
" Sayang masker kamu buka dong. Kitakan mau makan," tegur Jihan pelan pada Nayra yang masih memakai masker.
" Iya ma?" jawab Nayra sambil membuka maskernya.
" Nayra lagi hamil. Makanya seperti itu, jadi mohon maaf jika membuat kurang nyaman Tante dan juga kamu Dion," sahut Raihan menjelaskan kenapa istrinya seperti itu.
" Nayra hamil?" tanya Erina.
" Benar tante? jawab Nayra.
" Selamat ya Nayra atas kehamilan kamu, semoga janinnya baik-baik saja," ujar Erina dengan tersenyum lebar.
" Terima kasih Tante," jawab Nayra.
" Hmmm, baiklah mari kita mulai makan dulu, makanannya hampir dingin," ujar Jihan mempersilahkan.
" Semua ini Carey yang membuatnya," lanjut Jihan lagi mempromosikan masakan sang putri. Pasti hal itu membuat Erina tersenyum.
" Tidak salah kan Dion pilihan mama. Kamu akan terus kenyang dengan masakan istri kamu. Selain cantik dia pintar memasak," ujar sang mama yang menggoda Dion. Pasti wajah Dion hanya semakin kesal.
" Bukan Carey saja. Tapi mama juga membantu," sahut Carey.
" Lihatlah Dion betapa rendah hati sekali dia," sahut mamanya lagi yang terus memuji calon menantunya. Carey hanya semakin malu dengan hal itu. Sementara Raihan dan Nayra tersenyum lebar.
" Kenapa dia pintar sekali cari perhatian. Dasar wanita kebanyakan Drama," batin Dion semakin kesal.
" Hmmm, Carey. Tante tidak akan bisa makan. Sebelum Carey memberi keputusan yang jelas untuk semua ini. Tante ingin kamu menjelaskan semuanya," ujar Erina belum merasa lega.
" Bagaimana Carey apa kamu menerima lamaran kami?" tabya Erina langsung to the point dengan harapan yang banyak.
Carey mendengar hal itu melihat 1 persatu orang yang ada di meja makan itu. Dia juga melihat ke arah Dion yang terus melihatnya.
" Aku ingin tau apa wanita ini masih berani mengatakan iya saat aku ada di sini," batin Dion.
" Carey jawab sayang, tidak baik membiarkan mereka menunggu," tegur sang mama.
" Bismillah," lirih Carey pelan dengan tangannya yang saling mengatup di atas pahanya.
" Ma, insyaallah Carey bersedia menikah dengan anak Tante Erina," jawab Carey setelah yakin dengan keputusannya.
Dion langsung membulatkan matanya sempurna sampai ingin keluar. Saat Carey berani berani menerima lamarannya.
Erina tersenyum lebar mendengar keputusan yang di ambil Carey membuatnya bahagia. Jihan, Nayra dan Raihan juga tersenyum dengan keputusan itu.
__ADS_1
" Apa kau gila," ujar Dion pelan menatap Carey. Tetapi sang mama mendengar langsung menyenggol Dion dengan sikunya agar menjaga sikafnya. Carey yang juga dapat mendengarkan hal itu tidak menanggapinya.
" Tante tidak menyangka dengan berita bagus ini. Jika begini. Maka Tante akan makan lih banyak lagi," sahut Erina yang sangat bahagia.
" Dia benar-benar sinting. Enteng sekali mulutnya mengatakan itu. Dia pikir dia siapa," desis Dion yang kepanasan di dalam hatinya.
" Semoga keputusan yang di ambil kak Carey. Semoga Dion bisa menerima semua kekurangan kak Carey," batin Nayra melihat ke arah kakanya.
" Dion sepertinya tidak mengharapkan hal ini. Tetapi aku tau bagaimana dia. Semoga saja pelan-pelan dia bisa menerim perjodohan ini dengan ketulusan hatinya," batin Raihan yang terus melihat wajah Dion yang tidak terlihat kebahagian di sana.
" Aku tidak tau keputusan ini sudah tepat atau tidak. Tetapi aku yakin ini keputusan yang sudah tepat," batin Carey tersenyum tipis menutupi kebimbangan hatinya.
" Kalau begitu kita harus secepatnya membicarakan pernikahan Dion dan juga Carey," sahut Erina sudah tidak sabaran.
" Itu terlalu cepat," sahut Dion langsung membantah.
" Dion," desis Erina pelan.
" Mama tidak bisa melakukan ini," protes Dion dengan pelan.
" Kamu diam saja," ujar Erina pelan.
" Sial," batin Dion yang benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.
*********
" Carey itu wanita pilihan dia pantas menjadi istri kamu. Walau kamu tidak pantas jadi suaminya. Seharusnya kamu bersyukur wanita itu mau menerima kamu," sahut Erina yang bicara ceplos-ceplos.
" Walaupun hanya tinggal dia wanita satu-satunya. Dion tidak akan Sudi menikahinya," kecam Dion yang terus menolak.
" Tutup mulut kamu. Bicara tidak memiliki sopan santun. Kamu dengar ya Dion mama tidak mau kamu banyak protes lagi. Mam hanya ingin pernikahan kamu dan Carey tetap terjalin," tegas Erina.
" Dion tidak mau," bantah Dion dengan yakin.
" Kalau kamu tidak mau. Mama juga tidak mau menganggap kamu sebagai anak," sahut Erina berdiri lalu pergi. Dion tidak bisa menjawab apa-apa lagi.
" Ma," teriak Dion yang sama sekali tidak di respon Erina.
" Sial," teriak Dion mengacak rambutnya frustasi.
" Semua ini gara-gara wanita sialan itu," desis Dion duduk di Sofa dengan mengusap kasar wajahnya dengan ke-2 tangannya.
" Dia ingin menikah dengan ku. Menerima lamaran itu dengan enteng. Baiklah! aku akan membuatmu menyesal dengan semua keputusanmu," batin Dion dengan kemasalah di wajahnya.
__ADS_1
**********
" Ma Carey, pamit ketempat Nayra dulu," ujar juga mencium punggung tangan mamanya yang duduk di sofa.
" Sekalian bawa ini untuk Nayra," ujar Jihan memberikan kantung plastik untuk Carey.
" Oke," jawab Carey.
" Assalamualaikum," ucap Carey pamit.
" Walaikum salam," sahut Jihan.
Carey menuruni anak tangga, melewati banyak bunga-bunga. Beberapa karyawan yang berpapasan dengannya tersenyum menyapanya. Carey juga membalas senyuman itu. Karena memang sangat ramah.
Saat ingin keluar dari tempat itu. Carey dikejutkan dengan Pria yang di kenalnya yang berdiri di samping mobilnya. Pria yang rapi dengan kaca mata hitamnya berdiri sebentar-sebentar melihat jamnya.
" Ngapain dia di sini," gumam Carey menghampiri Dion.
" Apa kamu mencari seseorang?" tanya Carey. Dion kaget sedikit dengan wanita yang di tunggunya sudah ada di depannya.
" Aku ingin bicara denganmu," ujar Dion.
" Apa,bicaralah," sahut Carey.
" Aku tidak tau apa alasanmu menerima lamaran itu. Aku tidak tau apakah kau sedang dalam perawatan kejiwaan atau aku tidak kau ingin balas dendam denganku karena membuat kegaduhan disini. Makanya kau menerima lamaran itu," ucap Dion.
" Kau ingin aku menjawabnya. Atau kau ingin mengatakan yang lain," sahut Carey bingung.
" Baiklah tutup point saja. Percuma aku menolak pernikahan itu. Tidak akan ada gunanya sama sekali. Walau aku tidak pernah Sudi untuk menikah denganmu," ujar Dion.
" Lalu," sahut Carey dengan santai.
" Masuk kemobil ku! titah Dion.
" Untuk apa?" tanya Carey bingung.
" Sudah masuk saja. Aku hanya ingin bicara di mobil," sahut Dion masuk terlebih dahulu. Carey yang di penuhi kebingungan menurut saja untuk masuk.
" Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Carey.
Dion membuka laci yang ada di dalam mobilnya. Dion mengambil map coklat dari dama laci itu.
" Baca!" ujar Dion. Carey yang bingung langsung mengambilnya dan membuka isi Mao itu. Carey juga langsung membacanya. Matanya membulat sempurna saat melihat judul awalnya.
__ADS_1
..." Kontrak pernikahan," ...
Bersambung.....