Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 297


__ADS_3

Dion dan Carey memang langsung berangkat untuk menuju rumah Raihan. Dion tidak ingin lama-lama untuk meminta maaf pada Raihan temannya.


Mereka memang baru berangkat sore hari. Sekalian mereka juga akan pulang kerumah. Karena Carey juga sudah merindukan rumah suaminya.


" Kita mampir ke Supermarket dulu," ujar Carey melihat ke arah Dion yang fokus menyetir.


" Untuk apa?" tanya Dion.


" Aku mau beli beberapa makanan untuk Nayra. Lagian di sana juga ada Raina. Sekalian aku juga mau beli beberapa. Untuk Amira dan Dede bayinya," jawab Carey.


" Ya sudah," sahut Dion. Carey tersenyum.


Tidak lama mereka pun sampai di Supermarket. Dion ikut masuk menemani Carey membeli apa-apa yang di perlukan. Carey sudah memegang keranjang belanjaan dan sudah hampir penuh.


" Kamu belanja banyak banget," ujar Dion.


" Ohhh, nggak juga hanya beberapa makanan kebutuhan Nayra. Mama lagi nggak bisa kesana. Jadi aku harus penuhi kebutuhannya," jelas Carey.


" Bukannya suaminya ada," sahut Dion.


" Walau begitu aku harus tetap ikut menjaga dan mengawasi apa-apa yang di perlukan Nayra. Karena semenjak hamil. Nayra berubah 100%. Dia menjadi sangat manja dan apa-apa pengen di temenin, pengen di beliin dan sangat malas bergerak," ujar Carey geleng-geleng. Jika mengingat adiknya yang aneh-aneh.


" Hmmm, tapi kayaknya sudah selesai, ayo kekasir," ujar Carey langsung kekasir.


Carey langsung meletakkan belanjaan di meja kasir. Kasir sudah mulai menghitung belanjaan Carey.


" 680 ribu," ujar sang kasir mengatakan total belanjaan.


" Oh oke," sahut Carey membuka dompetnya mengambil uangnya.


" Ini," Dion sudah terlebih dahulu memberikan kartu limitnya ke kasih.


" Nggak usah, aku ada kok," sahut Carey menolak.


" Apaan sih, kayak orang asing aja," sahut Dion. Carey langsung diam dan membiarkan Dion yang membayarnya. Memang benar sih Carey masa iya di bayarin suami menolak. Memang orang asing.


" Makasih ya," ujar Carey.


" Udah deh, nggak usah lebay," sahut Dion sewot.


************


Mobil Raihan berhenti di depan rumahnya. Raihan keluar dari mobilnya. Dia memang pulang sore hari. Karena tidak mau lama-lama meninggalkan istrinya. Meski istrinya banyak yang menemani. Belum mengetuk pintu. Pintu rumah sudah di buka.


Lelahnya langsung hilang melihat bidadari yang menyambutnya dengan senyuman yang lebar. Dan langsung merenggangkan tangan memeluk Raihan.


" Kenapa lama sekali pulangnya," ujar Nayra memeluk erat pinggang suaminya. Raihan tersenyum. Dan membalas pelukan istrinya.


" Maaf sayang. Besok aku akan lebih cepat lagi pulangnya," jawab Raihan. Nayra mengangkat kepalanya tanpa melepas tangannya dari pinggang suaminya.


" Benar?" tanya Nayra yang melihat suaminya. Raihan menganggukkan matanya. Cup. Nayra langsung jinjit dan mencium pipi Raihan.

__ADS_1


" Kalau begitu mana titipan ku," ujar Raihan menadahkan tangannya. Sebelumnya dia meminta suaminya membelinya bubur sumsum. Raihan yang sedari tadi memegangnya langsung meletakkan di tangan istrinya.


" Makasih," sahut Nayra kesenangan. Raihan langsung mengusap acak pucuk kepala istrinya.


" Ya sudah ayo kita masuk!" ajak Raihan. Nayra mengangguk. Baru ingin masuk mobil Dion sudah sampai membuat pasangan suami istri itu tidak jadi masuk dan melihat orang yang kuat dari mobil.


" Kak Carey, kak Dion," lirih Nayra heran.


" Ngapain dia datang," gumam Raihan yang sepertinya masih kesal.


" Kak Carey dan kak Dion datang bersamaan, apa mereka sudah baikan," ujar Nayra penuh harapan. Ketika melihat Carey dan Dion menghampiri mereka.


" Nayra!" sapa Carey langsung memeluk.


" Kak," sahut Nayra.


" Raihan," tegur Dion.


" Hmmm," sahut Raihan hanya berdehem. Dion harus bersabar. Karena memang Raihan sangat marah kepadanya.


" Sayang," tegur Nayra pelan.


" Hmmm, Ini, kakak bawa makanan banyak," ujar Carey yang mengalihkan kecanggungan.


" Ya ampun repot-repot amat, makasih lo," sahut Nayra yang kesenangan.


" Sama-sama," jawab Carey.


Ternyata sangat mudah tidak ada yang sulit jika memang datang untuk niat baik. Raihan yang tadinya sangat kesal dengan Dion. Akhirnya berlapang dada memaafkan.


Masalah di antara keduanya benar-benar selesai. Ya kalau masalah akan diselesaikan dengan kepala dingin maka akan selesai dengan mudah.


Mereka mengobrol banyak. Sambil melihat Dede bayi yang memang sedang ada di sana. Tadinya Carey dan Dion hanya sebentar saja. Tetapi ternyata sangat lama sampai malam hari.


Setelah selesai makan malam Dion dan Carey pun akhirnya pulang. Mereka baru tiba di rumah pukul 10 malam. Carey dan Dion sama-sama turun dari mobilnya dan ternyata Erina sudah menunggu di depan pintu.


Wajah Erina langsung sumringah ketika melihat anaknya benar-benar membawa menantu kesayangannya pulang.


" Ma," ucap Carey langsung memeluk mertuanya yang baik itu.


" Mama senang akhirnya kamu kembalinya lebih cepat," ucap Erina yang sudah melepas pelukannya.


" Iya ma, Carey juga senang bisa kembali lagi," jawab Carey.


" Ya sudah ayo masuk, kalian bukannya pasti sudah lelah," ujar Erina.


" Iya ma," jawab Carey. Dengan tangan bergandengan Erina dan Carey memasuki rumah. Melihat pemandangan itu membuat Dion tersenyum seakan sangat sejuk. Tidak ingin tersenyum seperti orang gila. Akhirnya Dion pun menyusul memasuki rumah.


*******


Setelah mengobrol sebentar dengan mertuanya. Carey memasuki kamar yang 2 hari di tinggalnya. Sementara Dion yang saat itu baru luar dari kamar mandi dengan pakaian santai mau tidur.

__ADS_1


Dion melihat Carey yang berdiri mematung. Mata Carey fokus keranjang. Yang mungkin Carey masih mengingat ada wanita lain di sana.


" Apa aku harus mengganti tempat tidurnya," sahut Dion.


" Ha!!" Oh tidak perlu," sahut Carey.


" Ya sudah mandilah, ini sudah malam. Kamu juga harus istirahat," ujar Dion.


" Iya," jawab Carey gugup. Sangat terlihat Carey tidak tenang. Sepertinya melihat tempat tidur itu hanya teringat suaminya dan Vira.


**********


Tidak berapa lama, Carey sudah keluar dari kamar mandi dengan kimononya untuk tidur. Carey heran melihat apa yang di lakukan Dion. Dion menggelar selimut tebal di lantai menyusun rapi lengkap dengan 2 bantal.


" Kamu ngapain?" tanya Carey heran.


" Besok aku akan mengganti tempat tidurnya. Untuk malam ini kita tidur di sini saja," jawab Dion membuat Carey kaget. Dion tau Carey sebenarnya sangat risih dengan melihat tempat tidur itu.


" Jangan bengong, ayo kemari," ujar Dion menepuk di sampingnya. Carey yang benar-benar gugup. Akhirnya memilih untuk duduk di samping Dion.


" Kamu tidak apa-apa, tidur di lantai?" tanya Carey ragu.


" Tidak, ini bukan hal yang baru," jawab Dion yang sudah merebahkan dirinya sementara Carey masih bengong dan masih duduk. Dion yang melihatnya langsung menarik Carey sampai Carey berbaring di sampingnya.


" Jangan terus melamun," ujar Dion.


" Iya," jawab Felly gugup.


Dion memeringkan tubuhnya dan menopang pipinya dengan tangannya melihat Carey. Hal itu membuat Carey sangat gugup.


" Kamu mau ngapain?" tanya Carey benar-benar gugup.


" Memang kenapa?" tanya Dion.


" Nggak apa-apa," jawab Carey gugup dengan geleng. Tangan Dion mengusap pipi Carey membuat Carey sangat gugup.


" Apa kamu mau melakukannya lagi?" tanya Carey memang tidak bisa mengontrol mulutnya untuk tidak bicara.


" Memang boleh?" tanya Dion harus meminta izin.


" Tapi jangan sekarang," ujar Carey pelan.


" Kenapa?" tanya Dion.


" Masih sakit," jawab Carey pelan sepelannya. Sampai Dion harus tersenyum menahan tawa.


" Baiklah. Tidak akan sekarang. Istirahatlah," ujar Dion kembali berbaring lurus.


Huuuuuuu Carey langsung bernapas lega. Bukan maksud menolak. Tetapi baru juga tadi malam.


Bersambung...

__ADS_1


1 Bulan kemudian.


__ADS_2