
Kepergian Della dan Angga ternyata Ramah yang berada di dalam mobilnya melihat bagaimana Angga dan Della yang terlihat akrab.
Dia juga melihat tangan kekasihnya di gandeng. Bahkan Angga membukakan pintu mobil untuk Della. Hal itu membuat ramah sangat panas, melihat kedekatan sang calon istri dengan Angga.
" Jadi Pria itu adalah pemimpin di Perusahaan ini," desisnya dengan penuh amarah.
Ramah melirik foto yang ada di jok mobil. Foto-foto itu terbuka. Di mana foto Della dan Angga yang hujan-hujanan dan dalam ke adaan berciuman.
" Berani sekali dia, bermain di belakangku. Pantas dia sangat suka bentar-bentar mengunjungi tempat ini. Ternyata Pria itu menjadi alasannya, lancang sekali kamu Della," batin Ramah mengepal tangannya. Rahangnya mengeras saat menyaksikan perselingkuhan calon istrinya yang ke-2 kalinya.
" Kamu pikir kamu siapa, sudah merasa paling pintar bermain di belakangku. Kamu pikir aku tidak tau kelakukan mu," dengan geram Ramah dengan memegang kuat stir mobil.
" Kamu memang ingin terus mencari masalah denganku. Baiklah kita lihat saja. Kau memang sangat suka mendapat amarah dari ku. Aku pastikan kau tidak akan bisa lagi bertemu dengannya. Kau pikir aku akan diam dengan ulahmu yang memalukan itu. Kau akan menerima akibat dari permainanmu sendiri," ujar Ramah di dalam hatinya dengan penuh rencana.
Dia sangat tidak suka jika Della dekat dengan orang lain. Dia akan merasa di khianati dan di permainkan. Jadi Ramah benar-benar sangat marah dengan Della calon istrinya.
Apalagi mengetahui Della yang di cium oleh Angga. Bagaimana emosinya tidak semakin naik. Penghiyanatan adalah yang paling di bencinya.
**********
Tidak berapa lama akhirnya mobil Angga berhenti di depan rumah Nayra. Angga memang berkendaraan dengan kecepatan tinggi.
Karena Della terus mendesak ingin cepat-cepat sampai karena sangat khawatir dengan Nayra. Mendengar cara Carey menelpon membuatnya semakin panik. Saat sudah sampai Della dan Angga langsung turun dan memasuki rumah itu dengan berlari.
" Aku tunggu di sini saja," ucap Angga berhenti di ruang tamu.
" Oh baiklah!" jawab Della langsung menaiki anak tangga menuju kamar Nayra.
Angga hanya tidak ingin memperkeruh suasana, apa lagi ini pertama kali untuknya datang kerumah sepupunya itu.
Ini juga spontan di lakukannya karena membawa Della. Angga menunggu di ruang tamu dengan gelisah dan sebentar-sebentar melihat ke atas berharap Della cepat turun dan mengatakan tidak terjadi apa-apa.
Della memasuki kamar Nayra, melihat Carey duduk di samping Nayra dengan mengusap-usap pipi Nayra.
Della juga melihat pembantu Nayra dan seorang wanita yang tidak di kenalnya. Vira memang akhirnya masuk. Paling ingin memastikan keadaan Nayra. Carey tidak punya waktu untuk mengusirnya dan membiarkan saja.
" Carey, bagaiman Nayra?" tanya Della membuat Carey langsung menoleh kebelakang.
__ADS_1
" Della syukurlah kamu cepat datang, tolong Nayra, dia tidak sadar sedari tadi," ucap Carey semakin panik.
" Apa dia sudah makan?" tanya Della mulai mengeluarkan peralatan Dokter nya.
" Belum!" jawab Carey sangat gugup.
" Ya sudah sebaiknya kalian menunggu di luar. Biar aku periksa Nayra dulu," ucap Della.
" Iya baik," jawab Carey.
Carey dan semua yang ada di ruangan itu pun menunggu di luar. Carey dan Vira saling melihat saat sudah berada di depan pintu.
Tetapi Carey tidak punya tenaga untuk bertengkar. Dia hanya panik dengan keadaan Nayra.
" Pasti karena Nayra belum makan. Makanya sampai seperti itu. Kenapa aku sangat teledor. Raihan pasti akan marah," batin Carey terus menggigit jarinya.
Dia benar-benar khawatir dengan kondisi adiknya. Dia juga belum memberi tahu mamanya. Karena takut mamanya akan semakin khawatir.
Raihan yang mendengar kabar mengenai istrinya pingsan, langsung pulang kerumah. Meninggalkan semua pekerjaan. Raihan buru-buru keluar dari mobilnya dan berlari memasuki rumah.
Langkah Raihan berhenti di ruang tamu saat melihat Angga.
" Duduklah! aku keatas dulu," sahut Raihan menepuk bahu Angga. Lalu buru-buru menaiki anak tangga.
Angga heran melihat reaksi Raihan yang terlihat biasa dan tidak menggap itu masalah. Bahkan Raihan menepuk bahunya.
Ya kedekatan di antara mereka memang tidak pernah terjadi. Di saat Raihan kembali dari Luar Negri. Mereka hanya terlihat saudara sepupu yang bersaingan karena Nayra.
Raihan sampai di kamar mereka. Di depan kamar Nayra sudah melihat Carey yang panik dan juga Raihan Carey.
" Bagaimana Nayra?" tanya Raihan panik. Tetapi matanya melihat ke arah Vira dengan tatapan tidak suka.
" Della sedang memeriksanya. Maafkan aku Raihan, aku tidak bejus menjaganya," ucap Carey merasa bersalah.
" Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Raihan pada Vira. Vira mendengarnya mendengus dengan kesal.
" Aku saudaranya dan tidak seharusnya mepertanya kan itu," jawab Vira menekan suaranya.
__ADS_1
" Kau seharusnya..." Omongan Raihan terpotong saat Della ke luar dari kamar sang istri.
Raihan menahan emosinya, untuk tidak berdebat dengan wanita yang terus membuat istrinya sakit. Raihan pun mendekati Della yang menutup pintu kamar.
" Bagaimana Nara? apa yang terjadi kepadanya?" tanya Raihan panik.
" Dia sudah baik-baik saja, sebentar lagi dia juga akan bangun. Tubuhnya sangat lemas. Dia tidak mengkonsumsi makanan apapun. Selain itu pikirannya juga tidak tenang, makanya kondisinya kurang stabil," jawab Della.
" Seharusnya dia tidak makan lebih banyak lagi, agar sekarat," batin Vira dengan banyak sumpahnya. Kepada Nayra yang sangat di bencinya
" Ini salah ku," sahut Carey yang merasa tidak bisa menjalankan amanah dari Raihan.
" Aku sarankan, kamu benar-benar harus memperhatikannya Raihan. Untuk keadaan Nayra yang seperti ini. Jauhkan dia dari steres dan pola makan yang harus stabil. Sangat berbahaya untuk kandungannya jika seperti ini terus," lanjut Della.
Raihan, Carey, dan Vira melihat serius Della saat Della mengeluarkan kata kandungan membuat ke-3 orang itu kaget.
" Apa maksud kamu kandungan?" tanya Raihan merasa salah dengar. Della tersenyum lebar mengisyaratkan kan kabar baik.
" Apa Nayra hamil?" tebak Carey yang sudah tersenyum walau Della tidak belum mengatakannya.
" Iya Nayra mengandung 5 Minggu," jawab Della memperjelas.
Raihan menganga menutup mulutnya. Tidak percaya dengan kata-kata Della. Mata Raihan berkaca-kaca dengan kabar bahagia yang selalu di nantikan istrinya.
Begitu juga dengan Carey yang langsung hari mendengarnya. Tidak percaya akhirnya Nayra mengandung juga.
" Kamu serius?" tanya Raihan masih tidak percaya. Della mengangguk membenarkan omongannya.
" Selamat ya Raihan," ujar Della mengusap bahu Raihan. Raihan mengangguk dan langsung memasuki kamar. Tidak sabar menemui sang istri.
" Alhamdulillah, akhirnya doa-doa Nayra di jawab. Dia pasti sangat bahagia," ujar Carey mengucap syukur merasa haru. Air matanya bahkan menetes mendengar kabar bahagia adiknya.
Dia sangat tau bagaimana sang adik yang sangat menantikan hal itu. Dan sekarang impian sang adik menjadi kenyataan.
" Selamat Carey, kamu akan jadi Tante," ujar Della mengusap lengan Carey. Carey mengangguk tersenyum.
" Sialan, kenapa dia bisa hamil, pasti ini ada kesalahan," batin Vira tidak menyangka. Dia bahkan tidak terima dengan kehamilan Nayra. Dengan kesal Vira mengepal tangannya. Lalu langsung pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Bersambung.....