Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 226


__ADS_3

Carey heran melihat tingkah Nayra seakan jijik dengan apa yang dilakukannya. Wajahnya bahkan menoleh ke samping.


" Kamu kenapa?" tanya Carey heran.


" Aisssss, aku tidak ingin makan itu, jorok sekali, baunya juga sangat tidak enak," protes Nayra menggedikkan ke-2 bahunya sangat jijik melihat makanan itu.


" Ha! jorok. Aneh bukannya ini makanan favorite kamu, jorok dari mananya," sahut Carey dengan ekspresi terbingung-bingung.


" Apaan makanan kayak gitu, pokoknya aku tidak mau," tolak Nayra yang mulai merasa mual.


" Nayra ini mama yang masak khusus buat kamu. Karena mama tau kamu menyukai makanan ini," jelas Carey menyendokkan untuk Nayra.


" Tidak bawa pergi!" tolak Nayra menjulurkan telapak tangannya, menghentikan makanan itu agar tidak mendekat ke mulutnya.


" Kenapa sih," gumam Carey semakin heran.


" Aduh kak, pliss jauhkan, Nayra benar-benar tidak ingin memakan itu, sangat menjijikkan," ujar Nayra lagi dengan tegas.


" Aneh kenapa dia sampai seperti itu apa lidahnya pait makanya sampai seperti itu. Tetapi walaupun biasanya sop ini menjadi obatnya," batin Carey masih penuh kebingungan.


" Kamu yakin tidak mau?" tanya Carey memastikan. Nayra menggeleng dengan cepat.


" Bawa sana, aku tidak suka!" suruh Nayra sambil menutup hidungnya dengan jarinya.


" Lalu kamu mau makan apa?" tanya Carey masih. Adiknya harus tetap makan. Karena Raihan bilang Nayra tadi malam juga tidak makan. Karena ketiduran.


" Bawa dulu pergi, aku mau muntah mencium aromanya," desak Nayra malah kesal. Karena dari tadi menahan mual.


Carey menarik napas panjang, membuang perlahan, lalu berdiri masih dengan penuh kebingungan.


" Ya sudah kakak bawa keluar dulu," ujar Carey geleng-geleng melangkahkan kakinya.


" Tunggu kak! Ini juga sekalian, buang ke tong sampah," ujar Nayra menunjuk bunga liliy membuat mata Carey terbelalak kaget.


Apa dia salah dengar. Tidak mungkin rasanya Nayra menyuruhnya membuang bunga liliy ketong sampah. Yang layu aja biasa masih di simpan Nayra dan sekarang menyuruhnya di buang.


" Cepetan kak," desak Nayra yang melihat Carey bengong.


" Apa dia lagi ribut sama Raihan, bisa-bisanya dia membuang bunga itu," batin Carey benar-benar tidak mengerti dengan sikap Nayra yang aneh.


" Malah diam, buruan," desak Nayra lagi.


" Bunganya?" tanya Carey memastikan benar-benar, Nayra mengangguk cepat.

__ADS_1


Dengan wajah penuh kebingungan Carey pun mengambilnya.


" Kamu yakin?" tanya Carey masih ragu.


" Iya sana buruan," desak Nayra lagi.


Carey mengangguk-angguk dengan wajah yang benar-benar tidak bisa di gambarkan lagi. Kenapa adiknya sangat aneh. Carey keluar dari kamar membawa nampan dan boucket tersebut.


" Aneh sekali, kenapa dia tidak mau makan makanan kesukaannya, bahkan bunganya di buang," gerutu Carey menuruni anak tangga.


Setelah melakukan apa yang di perintahkan Nayra. Carey kembali kekamar Nayra. Dia harus menanyakan lagi adiknya ingin makan apa. Karena tujuannya datang kerumah itu memastikan kondisi Nayra dan pasti memperhatikan makannya.


Ceklek.


" Lalu kamu mau makan apa?" tanya Carey masih di depan pintu. Nayra diam Carey melangkah mendekati adiknya berdiri di depan Nayra.


" Nayra mau makan apa. Ini sudah hampir siang lo?" tanya Carey menarik tangan bajunya melihat arlojinya yang sudah pukul 11 siang.


" Tidak mau makan apa-apa," jawab Nayra dengan enteng.


" Nayra," pekik Carey. Bisa-bisanya tidak mengatakan makan apa-apa.


" Aku tidak selera makan?" jawab Nayra dengan suara manjanya.


Nayra menggeleng seperti anak kecil. Masih tetap konsisten tidak ingin makan. Carey melihat Nayra seperti membujuk anak kecil sampai dia berkali-kali membuang napasnya.


" Kakak telpon Raihan," sahut Carey mengambil ponselnya seperti sudah tidak menemukan jalan lagi. Tetapi Nayra langsung mencegahnya.


" Jangan, nanti Raihan marah," sahut Nayra mencegah dengan cepat.


" Kamu tau Raihan akan marah, makanya kamu harus makan," sahut Carey tegas.


" Tapi aku tidak lapar, bagaimana mau makan kalau tidak lapar," ujar Nayra mencari alasan.


" Ya sudah kamu ngomong sendiri sama Raihan, jangan sama kakak," tegas Carey kesal dengan penuh ancaman akan melapor pada Raihan.


" Kak, pliss jangan! " sahut Nayra memohon dengan manja, saat Carey ingin menekan kontak Raihan.


" Kak nanti kalau aku lapar aku akan makan," sahut Nayra lagi dengan suaranya memohon yang ingin di kasihani.


" Ishhh, kamu ini," kesal Carey tidak jadi menelpon Raihan, melihat wajah Nayra yang ingin di kasihani.


" Ya sudah kamu mau makan apa?" tanya Carey sekali lagi.

__ADS_1


" Nanti saja sebentar lagi, aku akan bilang sama kakak, aku mau tidur lagi, aku masih mengantuk," sahut Nayra menguap dengan menutup dengan punggung tangannya.


" Benar ya, nanti makan," ujar Carey. Nayra mengangguk cepat.


" Awas kalau kamu lama tidurnya, kakak akan telpon Raihan," ancam Carey lagi.


" Jangan dong," sahut Nayra dengan wajah manjanya.


" Ya, sudah kamu istirahat," ucap Carey membantu Nayra merebahkan dirinya kembali. Nayra tersenyum lebar.


" Istirahatlah," ujar Carey sembari menarik selimut sampai kedada Nayra.


" Hmmmm," Nayra hanya berdehem Carey pun keluar membiarkan adiknya beristirahat.


" Memang tidak lapar bagaimana mau makan," gerutu Nayra berbaring miring memeluk guling lalu memejamkan matanya.


**********


Carey sangat gelisah dengan Nayra, sudah jam 1 siang Nayra masih saja tertidur dan dia juga tidak tega membangunkan Nayra untuk makan. bolak balik Carey mengecek Nayra kedalam kamar dan tetap menemukan adiknya yang tertidur.


Di ruang tamu Carey hanya mondar-mandir duduk, berdiri, duduk, berdiri. Itu terus yang di lakukannya sambil menunggu adiknya bangun.


Sementara di dalam kamar Nayra merasa ingin muntah akhirnya bangun dan berlari kekamar mandi.


" Eheg, Ekhg, Ekhg, Kiara mengeluarkan isi perutnya di wastafel. Yang keluar hanya air. Karena Nayra memang belum mengisi perutnya dengan makanan.


Nayra terus muntah dengan memegang perutnya. Nayra menghidupkan keran dan mencuci mulutnya. Melihat dirinya di cermin dengan napasnya yang naik turun.


" Bagaimana tidak mual, aku tidak memakan apapun," ujarnya yang menyadari kebodohannya.


Ekhg ekhg ekhg ekhg. Nayra kembali muntah, terus memuntahkan dengan lehernya yang sudah sakit. Kepalanya juga semakin pusing.


" Kenapa perutku seperti ini," keluhnya yang semakin lemas. Terus mual-mual.


Carey langsung berdiri ketika melihat asisten rumah tangga menuruni anak tangga. Carey tadi menyuruh Bibi untuk melihat Nayra. Karena kakinya lumayan pegal naik turun.


" Bagaimana Nayra sudah bangun?" tanya Carey.


" Belum Bu!" jawab Bibi yang memang melihat Nayra masih tidur dan saat Bibi pergi Nayra baru bangun.


" Oh begitu, ya sudah, sebentar lagi cek lagi keatas!" ujar Carey memang sangat khawatir.


" Baik Bu, saya kebelakang sebentar," ujar bibi pamit. Carey mengangguk.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2