Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 236


__ADS_3

Angga benar-benar darah tinggi dengan tindakan Della. Dia tidak tau hati Della terbuat dari apa. Bisa-bisanya Della hanya mengatakan biarkan saja.


Padahal akibat dari perbuatan Ramah sangat jelas terlihat. Bukan hanya luka. Tetapi Della juga lumpuh.


" Please Angga jangan melakukan apapun, aku tidak melindunginya atau membelanya," ujar Della dengan lembut berusaha menjelaskan pada Angga.


" Della. Bukan hanya sekali ini. Dia melakukan itu kepada kamu. Tetapi sudah sering dan kamu diam dan menyimpannya sendiri dan apa yang di lakuaknnnya kali ini kelewat batas. Dan kamu masih bisa mengatakan aku tidak menemuinya. Apa namanya jika kamu tidak membelanya dan bahkan melindunginya," ujar Angga menekan suaranya.


" Aku akan memenjarakannya. Jika tidak bisa aku akan membunuhnya dengan tangan ku sendiri," ujar Angga tidak main-main dengan ucapan. Semakin Della melarangnya semakin dia ingin melakukannya.


" Angga aku tidak mau kamu kenapa-kenapa, jadi aku mohon jangan pergi tetap lah di sini, aku tidak ingin kamu mengalami hal buruk. Karena aku," ujar Della meneteskan air mata.


" Tidak Della. Aku tidak mungkin membiarkan dia tetap tenang sementara kamu menderita. Itu tidak akan terjadi. Dia harus mendapatkan hasil dari perbuatannya," jelas Angga yang tidak akan mengubah keputusan.


" Jika kamu melakukan itu, orang tua ku akan tau bagaimana aku selama ini. Mereka akan tau jika selama ini hubunganku dan Ramah tidak sehat,"


" Angga aku tidak mau meraka sedih melihatku seperti itu. Aku tidak mau di kasihani oleh orang-orang. Kalau Ramah sampai di laporkan polisi. Bukan cuma orang tuaku. Adikku, keluargaku yang lain, teman-teman bahkan lingkungan pekerjaan ku. Mereka akan tau semuanya. Mereka hanya akan mengatai kebodohan ku dan mereka akan berpikir yang aneh-aneh,"


" Itu juga akan berpengaruh pada usaha keluarga kami. Jadi aku mohon jangan lakukan itu, jangan lakukan apapun. Aku tidak bisa melihat keluarga ku juga sedih dan menanggung semua atas kebodohanku,"


" Ramah juga bukan tandingan kamu Angga. Aku tidak melindunginya, aku yakin dia akan mendapat balasannya. Aku hanya tidak ingin membuat masalah semakin besar,"


" Angga kalau kamu melakukan itu. Itu sama saja kamu tidak memberiku kesempatan untuk bersamamu. Aku hanya ingin bersamamu. Aku ingin merasakan kebahagian bersamamu. Jadi aku mohon beri aku kesempatan itu. Walau dengan keadaanku seperti ini. Sebelum pada akhirnya aku tidak bernapas lagi. Aku mohon Angga,"


Della menjelaskan semua yang ada di hati nya dengan tetesan air matanya. Dia memang ingin bersama Pria yang di cintainya. Sebagai seorang Dokter Della tau saraf-saraf yang terkena di tubuhnya yang menyebabkannya lumpuh juga bisa mengarah pada kematian.


Dia tidak ingin laki-laki itu membuang waktu untuk Ramah yang belum tentu Ramah juga akan kalah dan masuk penjara. Dia justru takut jika Angga yang akan sebaliknya.


Melihat air mata itu membuat Angga seakan luluh dengan Della. Dia tau Della hanya mengkhawatirkan keluarganya. Tetapi tidak mungkin rasanya Ramah akan hidup tenang berkeliaran.

__ADS_1


Angga menarik napasnya panjang membuang perlahan. Tidak ingin melihat Della menangis. Angga mengurungkan niatnya duduk kembali di samping Della dengan menggengam tang Della dengan erat.


" Jangan menangis," ujar Angga lembut mengusap air mata itu.


" Della aku tau apa yang kamu khawatir kan. Tetapi jika kamu meloloskannya hari ini. Tidak menutup kemungkinan dia akan melakukan itu sama kamu lagi. Bahkan lebih Farah," sahut Angga lembut merasa khawatir dengan keselamatan Della.


" Bukannya kamu ada bersamaku, bukannya kamu katakan akan melindungiku," sahut Della.


" Iya kamu benar aku memang akan melindungimu, aku pasti melindungimu," jawab Angga dengan yakin.


" Angga bawa aku pergi. Ayo kita tinggalkan kota ini. Kita cari tempat yang jauh dari Ramah dan hidup bersama. Aku menghabiskan waktu bersama kamu tanpa ada orang lain," ujar Della dengan bibirnya bergetar.


" Angga dengan kondisiku seperti ini Aku sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi. profesi ku yang menjadi Dokter sudah tidak berguna. Jadi mari tinggalkan kota ini," lanjut Della.


" Apa maksud kamu?" tanya Angga bingung.


" Angga kamu hanya punya 2 pilihan bawa aku pergi jauh dari kota ini. Atau meninggalkan ku bersamanya," sahut Della membuat Angga kaget.


" Angga Ramah melakukan ini. Sengaja melumpuhkan ku. Agar tidak ada yang menerimaku. Dan akhirnya hanya dia yang akan menikahiku. Percuma kalau kamu menghajarnya, atau memenjarakannya. Itu tidak akan bisa. Itu hanya akan membuat Ramah tau siapa musuhnya,"


" Aku sangat mengenalnya, jadi jangan melakukan hal bodoh. Karena yang di ingin kan ramah adalah aku bukan orang lain,"


" Jadi bawa aku pergi jika kamu memang menerimaku apa adanya. Tetapi jika tidak kamu bisa meninggalkan ku sekarang dan mungkin takdirku hidup bersamanya," ujar Della membuat Angga terdiam.


Della seakan menguji kesetiaannya. Menguji seberapa besar cintanya pada Della.


" Kamu tidak percaya kepadaku. Bahwa aku mencintaimu apa adanya. Aku tidak melihat kelebihan atau kekuranganmu. Aku menerimamu apa adanya Della," ujar Angga tua meyakinkan Della.


" Aku tau, jadi bawalah aku pergi," sahut Della.

__ADS_1


" Pasti! Kita akan secepatnya. Setelah itu kita akan tinggal di Luar Negri. Aku dan hanya kamu. Aku akan memberimu kebahagian," ujar


Angga yang tiba-tiba terlintas di pikirannya untuk membawa Della ke Luar Negri. Mungkin memang itu jalan terbaik membawa Della pergi. Agar tidak bertemu dengan Ramah lagi. Karena Della tidak menghukum Ramah.


" Jangan menikahiku," sahut Della membuat Angga kaget.


Angga sampai melebarkan matanya. Saat mendengar kalimat yang keluar dari mulut Della untuk tidak menikahinya. Darahnya seakan berdesis mendengar ucapan itu.


" Apa maksud kamu? tanya Angga dengan wajah kagetnya.


" Aku tidak ingin kamu menikahiku dalam keadaan seperti ini. Aku tau kamu mencintaiku, menerima ku apa adanya. Tetapi aku tidak mau membuatmu terikat dengan pernikahan. Aku tidak ingin kau ikut menderita atas diriku," jelas Della. Angga hanya bingung mencerna perkataan Della.


" Della jika kita tidak menikah. Bagaimana mungkin aku bisa terus melindungimu," ujar Angga.


" Kita bisa tinggal bersama, hidup bersama. Tidak tau sampai kapan tanpa pernikahan," sahut Della. Pikiran itu entah kapan terlintas di otak Della.


" Apa itu masuk akal Della. Kita tinggal bersama tanpa pernikahan. Bagaimana mungkin orang tuamu setuju dan itu bukan keputusan yang tepat," ujar Angga merasa Della tidak masuk akal.


" Aku melakukannya demi. Tanpa pernikahan kau tidak akan memiliki beban. Jika kau lelah dengan ku. Kau bisa meninggalkanku. Jadi kau tidak terikat apa-apa denganku," jelas Della.


" Apa kau masih meragukanku Della?" tanya Angga. Della menggeleng.


" Aku sudah katakan Angga aku hanya ingin bahagia bersamamu. Memiliki sedikit kesempatan untuk bersamamu. Dengan pernikahan hanya akan menyiksamu. Jadi hanya ini yang aku ingin darimu. Tetap di sisiku. Tinggal bersamaku seperti pasangan yang lain. Yang hanya membedakan kita tidak menikah," jelas Della.


Angga tidak tau apa yang di pikirkan Della. Dia hanya berpikir Della masih ragu dengannya.


" Angga kamu bisa kan melakukannya," tanya Della membutuhkan jawaban Angga.


" Baiklah aku akan melakukannya. Aku akan membawamu pergi. Aku akan membuktikan kepadamu jika aku memang mencintaimu apa adanya. Setelah kamu benar-benar yakin. Kita akan menikah," ujar Angga dengan penuh keyakinan menegaskan pada Della. Della menganggu mendengarnya dengan senyum tipis.di wajahnya.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2