Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 318


__ADS_3

Rumah tua.


Terlihat, Sony, Celine dan Luci yang terbaring tertidur di atas lantai. Sementara Luci yang sudah bangun dan menggoyang-goyangkan tubuh Sony untuk membangunkannya.


" Kak Sony bangun, kak Sony bangun!" ucap Andini yang terus membangunkan. Dia juga berpindah pada Luci.


" Luci bangun! kak Celine bangun. Kak. Ayo bangun," ujar Andini yang membangunkan berkali-kali. Tetapi ke-3 orang tidak kunjung bangun.


" Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan," ujar Andini kebingungan. Dia yang juga lemas dengan kepalanya yang berat. Hanya berusaha membangunkan Sony, Luci dan Celine yang sama sekali tidak tau kapan akan bangun.


Sudah 1 jam dia membangunkan dari pertama kali dia bangun. Dia bingung dengan keberadaannya yang di mana. Tiba-tiba sudah berbaring di dalam ruangan yang penuh barang-barang rongsokan.


Andini hanya mengingat. Jika Sony mengirimnya pesan untuk menemuinya karena meminta bantuan. Karena mobil mogok.


Tetapi ternyata dia bangun dan sudah berada di tempat yang tidak di kenalinnya dengan kepalanya yang terasa berat dan melihat 3 temannya tidak sadarkan diri.


Andini melihat di sekelilingnya seperti mencari sesuatu untuk membangunkan 3 temannya itu. Agar bisa pergi dari tempat itu.


Andini melangkah ke arah pintu dan mengintip dari lubang kecil. Dia melihat banyak orang-orang yang berbadan besar. Seperti terlihat mengawasi.


" Siapa mereka dan kenapa kami berada di sini," gumam Andini dengan penuh kecemasan.


" *Bagaimana ini. Apa yang harus aku lakukan. Agar kak Sony dan yang lainnya bangun. Kami harus pergi dari sini," batin Andini yang mencoba mencari cara agar bisa pergi.


Tetapi melihat ke-3 temannya masih tidak sadar membuat Andini bingung harus berbuat apa-apa*.


******


Raihan, Alex, Raka dan Dion berhenti di sekitar hutan yang bisa melihat sebuah bangunan tua sekitar 30 meter dari mereka. Mereka keluar dari mobil dan berdiri di belakang pohon seperti mengawasi bangunan tua itu.


" Kamu yakin tempatnya di sini?" tanya Raihan pada Dion.


" Seharusnya iya. Vira memberi tahu. Jika kakaknya membawa Sony dan yang lainnya ke bangunan itu," jawab Dion yang sudah mendapat informasi dari Vira.


" Kenapa juga kita harus kepadanya. Siapa tau ini jebakan," ucap Alex yang merasa Vira tidak dapat di percaya.


" Aku tau. Kalian tidak mempercayai Vira. Tapi aku yakin dia tidak berbohong sama sekali. Dia menyadari apa yang di lakukannya dan menembusnya dengan memberitahu kita keberadaan Sony, Luci, Celine dan Andini," ujar Dion.

__ADS_1


" Tapi apa salahnya kita coba saja. Lagi pula tempat itu di awasi banyak orang. Jika tidak ada sesuatu tidak mungkin banyak yang berjaga di sana," ucap Raka yang berpikir positif. Jika Vira dan Ramah benar-benar mau membantu mereka.


" Ayo kita cek," sahut Raihan mengambil keputusan.


" Kenapa perasaanku malah buruk," desak Alex yang ragu melangkah.


" Sudahlah Alex. Ayo! jangan banyak protes," ujar Raihan. Alex mengangguk-angguk saja dan mengikut saja.


Mereka mencoba mengendap-endap dari hutan untuk masuk ke rumah tua itu untuk melihat apakah ada teman mereka di sana atau tidak.


" Sangat banyak yang berjaga," ujar Raka yang mereka sudah dekat dengan gedung tua itu. Tetapi mereka masih bersembunyi dan belum ada yang menyadari keberadaan mereka.


" Raihan bukannya itu mobil kamu ?" ujar Dion yang mengenali mobil temannya.


" Iya. Berarti benar mereka ada di dalam. Andini sudah seminggu ini memakai mobilku," ujar Raihan yang sekarang semakin yakin jika adik sepupunya dan teman-temannya ada di sana.


" Aku bilang juga apa. Vira tidak mungkin berbohong," sahut Dion yang memang mempercayai Vira. Dia sangat mengenal Vira dan tau sahabatnya itu rusak karena pengaruh buruk.


" Belum tentu juga," sahut Alex. Yang masih tidak yakin dengan wanita yang bernama Vira.


" Sudahlah. Apa salahnya kita cek dulu," ujar Raihan. Memang sangat biasa dalam pelaksanaan misi akan perbedaan pendapat. Jadi dia dan Raka netral-netral saja dan mencoba mengecek kedalam. Dengan harapan teman-temannya benar-benar ada di dalam sana.


**********


" Kak bangun!" ucap Andini yabg terus menggoyang-goyang Sony dan bahkan memukul pipi Sony kuat agar terbangun.


Setelah lelah akhirnya usahanya berhasil dan akhirnya Sony mengkerutkan matanya. Melihat wajah seorang wanita yang samar-samar di depannya.


" Kak sadar, aku capek membangun kakak," keluh Andini yang semakin kehabisan tenaga gara-gara membangunkan Sony dan yang lainnya dan itu pun baru Sony yang terbangun.


" Andini," lirih Sony memijat kepalanya yang terasa berat.


" Di mana ini?" tanya Sony melihat di sekelilingnya dan kaget dengan situasinya.


" Aku juga tidak tau. Kakak yang menyuruhku kemari," sahut Andini kesal.


" Hah!" pekik Sony kaget, " Kapan aku menyuruhmu," ujar Sony bingung dan mencoba untuk duduk dan Andini langsung membantunya.

__ADS_1


" Auuuuuuu," teriak Sony kesakitan pada punggungnya. Dan spontan Andini menutup mulut Sony.


" Shuustttt," ujar Andini Sony mengangkat matanya seakan bertanya ada apa.


" Jangan berisik. Diluar banyak orang," ujar Andini pelan. Sony mengangguk-anggukkan kepalanya. Andini melepas tangannya dari mulut Sony.


" Kenapa punggungku sakit sekali?" tanya Sony mengeluh. " Vira!" nama itu terucap dari mulut Sony.


" Dia yang mengajakku bertemu," ujarnya lagi.


" Siapa?" tanya Andini bingung.


" Aku ingat. Aku ingin menemui Vira dan tiba-tiba aku ada yang sepertinya sedang memukulku," ujar Sony mencoba mengingat kronologinya.


" Kamu bilang bagaimana tadi. Aku menyuruhmu kemari?" tanya Sony pada Andini.


" Iya. Aku mendalam pesan Wa. Kakak bilang mobil kakak mogok dan minta bantuan. Lalu mengirimku lokasi. Dan aku tidak tau bagaimana selanjutnya. Setelah aku bangun. Aku sudah melihat tempat ini dan kak Soni, Luci dan kak Celine ada di sampingku," jelas Andini.


" Aku juga mengintip dari lubang itu. Banyak orang yang menyeramkan berjaga di luar. Aku tidak mengerti kenapa bisa," lanjut Aca menjelaskan.


" Sial. Ternyata kita di jebak," sahut Sony yang langsung mengambil kesimpulan.


" Di jebak," sahut Andini. Sony mengangguk.


" Untuk apa?" tanya Andini bingung.


" Aku juga tidak tau yang jelas ini pasti jebakan," sahut Sony yang tidak bisa menyimpulkan apa-apa.


************


Ternyata Raihan sudah tidak bersama Nayra selama 1 hari. Dan satu hari rasanya sangat lama. Raihan juga tidak menghubungi Nayra. Membuatnya khawatir dengan suaminya itu.


" Raihan cepatlah kembali. Jangan lama-lama pergi. Aku takut. Kamu sudah berjanji akan pulang. Jangan pergi lama-lama. Aku dan anak kita tidak mau menunggu terlalu lama," batin Nayra yang gelisah di kamarnya.


Raihan dan yang lainnya memang hanya berkomunikasi dengan Addrian. Dan Nayra mendengar jika Raihan dan yang lainnya belum menemukan tempat di mana teman-temannya di sekap.


Karena memang pasti Sisil tidak mungkin sembarangan membuat tempat penyekapan itu. Sisil juga beberapa kali memberikan ancaman ke pada Zira. Yang pasti menakut-nakuti Zira.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2