
Mereka cukup serius dengan pembicaraan meeting tersebut. Nayra juga sangat mahir dalam menyampaikan pendapatnya. Sehingga membuat David kagum dengan wanita yang sempat di katakannya mirip dengan putrinya yang sudah tiada.
Tetapi berbeda dengan Raihan. Yang duduk di samping Nayra. Raihan hanya menatap kesal pada Samuel yang berada di depan Nayra. Sedari tadi Samuel terus tersenyum melihat Nayra.
Tidak tau apa yang di pikirkan Samuel. Dia hanya tersenyum melihat Nayra. Mungkin Samuel jatuh hati pada Nayra, atau hanya sekedar mengangumi kecantikan nayra.
Tidak ada yang tau apa yang di pikiran Samuel yang jelas hal itu membuat Raihan panas. Apalagi tatapan Samuel jatuh pada bibir Nayra yang terus bergerak. Seakan ada bom di hati Raihan yang ingin meledak segera.
" Apa yang ada di otaknya, apa dia tidak pernah melihat wanita berbicara," gerutu Raihan di dalam hatinya. Kekesalannya pada Samuel semakin besar. Dia bahkan sudah mengepal tanganya ingin menonjok Samuel.
" Seperti itu kira-kira Pak," ujar Nayra mengakhiri pembicaraannya.
" Wow ide yang sangat bagus, kamu pintar sekali Nayra. Saya memang mendengar orang yang bekerja di Adverb memiliki kemampuan dan kepintaran di atas rata-rata. Jadi seharusnya saya tidak heran," ujar David yang terus memuji Nayra.
" Terima kasih Pak, saya masih banyak belajar," sahut Nayra malu dengan pujian itu.
" Bagaimana Samuel menurut kamu?" tanya David melempar pada Samuel.
" Sangat menarik, apapun yang nona Nayra katakan sangat menarik, saya suka," ujar David tersenyum lepas.
" Suka apa sekarang," desis Raihan.
Alex yang di sampingnya bisa mendengar Raihan. Alex juga melihat wajah Raihan yang sangat kesal. Alex malah tersenyum kecil. Seakan puas melihat temannya yang di balut api cemburu.
" Kalau saya pulang ke Indonesia, saya pasti akan mengunjungi nona Nayra. Dan mungkin kita bisa mengobrol banyak hal. Di tempat yang bagus," ujar Samuel yang sudah memiliki rencana.
Hati Raihan semakin panas mendengarnya. Dan mungkin akan meledak sekarang. Nayra lama kelamaan juga sebenarnya risih dengan Samuel. Dia juga bisa melihat Samuel memandangnya seperti apa. Dan membuatnya tidak nyaman.
" Sepertinya anda akan sia-sia. Karena dia akan sangat sibuk dengan pernikahannya," sahut Raihan tiba-tiba. Nayra langsung melihat cepat ke arah Raihan.
Menikah kapan aku ingin menikah.
Alex yang tadinya minum. Hampir saja tersedak minuman.Alex pun langsung melihat ke arah Raihan. Raihan sekarang sedang di tatap bingung oleh Alex dan Nayra yang di kiri dan kanannya.
" Apa Nayra akan menikah?" tanya David yang juga penasaran. Tetapi Samuel malah berubah exsperesi tidak senang dengan kalimat Raihan.
" Iya dia akan menikah," jawab Raihan melihat ke arah Nayra. Yang Nayra sudah menatapnya horor.
" Wow kalau begitu saya akan mengucapkan selamat kepada Nayra," ujar David ikut bahagia. Nayra hanya tersenyum tipis.
" Jadi Pak Samuel harus mengubah keputusan Bapak," ujar Raihan dengan sinis.
Samuel meneguk air putih sampai habis 1 gelas.
" Iya, saya harus mengubahnya," sahut Samuel dengan senyum terpaksa. Seakan rencananya berantakan.
__ADS_1
Raihan tersenyum miring. Dia puas dengan Samuel yang terlalu banyak berkhayal kepada Nayra. Enak saja Nayra ingin di temuinya. Mana mungkin Raihan mengijinkannya.
Sementara Alex hanya geleng-geleng melihat Raihan yang sangat jelas terbakar api cemburu.
Pertemuan meeting berjalan dengan lancar, meski ada adegan sindir menyindir. Tetapi di balik semua itu kerja sama antara Perusahaan itu terjalin dengan baik.
David adalah pengusaha terkenal di Australia yang berkebangsaan Indonesia. Memang sudah lama ke-2 Perusaan itu ingin menjalin kerja sama. Tetapi baru kali ini memiliki kesempatan dan itu semua berkat kerja keras Nayra.
Alex, Raihan, dan Nayra, setelah melakukan pertemuan itu mereka berjalan malam. Di pinggiran kota. Meski cuaca sangat dingin mereka menikmati jalan mereka.
Alex berjalan di depan, sementara Nayra dan Raihan berada di belakangnya. Nayra masih kesal dengan Raihan yang mengatainya akan segera menikah.
" Kenapa kau mengatakan aku akan menikah?" tanya Nayra pada Raihan yang berjalan di sampingnya.
" Memang kau akan menikah," jawab Raihan. tersenyum melihat ke arah Nayra. Dengan ke-2 tangan di masukkan ke saku jaketnya.
" Kapan aku akan menikah," ujar Nayra dengan wajahnya yang semakin kesal.
" Secepatnya, aku akan menikahimu secepatnya," ujar Raihan dengan percaya diri.
" Siapa juga yang mau menikah denganmu," ujar Nayra memandang lurus kedepan.
" Aku harus menikahimu. bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan padamu. Bukannya kamu datang kerumahku untuk meminta pertanggung jawabanku," ujar Raihan.
" Bukannya aku sudah menyentuhmu," ujar Raihan menyindir.
Nayra semakin kesal, dengan Raihan yang menyindirnya terus- menerus. Karena sebelumnya Nayra mengakui jika dia dan Raihan. Melakukan hubungan terlarang itu.
" Benar tidak?" tanya Raihan lagi.
" Kau," Nayra semakin kesal. Nayra tidak ingin meladeni Raihan mempercepat langkahnya. Raihan berhenti sebentar geleng-geleng.
" Nara tunggu," panggil Raihan berlari pelan mengejar Nayra.
Mendengar nama Nayra di panggil. Alex yang berjalan di depan. Melihat kebelakang. Dia melihat Raihan menyusul Nayra berjalan.
" Apa mereka tidak bisa jangan di antaraku," desis Alex yang merasa seperti kambing conge.
Lelah berjalan Alex, Raihan dan Nayra mampir untuk makan. Mie ramen. Raihan pasti akan duduk di samping Nayra. Dan Alex pasti akan jadi penonton mereka.
3 mangkok mie yang dengan kuah panas itu sudah ada di depan mereka. Alex sudah mulai memakan pertama. Sambil terus meniupnya.
Nayra menuangkan cabai mie yang di pesannya. Raihan menghentikan tangannya saat melihat Nayra melakukan itu.
" Lambung mu tidak sehat, jangan makan terlalu pedas," ujar Raihan hanya menuang 1 sendok saja ke dalam mangkok Nayra.
__ADS_1
" Itu mana ada rasanya," protes Nayra, meraih kembali dari tangan Raihan. Namun Raihan langsung melototkan matanya. Membuat Nayra mengundurkan niatnya.
Nayra dengan kesal menurut apa yang di katakan Raihan. Padahal mie yang di makannya pasti tidak ada rasanya. Raihan bisa melihat wajah Nayra yang cemberut. Tetapi tidak bisa melakukan apa-apa.
" Di makan, bukan hanya di aduk!" ujar Raihan melihat Nayra yang tidak bersemangat, bahkan tidak memakannya.
" Kau sudah membuat selera makanku hilang," ujar Nayra kesal.
" Aku melakukannya demi kesehatamu," jawab Raihan.
Alex yang berada di depan mereka hanya melihat dengan kesal. Atas kelakukan Nayra dan Raihan.
" Makan!" ujar Raihan lagi. Nayra diam tanpa memakannya dan malah mengambil ponselnya .
Raihan melihat Nayra mengacuhkannya. Menggeser mengkok Nayra kedepannya. Dan melilit mie itu dengan sumpit lalu menyodorkan pada mulut Nayra.
Nayra kaget dengan Raihan. Dan langsung melihat pada Alex yang sekarang pura-pura cuek.
" Aku bisa makan sendiri," ujar Nayra panik.
" Aku bilang makan," ujar Raihan yang menatap Nayra tajam.
Nayra menelan salavinanya dan membuka mulutnya dengan ragu. Dia sungguh malu melakukan hal itu di depan Alex.
Setelah Nayra menerima suapan itu. Nayra langsung menggeser kembali makanan itu ke depannya dan memakannya sendiri dengan cepat. Sebelum Raihan menyuapinya lagi.
Raihan melihatnya mendengus. Terlihat senyum miring di wajahnya. Dia memang akan selalu berusaha kembali meluluhkan hati Nayra.
**********
Akhirnya perjalanan bisnis, Raihan, Alex dan Nayra selesai juga. Mereka memutuskan untuk pulang. Mereka sudah tiba di Bandara menunggu keberangkatan untuk kembali ke Indonesia.
Alex mengurus perjalanan pulang. Dia sangat kesal harus menjadi dayang Raihan. Padahal sewaktu dia dan Nayra berangkat ke Turki Nayra yang mengurus keberangkatan sampai penginapan. Dan sekarang Raihan malah membuatnya melakukan itu.
Nayra sudah memasuki pesawat dan duduk di pinggir jendela. Raihan dan Alex memasuki pesawat. Dengan entengnya Raihan mengambil tempat duduk di samping Nayra.
" Kenapa kau duduk di sini?" tanya Nayra yang tidak ingin Raihan mengganggunya.
" Ini memang tempat dudukku," jawab Raihan santai, menyandarkan punggungnya di kursi pesawat.
" Sudah jangan banyak protes, aku ingin istirahat," ujar Raihan memejamkan matanya. Nayra merapatkan giginya geram dengan Raihan, lalu iya pun menoleh kejendela. Tidak mempudilikan Raihan.
Raihan membuka matanya sebelah melihat Nayra yang tampak kesal ke padanya Raihan tersenyum miring dan kembali memejamkan matanya.
...๐น๐น๐น๐น๐น Bersambung๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1