
" Ya ampun tidak terasa sudah jam segini," ujar David melihat arloji di tangannya " Saya harus kembali, terlalu nyaman bercerita, sehingga lupa waktu," lanjut David.
" Benar Pak maaf, maaf sudah mengambil waktu Bapak," sahut Nayra.
" Tidak, saya yang minta maaf, karena saya kalian tidak makan berduaan," sahut David merasa tidak enak. Raihan hanya tersenyum.
" Tidak apa-apa Pak David. Saya dan istri saya justru senang karena. Di beri kesempatan untuk makan bersama bapak," sahut Raihan bersikap sopan.
" Pak Raihan bisa saja," sahut David, " Ya sudahlah saya pamit ya," ujar David merapikan jasnya dan berdiri.
" Iya Pak," sahut Nayra berdiri. Raihan juga berdiri. Mereka saling berjabat tangan dengan tersenyum bahagia.
" Kalau begitu saya permisi dulu," ujar David pamit sekali lagi.
" Iya terima kasih Pak," sahut Raihan dan Nayra.
Nayra dan Raihan kembali duduk. Nayra melihat paper bag yang tadi di bawakan David. Mengambil kotak persegi di dalamnya.
" Apa ini?" tanya Nayra penasaran.
" Buka saja kalau penasaran," ujar Raihan.
" Tidak apa-apa nih," ujar Nayra masih memegang kotak persegi itu. Dia sangat penasaran dengan isinya. Raihan mengangguk.
Nayra yang semakin penasaran membuka isinya. Matanya berbinar melihat isi hadiah tersebut dress berwarna krem yang sangat manis berbahan lembut.
" Ya ampun cantik banget," puji Nayra kagum melihat dress yang di berikan David.
" Cantik kan?" tanya Nayra pada Raihan. Raihan mengangguk tersenyum.
" Aku boleh make ini?" tanya Nayra meminta izin pada suaminya. Raihan mengangguk mengusap pucuk kepala Nayra.
" Kamu boleh memakainya kapanpun kamu mau. Itu hadiah untuk kamu. Jadi pakailah jika kamu ingin memakainya," jawab Raihan membuat senyum mengembang di wajah Nayra.
" Terima kasih," sahut Nayra memeluk Raihan. Menempelkan kepalanya di dada Raihan.
__ADS_1
" Dia papamu Nara dan sudah sewajarnya kamu menerima semua pemberiannya. Maafkan aku pernah melarangmu untuk menolak pemberiannya," batin Raihan mengingat pernah cemburu dengan David. Karena David memberi Nayra banyak hadiah dan Nayra menerima saja.
*************
Mobil Della berhenti di kantor polisi. Hari ini Della kekantor Polisi untuk mengunjungi Angga. Sebenarnya dia tidak ingin mengunjungi Angga.
Kayla yang sedang sakit semenjak Angga masuk penjara menyuruh Della untuk melihat kondisi Angga. Karena Kayla merindukan anaknya.
Terakhir bertemu sewaktu Angga pertama kali masuk penjara dan saat itu Kayla tidak pernah datang karena sangat sakit bila bertemu putranya.
Sudah ada 15 menit Della berada di dalam mobil. Ke-2 tangannya di letakkan di setir mobil dengan jarinya yang mengetuk-ngetuk stir mobil. Della sangat ragu bertemu Angga sudah lebih 2 bulan Della tidak pernah bertemu Angga.
Huhhhhhhh beberapa kali Della hanya membuang napasnya melihat ke arah kantor polisi.
" Masuk tidak ya?" tanyanya bingung.
" Tapi aku sudah janji pada Tante Kayla. Aku tidak boleh mengecewakannya. Apapun itu aku harus bertemu Angga. Tante Kayla harus melihatnya," Della terus bergerutu.
Menarik napas panjang. Membuang perlahan memutuskan keluar dari mobilnya menemui Angga sahabatnya dan Pria yang pernah di cintainya.
Della tidak tau harus bicara apa. Karena waktu itu Della juga tidak sempat untuk memaki Angga atau apapun karena perbuatan Angga. Setelah lama menunggu akhirnya Angga datang dengan tangan di borgol di depannya dan 1 polisi berjaga di belakangnya.
Della yang tadi menundukkan kepalanya melihat ke arah Angga. Melihat Pria itu yang sekarang sedikit kurus. Angga juga melihat Della. Dia kaget melihat sahabatnya dan wanita yang pernah mengatakan cinta kepadanya.
" Della," lirih Angga. Della tidak bisa berbicara apa-apa. Namun matanya bergenang. Tidak tau dia prihatin dengan ke adaan Angga atau justru sangat marah. Karena perbuatan Angga yang sangat menjijikkan.
" Kenapa kamu kemari?" tanya Angga yang masih berdiri. Della tidak menjawab dan membuka tasnya mengambil ponselnya.
" Tante Kayla ingin melihat ke adaanmu," jawab Della menghubungi Kayla lewat Vidio Call. Angga pun duduk di depan Della.
Della memberikan ponselnya pada Angga ketika sudah tersambung dengan Kayla yang terbaring di rumah sakit. Air mata Angga langsung jatuh melihat mamanya yang lemas dengan selang infus di hidungnya.
" Mama," lirih Angga.
" Bagaimana ke adaan kamu?" tanya Kayla lewat Vidio Call dengan suaranya yang serak. Kayla meneteskan air matanya melihat Angga yang begitu kurus.
__ADS_1
" Aku baik-baik saja. Maaf mah," ujar Angga menunduk dia tidak sanggup melihat kondisi mamanya yang lemah tak berdaya pasti karena dirinya.
Della yang berada di depan Angga tidak tahan dan akhirnya air matanya jatuh. Tapi berusaha mengalihkan wajahnya agar tidak terlihat menangis.
" Angga kamu jangan mengira mama benci sama kamu. Sampai kamu mama tidak datang Kesana. Mama tidak bisa kesana karena mama sedang sakit. Mama menyuruh Della untuk melihat ke adaan kamu," jelas Kayla dengan suaranya yang lemah.
" Iya mah, aku tau. Tetapi itu perlu. Aku baik-baik saja mama jaga kesehatan. Aku tidak apa-apa. Jangan memikirkanku. Aku minta maaf gara-gara aku. Mama seperti ini. Maaf sudah menyakiti hati mama. Maaf mah, maaf, maafkan Angga," Angga terus mengulang perkataannya menyesali perbuatannya. Mungkin mengatakan maaf beribu kali. Tidak akan bisa membayar rasa sakit hati wanita yang melahirkannya.
Kayla yang tidak tahan melihat kondisi Angga mengakhiri Vidio call tersebut.
" Maaf mah," ujar Angga lagi dengan air mata yang berlimpah. Memberi perlahan ponsel itu pada Della. Dengan cepat Della menghapus air matanya dan mengambil ponselnya. Buru-buru memasukkannya ke dalam tasnya.
" Aku datang hanya untuk itu saja, jadi aku harus pulang," ujar Della langsung berdiri.
" Terimakasih, sudah datang kemari," ujar Angga membuat Della menahan langkahnya untuk tidak pergi.
" Maaf Della jika apa yang aku lakukan membuat kamu dan anak-anak kecewa. Maaf," ujar Angga Della menurunkan kepalanya melihat ke arah Angga.
" Angga kamu benar. Kami semua kecewa dengan kamu dan juga Carey. Kami juga ingin mengatakan kalian berdua sangat jahat. Tapi ketahui lah kami tidak pernah meninggalkan kamu dan juga Carey. Mungkin kamu merasa. Kenapa sampai sekarang tidak ada yang datang untuk melihatmu dan juga Carey. Kami hanya tidak siap melihat kalian. Rasa kecewa marah atas apa yang kalian lakukan belum bisa hilang. Dan aku ingin kasih tau sama kamu. Dari awal kamu di penjara sampai sekarang. Nayra masih tetap sakit. Dia masih trauma sampai detik ini," jelas Della.
" Aku mengakui semua kebodohanku Della. Aku mencintai wanita yang di cintai sepupuku. Aku tidak terima dengan hubungan mereka sehingga membuatku gelap mata. Menghancurkan mental Nayra. Aku mengakui semuanya. Aku menerima semua hukumannya. Di penjara. Kehilangan keluarga. Kehilangan Eyang sampai detik ini tidak melihatku. Kehilangan sepupu. Andini dan Raihan yang menganggapku sangat menakutkan dan kehilangan. Luci, Sony, Dara, Cecil dan juga kamu. Aku menerima semua balasan dari perbuatanku. Aku ikhlas jika kalian semua membenciku," ujar Angga yang memang merasa pantas mendapatkannya.
" Jika seperti itu. Perbaikilah semuanya Angga. Penjara bukan tempat yang menyakitkan. Penjara membuat kamu bisa banyak belajar. Jika memang benar-benar kamu menyesal. percayalah kami hanya butuh waktu untuk bertemu denganmu. Kami tidak pernah meninggalkanmu. Kami bukan sahabat yang tidak tau diri," ucap Della dengan tegas.
" Aku pergi dulu. Jaga kesehatan mu," ujar Della kembali pamit.
" Bagaimana perasaanmu kepadaku?" tanya Angga tiba-tiba menghentikan langkah Della. Della menelan salavinanya dan kembali melihat Angga yang Angga juga melihatnya.
" Aku sudah memberikan kesempatan untuk diriku sendiri. Mengerti situasi. Tetapi semakin lama aku semakin menyadari. Jika kata mencintaimu. Hanyalah sebuah ucapan yang hanya ingin memiliki. Bukan berasal dari hati. Jadi aku menyadari jika perasaanku selama ini salah. Aku tidak pernah mencintaimu," tegas Della dengan yakin akan hatinya.
Angga tersenyum menahan sedih mendengar hal itu.
" Terima kasih Della, paling tidak di dalam hidupku ada wanita yang mengakui perasaannya kepadaku. Jadi terima kasih pernah mencintaiku. Walau akhirnya kamu menyadari perasaan kamu yang salah," sahut Angga berbesar hati menerima ucapan Della Della tersenyum.
" Baiklah, aku pergi dulu. Jaga kesehatanmu," ujar Della langsung pergi meninggalkan Angga
__ADS_1
๐น๐น๐น๐น๐น๐นBersambung ๐น๐น๐น๐น๐น