
" Tidak perlu aku bisa sendiri," jawab Carey menolak.
" Kamu akan pergi tanpa suamimu," ujar Dion dengan lembut. Carey terdiam. Memang tidak baik pergi sendiri dan alangkah baiknya pergi bersama suami. Agar lebih ridho.
" Hey, ayolah. Jangan marah. Aku akan mengantarmu. Carey jangan seperti ini. Bukannya ini lagi masa-masa tersulit kita. Aku akan mengantarmu jadi jangan pergi sendiri," ujar Dion berusaha membujuk Carey.
" Hey, apa kamu akan pergi tanpa izin suami?" tanya Dion.
" Aku memang tidak akan mungkin pergi tanpa Dion. Tetapi Dion sangat menyebalkan. Bisa-bisanya dia membicarakan Vira di depanku. Apa coba untungnya," batin Carey kesal dengan Vira.
" Carey," tegur Dion yang berusaha membujuk Carey, ayo. Aku juga sekalian ingin bertemu dengan Raihan," ujar Dion.
" Jadi kamu ingin mengantarku. Karena juga memiliki kepentingan dengan Raihan?" tanya Carey berpikiran negatif.
" Bukan begitu Carey. Kenapa kita harus memperpanjang masalah. Jika keadaan seperti ini," ujar Dion yang merasa Carey membesar-besarkan masalah.
" Hey, ayolah. Tidak ada gunanya kita ribut. Hanya karena masalah ini. Kamu jangan salah paham. Aku memang mencemaskan Vira. Tapi apa itu salah. Karena Vira adalah sahabatku," ujar Dion.
" Dan kamu akan berpihak kepadanya," ujar Carey langsung to the point.
" Carey," lirih Dion.
" Dion. Aku tau dia sahabat kamu dan kamu juga tau bagaimana dia kepadaku dan juga yang lainnya. Kamu sudah mendengar semua apa-apa yang di lakukannya kepada Nayra dan juga aku. Tapi kamu malah dengan entengnya masih berpihak kepadanya," ujar Carey yang jelas menunjukkan rasa marahnya dengan sikap Dion yang menurutnya keterlaluan.
" Aku tau Carey. Tapi aku juga harus tau apa yang terjadi dengan Vira sebenarnya. Aku tau dia salah dan mungkin tidak pantas untuk mendapat maaf. Tapi Carey apa salahnya jika aku ingin tau sebenarnya," ujar Dion menjelaskan pada istrinya.
" Tidak akan salah. Jika itu bukan Vira," ujar Carey melepas tangannya dari Dion dan langsung menuruni anak tangga. Semakin banyak bicara dengan Dion yang ada dia hanya semakin kesal.
" Carey!" panggil Dion. Carey tidak merespon dan terpaksa Dion pun akhirnya harus mengejar Carey. Dan kembali meraih tangan Carey.
" Kamu semarah itu?" tanya Dion melihat wajah Carey yang tampak kesal.
" Siapa yang tidak marah. Suamiku harus memikirkan wanita lain di depanku. Jika aku tidak marah baru kamu bisa heran Dion," ujar Carey mengatakan kedongkolan isi hatinya.
" Kamu cemburu!" tebak Dion tersenyum miring.
" Apa gunanya mengatakan cemburu atau tidak, apa itu penting untukmu?" sahut Carey dengan ketus.
Dion meraih ke-2 tangan Carey dan berdiri di hadapan Carey. Memegang pipi Carey yang merah karena saking kesalnya dengan Dion. Bahkan Carey membuang pandangannya seakan tidak ingin melihat Dion.
__ADS_1
" Aku minta maaf," ujar Dion yang harus mengakui kesalahannya. " Aku tau aku sangat kelewatan. Aku sudah membuatmu kesal. Aku memikirkan wanita lain. Sementara kamu ada di sisiku. Aku mencemaskannya terlalu berlebihan. Maafkan aku Carey," lanjut Dion yang menyadari jika apa yang di lakukannya menyinggung perasaan istrinya.
" Kamu memaafkanku?" tanya Dion menatap mata Carey yang masih saja tidak ingin melihatnya.
" Carey?" tegur Dion. Carey pun akhirnya melihat mata suaminya.
" Ya sudah. Ayo antar aku," ujar Carey.
" Aku tidak mengatakan itu. Aku bertanya apa kamu memaafkanku?" ujar Dion menunggu jawaban Carey. Carey terdiam sejenak.
" Iya. Aku memaafkanmu. Aku juga minta maaf sudah marah berlebihan," ujar Carey yang juga mengakui kesalahannya. Dion tersenyum dan mengusap kepala kepala Carey yang di lapisi jilbab.
" Kalau begitu. Ayo kita pergi!" ajak Dion. Carey mengangguk. Dion meraih tangan Carey dan menggandengnya memasuki mobil.
***********
Nayra dan Raihan pun siap-siap untuk pergi kerumah mama dan papa Raihan. Mereka ingin menceritakan kondisi Della. Agar mamanya yang menyampaikan semuanya.
Setelah berpamitan dengan Papa David. Pasangan suami istri itu langsung pergi. Ketika ingin memasuki mobil. Mobil Dion berhenti di belakang mobil mereka dan membuat mereka tidak jadi memasuki mobil.
" Kak Carey sama kak Dion?" ujar Nayra.
" Kalian mau kemana?" tanya Carey.
" Mau ketempat mama Zira," jawab Raihan.
" Memang kalian ada perlu apa?" tanya Raihan.
" Ada yang ingin aku bicarakan," ujar Dion.
" Ya sudah kita bicara di mobil saja. Aku juga banyak mau bicara. Tapi waktunya sangat mepet dan tidak bisa jika di bicarakan di sini," ujar Raihan.
" Memang ada apa. Apa sangat penting?" tanya Carey malah menjadi khawatir.
" Iya kak. Sudahlah. Kita bicara di mobil saja," ujar Nayra yang sedikit mendesak.
" Hmmm, ya sudah," sahut Dion. Dengan buru-buru mereka pun memasuki mobil Raihan dan Raihan sang pengemudi langsung mengendarai dengan kecepatan tinggi.
*************
__ADS_1
Di sisi lain Dara yang baru keluar dari supermarket dengan beberapa kantong belanjaan yang di bawanya.
" Andini sudah berangkat belum ya," gumamnya membuka tasnya dan merogoh isinya yang ternyata Dara mengambil ponselnya. Belum sempat menelpon Andini. Tiba-tiba pesan wa langsung masuk yang ternyata dari Andini.
" Kak Dara kita ganti tempat pertemuan saja. Mobilku sedang bermasalah. Jadi ada tempat yang tidak jauh dari bengkel mobilku," tulis pesan dari Andini. Sekalian dengan alamat yang di Share.
" Kok berubah tempat. Aneh banget. Di mana lagi ini. Kayaknya jauh amat," gumam Dara mengkerutkan dahinya.
Dara memang awalnya punya janji dengan Andini untuk bertemu. Dan sekarang Dara harus kebingungan dengan lokasi yang tiba-tiba di ubah.
" Telpon aja," ujar Dara yang langsung menghubungi Andini. Sepertinya dia sangat keberatan dengan perubahan tempat mereka bertemu.
...No yang anda tujui sedang berada di luar jangkauan....
" Malah mati," gerutunya kesal dengan Andini. Padahal baru saja mengirim pesan sudah main mati saja.
" Ahhhh, mungkin ponselnya lobet. Sudahlah sebaiknya aku antar ini dulu tempat Nayra. Baru setelah itu menemui Andini," ujar Dara memutuskan sendiri. Kembali memasukkan ponselnya ke dalam tasnya dan langsung memasuki mobilnya.
***********
Sementara Dion dan Carey yang berada di dalam mobil mendengar cerita dari Raihan dengan serius membuat Carey kaget. Raihan memang langsung menceritakan masalah Angga dan Della.
Carey begitu schok mendengar kabar itu. Pasti dia tidak percaya dengan apa yang di katakan Raihan. Sementara Dion hanya menyimak saja. Karena memang dia belum sempat mengenal yang namanya Dion atau Angga. Tetapi nama Angga dia agak mengingat karena merupakan sepupu dari Raihan.
" Aku tidak menyangka. Jika Della bisa mengalami hal seperti itu," sahut Carey dengan tangannya yang bergetar.
" Kakak benar. Kita tidak tau apa yang terjadi. Kita mengira hanya lempang-lempang saja. Tetapi Ternyata kak Della mengalami hal sepahit ini," sahut Nayra.
" Ramah. Jadi kakaknya Vira bahkan membuat sahabat Raihan dan Carey lumpuh," batin Dion yang semakin tidak mengerti. Kenapa orang yang di kenalnya baik. Malah melakukan hal-hal yang tidak pernah di bayangkannya.
" Lalu apa rencana kamu Raihan untuk Della dan Angga?" tanya Carey.
" Kita akan bicarakan dulu dengan keluarganya. Jika memang untuk komunikasi Kesana. Aku sudah menyiapkan dengan Alex. Orang-orang Alex berada di sana. Dan mungkin mereka bisa membantu kita untuk sambungan komunikasi," jawab Raihan.
" Syukurlah jika begitu. Semoga Tante Aca. Kuat dalam semua ini dan semoga Della atau Angga bisa pulang. Walau ke adaan Della seperti apa," ujar Carey penuh harapan.
" Amin," sahut Nayra yang pasti sama berharap sama dengan kakaknya.
Bersambung......
__ADS_1