Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 317.


__ADS_3

Flash back.


Della mendorong kursi rodanya ke arah ruang tamu. Tetapi dia menghentikan dorongannya itu ketika melihat tamu di sana yang sama sekali tidak di kenalnya dan dia tidak tau siapa itu.


" Benar Pak Angga. Bapak dan Bu Della harus kembali pulang. Karena kondisi Bu Della sudah di ketahui semua orang dan Bu Aca dan Pak Tomy sangat frustasi mendengarnya. Dia ingin Della segera pulang. Karena 2 anaknya juga belum kembali," ucap Pria yang di suruh Alex itu.


" Anak! maksudnya siapa?" tanya Angga bingung mendengar kata anak. Della yang menguping di sana juga terlihat bingung.


" Luci dan Celine yang sudah masuk kedalam jebakan Sisil yang tak lain orang tua dari Pria yang mencelakai Bu Della," jawab Pria itu. Membuat Angga kaget.


Della yang mendengarnya juga kaget. Tidak percaya. Jika rumah yang di tinggalkannya. Ternyata sedang mengalami masalah besar. Dan 2 adiknya yang masuk dalam jebakan yang membuatnya tidak paham dengan kata-kata itu.


" Apa maksudnya?" tanya Angga belum mengerti.


" Semua ini karena dendam Sisil," ucap Pria itu.


" Sisil. Siapa Sisil dan apa urusannya dengan keluarga kami?" tanya Angga penuh kebingungan.


" Sisil adalah saudara diri dari mama anda. Dia dipenjara. Karena sudah membuat kegaduhan bertahun-tahun lalu. Dia balas dendam pada, Bu Zira, Bu, Kayla, Bu, Aca, Bu, Jihan, Bu Tasya dan Bu Putri melalui anak-anak mereka,"


" Vira dan Ramah adalah anaknya yang di suruh untuk mengahancurnkan anak-anak dari wanita yang bencinya yang membuatnya merasa di buang. Seperti Bu Della yang sudah di atur pertemuannya dengan Ramah dan juga Bu Nayra dan Bu Carey dan pak Raihan yang sudah di kecoh masalah rumah tangganya oleh Vira,"


" Dan sampai mereka pada akhirnya menyekap, Pak Sony, Bu Andini. Bu Luci, dan Bu Celine. Mereka di jebak dengan chat palsu yang mengatas namakan Bu Della. Dan hampir saja. Bu Dara terjebak. Tetapi untungnya masih terselamatkan," jelas Pria itu menyampaikan apa yang sudah di katakan Alex kepadanya.


Della mendengarnya benar-benar terkejut sampai tidak percaya. Jika 2 adiknya sedang dalam bahaya.


" Jadi selama ini Ramah hanya menjalankan balas dendam dari mamanya, makanya dia sangat kasar kepadaku. Dia sengaja melakukannya karena suruahan mamanya," batin Della benar-benar tidak percaya dengan kejadian yang di terimanya.

__ADS_1


" Maka dari itu. Mohon pak Angga agar secepatnya pulang. Kasian Bu Aca yang terus menangis," ucap Pria itu. Angga mengangguk saja.


" Baiklah aku akan membujuk Della untuk pulang," sahut Angga dengan wajah senduhnya.


" Jadi mama sudah tau Kondisiku. Kasihan Angga. Dia pasti di salahkan karena membawaku pergi. Apa yang aku lakukan kenapa Della kamu terus menjadi beban untuk Angga. Della kamu tidak bisa seperti ini. Kamu sadar jika kamu tidak pantas untuknya," batin Della dengan air matanya menetes yang di sadarkan dengan kekurangannya.


" Kamu memang harus kembali Della. Masalah tidak akan selesai. Jika kamu berada di sini dan kamu juga harus melepaskan Angga," ucapnya yakin.


Flassaon


" Maafkan aku Angga. Kita memang tidak bisa bersama. Aku tidak ingin kamu menghabiskan waktu mu. Hanya untuk wanita cacat seperti ku. Ini yang terbaik untuk kita berdua," batin Della yang merasa sesak di dadanya.


Keputusan yang di ambilnya memang membuat dia terluka. Karena memang dia tidak punya pilihan lain selai itu.


Mendengar pembicaraan Angga dengan Pria itu dan merenungi semuanya. Akhirnya Della memilih mengakhiri hubungannya dengan Angga.


***********


Angga berada di dalam kamar. Duduk di pinggir ranjang dengan ke-2 tangannya berada di wajahnya mengusap sampai kerambutnya. Yang ternyata air matanya harus menetes.


" Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu Della," gumamnya yang kesulitan bicara. Ternyata apa yang di dengarnya dari Della. Membuatnya benar-benar terluka. Dia merasakan sakit hati yang besar. Sangat kecewa dengan Della yang tidak menghargainya.


" Apa memang aku pantas mendapatkan semua ini. Karena aku baru merasakannya bagaimana sakitnya ketika aku mencintaimu dan kau tidak menganggapnya. Kau menyalahkan ku atas semuanya," Angga hanya bisa bergerutu saja dengan penuh kekecewaan.


" Apa kau Della. Dia sudah membuat Luci dan Celine di sekap dan kau dengan mudahnya mengatakan ingin kembali kepadanya," Angga tersenyum tanpa mengandung arti.


" Ternyata apa yang kita lalui tidak berarti apa-apa untukmu. Sama sekali tidak kau juga bahkan tidak menganggapku ada. Kau meragukanku semuanya. Aku mungkin pantas mendapatkan semua ini,"

__ADS_1


" Ini memang kesalahanku. Kau benar aku yang salah. Aku yang membuatmu menderita. Aku memang salah Della," Angga berbicara sendiri dan menyalahkan dirinya sendiri.


Tidak tau menerima atau tidak dengan apa yang terjadi yang jelas Angga merasa memang dia pantas mendapatkan semua itu. Tidak tau apakah dia akan bisa menuruti Della.


Setelah pulang ke Indonesia apakah dia bisa tidak menemui wanita itu lagi. Dia sangat mencintainya dan apa mungkin dia menerima dengan berakhirnya semua hubungan itu.


********


Setelah mengalami pertikaian kemarin. Akhirnya Angga dan Della bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia. Semua pakaian Della di bantu Suter untuk di masukkan kedalam mobil.


Dan sekarang suster juga sudah mendorong kursi roda Della menuju depan rumah di mana Angga sudah memasuki barang-barang mereka kedalam mobil yang di bantu penjaga rumah.


Setelah kejadian itu Angga dan Della tidak saling bicara dan bahkan Angga terlihat cuek kepadanya dan memang itu yang di inginkan Della. Pria itu membencinya. Agar Angga bisa menemukan kebahagiannya. Karena kehadirannya. Hanya akan membuat Angga sengsara.


Setelah selesai memasukkan semua koper ke dalam bagasi mobil. Angga menoleh ke arah Della dan Della langsung mengalihkan pandangannya.


Angga menghampiri Della dan tanpa bicara langsung mengangkat Della dari kursi roda ala bridal style tanpa berkata apapun dan wajah itu sangat dingin bahkan tidak melihat Della sama sekali.


Angga mendudukkan Della di samping mengemudi. Memasangkan seat belt pada Della dengan wajahnya yang dingin membuat Della menelan salavinanya dan hanya melihat wajah Angga yang sampai detik ini tidak ingin melihatnya.


" Mungkin kamu memang sudah membenciku," batin Della. Seharusnya dia bahagia. Karena rencananya berhasil tetapi tidak dia tidak bahagia. Malah sangat sedih dengan perlakuan Angga.


Setelah selesai memasangkan Della seat belt. Angga langsung melipat kursi roda Della dan langsung memasukkan kebelakang mobil. Dan Della melihat dari kaca spion bagaimana Angga berpamitan dengan suster dan penjaga rumah.


Setelah itu Angga langsung memasuki mobil dan diam tanpa bicara sepatah katapun. Angga pun melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


" Memang seperti ini jauh lebih baik," batin Della yang merasa tidak rela. Jika Angga benar-benar sangat cuek kepadanya. Walau itu adalah keinginannya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2