Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 306


__ADS_3

Saat Sony tidak sadarkan diri. Kayu yang memukul Sony tadi di jatuhkan di sampingnya. Ternyata ada 2 pria yang memukul Sony dari belakang. Pria itu langsung mengangkat tubuh Sony memasuki gedung itu. Entah siapa mereka yang jelas Sony telah berhasil di lumpuhkan.


********


Ternyata apa yang terjadi pada Sony. Membuat Saski tiba-tiba tersentak kaget saat sedang memasak di dapur. Dia tidak tau apa yang terjadi tiba-tiba firasatnya menjadi buruk.


" Apa yang terjadi. Kenapa perasaanku. Tidak menentu seperti ini," gumamnya mengusap dadanya.


Firasat seorang ibu memang tidak pernah salah. Apa yang terjadi pada putranya langsung kontak pada batinnya.


" Sony, kemana dia pergi. Kenapa tiba-tiba aku merasakan sesuatu padanya," batinnya. Langsung mengambil ponselnya dan langsung menghubungi putranya.


Lama menelpon tetapi Saski tidak mendapat jawaban. Dan pada akhirnya Sony tak kunjung mengangkat telponnya.


" Kenapa tidak mengangkat sama sekali," ujar Saski yang mulai merasa gelisah. Dua benar-benar cemas dengan putranya yang tak kunjung datang.


*********


Sementara di sisi lain Andini yang berada di dalam mobilnya terus menghubungi Della. Raihan memang terus menyuruhnya untuk menghubungi Della. Tetapi Della sama sekali tidak bisa di hubungi.


" Kenapa sih kak Della. Susah banget di hubungi. Di mana dia coba. Apa salahnya mengangkat telpon," batin Andini yang terus menelpon Della.


Ting. Di tengah Andini menelpon Della. Suara notif pesan Wa masuk kedalam ponselnya.


..." Andini. Mobil kakak mogok. Kamu tolong jemput kakak," pesan dari Sony masuk dan langsung dengan lokasi yang di kirim....


" Tumben amat. Minta tolong ya sama ku. Biasanya juga tidak pernah. Masalah kayak ginian aku yang ngurusin," batin Andini heran dengan pesan yang diterimanya dari sahabatnya itu.


" Ahhhhh, sudahlah. Sebaiknya aku Kesana saja. Siapa tau dia memang sangat membutuhkan bantuanku. Ya kak Sony memang merepotkan di saat genting seperti ini," ujarnya meletakkan ponselnya dan langsung melajukan mobilnya.


Dia tidak bertanya apa-apa lagi dan langsung pergi untuk membantu Sony yang katanya sedang membutuhkan bantuannya karena mobilnya rusak.


**********


Rumah Aca dan Tomy.


Aca mamanya Della terus menangis. Karena mengetahui putrinya yang bernasip malang. Mendapatkan kekerasan fisik dari mantan pacarnya yang hampir di nikahinya.


Semua mulai terkuak. Karena beberapa informasi yang di satukan dari Raihan dan Andini yang telah menyelidiki semuanya.


Luci juga sibuk menghubungi sang kakak. Meraka benar-benar ingin tau bagaimana keadaan kakaknya. Sudah lebih 2 bulan tidak kembali sama sekali.

__ADS_1


Sementara Celine hanya bisa menenangkan sang mama. Mengusap-usap bahu sang mama untuk memberinya ketenangan.


" Ma, sudahlah. Jangan menangis terus. Kak Della akan bisa di hubungi," ujar Celine yang terus menenangkan mamanya.


" Bagaimana mama tidak menangis. Della entah di mana. Katanya pergi menjadi Dokter relawan. Tetapi sama sekali tidak bisa tidak tau di mana," ujar Aca yang begitu mencemaskan putri sulungnya.


" Celine tau. Mungkin saja jaringan sedang tidak bagus. Kan mama tau sendiri. Kalau Della sedang menjadi relawan. Pasti di tempat yang sulit komunikasi," jelas Celine mencoba membuat mamanya mengerti.


" Kak Della bisa di hubungi," sahut Luci tiba-tiba. Membuat Celine dan Aca kaget dan langsung berdiri.


" Serius?" tanya Celine tidak percaya.


" Kak Della mengirim pesan," ujar Luci yang menghampiri mama dan kakaknya dan menunjukkan pesan dari Della.


..." Maafkan kakak membuat kalian khawatir. Kakak tidak bisa berkomunikasih. Karena jaringan yang susah. Kakak sudah pulang. Nanti sore jemput kakak ya," pesan dari Della masuk dan langsung dengan share lokasi....


" Syukurlah lah. Akhirnya Della pulang," ujar Aca mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya. Mengucap syukur kerena mendapat kabar dari anaknya. Aca benar-benar sangat lega dengan kabar tersebut.


" Aku bilang juga apa ma. Di sana pasti susah jaringan," ujar Celine.


" Iya kamu benar yang penting Della sudah pulang. Mama merasa bersalah padanya. Karena tidak tau apa-apa tentang dia," ujar Aca masih tetap menangis.


" Tapi kok kak Della memberi kabar pakai no lain ya," ujar Luci heran. Pesan yang masuk itu dari nomor yang tidak di kenal.


" Tapi masa iya," sahut Luci merasakan hal aneh.


" Iya sudahlah yang penting kakak kalian sudah pulang. Sana Luci kamu jemput kakak kamu," ujar Aca yang langsung menyuruh putrinya untuk menjemput Della.


" Iya ma," jawab Luci yang mengiyakan saja. Walau masih ragu.


" Ya sudah aku ikut. Aku juga tidak sabar ingin bertemu kak Della," sahut Celine.


" Ya sudah kalian berdua hati-hati. Cepat bawa kakak kalian pulang," ujar Aca memengang lengan Celina.


" Iya ma," jawab Celine, " Ayo!" ajak Celine pada adiknya. Luci mengangguk dan berpamitan pada mamanya dan langsung pergi.


" Semoga saja Celine dan Luci bisa membawa Della pulang kembali ke rumah ini," ujar Aca yang penuh harapan. Dia merasa lega.


Karena Della yang di tunggu-tunggunya kabarnya akan kembali sebentar lagi dan 2 Putrinya sedang menjemputnya.


*********

__ADS_1


New Zealand


Baru saja ke-2 adiknya menerima pesan dari Della untuk di jemput di tempat alamat yang di berikan.


Tetapi sang pemilik badan masih tetap berada di atas kursi roda. Berada di taman belakang dengan melihat pemandangan yang indah yang langsung tertuju pada laut. Bagaimana mungkin Della masih berada di tempatnya tiba-tiba pulang?.


2 bulan berlalu. Della masih sama saja. Perubahan hanya sedikit-sedikit saja. Tetapi nyatanya dia belum bisa berjalan dan masih tetap pada tempat duduk yang sudah menjadi kebutuhannya.


Della yang memang seorang Dokter sudah tau jauh-jauh hari bagaimana kondisi akhirnya. Bahkan dia sendiri mengatakan tidak mungkin sembuh dan hidup tidak ada harapan normal kembali.


Hanya Angga pria yang di cintainya dan pasti Angga juga mencintainya yang memberinya kekuatan dan selalu memberinya semangat. Tetap bersamanya dan berusaha agar Della kembali seperti dulu. Hanya pria itu yang menjadi tongkat untuknya.


Seperti sekarang ini Angga berdiri di depan pintu dengan ke-2 tangannya berada di dalam sakunya. Melihat ke arah Della yang tampak murung.


Angga menarik napasnya panjang dan membuang perlahan kemudian berjalan menghampiri Della. Angga berdiri di belakang Della membungkukkan tubuhnya dengan memegang ke-2 bahu Della.


Sehingga membuat Della sadar dari lamunannya dan menoleh ke atas dan melihat Angga yang sekarang sudah memeluknya dari belakang.


" Apa yang kamu pikirkan?" tanya Angga sudah menempelkan pipinya pada Della.


" Aku sangat merindukan keluargaku," jawab Della yang ternyata masalah keluarganya menjadi beban pikirannya.


" Apa kita harus pulang?" tanya Angga dengan lembut. Della menggeleng.


" Mereka akan sedih dengan keadaanku. Mama pasti akan menyalahkan dirinya. Atas apa yang terjadi padaku," jawab Della yang sudah tau akibatnya.


Tebakan Della memang benar. Della masih di ketahui saja sudah mendapat kekerasan fisik. Mamanya sudah stresnya minta ampun dan apalagi jika mamanya tau dia lumpuh karena hal itu. Mungkin saja akan pingsan atau bahkan spot jantung. Jika tau kondisi Della.


" Lalu apa yang harus aku lakukan. Supaya rasa rindu kamu terobati?" tanya Angga yang akan melakukan apapun demi Della.


" Kamu tidak perlu melakukan apa-apa. Kamu sudah melakukan banyak hal untukku. Jadi jangan melakukan apapun lagi," ujar Della yang melihat Angga.


" Aku tidak melakukan apapun untukmu. Semua yang aku lakukan adalah kewajibanku," ujar Angga dengan tulus berbicara pada Della.


" Angga sampai kapan kamu akan bersama ku?" tanya Della tiba-tiba.


Angga mendengarnya langsung pindah ke hadapan Della. Bersimpuh di depan Della. Meraih ke-2 tangan Della dan menatap mata Della yang terlihat sangat lelah.


" Tidak ada batas waktu. Aku akan tetap bersamamu tanpa batas waktu," jawab Angga dengan yakin penuh ketulusan di matanya.


" Walau aku akan tetap lumpuh selama-lamanya," ucap Della.

__ADS_1


" Iya. Della aku mencintai dirimu apa adanya dan aku sudah katakan itu dari dulu. Jadi jangan pernah membahas masalah fisik atau kesempurnaan. Karena aku jauh lebih tidak ada apa-apanya di bandingkan kamu," ujar Angga merendah diri di depan Della.


Bersambung


__ADS_2