Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 242


__ADS_3

" Maaf kan saya Pak. Saya teledor dalam bekerja saya tidak ada maksud Pak. Saya tidak berniat mencelakai bapak," ujar Dokter Ramon yang sekarang sujud di lantai memohon ampun pada David yang menyandarkan punggungnya di ranjang.


" Sungguh semua ini hanya kecerobohan saya, saya, saya tidak sengaja melakukannya Pak," Ramon terus menjelaskan mencari pembelaan diri.


" Kamu bilang tidak sengaja, kamu pikir itu masuk akal," sambar Nayra geram dengan Ramon yang masih bisa-bisanya mengatakan Khilaf.


" Dokter Ramon kenapa kamu melakukan semua itu kepadaku. Aku bahkan sangat percaya kepadamu. Kamu bukan hanya Dokter pribadi untuk keluarga. Tetapi kamu juga sahabatku," ujar David yang merasa kecewa dengan Ramon.


" Aku tidak bermaksud melakukan itu. Aku benar-benar khilaf, sungguh aku khilaf dan tidak fokus dengan hal itu, aku sedang banyak masalah," jawab Dokter Ramon dengan terus bersujud.


Sementara Vira berada di dekat pintu kamar dengan tubuh bergetar dengan ketakutan yang luar biasa. Dia sudah tidak bisa mengelak lagi.


" Semuanya akan berakhir, aku tidak menyangka jebakan Nayra dan Raihan akan berjalan dengan sempurna," batin Vira yang sekarang pasrah dengan hidupnya.


" Katakan siapa yang menyuruhmu melakukan ini," sahut Nayra dengan mendesak.


" Wanita itu yang menyuruhmu. Bukan!" tunjuk Nayra pada Vira yang berdiri di depan pintu.


" Apa maksud kamu Nayra?" tanya David yang memang tidak tau apa-apa.


Yang dia tau Vira terluka di bagian dahinya dan bibirnya. Dia memang ingin menanyakan apa yang terjadi. Tetapi belum sempat menanyakannya.


" Vira pa. Vira yang ada di balik semua ini. Dia dan Dokter gadungan ini bekerja sama ingin mencelakai papa," jawab Nayra yang tidak ada ampunan berbicara.


David sampai melihat ke arah Vira yang menunduk tidak berani mengangkat kepalanya. Dia pasrah akan apa yang terjadi selanjutnya.


" Katakan apa tujuan kamu melakukan ini kepada papa," teriak Nayra yang sudah berada di depan Vira.


" Kamu jangan berakting di sini, kamu wanita jahat," teriak Nayra.


" Nayra cukup! tenang kan diri kamu," Sahut David dengan lembut tidak ingin putrinya emosian.


Raihan yang melihat hal itu juga langsung menghampiri Nayra mengusap bahu sang istri.

__ADS_1


" Sayang sudah. Tidak ada gunanya marah-marah, kendalikan diri kamu," Raihan menenagkan istrinya.


" Vira apa yang di katakan Nayra benar kalau kamu tau masalah ini. Kamu tau yang di berikan Dokter itu salah. Bahkan kamu yang merencanakan ini?" tanya David dengan suaranya yang lemas. Dia tidak bisa berteriak-teriak seperti Nayra.


" Hey, katakan yang sebenarnya. Kalau Vira ada di balik semua ini," tegas Raihan pada Dokter gadungan itu.


" Katakan Ramon. Apa yang sebenarnya terjadi. Apa hubungan Vira dengan semua ini," ucap David. Ramon mengangkat kepalanya.


" Pak David. Saya tidak mengerti apa yang bapak katakan. Semua ini murni kesalahan saya. Bu Vira tidak tau apa-apa," jawab David.


Sontak hal itu membuat Nayra dan Raihan kaget dengan pengakuan Ramon yang pasti sudah berbohong.


" Apa! dia tidak melibatkan ku," batin Vira cukup heran dengan hal itu. Dia bahkan schok mendengar pengakuan Ramon.


" Jangan bohong kamu," teriak Nayra semakin emosi.


" Saya tidak bohong. Tetapi memang ini murni kesalahan saya. Maafkan saya, saya mohon maafkan saya. Bun Vira tidak tau apa-apa dalam hal ini," ujar Ramon.


Vira mengangkat kepalanya dengan derain air matanya. Kesempatan baginya untuk kembali berakting seakan sutradara sudah mengatakan Cut.


" Kenapa kalian melakukan semua ini kepadaku?" tanya Vira yang menangis terisak-isak.


Nayra dan Raihan langsung menoleh ke arah Vira yang sekarang sudah menangis. Membuat Nayra geram.


" Kalian ber-2 bahkan mengeroyokku memaksaku untuk mengakui yang bukan kesalahanku. Aku sudah katakan aku tidak tau apa-apa tentang obat dan saran dari Dokter. Aku hanya berusaha merawat papa dengan baik," ujar Vira dengan derain air matanya.


Plakkk


Nayra tidak tahan dengan mulut berbisa Vira dan langsung melayangkan tangannya.


" Kamu masih bersandiwara di sini," ujar Nayra menekan suaranya. Tidak mempan baginya kebohongan Vira.


" Nayra cukup!" cegah David.

__ADS_1


" Wanita ini pembohong pa. Dia ada di balik semua ini. Di dan Dokter ini bekerja sama," tegas Nayra dengan yakin.


" Ini sudah yang ke-3 kalinya kamu menamparku dalam 1 hari. Menamparku tanpa aku tau apa kesalahanku. Bahkan kau menjabak rambutku mencakar ku. Tetapi aku sama sekali tidak membalasnya. Karena aku tau kondisimu yang sedang hamil,"


" Kau dan suaminya menyerangku dan mendorongku kasar sampai aku luka parah. Aku masih diam dengan apa yang kalian lakukan kepadaku. Aku tidak tau Nayra kenapa kamu sangat membenciku," ujar Vira yang terus berakting.


" Wanita ini benar-benar gila," batin Raihan tidak habis pikir dengan Vira yang memanfaatkan keadaan dan malah membuat seakan-akan dia dan istrinya sudah menganiayanya.


" Pa yang di katakannya tidak benar. Mulutnya memang seperti ular yang berbisa. Dia pandai berbicara pa, dia hanya bersandiwara pa," Nayra hanya berusaha meyakinkan papanya yang sekarang dia dan menyimak semua yang di katakan Vira.


" Sandiwara kamu bilang. Siapa yang bersandiwara kamu atau aku. Papa bisa melihat sendiri. Bagaimana dia tadi menamparku karena aku tidak mengatakan iya pada tuduhannya. Hal itu juga terjadi tadi pa," tegas Vira yang merasa menang.


" Cukup Vira! hentikan semua omong kosong mu," sahut Raihan, " Kau juga menyerang Nara. Mata ku tidak buta. Aku melihat bagaimana kau memperlakukan istriku," ujar Raihan pasang badan untuk Nayra.


" Aku juga tidak buta Raihan, papa juga tidak buta. Jika aku membalas serangan istrimu. Dia pasti terluka seperti aku. Tapi lihat, aku yang terluka. Bahkan dia tidak apa-apa sama sekali," sahut Vira yang terus punya cara untuk menjatuhkan dalam kesempitan.


Perkataan Vira membuat David sampai melihat ke arah Nayra dan berpindah ke arah Vira yang seperti membandingkan penampilan ke-2nya.


Nayra mendengarnya sampai harus menarik napas dengan mengusap rambutnya kebelakang. Wanita seperti memang sangat berbahaya. Yang sekarang malah membalikkan keadaan.


" Pa itu bohong. Tidak semua apa yang di katakannya benar Pa, dia mengarang cerita pa," Nayra mencoba menjelaskan pada papanya dengan suaranya yang sudah habis. Dia hanya berusaha mencari ke adilan.


" Nayra. Apa benar kamu tadi memukul Vura ?" tanya David lembut.


" Iya aku memang menamparnya. Karena dia menyakiti papa," jawab Nayra tanpa berbohong dengan air matanya yang jatuh.


" Pa aku melakukan itu demi papa. Bagaimana mungkin aku hanya diam tanpa melakukan apa-apa. Saat ingin di celakai,"


" Sewaktu aku datang kerumah ini. Pulang dari Paris. Aku sudah curiga dengan makanan yang di berikannya. Papa saat itu melihat sendiri kan bagaimana aku memprotes semuanya. Tapi dia mengatakan saran dari Dokter. Dan papa lihat sendiri hari ini Saran itu bagaimana,"


" Pa sudah berapa lama papa mengkonsumsi makanan dan obat yang salah. Terus bagaimana mungkin aku tidak menamparnya. Aku justru ingin membunuhnya. Bukan hanya ingin menamparnya," ujar Nayra dengan kemarahannya menjelaskan kepada papanya apa yang dirasakannya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2