Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 212


__ADS_3

" Selalu seperti ini. Ini lagi, ini lagi, sampai kapan, kamu nggak pernah bisa belajar dari kesalahan. Ini bukan sekali tetapi sudah berkali-kali dan ini bukan ketidak sengajakan dan memang sangat di sengaja," ujar Andini marah-marah di depan Alex di ruangan Alex.


" Andini dengarkan aku dulu, aku tidak bermaksud untuk ingkar janji, tetapi tiba-tiba ada meeting, aku juga tidak tau kalau seperti ini, semuanya mendadak," jelas Alex mencoba membela diri.


" Mendadak kamu bilang, selalu mendadak. Seharusnya kamu bilang tidak bisa. Dengar ya Alex, aku bisa paham jika kamu tidak datang kalau kamu sedang berjanji kepadaku. Tetapi ini orang tua aku, mereka datang jauh-jauh dari Luar Negri. Cuma pengen ketemu sama kamu. Hanya 1 jam saja kamu tidak bisa memberikan waktu kamu," oceh Andini yang marah-marah sedari tadi, dia benar-benar kehabisan kata-kata untuk Alex yang selalu mengulangi kesalahan.


" Oke aku tau, aku paham, aku minta maaf, seharusnya aku tidak melakukan ini," sahut Alex meraih ke-2 tangan Andini. Minta maaf memang penyelesaian yang tepat. Dari pada Andini terus mengoceh.


" Aku akan minta maaf sama orang tua kamu," ujar Alex lagi membujuk Andini. Tetapi Andini langsung menepis tangan Alex.


" Terus seperti ini, aku capek mendengar permintaan maaf kamu. Aku rasa kita harus sendiri-sendiri dulu, aku butuh waktu buat lanjutin hubungan ini atau tidak," ujar Andini dengan penuh kekecewaan.


" Andini, kamu jangan seperti ini. Aku tau aku salah. Tetapi tidak harus seperti ini," ujar Alex mencoba menenangkan Andini.


" Kamu nggak dengar apa yang aku katakan. Aku capek," ujar Andini sekali lagi dan langsung pergi.


" Andini, Andini, tunggu," teriak Alex memanggil-manggil Andini. Tetapi Andini tidak menoleh sedikitpun. Dan tidak peduli.


" Kenapa sih, dia itu enak banget ngomong seperti itu," gumam Alex kesal mengacak rambutnya frustasi.


Mereka kembali break. Mungkin entah sudah beberapa kalinya Alex dan Andini putus dan kembali baikan. Mereka memang pacaran sudah 1 tahun belakangan ini.


Soal putus sudah sangat biasa. Dan pasti putus karena masalah yang itu-itu aja. Maklumlah Andini berpacaran dengan Alex yang sekarang sudah menjadi CEO di Adverb menggantikan Raihan.


Tidak menjadi CEO saja Alex sudah sangat sibuk. Apalagi sekarang dia sangat sibuk dan tidak punya waktu untuk Andini. Jika berjanji untuk kencan.


Alex selalu mengingkari dan apalagi jika alasannya karena ada meeting mendadak. Memang alasan Alex tidak pernah berubah. Meeting mendadak alasan yang paling tepat.


Jadi Andini harus bersabar banyak dengan pacarnya yang hampir menjadi tunangannya itu. Dan sekarang mereka kembali putus. Dan entahlah mereka akan kembali menjalin hubungan lagi atau tidak.


**********


Di dalam ruangan kelas yang berukuran kecil terdengar suara lantunan ayat pendek yang di baca secara serentak oleh anak-anak sekitar berusia 5 tahunan sampai 10 tahunan.


" Sadaqallahul azim," ujar anak-anak itu membaca penutupan ayat mereka.


" Baik anak-anak, terimakasih untuk waktunya, kalian boleh pulang, jangan lupa sholatnya, jangan lupa hafalannya besok akan ibu tagih, ingat ya yang tidak menghafal akan ibu hukum," ujar Carey dengan lembut mengatakan pada anak didiknya.


Carey yang berpenampilan berbeda. Dengan balutan jilbab yang segi-4 yang menutupi dadanya dengan gamis coklat putih yang membalut tubuhnya. Sehingga gadis 28 tahun itu terlihat anggun, manis dengan wajah yang begitu teduh.

__ADS_1


" Baik Bu," jawab murid-murid dengan serentak.


" Ya sudah kalian sekarang boleh pulang," ujar Carey.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu," sahut murid-murid serentak.


" Walaikum salam," jawab Carey.


1 persatu murid-murid beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti antrian untuk mencium punggung tangan Carey.


Dengan senyum lebar Carey mengusap kepala anak-anak yang menyalimnya. Selama 1 tahun Carey semakin hari semakin Istiqomah. Sebelumnya Carey pernah di rawat di rumah sakit jiwa, karena mengalami gangguan jiwa. Bahkan sampai masa tahanannya selesai.


Setelah Nayra menemuinya, Carey mulai sadar dan pelan-pelan sembuh dengan batuan Nayra yang tulus memaafkan kesalahan Carey dan menerima Carey sebagai saudara kandungnya. Carey pun di berikan hidayah dan benar-benar menjadi orang baik dari hari ke hari.


Carey tetap tinggal di Jakarta dan tinggal bersama Jihan dengan kehidupan mereka yang sederhana. Rumah yang menyatu dengan toko bunga dan apa lagi jika bukan bunga Liliy yang langsung di exspore dari perkebunan Nayra.


Carey benar-benar jauh dari kata glamor, kemewahan dan bau-bau uang. Sepertinya Carey tidak menginginkan dunia dan lebih ingin dekat pada Tuhan.


Carey hanya menghabiskan waktunya membantu Jihan di toko Bungan dan juga mengajar mengaji dengan gratis. Hidup Carey jauh sangat bahagia di bandingkan dulu.


Dia benar-benar mendapat pelajaran dari perbuatannya. Menyelesaikan masa tahanan dengan kondisi yang sakit jiwa. Dan juga dirawat intes sampai akhirnya dia menjadi wanita yang jauh lebih baik.


Tetapi sampai sekarang Carey masih terus belajar menjadi wanita yang baik. Membahagiakan mamanya dan juga adiknya menjadi prioritasnya. Meski Nayra sudah bahagia dengan suaminya.


" Assalamualaikum," sapa Carey.


" Walaikum salam, ayo cepat Carey bantu mama," ujar Jihan yang tergopoh-gopoh melayani para pembeli.


" Iya ma," sahut Carey langsung meletakkan tasnya dan membantu mamanya melayani para pembeli.


Dengan kedatangan Carey lumayanlah masalah teratasi dan pembeli kembali puas dengan pelayanan ibu dan anak itu.


" Mama mau makan?" tanya Carey yang melihat sudah siang dan waktunya makan siang.


" Iya, boleh tapi kamu telpon Nayra dulu. Tadi dia nelpon dan tanyain kamu mau di beliin apa, soalnya mereka mau kembali," ujar Jihan yang tadi baru mendapat telpon dari Nayra.


" Begitu, aku sudah bilang kemarin tidak usah bawa apa-apa, sayang nggak di pakai juga," sahut Carey yang terus kesal dengan adiknya yang terus membuang-buang uang. Membelikannya barang-barang mahal. Tetapi Carey tidak pernah memakainya.


" Kamu ini apa salahnya memakai, nanti dia sedih bagaiman," sahut Jihan.

__ADS_1


" Ya sudah nanti aku telpon dia saja," sahut Carey, " Ya sudah Carey masak dulu, nanti kita makannya telat," sahut Carey mengingat jam makan siang semakin dekat.


" Iya jangan lupa telpon Nayra," ujar Jihan yang kembali mengingatkan.


***********


Paris


Raihan ke luar dari kamar mandi dengan pakaian rapi dan melihat istrinya yang duduk di pinggir ranjang yang sedang melakukan Vidio call.


" Tapi aku sudah beli," sahut Nayra dengan suara manjanya.


" Tidak perlu Nayra, tidak ada gunanya," sahut Carey yang terus menolak.


" Terus kakak mau apa?" tanya Nayra kesal.


" Kamu pulang selamat aja, itu sudah cukup," jawab Carey dengan suara lembut.


" Aisss, itu bukan permintaan," sahut Nayra kesal.


" Sudahlah Nayra, kamu jangan repot-repot, kakak tidak perlu apa-apa yang penting kamu pulang dan langsung temui kakak, itu sudah cukup," ucap Carey sekali lagi.


" Ya sudah lah, aku akan tetap belikan," sahut Nayra yang tidak mau mengalah. Carry hanya geleng-geleng dengan keras kepalanya Nayra.


" Terserah kamu, ya sudah kakak tutup dulu ya, kakak harus bantuin mama lagi," ujar Carey pamit.


" Baiklah, bye-bye," Nayra melambaikan tangannya.


" Salam untuk Raihan, assalamualaikum," ujar Carey sebelum menutup panggilan Vidio call.


" Walaikum salam," jawab Nayra mematikan panggilan tersebut.


" Carey pengen di beliin apa?" tanya Raihan memakai jaketnya yang sudah di siapkan Nayra di atas tempat tidur.


" Biasalah tidak ada," sahut Nayra kesal dan berdiri. Raihan memakaikan syall pada istrinya.


" Ya sudahlah, ayo kita berangkat, kita beli aja apa yang di suka dan kita paksa dia memakainya," sahut Raihan. Nayra tersenyum seakan setuju.


" Benar!" jawab Nayra mengambil tasnya dan menggandeng lengan suaminya. Lalu mereka pergi yang pasti mereka akan berbelanja. Karena mereka akan pulang ke Indonesia besok pagi.

__ADS_1


Nayra dan Raihan memang hampir sering keluar Negri. Hanya untuk liburan dan juga melakukan perjalanan bisnis. Memang asyik punya Sekretaris istri sendiri. Kalau kemana-mana selalu berdua. Ke luar kota maupun Luar Negri dan pasti Budget lebih irit karena hanya menggunakan 1 kamar saja.


Bersambung.......


__ADS_2