Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 260


__ADS_3

Raihan dan Nayra sudah tiba di rumah David. David duduk di atas kursi roda dengan memakai syal dengan wajahnya yang pucat. Sementara Nayra berlutut di depan papanya. Suaminya berada dibelakangnya berdiri.


" Papa pikir kamu tidak akan menemui papa lagi," ujar David mengusap-usap pucuk kepala Nayra.


" Mana mungkin Nayra melakukan itu, Nayra sayang sama papa. Memang belakangan Nayra sibuk mengurus pernikahan kak Carey jadi Nayra tidak sempat menemui papa," ucap Nayra.


" Maafkan papa, jika sudah membuat kamu marah, membuat kamu kecewa," ucap David merasa bersalah memegang tangan putrinya.


" Iya pa. Papa tidak perlu minta maaf. Karena papa tidak salah. Nayra hanya emosi saja," sahut Nayra yang dengan berbesar hati mengakui jika tindakannya kemarin kepada papanya sangat kelewatan dan membuat papanya pasti kepikiran dengan hal itu.


" Papa tetap salah," sahut David. Nayra menggeleng. David tersenyum. Dia sangat bahagia bisa kembali bersama Nayra.


" Hmmmm, ya sudah kita pergi sekarang," ujar Nayra yang tidak ingin berlama-lama di rumah itu.


" Sebentar Nayra. Kita tunggu Vira dulu. Baru kita kerumah kamu," ujar David.


Mendengar nama Vira membuat Nayra mulai kesal. Wajahnya memang tidak bisa bohong jika memang tidak menyukai wanita itu.


" Memang Vira kemana pa?" tanya Raihan penasaran.


" Tadi dia keluar sebentar," jawab David.


" Vira tidak ada di rumah. Ini kesempatanku, siapa tau aku bisa menemukan sesuatu," batin Raihan yang memikirkan sesuatu.


" Memang harus menunggunya," sahut Nayra yang tampak tidak suka jika harus menunggu Vira.


" Sebentar saja Nayra," ujar David memegang pipi Nayra. Wajah putrinya yang cantik itu sudah mulai merengut.


" Sayang, aku ketoilet sebentar," ujar Raihan memegang pundak istrinya. Nayra mengangguk kan kepalanya. Raihan langsung pergi.


**********


Ternyata Raihan tidak pergi ketoilet. Dia malah memasuki kamar Vira. Raihan memasuki kamar itu dengan mengendap-ngendap seperti pencuri. Dia mengambil kesempatan untuk mencari sesuatu. Karena mengetahui Vira tidak ada di rumah itu.


Raihan menutup pelan pintu kamar itu setelah sudah berada di dalamnya. Dengan langkah kakinya yang juga pelan-pelan agar tidak menimbulkan suara.


" Aku harus menemukan sesuatu di sini," gumam Raihan yang benar-benar bertekat harus mendapatkan apa yang ingin di carinya. Sesuatu yang di butuhkannya untuk alat menyelidiki siapa Vira sebenarnya.


Raihan mulai mengacak-acak kamar itu. Membuka semua laci-laci yang ada di kamar itu. Melihat-lihat beberapa tumpukan map membuka lembarannya dengan cepat karena dia tidak memiliki banyak waktu.

__ADS_1


" Tidak ada sesuatu," gumamnya terus mencari. Dia memang tidak menemukan sesuatu di sana.


" Siapa dia sebenarnya, kenapa dia sangat misterius sekali," Raihan terus bergerutu di dalam hatinya. Sangat penasaran dengan Vira.


Tiba-tiba Raihan mendengar suara mesin mobil. Raihan melihat kejendela membuka tirai perlahan. Raihan yang mengintip melihat Vira yang ternyata sudah datang.


" Sial, cepat sekali dia kembali," gumam Raihan kesal. Dia belum mendapatkan apa-apa. Tetapi Vira sudah pulang.


Raihan langsung buru-buru menutup tirai jendela. Saat ingin keluar dari kamar itu. Pandangan mata Raihan tiba-tiba melihat sesuatu.


Yang terletak di atas meja yang sangat mencuri perhatiannya. Hanya foto anak kecil. Tetapi bukan itu yang mencuri perhatian Raihan. Tetapi latar belakang di mana foto itu berada.


" Panti asuhan kasih bunda," batin Raihan melihat dengan jelas tulisan besar itu.


Raihan langsung mengambil ponselnya dan memotret bingkai Foto. Tidak menunggu waktu lama Raihan langsung buru-buru keluar dari kamar itu.


Dengan cepat Raihan kembali menghampiri ruang tamu. Raihan bernapas lega saat melihat Vira belum ada di sana.


" Sayang, Vira sudah datang?" tanya Raihan dengan tenang.


" Belum sayang," jawab Nayra


" Papa sudah mau pergi," sahutan wanita terdengar. Yang ternyata wanita yang ditunggu- tunggu.


Vira langsung mendekati papanya. Sementara wajah Nayra mulai kesal. Dia jelas mengingat bagaimana Vira memfitnahnya. Bahkan gara-gara itu bayinya dalam bahaya.


" Iya Vira, Nayra sudah menunggu dari tadi," ujar David.


" Hay Nayra," sapa Vira dengan senyum penuh kepalsuan di wajahnya. Nayra tidak menanggapi bahkan tidak melihat wanita bermuka 2 itu.


" Nayra mumpung kamu di sini, aku minta maaf atas kejadian kemarin," ujar Vira membuat Nayra mendengus kasar.


" Sandiwara apa lagi yang ingin di lakukannya," batin Nayra bisa-bisa terpancing dengan manisnya kata-kata maaf yang keluar dari mulut Vira.


" Seharusnya kita tidak bertengkar seperti kemarin. Bukannya kita itu...."


" Sayang ayo! kita harus cepat pulang," sahut Raihan memotong pembicaraan Vira.


Nayra sangat bersyukur suaminya langsung berbicara. Karena yang ada Nayra bisa panas dengan Vira yang memang sengaja memancing emosinya dan membuat namanya semakin buruk di depan papanya.

__ADS_1


" Iya," sahut Nayra berdiri.


" Ayo pa," ajak Nayra.


" Vira, papa pergi, kamu bisa mengunjungi papa kalau kamu mau," ujar David berpamitan.


" Pasti Pa," sahut Vira.


Jelas dia sangat bahagia jika ditawarkan untuk mengunjungi. Memang itulah salah satu keinginannya agar punya alasan untuk bertemu Raihan.


Meski mamanya sudah mengatakan untuk tidak mengusik hubungan Raihan dan Nayra. Tetapi dia tidak peduli. Dia benar-benar jatuh hati pada Raihan dan memiliki keinginan untuk memilikinya


" Sudah pa ayo," sahut Nayra langsung kebelakang papanya, mendorong kursi roda papanya. Dia sangat muak berada di situasi itu. Mulut berbisa Vira akan semakin menjadi-jadi.


" Hati-hati pa," ujar Vira melambaikan tangannya dengan tersenyum ketika melihat punggung orang itu keluar di dari rumah itu.


" Apa kamu sangat bangga memiliki suami seperti dia. Bagaimana jika suamimu bersamaku. Apa kamu masih bisa berbuat apa Nayra. Kamu merasa menang karena Raihan bersamamu. Tetapi jika Raihan sudah tidak memihakmu. Aku bisa menjamin kamu akan hidup sangat menyedihkan,"


" Nayra untuk saat ini. Aku akan memberi kamu kelonggaran untuk bersenang-senang dulu dengan suami kamu. Karena aku harus mengurus sesuatu. Setelah itu aku akan kembali membuatnya jatuh hati kepadaku," batin Vira dengan tersenyum miring dengan penuh rencana.


**********


Akhirnya mobil Raihan sampai di rumah mereka. Raihan membuka pintu mobil untuk istrinya dan juga papa mertuanya. Raihan juga mengambil kursi roda David.


Membantu David duduk di atas kursi roda tersebut.


" Makasih Raihan," ucap David menepuk bahu Raihan.


" Sama-sama pa," jawab Raihan.


" Ini pertama kali papa mengunjungi rumah Nayra," ujar Nayra berdiri di belakang papanya dengan membungkukkan tubuhnya mendekatkan kepalanya kepapanya.


" Iya Nayra. Kamu harus buat papa beras," sahut David.


" Itu pasti pa," sahut Nayra tersenyum lebar, Ayo kita masuk! ajak Nayra.


Nayra pun mendorong kursi roda papanya dengan perlahan. Sementara Raihan mengambil koper papa mertuanya dari dalam bagasi dan membawanya masuk kedalam rumah menyusul sang istri.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2