Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 71


__ADS_3

Nayra sampai kekamarnya. Nayra langsung memasuki kamar mandi dan membasuh wajahnya dengan cepat di wastafel.


Nayra melihat wajahnya yang sudah basah di depan cermin. Tangannya langsung memegang bibirnya. Bibir yang tadi di cium oleh Raihan dengan tiba-tiba. Dan dengan bodohnya dia hanya diam tanpa memberontak.


" Raihan apa yang barusan terjadi," ujarnya masih dalam kebingungan.


" Kenapa dia bisa ada di sini. Tidak Nayra kamu tidak boleh lemah jangan mudah masuk ke dalam perangkapnya," ujar Nayra meyakinkan dirinya.


Nayra melap wajahnya dengan handuk. Menarik napasnya. Nayra keluar dari kamar mandi dan melepas jaketnya.


Tingnong.


Nayra mendengar bel kamarnya. Langsung membuka pintu kamarnya. Nayra kaget saat melihat Raihan sudah berada di depan kamarnya. Tanpa ingin bicara Nayra langsung menutup pintu kamarnya. Tetapi Raihan menahannya.


" Ada apa lagi?" tanya Nayra dengan ketus.


" Kita harus bicara," jawab Raihan.


" Aku tidak ada urusan denganmu, jangan menggangguku," ujar Nayra dengan ketus kembali ingin menutup pintu dan di tahan kembali oleh Raihan.


" Aku ingin bicara dengan mu," ujar Raihan


" Aku tidak mau," jawab Nayra.


" Anggaplah aku atasanmu yang ingin berbicara denganmu," ujar Raihan menatap serius. Nayra mendengarnya kesal. Nayra menarik napasnya dan membuatnya kedepan.


" Katakan apa," ujar Nayra mengalah. Karena Raihan membawa-bawa nama atasan. Dia mau berbicara karena hanya menghargai saja.


" Kita bicara di luar," ujar Raihan.


" Bicaralah di sini. Aku tidak punya banyak waktu," ujar Nayra dengan ketus tanpa melihat ke arah Raihan.


" Nara,"


" Waktumu sudah habis 1 menit, jadi katakanlah," ujar Nayra lagi, menyandarkan dirinya di pintu.


" Maafkan aku. Aku sudah mempermainkan mu, menuduh hal yang tidak pernah kau lakukan. Nara aku tau aku salah. Aku minta maaf," ujar Raihan dengan tulus.


" Itu saja kan," sahut Nayra yang tidak peduli.


" Nara aku serius," Raihan mencoba membujuk Nayra.


" Aku mau istirahat," ujar Nayra langsung menutup pintu kamarnya.


" Nara," panggil Raihan. Tetapi Nayra sama sekali tidak memperdulikannya.


" Hsssss sial," desis Raihan kesal. Raihan membalikkan tubuhnya, ternyata di belakangnya sudah ada Alex yang berdiri santai di depan pintu kamar.


" Ngapain kau di situ?" tanya Raihan kesal.


Alex geleng-geleng lalu memasuki kamarnya. Tanpa mempedulikan Raihan yang sekarang sedang mengejar cinta.


Sementara Nayra yang masih menyandarkan dirinya di depan pintu kamarnya. Dia tidak tau harus bersikap seperti apa. Dia hanya berharap bisa frofesional mungkin dan menjauhkan masalah perasaannya.


Dia sungguh tidak ingin melebarkan lukanya yang belum mengering. Tetapi dia juga tau Raihan tidak akan menyerah secepat itu.

__ADS_1


************


" Kak Raihan ke Turki?" tanya Raina pada Raka yang sibuk menyetir.


" Benar Bu," jawab Raka melihat Raina dari kaca spion yang duduk di kursi pengemudi.


" Apa memang benar Nayra ke Turki karena kuliah," gumamnya bingung.


" Tidak Bu," sahut Raka yang mendengar ucapan Raina.


" Lalu,"


" Bu Nayra dan Pak Alex sedang ada perjalanan Bisnis di Turki," jelas Raka.


" Lalu untuk apa kak Raihan sampai pergi ke sana. Apa dia juga ada bisnis?" tanya Raina bingung.


" Tidak Bu, sepertinya untuk menyusul Bu Nayra. Karena Pak Alex tidak tau kalau Bu Nayra ke Turki karena dalam urusan pekerjaan," jelas Raka lagi.


" Ohhhhhh begitu rupanya. Hahhhhhh sudahlah biarkan saja mereka. Memang ini jauh lebih baik. Paling tidak kak Raihan sudah tau tentang kebenarannya," ujar Raina yang bernapas lega.


Raka dari kaca spion hanya tersenyum tipis melihat Raina yang kelihatan tanpa beban. Tidak berapa lama. Mobil yang di kendarai Raka sampai ke depan rumah Raina.


Raka turun terlebih dahulu, seperti biasa dia akan membukakan pintu untuk majikannya.


" Terima kasih," ujar Raina tersenyum.


" Mama," teriak Amira dari dalam rumah menghampiri Nayra dan langsung memeluk pinggang mamanya.


" Sayang kamu kok belum tidur?" tanya Raina.


" Amira belum ngantuk," jawab Amira, " Hay om Raka," sapa Amir melambaikan tangannya pada Raka.


" Ya sudah Bu, saya permisi dulu," ujar Raka pamit. Raina hanya menjawab dengan anggukan.


" Om Raka, besok jemput Amira ya!" ujar Amira yang sudah mem boking Raka terlebih dahulu.


" Pasti, kalau begitu Om pergi dulu," ujar Raka mengusap lembut rambut bagian atas Amira.


" Dada Om Raka," teriak Amira terus melambaikan tangannya. Raina melihatnya hanya tersenyum. Putrinya terus melambaikan tangannya sampai mobil yang di kendarai Raka sudah tidak terlihat lagi.


" Sayang kita masuk!" ujar Raina.


" Oke mama," sahut Amira ceria. Amira dan Raina pun akhirnya masuk kedalam rumah.


************


Raihan terlihat steres. Beberapa kali dia memijat bagian leher belakangnya. Dia sepertinya memikirkan bagaimana caranya membujuk Nayra.


Alex hanya bermain ponsel duduk di pinggir ranjang hanya melihat sesekali kelakukan temannya itu.


" Hey Raihan, kau apa tidak bisa tenang sedikit," ujar Alex yang lama-kelamaan kesal dengan Raihan.


" Aku nggak tau lagi. Harus melakukan apa agar Nara kembali percaya sama ku," ujar Raihan dengan tidak bersemangat. Alex mendengarnya hanya mendengus.


" Hahhhh. Katanya datang ingin mengawasi, ujung-ujungnya untuk dia juga," sahut Alex mengejek. Membuat Raihan kesal.

__ADS_1


" Raihan aku kasih tau ya samamu. Wanita itu tidak bisa di tebak. Dia bisa menjadi selembut kapas. Terkadang dia akan menjadi sekeras batu," ujar Alex dengan teorinya.


" Dah nggak usah sok ngeluarin kata-kata yang nggak masuk ke nalar, mending ikut mikir bagaimana caranya," sahut Raihan.


Alex meletakkan ponselnya di sampingnya dan melihat ke arah Raihan melihat dengan serius.


" Kau benar-benar cinta sama dia?" tanya Alex mengintimidasi, " atau kembali pura-pura," lanjut Alex menyindir.


" Apa aku harus melapor kepadamu," sahut Raihan semakin kesal.


" Cinta tapi nyakitin anak orang mulu," celetuk Alex.


" Alex aku tau apa yang aku lakukan salah. Aku hanya ingin memperbaiki semuanya," sahut Raihan dengan yakin


" Setelah kau menyakitinya," sahut Alex sinis.


" Aku curiga jangan-jangan kau menyukainya," tebak Raihan dengan sinis.


" Siapa nggak suka sama cewek kayak dia. Dia cantik, pinta apa lagi yang kurang," jawab Alex dengan enteng.


" Kau," Raihan dengan kesal langsung berdiri ingin menerkam Alex. Alek malah mandengus.


" Biar aku kasih saran. Cewek kayak Nayra banyak yang suka. Jangan sampai hatinya mati terhadap mu. Dan kau akan menyesal melihat dia dengan Pria lain," ujar Alex mengingatkan. Raihan sungguh seram mendengar perkataan Alex.


" Iya aku tau dia banyak yang suka. Tapi aku tidak percaya dengan mu. Kau menyukainya," sahut Raihan tersenyum miring.


" Kenapa?" tanya Alex heran.


" Karena kau tidak normal. Bukannya kau suka sama pria," jawab Raihan dengan tenang. Alex mendengarnya kesal.


" Berani sekali kau bicara, seperti itu," sahut Alex kesal.


" Dari dulu sampai sekarang aku tidak pernah melihatmu berkencan dengan wanita. Kau pasti tidak normal," ujar Raihan lagi membuat Alex semakin kesal. Sementara Raihan tersenyum puas.


" Sembarangan," Alex kesal dan berdiri mengambil ponselnya lalu keluar dari kamar.


" Kau mau kemana?" tanya Raihan.


" Makan malam," sahut Alex. Raihan pun mengikut keluar.


Raihan dan Alex berdiri di depan kamar hotel Nayra. Jari telunjuk Alek sudah menekan 2 kali. Sampai akhirnya Nayra membuka pintu. Nayra kaget melihat Raihan yang berdiri dengan santai di belakang Alex.


" Pak Alex," sapa Nayra.


" Ayo kita makan," ujar Alex melihat jam tangannya.


" Baik Pak, saya ambil tas dulu," ujar Nayra. Alex mengangguk. Nayra memasuki kembali kamarnya memakai jaketnya dan mengambil ponsel dan tasnya.


Lalu kembali keluar dari kamarnya. Nayra ingin menutup pintu kamar, Raihan menahannya dan masuk kekamar Nayra.


" Hey, apa yang kau lakukan?" tanya Nayra bingung. Alex juga ikut bingung melihat Raihan yang tiba-tiba masuk.


Kemudian Raihan kembali keluar berdiri di hadapan Nayra. Raihan melilitkan syal di leher Nayra.


" Di luar sangat dingin, cuacanya tidak cocok untuk," ujar Raihan. Nayra tidak menjawab hanya diam, namun dia menjadi gugup.

__ADS_1


" Sejak kapan dia menjadi emaknya Nayra," celetuk Alex, " ayo buruan," sahut Alex berjalan duluan.


...Bersambung........


__ADS_2