
" Apa tidak ada obat untuk mengurangi rasa sakitnya?" tanya Rahan
" Setiap sakit pasti ada obatnya. Tetapi nona Nayra sendiri tidak ingin mengkonsumsinya. Karena memang jika ketagihan mengkonsumsinya akan berpengaruh pada rahimnya," jawab Dokter.
" Lalu apa yang sebaiknya di lakukan?" tanya Raihan dengan serius.
" Cukup jaga pola makannya, makan yang teratur dan makanan siap saji agak di kurangi. Jangan terlalu stress, mungkin kedepannya jika nona Nayra mengalami masa haid rasa perihnya akan berkurang," jelas Dokter.
Raihan mengingat bagaimana Dokter menjelaskan tentang kesehatan Nayra. Nayra memang memiliki asam lambung. Karena pola makan yang tidak teratur dan juga terlalu banyak memakan makanan siap saji.
Raihan mengambil ponselnya dan menekan tombol memanggil Alex sang manager yang juga adalah sahabatnya sewaktu SMA.
**********
Di sisi lain Raka yang berdiri tegak. Di depan tenda sedang menelpon, wajahnya terus melihat Nayra yang di ujung sana sedang berbicara dengan beberapa warga.
" Baiklah kalau begitu," ujar Raka menutup telponnya, memasukkan kembali ponselnya kedalam saku bajunya.
" Ada apa dengannya, apa itu urusanku," gumam Raka yang bingung dengan Raihan yang sepertinya banyak sekali memerintahkan Alex.
Nayra selesai berbicara dengan para ibu-ibu tersebut. Nayra tersenyum dan melangkahkan kakinya masuk kedalam tenda.
Nayra tersenyum menunduk saat akan melewati manager tersebut.
" Nayra tunggu! panggil Alex menghentikan langkah Nayra.
" Iya Pak," sahut Nayra menghadap Alex.
" Apa kamu sudah makan?" tanya Alex. Nayra menatap heran. Tumbenan atasannya menanyakan tentang masalah makannya.
" Hmmm belom pak?" jawab Nayra.
" Kenapa kamu belum makan, ini sudah jam 2 siang?" tanya Alex nada sedikit keras. Nayra terkejut. Masa iya di bentak gara-gara tidak makan.
" Bukannya, tadi bapak menyuruh saya menyiapkan laporan," ujar Nayra dengan bibir bergetar.
Alex menggaruk kepalanya kasar. Dia memang menyuruh Nayra sebelum Raihan menelponnya.
" Lupakan laporan itu, sekarang kamu makan!" perintah Alex.
" Iya Pak," jawab Nayra bingung.
" Pastikan makanan yang kamu makan itu sehat," ujar Alex dengan serius.
" Iya Pak," jawab Nayra menunduk dan melangkahkan kakinya.
" Kenapa Pak Alex malah memarahiku, hanya karena tidak makan," gerutu Nayra bingung.
" Sialan, si Raihan apa urusanku mengawasi makan orang lain, memang aku baby siternya," desis Alex kesal.
Alex di kenal manager yang sangat galak. Pemarah dan tegas. Harga dirinya benar-benar turun hanya karena menanyai karyawannya masalah makan yang seumur hidup tidak pernah di lakukannya. Dan semua itu gara-gara Raihan yang seenaknya memerintahnya.
__ADS_1
*********
Kediaman Addrian Admaja Wijaya
Hari ini Kayla dan Ilham berkunjung kerumah Addrian sang kakak. Mendengar kunjungan sang adik ipar dan juga sahabatnya itu. Zira menyiapkan banyak menu makan malam.
Bukan hanya Kayla dan Ilham, Putri dan Yuda bersama anak satu-satu mereka Andini juga ikut berkunjung.
Sekarang mereka sudah memenuhi meja makan dan mulai menikmati makan malam yang khusus di masakkan oleh Zira. Raihan, Raina juga ikut bergabung bersama mereka.
" Andini, kamu jadi mengambil S2 di Perth university," tanya Zira sambil mengunyah makanannya.
" Iya Tante, tetapi masih perlu belajar yang giat supaya bisa lolos seleksi," jawab Andini.
" Itu bagus, pendidikan memang harus nomo 1," tambah Addrian.
" Iya Om, Nayra juga akan melanjutkan S2 nya di Perth," ujar Andini membuat Raihan sejenak menghentikan makannya.
" Oh iya, tetapi Nayra kok nggak ada bilang ya sama om ya," ujar Addrian yang merasa tidak dapat kabar.
" Sayang, Nayra memang sempat mengatakan itu ke padaku. Beberapa bulan lalu. Tetapi aku sudah terlanjur mendapaftarkannya di Universitas di Turki," sahut Nayra. Raihan langsung melihat ke arah mamanya.
" Lalu Nayra setuju?" tanya Putri.
" Hmmm, dia setuju. Jika tidak ada halangan tahun depan mungkin dia akan berangkat," ujar Zira dengan senyum lebarnya.
" Bukannya impian Nayra, di Perth ya Tante," sahut Andini yang memang Nayra mengidamkan melanjutkan S2 di Kampus yang sama dengannya.
" Ma menurut Raina, sebaiknya kali ini biarkan saja Nayra memilih tempat yang terbaik untuknya. Lagi pula Nayra sudah dewasa. Jika Pert impiannya biarkan saja. Lagi pula Nayra gadis yang pintar pasti dia bisa lolos seleksi," ujar Raina mengeluarkan pendapatnya.
Sementara Raihan mendengarnya hanya diam dan menyimak pembicaraan itu.
" Benar Tante," sahut Andini menyetujui.
" Sudahlah Nayra sendiri tidak masalah. Jika dia tidak mau, dia bisa katakan. Tetapi dia tidak menolak. Berati dia juga setuju," ujar Zira dengan yakin.
" Nayra memang tidak pernah menolak apapun yang mama inginkan," batin Raina melihat ke arah kakaknya.
" Sudah-suda, Andini Raina, kalian tenang saja kali ini Nayra tidak akan mengabulkan permintaan Zira," sahut Kayla tersenyum lebar.
" Kenapa?" tanya Ilham pada istrinya.
" Karena aku akan menikahkan, Nayra dengan Angga. Dan aku yakin Nayra akan lebih menuruti apapun keinginan suaminya," ujar Kayla dengan percaya diri.
Raihan mendengarnya langsung kaget. Andini, Raina, Zira dan Addrian langsung melihat ke arah Raihan yang sepertinya tidak terima.
" Benarkah, berarti Nayra akan menjadi menantu kamu," sahut Putri tersenyum
" Iya, Nayra akan menjadi menantuku. Aku tidak tau kenapa Angga begitu terobsesi dengan Nayra. Wajar saja sih Nayra cantik, pintar ya sangat sempurna. Angga memang tergila-gila dengannya. Sekarang aja ni yah, Angga menyusul Karyawan EXlain ke Desa Suka Jadi. Dan aku yakin alasannya pasti karena mengetahui Nayra ada di sana," jelas Kayla dengan lancar.
Raihan mengepal tangannya saat mengetahui jika Angga berada di tempat yang sama dengan Nayra. Raina dan Andini bisa melihat kemarahan Raihan di wajah Raihan.
__ADS_1
" Ya Semoga saja di Desa tersebut tidak terjadi bencana susulan," sahut Yuda
" Aku sudah selesai," ujar Raihan langsung berdiri dan langsung pergi dari meja makan. Kupingnya sangat panas mendengar tentang hal itu.
Raihan langsung memasuki kamarnya. Raihan duduk di pinggir ranjang mengusap wajahnya kasar.
" Jadi dia menyusul Nara," desis Raihan yang kesal.
***********
Raina memasuki kamarnya dan melihat Putri kecilnya yang sudah tertidur lelap. Raina mencium kening Putrinya. Ponselnya berdering.
Raina melihat pesan masuk dari Wanya.
...Besok Pak Raihan akan ke Desa Suka Jadi....
...Pesan dari Raka....
" Kak Raihan pasti ingin menyusul Nayra, Hhhh kenapa jadi serumit ini. Semakin lama mama semakin mendekatkan Nayra di lingkungan ini. Apa mama tidak tau jika semua itu hanya akan menyiksa Raihan," gumam Raina yang sangat khawatir dengan kakaknya.
*********
Nayra duduk memeluk tubuhnya, matanya melihat langit yang di penuhi bintang. Entah apa yang dipikirkannya. Dia terus menatap langit itu dengan wajahnya yang pemikir.
" Nayra," tegur seorang Pria dengan suara seraknya.
Nayra tersentak kaget dan langsung membalikkan tubuhnya, mengangkat kepalanya melihat suara Pria yang memanggilnya.
" Pak Angga," ujar Nayra tidak percaya dan langsung berdiri menghadap Angga yang sekarang tersenyum kepadanya.
" Bapak kok bisa ada di sini?" tanya Nayra.
" Memang ada larangan jika aku ada di sini," jawab Angga.
" Tidak Pak, saya hanya heran saja, tiba-tiba sudah ada di sini," ujarnya lagi.
" Itu," tunjuk Angga pada tenda yang bertuliskan EXlain, " Beberapa karyawan dari Perusahaan ada di sini," ujar Angga.
" Iya Pak, saya juga tau. Tetapi saya sebelumnya tidak pernah melihat bapak ada do sini," ujar Nayra gugup.
" Saya memang sengaja datang, untuk mengawasi karyawan saya dan juga kamu," ujar Angga tanpa basa-basi.
" Hah, saya," sahut Nayra bingung menunjuk dirinya. Angga mengangguk tersenyum.
Ternyata di sisi lain, Della melihat Angga dan Nayra yang berbicara saling berhadapan. Nayra dan Angga terlihat begitu dekat bahkan Angga tersenyum bahagia saat bersama Nayra.
" Apa Angga sengaja datang kemari hanya untuk Nayra," batinnya menebak.
Della menarik napasnya dan pergi meninggalkan tempat tersebut. Della memang sangat sial. Cintanya bertepuk sebelah tangan.
Sudah lama menyukai, tetapi Angga tidak pernah meliriknya sama sekali. Angga jatuh cinta pada Nayra. Entah sejak kapan. Tetapi Della tau jika Angga memang menyukai Nayra.
__ADS_1
...Bersambung...........