
Raihan mendengarkan kalimat itu membulatkan matanya. Dia benar-benar terkejut dengan apa yang di katakan mamanya. Raihan masih terdiam meresapi apa yang di katakan mamanya ke padanya benar atau tidaknya.
" Ma, Raihan tidak salah dengar apa maksud mama bicara seperti itu," sahut Addrian masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Zira.
" Iya Addrian, orang tua kandung Nayra adalah David dan Jihan. Orang tua Nayra yang sekarang. Hanya orang tua angkat dan. Aryo sendiri adalah paman dari Nayra," sambung Addrian menjelaskan lebih detail.
Zira pun akhirnya menceritakan semua kronologi dari awal bagaiman Nayra bisa di rawat oleh Aryo.
Bibir Zira terus berbicara menceritakan kisah filu Nayra yang ternyata sudah ada sejak lahir. Raihan dengan serius mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut mamanya.
Pastinya Zira menceritakan hal itu dengan mata yang bergenang. Begitu juga dengan Raihan, mendengarkan cerita mamanya mengenai istrinya membuat matanya berkaca-kaca.
" Jadi itu alasan mama selama ini sangat peduli dengan Nara?" tanya Raihan setelah mamanya selesai bercerita.
" Maafkan mama Raihan, mama tidak seharusnya menyembunyikan ini kepada kamu. Mama sangat menyayangi Nayra.
Mama tidak ingin siapa pun menyakitinya. Meski itu kamu sendiri," ujar Zira dengan suara seraknya.
" Mama tidak menyangka. Jika takdir mempertemukan kalian berdua. Karena ketakutan mama yang berlebihan. Mama membuat kalian berpisah. Tanpa memikirkan perasaan kamu dan juga Nayra," lanjut Zira menyesali semua tindakannya.
" Lalu ada apa dengan ingatan Nayra, apa yang mama lakukan kepadanya?" tanya Raihan dengan wajah serius.
Sebelumnya Nayra pernah mengatakan ke pada Raihan. Jika Nayra tidak mengingat masa kecilnya sama sekali. Bahkan tidak ada bayangan yang muncul.
Raina dan Alex melihat ke arah Zira. Hal yang sama juga di lakukan Addrian. Istrinya sebelumnya tidak menceritakan masalah yang di katakan Raihan.
" Apa maksud kamu Raihan?" tanya Addrian bingung.
" Nara pernah bercerita. Jika dia tidak pernah mengingat sedikitpun tentang masa kecilnya. Tidak mungkin tidak ada teringat sepintas di ingatannya. Jika tidak terjadi apa-apa," jawab Raihan melihat terus ke arah mamanya.
" Iya, Nayra memang tidak mengingat masa kecilnya, sewaktu di Amerika. Karena pengaruh vitamin yang di berikan Aryo kepadanya," jawab Zira jujur.
" Vitamin apa, vitamin yang sengaja di berikan kepada Nara," sahut Raihan sinis.
" Raihan, sudahlah kamu jangan memperpanjang masalah lagi. Yang penting sekarang kamu sudah tau. Jika Nayra anak dari David dan Jihan," sahut Addrian yang tidak ingin Raihan malah memperkeruh suasana.
" Iya Raihan, yang terpenting itu sekarang Nayra. Kita jangan membahas masa lalu lagi," sambung Alex yang setuju dengan Addrian.
Raihan mencoba menenagkan dirinya. Dia pasti sangat kecewa dengan apa yang di sembunyikan mamanya selama ini.
Belum lagi Raihan sangat sakit hati dengan Jihan yang ingin membunuh Nayra saat masih bayi. Bahkan Carey juga melakukan hal yang sama.
__ADS_1
" Aku hanya tidak habis pikir, dengan semua fakta yang ada. Aku saja yang mendengarnya tidak kuat. Bagaimana Nayra nanti," sahut Raihan yang langsung memikirkan Nayra.
" Papa tau apa yang kamu rasakan. Tapi kamu juga harus tau, menjadi mamamu tidaklah mudah. Dia memberikan semua kasih sayangnya kepada Nayra selama ini dan itu semua di pendamnya sendiri. Jadi kamu juga tidak boleh menyalahkan mamamu atas kejadian ini," jelas Addrian membuat Raihan mengerti.
" Iya, Raihan tau ini bukan salah mama. Mama melakukan semua itu dengan penuh pertimbangan dan hanya demi keselamatan Nara. Raihan hanya bingung menyampaikannya kepada Nayra," jawab Raihan yang sudah mulai sedikit mengerti dan meredakan kemarahannya.
" Kak Raihan, tunggu lah Nayra sampai benar-benar pulih, baru beri tahu dia," sahut Raina memberi saran.
" Lalu bagaimana dengan Pak David dan Tante Jihan?" tanya Raihan.
" Papa yang akan membicarakannya dengan David. Kamu fokus pada Nayra saja," sahut Addrian mengambil alih.
" Lalu bagaimana jika Pak David marah dan malah mengambil Nara. Membawanya pergi," sahut Raihan dengan hatinya yang was-was. Takut jika hal itu benar-benar terjadi.
Addrian, Zira, Raina dan Alex saling melihat. Mereka juga tidak pernah memikirkan hal itu. Karena memang Nayra dilahirkan untuk menjadi pewaris keluarga Wilson. Yang artinya Nayra juga akan tetap melakukan hal itu.
" Apa yang harus Raihan lakukan. Jika pada akhirnya dia mengambil Nara," sahut Raihan lagi yang mulai cemas.
" Raihan, kamu jangan berpikir yang aneh-aneh. Semua itu tidak akan terjadi. Meski Nayra anak kandung David. Dia tidak berhak atas Nayra. Karena Nayra sudah dewasa. Jadi David tidak berhak atas diri Nayra," ujar Addrian dengan yakin.
" Baiklah, jika seperti itu. Aku akan memberi tahunya ketika dia sudah sembuh," sahut Addrian dengan yakin. Semua penghuni ruang tamu mengangguk setuju.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk-
Nayra terus batuk-batuk di wastafel, selain batuk Nayra juga muntah. Raihan berdiri di belakangnya mencoba memijat belakang leher Nayra agar mengeluarkan apa yang tersumbat di tenggorokannya.
Raihan juga mengikat rambut Nayra agar dia bisa leluasa memijat-mijat belakang leher Nayra.
Raihan melihat ke wastafel dan melihat Nayra kembali mengeluarkan darah. Nayra mencuci mulutnya dan melihat dirinya di cermin.
Saat melihat dirinya di cermin, sekilas Nayra melihat lintasan menyeramkan yang di terimanya. Membuatnya memegang kuat pinggir wastafel seakan ketakutan.
Raihan yang melihat itu langsung membalikkan tubuh Nayra menghadap dirinya. Napas Nayra naik turun seakan ada yang mengejarnya.
Raihan mengambil tisu dan melap mulut Nayra. Juga dahinya yang mulai berkeringat.
" Tidak apa-apa ayo," Ajak Raihan membawa Nayra keluar dari kamar mandi. Dia tidak ingin Nayra sampai mengingat-ingat hal buruk lagi.
Raihan mendudukkan Nayra di atas ranjang. Nayra menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dan Raihan duduk di depannya..
Raihan memberi Nayra minum, Nayra meneguk setengah dari gelas itu.
__ADS_1
" Sudah enakan?" tanya Raihan.
" Belum, tenggorokan sangat sakit, perutku juga mual," jawab Nayra dengan suara berat.
Dia memang terus merasa sakit pada tenggorokannya.
" Itu hanya pengaruh obat," jawab Addrian lembut.
" Apa aku akan seperti ini terus?" tanya Nayra menyandarkan kepalanya di bahu Raihan, Raihan meletakkan tangannya di pundak Nayra membawanya ke dekapannya.
" Kami akan sembuh. Tenggorokanmu tidak akan sakit lagi," jawab Raihan mengusap-usap kepala Nayra.
" Tapi kenapa aku merasa sakit terus," keluh Nayra.
" Iya aku tau, tapi semuanya akan cepat hilang, jangan terlalu banyak berpikir, kamu akan secepatnya sembuh," jawab Raihan memberi semangat ke pada Nayra.
" Ya sudah kamu istirahatlah," ujar Raihan.
" Iya," sahut Nayra.
" Apa kamu mau makan?" tanya Raihan.
" Tidak, aku belum lapar, aku mau tetap di sini bersamamu," jawab Nayra. Raihan tersenyum.
" Ya sudah jika ingin makan katakanlah," ujar Raihan.
" Iya," sahut Nayra yang terus memeluk Raihan.
" Raihan," panggil Nayra.
" Hmmmm," jawab Raihan.
" Aku bosan di dalam, aku mau ingin keluar," ujar Nayra yang sudah merasa jenuh.
Sudah seminggu dia dalam Apartemen terus. Raihan melepas pelukannya dan melihat istrinya.
" Kamu mau keluar?" tanya Raihan. Nayra menganggukkan kepalanya.
Raihan tersenyum mungkin perkembangan kesehatan mental Nayra sudah mulai membaik.
๐น๐น๐น๐น๐น๐นBersambung ๐น๐น๐น๐น๐น
__ADS_1