Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 76


__ADS_3

Raihan dan Nayra menikmati makan malam di pesawat. Dengan khas makanan di dalam pesawat. Meski mereka makan kelihatan tenang dan santai, padahal keduanya sering curi-curi pandang.


Tidak Nayra yang sebentar-sebentar melirik Raihan. Begitu juga dengan Raihan, yang sebentar-sebentar melirik kesampingnya. Untung saja Alex tidak berada di antara mereka ber-2. Bisa-bisa di kembali menjadi kambing conge.


Tiba-tiba Nayra menghentikan makannya. sepertinya ingin menanyakan sesuatu kepada Raihan. Tetapi sepertinya di sangat gengsi.


" Raihan," tegur Nayra. Raihan dengan cepat menoleh kesamping.


" Kenapa?" tanya Raihan. Nayra melihat ke arah Raihan. Menelan salavinanya. Sepertinya mulutnya sangat sulit mengeluarkan suara.


" Ada apa?" tanya Raihan yang belum menemukan jawaban dari Nayra. Nayra malah menunduk.


" Bagaimana ke adaan Tante Zira?" tanya Nayra dengan gugup.


" Keadaan yang seperti apa?" bukannya menjawab Raihan malah bertanya kembali.


" Setelah kejadian kemarin, Apa dia masih sedih?" tanya Nayra terbata-bata.


Jujur Nayra memang selalu memikirkan Zira. Apa lagi setelah Nayra membuat kegaduhan atas tuduhannya pada Raihan. Dia memikirkan Zira yang pasti steres. Nayra memang sangat mengkhawatirkan Zira.


" Kau memikirkan perasaannya?" tanya Raihan. Terus melihat Nayra dan sudah menghentikan makannya. Nayra pun melihat Raihan dan mengangguk. Mereka cukup saling melihat sebentar.


" Kenapa kau memikirkan perasaan mama Nara. Apa kau berpikir jika mama selama ini memikirkan perasaanmu. Justru dia tidak pernah mempedulikan perasaanmu. Dia hanya mempedulikan egonya saja, batin Raihan melihat ketulusan dari mata Nayra.


" Apa Tante Zira baik-baik saja?" tanya Nayra lagi.


" Dia baik-baik saja, jangan berlebihan memikirkannya," ujar Raihan mengalihkan pandangannya kembali melihat ke makanannya.


" Setelah pulang dari sini, aku akan mengatakan yang sebenarnya kepadanya," ujar Nayra tiba-tiba merasa bersalah.


" Tidak, biarkan semuanya seperti itu, semuanya sudah terlanjur," sahut Raihan.


" Raihan, aku tidak ingin Tante Zira kecewa kepadaku. Aku akan meluruskannya kembali," ujar Nayra dengan yakin.


" Itu semua tidak perlu. Semuanya sudah terlanjur," ujar Raihan.


" Tapi,"


" Nara...Cukup," sahut Raihan memotong pembicaraan Nayra.


Nayra terdiam, dan kembali menyuapkan makananya kemulutnya.

__ADS_1


" Nara kenapa kamu tidak pernah bilang jika mama yang menyuruhmu memutuskan hubungan kita," ujar Raihan secara tiba-tiba.


Nayra tidak jadi menyendokkan makanan itu ketika mendengar pertanyaan Raihan. Bahkan dia kesulitan menelan salavinanya. Dia tidak menyangka jika Raihan akhirnya mengetahui hal itu, seharusnya memang Nayra tidak perlu kaget.


Karena sebelumnya dia sudah memancing Raihan untuk mencari tau hal itu. Karena dia tau Raihan orang yang sangat penasaran.


" Akhirnya kamu mengetahuinya?" ujar Nayra mengambil sebotol air mineral dan mencoba membukanya. Tetapi Raihan meraihnya dari tangan Nayra dan membuka tutup botol itu.


" Katakan, kenapa kau tidak mengatakannya?" tanya Raihan lagi sambil memberi Nayra air mineral yang sudah di bukanya.


" Aku rasa itu tidak ada gunanya lagi," jawab Nayra setelah selesai minum.


" Nara aku ingin tau alasannya. Karena semua itu tidak adil untukku. Tidak adil kamu memutuskan hubungan kita hanya karena mama," ujar Raihan.


" Kamu selalu merasa tidak pernah adil," sahut Nayra tersenyum miring. Raihan menarik napasnya dalam dan membuangnya perlahan.


" Kalau begitu katakan Nara," ujar Raihan yang terus mendesak Nayra.


" Aku sudah mengatakan itu tidak penting lagi," ujar Nayra dengan penuh penegasan.


" Tetapi itu penting untukku. Kenapa Nara kamu selalu menuruti kemauan mama. Bahkan kamu lebih mementingkan ke inginan mama di bandingkan hubungan kita," ujar Raihan.


" Sudahlah aku tidak ingin membahasnya," Nayra mengalihkan pandangannya.


" Itu tidak penting Raihan," jawab Nayra.


" Katakan Nayra," ujar Raihan.


Nayra kembali melihat ke arah Raihan. Menatap bola mata yang mengandung arti simpatik.


" Mamamu memberikan segalanya. Yang tidak aku dapatkan dari orang tuaku," jawab Nayra.


Raihan mendengarnya sungguh prihatin dengan Nayra yang termakan hutang Budi.


" Jadi karena itu juga kamu memutuskanku, kamu lebih memperdulikan perasaan mama dari pada aku?" tanya Raihan. Nayra membuang napasnya kasar.


" Raihan semua yang di lakukan mama kamu. Demi kebaikan kamu dan juga aku. Apa yang di katakannya kepadaku dan semua yang di suruh mama kamu semua masuk akal. Jadi tidak ada alasan untuk tidak mengikutinya," jawab Nayra dengan serius.


" Kalau begitu hentikan semuanya. Jangan terikat dengan mama, aku akan memberimu segalanya. Apapun yang kau inginkan, apapun yang tidak kau dapatkan dari manapun. Aku akan memberikannya," ujar Raihan dengan serius. Nayra tersenyum tipis dengan dengan terpaksa.


" Semua sudah terlanjur, Raihan aku sudah terikat pada Tante Zira," jawab Nayra mengakibatkan pandangannya.

__ADS_1


" Aku akan memaksamu menghentikannya," ujar Raihan tidak main-main dengan ucapannya.


" Dengar Nara. Aku tidak akan membiarkan mama masuk lagi kedalam hubungan kita untuk yang ke-2 kalinya," ujar Raihan dengan yakin.


" Tetapi kita sudah tidak ada hubungan apa-apa Raihan," sahut Nayra.


" Ada dari dulu sampai sekarang kita masih berhubungan. Dan aku tidak akan pernah memutuskan hubungan itu. Aku tidak akan membiarkanmu merasa hutang Budi kepada mama dan juga keluargaku. Aku akan membebaskanmu dari mama. Tapi bukan bebas dari ku," ujar Raihan dengan yakin menatap Nayra. Nayra


" Kamu egois Raihan. Jika ingin membebaskanku, maka bebaskan juga aku darimu," sahut Nayra.


" Tidak akan pernah aku tidak akan pernah melakukannya. Aku yang membawamu masuk pada mama dan aku juga yang akan mengeluarkan dari mama," ujar Raihan dengan serius.


" Terserah kamu," sahut Nayra yang tidak ingin berdebat dan kembali melanjutkan makannya. Raihan hanya melihat Nayra makan. Dia merasa plong mengatakan itu kepada Nayra.


Ya dia memang tidak akan membiarkan mamanya. Terus ikut campur dengan urusannya dan juga Nayra. Dia merasa sudah cukup selama bertahun-tahun di arahkan oleh mamanya.


Dia juga ingin membuat hidup Nayra seperti apa adanya. Nara yang melakukan apapun dengan sendirinya. Tanpa di suruh siapapun.


*************


Di sisi lain Carey yang mengetahui bahwa Raihan menyusul Nayra ke Turki membuatnya marah. Carey memasuki kamarnya membanting pintu dan menyapu semua yang di atas meja.


" Ahhhhhj sial," teriaknya yang meluapkan emosinya. Semua barang-barang yang ada di atas meja rias itu berserakan di lantai. Hatinya sangat panas dengan berita itu.


" Raihan menyusul wanita itu. Apa dia merasa jauh lebih penting," ujarnya dengan kesal. Mengusap kasar wajahnya.


" Dia pasti merasa menang. Karena Raihan menyusulnya. Dia pasti sekarang tertawa bahagia. Sementara aku. Aku yang bersama Raihan sejak dulu. Aku hanya bisa di sini tanpa melakukan apa-apa. Tidak Nayra, tidak jangan kamu pikir kamu bisa dengan mudah kembali pada Raihan. Aku tidak akan membiarkanmu menang dari Raihan," ujarnya dengan mengepal tangannya.


Carey merasa terhina atas apa yang di dapatkannya dari Raihan. Saat Raihan putus dengan Nayra. Carey adalah orang yang menjadi tempat curhat Raihan.


Selama di Luar Negri Carey juga selalu membantu Raihan dalam segala hal. Dan selalu mendukung Raihan. Raihan memang suka bermain-main dengan wanita. Tetapi tidak satupun wanita itu di cemburunya.


Tetapi kali ini. Nayra gadis yang sering di panggil Raihan dengan sebutan Nara membuat hatinya meledak. Api cemburu selalu merasukinya. Apa lagi melihat cara Raihan menatap Nayra. Carey sungguh panas.


Sebenarnya kepulangan Carey ke Indonesia juga. Karena berhubungan dengan Raihan. Dia sangat takut jika Raihan justru kembali mengejar cinta pertamanya itu.


Dan ternyata memang benar hal itu terjadi. Raihan kembali dekat dengan Nayra. Walau hatinya sedikit senang. Jika mengetahui Raihan melakukannya karena hanya ingin balas dendam.


Tetapi lama kelamaan justru Carey melihat Raihan menyesali perbuatannya dan kembali mengejar Nayra. Hal itu membuatnya semakin panas. Tidak terima dengan kenyataan itu. Apa lagi beberapa kali Raihan membela Nayra saat bertengkar di depannya.


Belum lagi melihat kedekatan Nayra dan keluarga Raihan. Carey yang merasa di saingi. Sangat tidak pantas mendapatkan hal itu. Yang ada di pikirannya sekarang hanya bagaimana cara agar Raihan menjadi miliknya.

__ADS_1


...🌹🌹🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹🌹🌹...


__ADS_2