau putus langsung curhat pada Raihan," jelas Nayra.


" Ya mungkin saja Alex sudah lelah dan memang sudah tidak ingin melanjutkan hubungannya Andini?" Tebak Della.


" Sayang banget jika itu memang terjadi. Padahal mereka hanya tinggal selangkah lagi ingin kepelaminan," ujar Nayra.


" Ya mau gimana lagi, itu sudah keputusan mereka. Andini juga mungkin sudah sangat kecewa dengan Alex," ucap Della.


" Andini hampir sama denganku. Beberapa kali Andini kecewa dengan Alex yang terlalu spele. Meski putus Andini tetap berusaha untuk memperbaiki hubugannya dan pasti ingin bertahan. Sama denganku yang aku tau bagaimana kelakukan Ramah. Tetapi aku masih tetap bertahan dengannya. Cinta itu memang aneh sangat tidak masuk akal," batin Della. Yang mengakui jika hubungannya dengan Ramah juga tidak sehat.


" Hmmmm, begitulah mereka juga sudah dewasa dan panti tau mana yang terbaik," ujar Nayra.


" Iya kita berdoa aja, agar semuanya baik-baik saja," sahut Della.


" Hmmmm, oh iya, bagaimana persiapan pernikahan kakak. Sudah melakukan meeting dengan WO-nya?" tanya Nayra.


" Sudah, baru pertemuan pertama," jawab Della.


" Lalu bagaimana apa lancar. Aku sempat dengar beberapa dari teman di kantor. Perusahaan itu Wedding organizer itu cukup besar dan juga hasilnya sangat memuaskan Daan pasti tidak akan kecewa," ucap Kiara yang sedikit tau.


" Apa Nayra tau kalau Pimpinan perusahaan itu adalah Angga," batin Della yang penasaran.


" Kamu tau pimpinan perusahaan itu siapa?" tanya Della dengan hati-hati. Nayra menggeleng.


" Jadi Nayra tidak tau, apa aku bilang aja ya sama Nayra. Kalau WO-nya itu adalah Angga," batin Della bingung.


" Kak," tegur Nayra yang melihat Della malah bengong.


" Ha iya," sahut Della gugup.

__ADS_1


" Pertemuannya lancar?" tanya Nayra.


" Oh, itu, kita hanya bertemu sebentar dan masih mengatur jadwal untuk melakukan meeting ke-2, soalnya kakak juga masih sangat sibuk," ujar Della terbata-bata.


" Hmmm, baguslah, semoga semuanya lancar dan Kak Ramah juga menyukai semuanya," sahut Nayra penuh harapan.


" Iya, kamu benar, semoga saja," sahut Della.


" Nayra," tegur Della.


" Iya kenapa?" tanya Nayra.


" Sebenarnya pimpinan Perusahaan Wedding organizer itu adalah Angga," ujar Della yang tidak bisa jika tidak mengatakan itu pada Nayra. Sontak hal itu membuat Nayra terkejut. Mendengar nama Angga memang pasti akan selalu mengagetkan Nayra.


" Angga?" tanya Nayra memastikan salah dengar atau tidak. Della mengangguk.


Raut wajah Nayra menjadi datar. Dia tidak tau harus berekspresi apa. Sebenarnya semenjak Angga di kantor Polisi.


Nayra dan Raihan hanya menemui sekali saja untuk memaafkan. Memaafkan bukan berati akan bisa kembali seperti dulu. Hubungan yang sangat dekat. Semua tidak sama jika bertemu akan berbeda.


Nayra dan Raihan juga mengetahui kebebasan Angga yang lebih dulu bebas dari pada Carey. Tetapi Raihan sangat berusaha agar istrinya itu tidak melihat Angga.


Meski di nyatakan sembuh dan sudah memaafkan Angga. Raihan tetap tidak ingin istrinya bertemu dengan Angga.


Kerap kali Angga juga tidak datang jika ada acara keluarga besar. Demi menjaga kenyamanan Nayra dan raihan. Memang sangat sulit karena Angga juga sepupu Raihan.


" Begitu rupanya," sahut Nayra dengan suara pelan. Jujur ketika nama Angga di sebutkan dia hanya lesu.


" Aku juga tidak tau. Jika itu Angga. Aku baru tau jika Angga mempunyai Perusahaanmu wedding," sahut Della yang memang masih tidak percaya.


" Ya, bukankah itu lebih baik. Jika Angga menjadi WO pernikahan kakak. Berarti silaturahmi akan semakin membaik," sahut Nayra dengan senyum datar di wajahnya.


" Aku tidak tau Nayra, apakah itu baik atau tidak," sahut Della dengan membuang napasnya kedepan.


" Maksud kakak?" tanya Nayra bingung.


" Karena jujur perasaanku sangat aneh. Padahal aku akan menikah. Tetapi aku senang bertemu Angga. Seakan aku sangat merindukannya, aku tidak tau apa artinya itu," batin Carey yang tidak tau bagaimana perasaannya sebenarnya.


" Kak," tegur Nayra yang melihat Della bengong.


" Ha iya, tidak apa-apa, sudahlah lupakan saja," sahut Della yang tidak ingin memperpanjang pembahasan mengenai Angga. Nayra terlihat menarik napas panjang.


" Tidak mungkin menghindar terus. Apa ini jalan untuk memperbaiki silaturahmi. Lalu bagaimana dengan Raihan," batin Nayra yang benar-benar bingung.

__ADS_1


************


Nayra sedang rebahan di tempat tidurnya. Dengan piyama merah mencolok, meyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Dengan ke-2 tangan di lipat di dadanya dan pasti wajahnya yang terlihat sangat murung.


Tidak berapa lama Raihan. Keluarga dari kamar mandi, dengan pakaian santai untuk tidur. Raihan melihat ke ranjang, melihat wajah cantik istrinya yang sangat murung.


Nayra juga terlihat melamun sampai tidak menyadari suaminya sudah keluar dari kamar mandi. Raihan langsung menaiki ranjang. Goyangan ranjang baru menyadarkan Nayra. Dan menoleh kearah suaminya dengan tersenyum tipis.


Raihan memasukkan kakinya kedalam selimut dan melentangkan tangannya, meraih istrinya kedalam pelukannya. Nayra pun memeluk pinggang suaminya bermanja di dada bidang suaminya.


" Ada apa sayang?" tanya Raihan yang merasa istrinya ada sesuatu.


" Tidak apa-apa," jawab Nayra.


" Katakan ada apa?" tanya Raihan lagi dengan pucuk kepala Nayra dengan lembut dia tau istrinya sedang bengong.


" Wedding Organizer kak Della, adalah Angga," jawab Nayra jujur membuat Raihan kaget sedikit.


" Lalu?" tanya Raihan. Nayra mengangkat kepalanya dan melihat suaminya.


" Kita akan sering bertemu dengannya," ujar Nayra dengan wajah murungnya. Raihan tersenyum dan mencium kening Nayra.


" Aku rasa kita tidak perlu menghindarinya terus menerus. Biarkan saja semuanya seperti itu, apapun itu kita harus mengaggap semua nya sudah selesai," ujar Raihan.


Nayra mengangguk. Raihan memeluk Nayra dengan erat.


" Nara, kita punya kehidupan dan kita sedang mempersiapkan kedepan. Jadi kita jangan melihat kebelakang lagi. Kamu juga sudah memaafkannya," ujar Raihan.


" Iya sayang, aku hanya kepikiran sama kamu saja," sahut Nayra.


" Kamu tidak perlu memikirkan aku. Yang penting semua baik untuk kamu," sahut Raihan tersenyum.


" Iya," sahut Nayra.


" Aku sangat beruntung punya istri yang sangat baik seperti kamu. Kamu wanita yang sangat baik," puji Raihan menatap Nayra penuh cinta


" Kamu juga laki-laki yang baik, selalu menjagaku, memberiku kebahagian dan pastinya mencintaiku melebihi apapun," sahut Nayra menatap Raihan dengan tulus.


" Kamu benar aku memang sangat mencintaimu, aku ingin selamanya hidup bersamamu," ujar Raihan.


" Aku juga," jawab Nayra. Raihan kembali mencium pucuk kepala Nayra dan mempererat pelukannya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2