Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 95


__ADS_3

Nayra sibuk di mejanya fokus pada laptop dan jarinya yang lincah mengetik di keyboard.


" Nay," tegur Ria.


" He Ria," sahut Nayra menghentikan pekerjaannya.


" Ini sudah selesai yang lo minta, tinggal di tandatangani Pak Raihan," ujar Ria memberikan beberapa berkas kepada Nayra.


" Oke thank you," sahut Nayra dengan senyum manisnya.


" Oh iya Nay, entar sore kita ke Mall yuk, sudahama nih, kita nggak makan bareng," ajak Ria.


" Boleh," sahut Nayra tanpa menolak.


Dia memang memiliki waktu agak senggang. Lagi pula dia sudah lama tidak jalan-jalan.


" Oke, nanti gue ajakin Anita juga," ujar Ria lagi.


" Terserah deh, atur aja," sahut Nayra.


Ria kembali duduk di tempat kerjanya. Nayra melihat berkas-berkas itu dan melihat Raihan yang sibuk bekerja. Nayra mengambil berkas-berkas itu, lalu berdiri menuju ruangan Raihan.


tok tok tok tok-tok


" Masuk!" ujar Raihan.


Nayra memasuki ruangan Raihan. Melihat Raihan yang sibuk bekerja. Bahkan tidak melihatnya saat memasuki ruangan itu.


" Ini Pak harus di tandatangani," ujar Nayra


" Letakkan," sahut Raihan tanpa melihat Nayra. Nayra mengkerutkan dahinya melihat Raihan yang cuek kepadanya.


" Hahhhh, hanya letakkan apa dia tidak mengenali suaraku, apa tidak bisa melihatku sebentar," batin Nayra yang mulai kesal.


" Ada lagi," ujar Raihan dengan suara dinginnya.


" Tidak," sahut Nayra ketus.


Nayra yang merasa di acuhkan langsung berbalik badan meninggalkan Raihan. Raihan menyunggingkan senyumnya.


Raihan memang sengaja membuat Nayra kesal kepadanya. Tetapi Raihan mana tahan melakukannya.bRaihan merapikan jasnya.


Lalu berdiri dan dengan langkah yang cepat Raihan meraih tangan Nayra yang ingin memegang kenopi pintu.


Raihan langsung memeluknya dari belakang Raina kaget dengan tindakan Raihan yang tiba-tiba.


" Ihhhh, Raihan lepasin, apaan sih," ujar Nayra memberontak kesal dengan melakukan Raihan.


" Kenapa sangat mudah marah," ujar Raihan menempelkan kepalanya di leher Nayra.


" Siapa yang marah," sahut Nayra melepas tangan Raihan dari pinggangnya dan menghadapnya.


" Sudah sana lanjutkan pekerjaanmu yang sangat penting itu," ujar Nayra dengan wajah kesalnya.


Raihan menarik pinggang Nayra, sampai Nayra menabrak dada bidang Raihan. Sehingga wajah mereka berdekatan.


" Raihan, apa yang kamu lakukan. Nanti ada yang melihat," ujar Nayra panik.

__ADS_1


" Kacanya tertutup," ujar Raihan menolehkan kepalanya. Melihat dingding kaca yang sudah di tutup tirai.


Nayra juga melihat kaca itu dengan heran. Perasaan tadi sewaktu dia masuk kacanya masih transparan.


" Sejak kapan kau melakukannya?" tanya Nayra.


" Sebelum kamu datang, aku tau kamu mau datang, makanya aku melakukannya," bisik Raihan.


" Issstt, tetap saja tidak bisa. Ini di kantor, jangan seperti ini," ujar Nayra yang berusaha menjauh dari Raihan


Tetapi Raihan terus-menerus menahan pinggangnya. Dan semakin mendekatkan wajahnya.


" Tapi aku ingin bermesraan denganmu," bisik Raihan.


" Tidak, tadi kamu mengacuhkan ku, jadi jangan mendekatiku. Pekerjaanku masih banyak, kamu juga urus saja pekerjaanmu," sahut Nayra dengan cemberut.


" Kamu langsung semarah itu," tanya Raihan mencubit gemas pipi Nayra.


" Sakit," keluh Nayra menepis tangan Raihan.


" Aku tidak bermaksud mengacuhkan mu," ujar Raihan. Nayra masih saja tetap ketus dan bahkan wajahnya sudah berpaling kesamping. Tidak ingin melihat Raihan.


" Lalu," ujar Nayra.


" Kemarilah, ada yang ingin aku berikan kepadamu," ujar Raihan meraih tangan Nayra. Dan membawanya ke meja kerjanya.


" Apa?" tanya Nayra yang sudah berdiri di depan meja kerja Raihan.


Raihan mengambil sesuatu dari meja kerjanya dan, menyembunyikannya di belakangnya. Kembali menghampiri Nayra. Dan menghadapnya.


" Ini," ujar Raihan memberikan ponsel. Nayra menatap heran dengan ponsel yang di berikan Raihan.


Ponsel Nayra yang di banting Raihan saat mereka bertengkar.


" Iya memang itu milikmu. Aku sudah memperbaikinya," sahut Raihan. Nayra mengkerutkan dahinya.


" Dasar pelit, masa iya di perbaiki apa salahnya menggantikan yang baru, bukannya uang mu sangat banyak. Ponsel seperti ini tidak akan mengurangi kekayaanmu," protes Nayra dengan wajah cemberutnya.


Raihan mendengus mendengar ucapan Nayra. Dia tidak pernah berpikir jika Nayra akan mengatakan itu. Padahal dia berharap Nayra akan langsung mengucapkan terima kasih bahkan memeluknya karena dia telah memperbaiki ponsel Nayra.


" Sejak kapan kamu jadi wanita matre seperti ini?" tanya Raihan menaikkan alisnya.


" Bukannya kamu juga sering mengatai aku matre, lagi pula kan kamu yang menghancurkannya. Seharusnya ganti yang baru bukan malah di perbaiki," sahut Nayra terus memperotes.


" Apa aku harus mengganti yang baru?" tanya Raihan dengan wajah serius.


" Hmmmm, kamu harus bertanggung jawab karena merusak milikku," sahut Nayra dengan wajah seriusnya.


" Aku akan menggantinya, akan membelikan semua tokoh-tokoh untukmu," ujar Raihan menatap Nayra tajam.


" Jangan terlalu serius aku hanya bercanda," ujar Nayra dengan senyumnya.


" Tapi aku justru ingin menggantinya?" ujar Raihan mendekatkan dirinya pada Nayra, sampai Nayra sudah menabrak dinding meja.


" Aku hanya bercanda, Raihan," sahut Nayra gugup. Saat dirinya benar dekat dengan Raihan. Nayra tau Raihan pasti sudah berpikir yang aneh-aneh.


" Tapi aku melihat kamu sangat serius," ujar Raihan dengan suara beratnya.

__ADS_1


Raihan meletakkan ke-2 tangannya di pinggir meja. Sehingga Nayra sudah di kurung olehnya.


Nayra semakin gugup dengan Raihan. Yang semakin dekat dengannya dan bahkan menatapnya dengan intens. Nayra terus memundurkan kepalanya. Tetapi Raihan terus mendekatkan wajahnya pada Raihan.


" Raihan, kamu mau ngapain?" tanya Nayra gugup.


Raihan tidak menjawab dia hanya tersenyum dan matanya sudah menuju bibir Nayra.


" Raihan stop, jangan lakukan itu, nanti ada yang masuk," ujar Nayra yang terus menghindar saat bibir Raihan sedikit lagi menempel kepadanya. Raihan tidak peduli. Dia tidak akan tahan jika tidak mencumbu bibir merah merona itu.


" Aku lapar," ujar Nayra tiba-tiba, saat Raihan hampir saja meraih bibir itu.


Mendengar keluhan sang kekasih Raihan menghentikan aksinya dan menatap Nayra curiga.


" Serius aku lapar, bukannya ini sudah waktunya makan siang," ujar Nayra menunjukkan wajah kelaparannya.


Raihan pun menjauh dari dari Nayra. Nayra langsung bernapas lega dengan senyum kemenangan di wajahnya. Tetapi Raihan pastinya sangat kesal karena aksinya gagal.


" Ya sudah kita makan bersama," ajak Raihan.


Nayra mengangguk menahan tawanya yang melihat Raihan kesal.


" Masih berdiri di situ?" tanya Raihan yang sudah di depan pintu tetapi Nayra masih saja berdiri dengan senyum kemenanganya.


" Oh iya," sahut Nayra langsung berjalan cepat menyusul Raihan.


*********


Pasangan itu kembali menikmati makan siang bersama di Cafe yang sering mereka datangi. Raihan dan Nayra sudah menikmati makanan mereka.


" Nara, nanti malam aku akan menjemputmu?" ujar Raihan tiba-tiba.


" Mau kemana?" tanya Nayra.


" Aku ingin mengajak mu kumpul bersama teman-temanku. Setiap sebulan sekali kita akan ada kumpul-kumpul bareng. Jadi aku ingin kau juga mengenal mereka. Walau beberapa di antara mereka sudah mengenalmu," jelas Raihan.


" Tapi aku sudah ada janji dengan Ria dan juga Anita, nanti sore kita mau ke mall bareng," jawab Nayra merasa tidak enak dengan Raihan. Memang dia sudah berjanji terlebih dahulu dengan sahabatnya itu.


" Oh iya, siapa aja?" tanya Raihan.


" Hanya Anita dan Ria saja," jawab Nayra.


Raihan hanya mengangguk.


" Memang jam berapa? tanya Nayra.


" Paling malam," jawab Raihan.


" Ya sudah kalau nanti aku sudah pulang, aku akan menelponmu. Jadi kita bisa pergi bersama?" ujar Nayra dengan senyumnya.


" Tidak usah, kalau kamu ingin bersama teman-temanmu, jangan memaksakan diri harus bersamaku terus," ujar Raihan yang tidak ingin Nayra harus mengiyakan semua perkataannya. Dia juga ingin memberi kebebasan kepada Nayra.


" Tidak apa-apa, aku juga ingin jalan-jalan bersamamu. Lagi pula aku juga ingin mengenal lebih dekat, teman-temannya masa kecilmu," sahut Nayra.


" Baiklah, terserah kamu," sahut Raihan. Nayra tersenyum. Mereka kembali manikmati makan siang mereka.


Terkadang Nayra menyuapkan makanan yang di piringnya untuk Raihan. Raihan juga terkadang melakukan hal yang sama kepadanya. Anggaplah dunia hanya milik mereka ber-2 yang lain hanya menumpang.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹Bersambung 🌹🌹🌹🌹


Tinggalkan jejak ya para readers. Like, Koment, vote


__ADS_2