
Mereka mencoba menghalangi apa yang di lakukan Saski terhadap Vira. Saski benar-benar emosi mendengar Vira telah mengandung anak dari Sony.
" Tante cukup!" ucap Carey yang menghalangi Saski berdiri di depan Saski agar tidak menyakiti Vira lagi.
" Minggir kamu Carey, anak itu harus di beri pelajaran," ucap Saski yang benar-benar darah tinggi.
" Tante nggak ada gunanya, Ini rumah sakit. Jangan buat keributan di sini. Carey mohon Tante," ucap Carey lagi.
" Tante benar kata Carey tidak ada gunanya Tante seperti ini. Tante tenangkan diri Tante dulu," sahut Dara.
Napas Saski naik turun dengan wajahnya yang memerah. Melihat Sony dan Vira yang duduk yang benar-benar di lindung.
" Pulang kamu Sony!" tegas Saski.
" Tapi ma," ucap Sony masih membantah.
" Pulang mama bilang!" bentak Saski.
" Sudah lah Sony kamu pulang aja. Nggak usah nambahin masalah," ucap Carey menyuruh temannya agar mendengarkan mamanya.
Sony melihat kearah Vira yang menunduk ketakutan. Sony menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.
" Baiklah!" jawab Sony yang harus memilih pulang. Agar sang mama tidak tambah marah.
" Kamu dengar wanita tidak tau diri. Jangan sekali-kali kamu mengganggu anakku lagi. Jika aku melihatmu bersamanya lagi. Aku akan pastikan. Jika kakakmu sadar aku akan langsung memenjarakannya," ujar Saski menegaskan dengan penuh ancaman menunjuk Vira.
" Ma," lirih Sony.
" Kecam kan kata-kata ku," tegas Saski lagi. " Ayo Sony pulang," ujar Saski langsung pergi.
" Dara tolong kamu bantu Vira," ujar Sony meminta tolong pada temannya. Dara mengangguk.
" Cepat Sony!" teriak Saski. Sony pun dengan berat hati akhirnya pergi.
Dara dan Carey langsung menghampiri Vira.
" Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Dara.
Vira mengangkat kepalanya. Dan memperlihatkan wajah pucatnya. Tubuhnya yang bergetar hebat karena schok dengan kemarahan Saski.
" Ayo Vira," ujar Carey membantu Vira berdiri. Dion dan Dara juga membantunya. Saat sudah berdiri. Tubuh Vira lemah dan membuatnya pingsan. Untungnya Dion masih menahan tubuh Vira yang hampir jatuh ke lantas.
" Astagfirullah, Vira," lirih Carey kepanikan melihat Vira.
" Vira bangun! Vira," Dion yang kembali duduk dengan Vira di pangkuannya mencoba untuk membangunkan. Tetapi Vira sama sekali tidak kunjung bangun.
" Biar aku panggil Dokter," ujar Dara panik dan langsung keluar.
Dion pun langsung dengan cepat menggendong Vira. Dan membawanya kuat dari ruang perawatan Ramah. Carey pun mengikut di belakangnya.
*****************
Sony dan Saski sudah pulang kembali. Sepanjang di dalam mobil di perjalanan. Sasy terus mengoceh seperti kereta apa yang tiada hentinya. Sampai sekarang.
" Kamu selesaikan hubungan kamu dengan wanita itu," tegas Sasy yang sudah memasuki rumah.
__ADS_1
Sony yang sedari tadi diam saja. Sekarang hanya duduk dan mendengarkan mamanya yang merocos dengan kata-kata yang sama.
" Tapi Vira hamil," sahut Sony membuka suara.
" Jadi maksud kamu. Kalau dia hamil. Kamu mau menikahinya begitu hah!" sahut Saski yang pasti tidak akan setuju.
" Kamu nggak usah sok suci dan sok-sokan mau bertanggung jawab. Selama ini juga banyak wanita yang datang kerumah ini menuntut mama karena kamu meninggalkan mereka. Kamu memberi mereka harapan palsu kepada Meraka. Dan juga ada yang mengaku-ngaku juga hamil dan kamu diam saja. Kamu bahkan tidak peduli dan membiarkan mama yang mengatasi para wanita itu," teriak Saski.
Memang sudah terbiasa dengan kenakalan Sony. Yang terlalu bebas. Dia juga sebagai ibu sudah capek dengan tingkah anaknya itu.
" Vira beda ma, dia beneran hamil dan itu anak Sony," sahut Sony dengan lembut. Jika dia bicara dengan emosi juga sang mama bisa tambah emosi.
" Wanita itu menjebak kamu. Jadi itu adalah resiko dia sendiri," ujar Sasy.
" Ma, Vira mungkin salah. Tapi dia sudah bertobat. Lagian Sisil bukan mama kandungnya dan Sisil juga sudah mati. Vira dan Ramah sudah bertobat apa salahnya kita memberi mereka kesempatan," ucap Sony.
" Mau Sisil sudah mati atau belum. Bagi mama tidak bedanya. Jika kamu masih berhubungan dengan wanita yang tidak benar seperti dia. Sekali-kali otak kamu itu di pake. Kamu selalu saja melakukan semua tanpa otak. Kamu tidak pernah memikirkan perasaan mama," ujar Saski.
" Kamu dengar ya Sony. Jika kamu masih berhubungan dengan wanita itu. Kamu hanya tinggal melihat mama mati. Karena sampai kapanpun. Mama tidak akan sudi menerimanya," tegas Saski. Sony dia tanpa menjawab. Saski pun langsung pergi.
Sony mengusap wajahnya dengan kasar sampai mengusap kepalanya dengan ke-2 tabgannya. Beberapa kali dia membuang napasnya dengan kasar.
" Apa yang harus aku lakukan. Mama benar-benar membenci Vira. Karena Vira anak dari Sisil. Tetapi Vira sedang mengandung anakku. Tapi jika aku menentang mama. Mama mungkin tidak akan main-main dengan ucapan. Lalu bagaimana ank itu," Sony bergerutu di dalam hatinya bimbang tidak tau tau harus mengambil jalan yang mana.
**********
Sementara di rumah sakit. Vira sudah berbaring di atas ranjang. Dengan ke-2 tangannya di letakkan di atas perutnya. Dion, Carey dan Dara masih ada di sana menunggu Vira bangun.
" Kenapa bisa jadi seperti ini. Bisa-bisanya Vira mengandung anak Sony," batin Carey yang simpatik dengan Vira. Walau dia selalu cemburu dengan Vira. Tetapi dia adalah wanita dan yang terjadi dengan Vira itu sangat memperihatinkan.
Yang tidak habis pikir dengan sosok wanita yang di kenalnya dari dulu sangat ramah dan bahkan baginya ibu yang baik untuk Vira dan juga Ramah. Tetapi dendam memang merubah segalanya.
" Jika Tante Saski tidak menerima Vira. Lalu bagaimana anak yang di kandung Vira. Bahkan anak itu sama sekali. Tidak tau apa-apa. Dia tidak berdosa. Tetapi harus menanggung semuanya karena perbuatan mamanya," batin Dara yang kasihan dengan Vira.
Vira mulai mengerjapkan matanya dan membukanya perlahan. Tangannya langsung memegang kepalanya yang masih terasa sangat berat.
" Vira," lirih Dion mendekat. Pandangan Vira belum sempurna. Dia masih melihat wajah yang samar-samar.
" Kamu tidak apa-apa Vira?" tanya Dion yang panik. Vira menoleh ke arah samping dan melihat yang berbicara. Pandangannya sudah jelas. Dia melihat Dion, Carey dan Dara.
" Apa kamu baik-baik saja?" tanya Dara.
" Iya aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menjagaku," jawab Vira dengan suara seraknya.
" Tidak kok, kamu tidak perlu berterima kasih," sahut Dara.
" Sebaiknya kalian pulang saja. Aku tidak apa-apa. Aku bisa sendiri," ujar Vira yang tidak mau di repotkan.
" Tidak Vira. Tidak ada yang direpotkan," sahut Dion.
" Dion pulanglah, aku tidak apa-apa," ujar Vira merasa tidak enak dengan Carey. Vira takut Carey akan salah paham
" Dion, Carey, sebaiknya kalian pulang saja. Biar aku yang menemaninya," sahut Dara mengambil keputusan.
" Kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Dion memastikan.
__ADS_1
" Iya. Aku tidak apa-apa," jawab Vira.
" Baiklah! kalau begitu. Aku sama Carey pulang dulu. Dara ada apa-apa kamu kabari ya," ujar Dion.
" Iya pasti," jawab Dara.
" Ya sudah ayo Carey kita pulang," ajak Dion Carey mengangguk.
" Dara aku duluan. Vira kamu jaga kesehatan ya," ujar Carey sebelum pamit.
" Iya kalian hati-hati ya," sahut Dara. Dion dan Carey pun akhirnya pergi.
************
Nayra sedang makan malam bersama Carey, Jihan, dan David di rumah Nayra. David memang masih tinggal di sana dan Jihan sesekali berada di sana.
" Jam berapa Dion jemput kamu Carey?" tanya Jihan.
" Dion lagi ada kerjaan di Luar kota. Jadi Carey menginap di sini saja," jawab Carey.
" Carey, bagaimana ke adaan Vira. Apa benar Vira mengandung?" tanya David yang sudah mendengar desas-desus itu.
" Iya om, dia memang hamil," sahut Carey. " Dan Tante Saski tidak menerima kehamilannya," lanjut Carey.
" Apa hubungannya sama Saski?" tanya Jihan mengkerutkan dahinya. Heran dengan pernyataan Carey.
" Anak yang di kandungnya. Anak Sony," jawab Carey.
David, Jihan dan Nayra mendengarnya langsung kaget. Sampai mulut mereka menganga.
" Apa anak Sony. Jadi hubungan mereka benar-benar berlanjut. Bukannya Raihan bilang Sony hanya mendekati Vira saja dan tidak ada apa-apa," batin Nayra yang tidak habis pikir dengan masalah itu.
" Astaga, kok bisa sampai kayak gitu. Apa itu juga sebuah permainan," sahut Jihan yang tidak habis pikir.
" Aku juga tidak tau ma. Tetapi yang jelasnya. Tante Saski memang tidak akan merestui hubungan itu," sahut Carey dengan yakin.
" Apa itu berarti Sony tidak akan bertanggung jawab," sahut Nayra.
" Meski aku Sony seperti apa sangat berandalan dan suka main perempuan. Tetapi aku bisa melihat dia punya niat bertanggung jawab dengan Vira. Tetapi ke adaan tidak mendukungnya," sahut Saski.
" Berarti jika itu benar terjadi. Bayi yang di kandung Vira akan lahir tanpa seorang ayah," sahut David.
" Iya om. Memang akan seperti itu," sahut Carey.
" Tidak ada bedanya denganku. Anakku juga lahir tanpa seorang ayah. Tidak mungkin. Raihan akan datang. Karena dia berjanji akan membesarkan anak kami sama-sama," batin Nayra mengusap perutnya dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.
" Nayra kamu kenapa?" tanya David yang melihat putrinya sendu.
" Tidak apa-apa pa. Nayra ingat Raihan," jawab Nayra memang jujur apa adanya jika dia mengingat suaminya.
" Sudah sayang kamu makan lagi ya," ujar Jihan mengusap rambut Nayra.
" Iya ma," jawab Nayra. Tersenyum tipis. Senyum yang harus di tunjukkan agar orang-orang percaya bahwa dia memang tidak apa-apa.
Bersambung.....
__ADS_1