
Penembakan yang di lakukan Sisil kepada Ramah menyebabkan Ramah koma dan bahkan tidak sadarkan diri dari sekian lamanya. Vira sang adik yang terus menemani Ramah. Dia setia menunggu sang kakak agar bangun kembali.
Tidak tau apakah ketika Ramah bangun akan mendapatkan hukuman dari perbuatannya kepada Della atau tidak. Karena memang jelas. Tomy sang papa tidak menerima semua perbuatan Ramah yang sudah membuat putrinya lumpuh. Jadi banyak kemungkinan Tomy juga akan melanjutkan kasus Ramah.
Mobil Sony berhenti di depan rumah sakit. Apa lagi yang di lakukannya jika tidak untuk menemui Vira. Sony keluar dari mobilnya dengan membawa kantung plastik.
Sony memang kerap kali datang kerumah sakit. Sekedar menanyakan keadaan Vira dan Ramah dan memberikan Vira beberapa makanan. Karena tau Vira sangat spele dengan dirinya.
Sony turun dari mobil. Yang ternyata saat Sony yang baru keluar dari rumah sakit. Dara juga ada di sana dan saat memasuki rumah sakit Dara melihat Sony.
" Sony, mau ngapain dia?" apa dia ingin menemui Vira," batin Dara yang bertanya-tanya tentang tujuan Sony kerumah sakit.
" Ahhh, bodo amat," ucap Dara yang sepertinya tidak mau ikut-ikutan.
Saat Dara ingin melangkahkan kakinya. Tiba-tiba mobil berhenti di samping mobil Sony yang terparkir yang dia sangat mengenali siapa pemilik mobil itu.
" Tante, Saski," gumamnya hapal dengan mobil Saski. Dugaannya benar sang pengemudi langsung keluar. Saski yang berjalan buru-buru yang langsung memasuki rumah sakit.
" Ngapain Tante Saski kemari?" batin Dara yang kebingungan dengan dengan melihat wajah Saski yang tampak marah. Dara yang penasaran pun akhirnya menyusul Saski.
Tidak berapa lama Dara memasuki rumah sakit. Di saat yang kebetulan juga. Mobil Dion berhenti di depan rumah sakit. Yang juga ada Carey di sampingnya.
" Kita ngapain kemari?" tanya Carey heran. Suaminya mengajaknya pergi dan tadi mampir di supermarket membeli buah dan sekarang di rumah sakit.
Dari pemikirannya pasti menjenguk orang sakit. Tetapi siapa orangnya. Carey belum bisa menebaknya.
" Kita lihat keadaan Ramah sebentar," jawab Dion sambil membuka seat beltnya.
" Kakaknya Vira maksud kamu?" tanya Carey yang masih diam tanpa membuka seat beltnya.
" Iya. Selama Ramah koma. Aku baru sekali melihatnya dan aku belum pernah melihat keadaannya lagi. Vira hanya mengabari lewat telpon masalah perkembangannya," ujar Dion.
" Seberapa sering dia saling menelpon dengan Vira," batin Carey yang apa-apa langsung cemburu.
Terkadang Carey memang sangat risih dengan perhatian suaminya kepada Vira. Dia tau Vira dan Ramah adalah sahabatnya. Tetapi menurutnya itu sangat berlebihan.
Apa lagi mendengar Dion mengatakan sendiri Vira hanya mengabari lewat telpon. Kata itu berarti menyimpulkan yang apa-apa Vira menelpon suaminya tanpa sepengetahuannya. Apapun itu alasannya. Sebagai istri Carey sangat cemburu dan risih dengan hal itu.
" Kenapa masih diam, ayo!" ajak Dion. Carey hanya mengangguk dengan wajahnya yang sendu. Karena memang dia sudah tidak bersemangat lagi.
Carey dan Dion pun turun dari dalam mobil. Dion membawa bingkisan buah dan berjalan di samping Carey yang sama sekali tidak bersemangat.
**********
Sony berjalan melewati koridor rumah sakit dengan santai yang pasti tujuannya langsung pada ruang perawatan Ramah.
" Semoga saja Vira ada di sana," gumam Ramah yang sudah berdiri di depan ruangan itu.
Tangannya langsung memegang kenopi pintu dan langsung membuka pintu dan kepalanya yang terlebih dulu masuk melihat kedalam dan memang dia melihat Vira ada di sana yang duduk di samping ramah dengan memegang tangan sang kakak.
" Sony," lirih Vira saat melihat Sony. Sony tersenyum dan langsung melangkah masuk.
" Bagaimana keadaan, Ramah?" tanya Sony.
" Masih sama seperti itu," jawab Vira singkat.
" Oh iya aku bawakan kamu makanan," ucap Sony memberikan kantung plastik yang sedari tadi di genggamnya kepada Vira.
" Makasih ya, seharusnya kamu tidak perlu repot-repot," jawab Vira tersenyum kecil.
__ADS_1
" Tidak merepotkan," sahut Sony. Mata Sony turun kepada perut Vira. Sony memang tau jika anak yang dikandung Vira adalah anaknya.
Karena Vira memang sudah mengatakan hal yang sebenarnya. Awalnya Vira tidak ingin memberi tahu dan membuatkan semuanya seperti itu saja.
Karena dia memang berencana akan pergi jauh setelah kakaknya sadar dan tidak berharap apa-apa pada Sony. Ingin bertanggung jawab atau tidak. Karena memang dia sudah menerima semua resikonya.
Dan lagian. Walau Vira sudah mengatakan sejujur-jujurnya masalah bayi di rahimnya.
Sony juga tidak langsung mengatakan bertanggung jawab atau tidak bertanggung jawab.
Karena memang Sony orang yang sangat plin-plan. Jadi dari pada berharap banyak mending dia mengalah dan tidak berharap apa-apa dari Sony.
" Lalu bagaimana dengan kandungan mu?" tanya Sony dengan gugup.
" Baik-baik saja," jawab Vira yang juga gugup dan tangannya reflek memegang perutnya. Sony berjongkok tiba-tiba di depan dan membuat Vira kaget.
" Apa yang kamu lakukan?" tanya Vira schcok.
" Boleh aku menyentuhnya?" tanya Sony menatap Vira dengan dalam. Vira kaget mendengar kata-kata Sony.
" Vira!" tegur Sony lagi.
Vira tidak menjawab dan langsung mengangguk. Memperbolehkan Sony melakukan hal itu. Sony tersenyum dan langsung mengusap lembut perut yang masih rata itu.
Ternyata Saski sang mama harus menyaksikan apa yang di lakukan Sony. Tujuannya kerumah sakit adalah untuk mengikuti Sony. Karena sudah geram dengan Sony yang sama sekali tidak pernah mendengar ucapannya.
Sekarang Saski harus melihat putranya yang melakukan hal yang menjijikkan baginya dan mungkin membuatnya marah dan langsung ingin menerkam saat itu juga.
" Sony!" bentak Saski yang mendorong pintu dengan kuat.
Sony membalikkan tubuhnya dan melihat Sam mama. Sony ataupun Vira kaget dengan kehadiran sang mama.
" Mama," lirih Sony tidak percaya jika mamanya benar-benar menangkapnya bersama Vira.
" Apa yang kamu lakukan," teriak Saski dengan suaranya menggelegar.
Saski langsung berjalan penuh kemarahan mendekati Vira dan juga Sony. Saski langsung menarik Sony menjauh dari Vira.
" Berani sekali kamu menggunakan tanganmu untuk menyentuh wanita hina sepertinya," teriak Saski dengan kata-kata yang kasar menghina Vira.
" Ma, dengar dulu," ujar Sony yang sudah berdiri di depan mamanya. Vira yang juga panik langsung bangkit dari duduknya.
" Kamu benar-benar tidak pernah mendengarkan mama. Bisa-bisanya kamu menghabiskan hari-hari kamu hanya untuk wanita ini," tunjuk Saski pada Vira.
" Tante salah paham, semua tidak seperti apa yang Tante pikirkan," sahut Vira.
" Diam kamu," bentak Saski membuat Vira tersentak kaget.
" Ma cukup apa yang mama lakukan," sahut Sony yang seakan tidak terima mamanya membentak Vira.
" Kamu benar-benar anak kurang ajar. Hidup kamu sudah di pengaruhi wanita ini dan sekarang kamu bisa berbicara apa yang mama lakukan," ucap Saski marah-marah dengan Sony tanpa ampunan.
" Tante, semua tidak seperti yang Tante pikirkan," sahut Vira lagi yang mencoba untuk menjelaskan.
Plakkkk
Vira langsung mendapat tamparan keras di pipinya. Sampai wajahnya miring kesamping dengan tangannya yang memegang pipinya.
" Ma," gertak Sony.
__ADS_1
" Wanita hina seperti kamu masih berani bicara," tunjuk Saski di dada Vira.
" Apa kamu sadar apa dan kakak dan mamamu lakukan kepada keluarga kami. Kalian bukan hanya membuat rumah tangga orang lain berantakan. Kalian juga membuat wanita lumpuh seumur hidup dan yang paling parah kalian membuat seorang istri kehilangan suaminya dan anaknya akan lahir tanpa seorang ayah dan kau masih berani mendekati putraku. Apa kau tidak tau malu," teriak Saski.
Vira hanya diam dengan meneteskan air matanya sementara Sony masih terkejut dengan apa yang di lakukan mamanya.
" Ma cukup!" bentak Sony yang sudah berada di depan mamanya seakan melindungi Vira.
" Kau membelanya apa kau tidak sadar apa yang sudah di lakukannya," ujar Saski yang ingin berusaha kembali ingin mencabik-cabik Vira. Tetapi Sony menghalanginya.
" Minggir kamu Sony," bentak Saski.
" Mama tidak bisa seperti ini. Semua yang terjadi bukan salah Vira," bentak Sony.
Plakkk.
Sony mendapat tamparan dari sang mama.
" Sony," lirih Vira yang merasa bersalah dengan Sony.
" Kamu benar-benar sudah di pengaruhi wanita ini. Wanita yang sudah menghancurkan semuanya,"
" Sini kamu," Saski kembali menarik tangan Vira dan langsung menghempas tubuh Vira sampai akhirnya Vira terhuyung kedingding.
" Mama," teriak Sony.
" Vira," tiba-tiba Dion datang kaget melihat apa yang terjadi. Carey juga kaget melihat Vira yang sudah duduk di lantai menahan sakit.
Dan bersamaan dengan Dara yang juga datang. Dara menutup mulutnya dengan apa yang terjadi di ruangan itu. Bahkan di depan orang yang sedang koma.
" Tante ada apa ini,?" tanya Carey benar-benar bingung. Sementara suaminya sudah menghampiri Vira.
" Apa-apaan ini Tante?" tanya Dion yang masih terkejut.
" Itu pelajaran untuk wanita itu," teriak Saski
" Cukup ma!" bentak Sony yang langsung menghampiri Vira dan berjongkok untuk membantu Vira.
" Lihatlah Sony. Kamu masih membela wanita itu. Dia sudah menghancurkan hidup kamu," teriak Saski.
" Mama benar-benar keterlaluan. Apa yang mama lakukan bisa membunuh cucu mama sendiri," tegas Sony. Membuat semua orang kaget.
" Cucu, apa maksud Sony," batin Carey bingung. Vira kaget mendengar kata-kata Sony. Dion dan Dara juga sama kagetnya mendengar kalimat yang keluar dari mulut Sony.
" Apa maksud kamu.
" Asal mama tau wanita yang mama perlakukan sangat kasar telah mengandung anakku, darah dagingku sendiri yang tak lain adalah cucu mama," tegas Sony memperjelas.
Saski langsung spot jantung mendengarkan hal itu. Bisa-bisanya anak dari wanita yang di bencinya mengandung cucunya.
" Jadi bayi yang di kandung Vira adalah anak Sony," batin Carey yang tidak percaya dengan hal itu.
" Jadi benar. Vira hamil dan Sony adalah ayahnya," batin Dara yang shcok dengan hal itu. Meski dia sudah menebak-nebak kearah sana.
" Apa yang kamu katakan Sony?" tanya Saski dengan menekan suaranya.
" Itu adalah kenyataan. Vira sedang mengandung anakku. Apapun tanggapan mama. Tetapi itu kenyataannya," ucap Sonya.
" Anak kurang ajar," Saski kembali emosi dan benar-benar ingin menghabisi Vira menarik Vira. Tetapi Dion dan Sony menghalanginya.
__ADS_1
" Tante, cukup, Tante," Dara dan Carey berusaha menahan Saski agar tidak menghakimi Vira lagi. Apapun itu Vira sedang hamil dan dari hati nurani semuanya sangat kasihan melihat keadaan Vira.
Bersambung.....