Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 371


__ADS_3

Andini sudah mengantarkan Dara ke Apartemen Dara dan Andini berada di dalam mobilnya sedang menunggu lampu merah. Tiba-tiba saja Andini kepikiran dengan Alex dan hubungannya dengan Alex yang tidak tau seperti apa.


Andini mengambil ponselnya dan membuka galeri ponselnya dan melihat foto-fotonya bersama Alex. Apa yang di katakan Nayra memang membuatnya harus memikirkan Pria yang terus bertengkar padanya.


Mereka tidak pernah sejalan. Di saat mau serius Alex selalu mengecewakannya. Atau mungkin dia yang berlebihan. Atau mungkin usia yang membuat ke-2nya benar-benar tidak sejalan. Karena perbedaan usia mereka cukup jauh. Alex lebih tua di atasnya 6 tahun.


" Aku tidak tau ala kamu masih mencintaiku atau tidak," batin Andini yang sepertinya masih ingin mengharapkan Alex memperbaiki hubungan mereka. Andini terlihat menarik napas panjang dan membuangnya perlahan.


Lampu kembali hijau dan Andini pun meletakkan ponselnya di tempat semula dan melajukan mobilnya.


Tidak berapa lama Andini sampai di rumah eyangnya. Andini memarkirkan mobilnya seperti biasa. Andini keluar dari mobil dan melihat mobil yang terparkir yang familiar baginya.


" Kenapa bisa ada di sini," batin Andini penasaran dengan hatinya yang bertanya-tanya. Tanpa ingin memikirkan hal lain. Andini pun langsung memasuki rumah dengan penuh penasaran sang pemilik rumah.


Saat memasuki rumah apa yang di pikirkannya terjawab, Andini melihat mama, papa dan eyangnya berada di ruang tamu dan yang membuatnya kaget dengan tamu yang berbicara serius dengan mereka yang tak lain adalah Alex.


Alex yang tadi juga di temuinya di acara makan malam di tempat Nayra dan Alex tadi pulang duluan dan sekarang ada di rumahnya dan berbicara dengan orang tuanya.


" Alex, kenapa dia ada di sini," batin Andini yang kebingungan dengan keberadaan Alex yang tiba-tiba.


" Andini," tegur putri sang mama yang melihat anaknya sudah kembali. Semua mata pun tertuju pada Andini yang bengong dan wajah yang penuh terkejut itu.


" Mama," ucap Andini.


" Ayo kemari Andini, kenapa berdiri di sana," sahut Yuda sang papa. Andini mengangguk dan dengan perlahan melangkahkan kaki menuju ruang tamu.


" Duduk Andini!" sahut sang eyang. Andini kembali mengangguk dan duduk di samping Alex yang tampak kaku dan terlihat jelas. Sangat dek-dekan.


" Kenapa kak Alex bisa ada di sini?" tanya Andini pelan. Alex belum menjawabnya.


" Andini kenapa kamu tidak bilang sama mama sebelumnya. Jadi mama sama papa tidak kaget," sahut Putri, membuat Andini kebingungan.

__ADS_1


" Apa maksud mama. Memang Andini harus bilang apa?" tanya Andini heran.


" Seharusnya kamu bilang sama papa dan mama, kalau kamu dan Alex akan menikah," sahut Yuda. Mendengar hal itu membuat Andini benar-benar kaget dengan pernikahan itu. Andini langsung melihat kearah Alex dengan melototkan matanya seakan bertanya apa yang terjadi dan Alex menganggukkan matanya.


" Aku datang kerumah kamu dan menemui orang tua kamu. Untuk yang pertama kalinya untuk membicarakan pernikahan kita," ujar Alex menjelaskan yang membuat Andini semakin kaget dan bahkan jantungnya berdetak tidak menentu.


" Apa yang kamu bicarakan?" tanya Andini pelan yang benar-benar schok dengan berita itu.


" Andini, kenapa kamu sekaget itu. Apa kamu tidak senang dengan perbaikan ini," sahut Eyang bertanya.


" Eyang, Andini jelas kaget, karena Andini tidak tau apa-apa," sahut Andini blak-blakan bicara.


" Maaf, eyang, om, Tante. Sebenarnya aku dan Andini belum membicarakan hal ini," sahut Alex membuat semua saling melihat dan heran.


" Hubungan ku dan Andini renggang dalam setahun belakangan ini dan aku dan Andini juga tidak pernah membicarakan hubungan kami lagi. Aku mengakui semua ini kesalahan ku yang tidak bisa memahami Andini dan sibuk dengan pekerjaan ku dan tidak memikirkan Andini," ujar Alex dengan tulus berbicara.


" Tetapi terlepas dari semuanya. Aku sadar kepengecutan ku yang tidak berani melanjutkan hubungan ini. Tetapi sekarang aku sudah ingin serius dengan Andini. Aku mencintainya dan aku ingin menikah dengannya," lanjut Alex dengan ketulusannya.


" Andini, menikahlah denganku," ujar Alex melihat Andini meminta wanita itu untuk menikah dengannya.


" Aku mencintaimu, aku ingin menjadi suamimu," lanjutnya lagi dan Andini yang masih kaget tidak mampu bicara apa-apa.


Dia memang memikirkan hubungannya dengan Alex dan tau-tau Alex sudah melamarnya di depan orang tuanya.


" Ikut aku sebentar," ucap Andini yang langsung pergi. Alex membuang napasnya panjang.


" Permisi Tante, Om, Eyang," ujar Alex pamit, Putri, Yuda dan Eyang hanya menganggukkan kepala.


Andini dan Alex pun berbicara di taman belakang. Andini sudah menghadap Alex.


" Ada apa kak Alex. Kenapa tiba-tiba kakak seperti ini?" tanya Andini. Alex langsung memegang ke-2 tangan Andini.

__ADS_1


" Aku tau kamu kaget dengan apa yang aku bicarakan. Tetapi semuanya memang seperti ini. Aku serius ingin menikahimu. Aku mencintaimu dan datang untuk melamarmu pada orang tuamu," ujar Alex.


" Tapi kenapa tiba-tiba?" tanya Andini.


" Karena aku merasa ini waktu yang sangat tepat. Jadi tidak ada alasan untuk tiba-tiba. Andini aku tau waktuku habis hanya untuk pekerjaan dan melupakan kamu aku menyadari semua itu. Aku menyadari kamu yang benar-benar mengecewakanmu," ujar Alex kembali mengakui kesalahannya.


" Lalu apa akan seperti ini terus. Bukannya permasalahan kita dari awal memang seperti ini. Kita membahas dan meributkan masalah yang itu-itu saja. Dan apa ada jaminan semuanya akan berubah," ujar Andini yang tidak mudah untuk menerima lamaran Alex.


" Aku tau aku bersalah dan pasti tidak mudah untuk kamu. Tapi beti aku kesempatan. Aku ingin memperbaiki semuanya," ujar Alex yang sekarang memegang pipi Andini. Dia benar-benar meyakinkan wanita itu.


" Aku mencintaimu Andini. Aku sangat mencintaimu. Jadi aku mohon kasih kesempatan," ujar Alex. Andini menatap Alex dengan dalam dia benar-benar melihat ketulusan Alex.


" Andini apa perasaan kamu sudah hilang dariku. Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi?" tanya Alex yang membutuhkan kepastian.


" Jawab aku Andini," ujar Alex.


" Alex sejujurnya, aku masi mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Tetapi aku takut. Jika saat kita membangun rumah tangga, permasalah kita akan ini-ini terus," ujar Andini yang masih menakutkan hal itu.


" Andini, aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang itu-itu terus padamu. Aku berjanji benar-benar akan memperbaiki semuanya. Aku ingin kita menjalani kehidupan kita yang baru dengan rumah tangga yang kita bangun," ujar Alex yang terus menyakinkan Andini dengan matanya yang berkaca-kaca. Andini juga merasa sangat terharu.


" Kamu bisakan, memberiku kesempatan?" tanya Alex yang masih menunggu jawaban Andini. Andini diam sebentar sampai akhirnya Andini mengangguk pelan. Alex tersenyum dan memeluk Andini langsung.


" Aku mencintaimu Andini. Aku berjanji akan membahagiakan mu. Aku berjanji," ujar Alex yang memeluk erat. Andini juga memeluknya sekalian meluapkan rasa rindu yang selama ini sudah tertahan.


" Aku juga mencintaimu. Aku berharap. Kita benar-benar bisa belajar dari apa yang kita jalani dan saling memahami," sahut Andini.


" Iya kamu benar, kita akan memulai semuanya," sahut Alex. Alex pun melepas pelukan itu dari Andini dan memegang pipi Andini sembari mengusap-usapnya dengan lembut.


Alex mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan memegang tangan Andini membuat Andini bingung dan Alex tiba-tiba memasangkan cincin di jari manis itu. Membuat Andini langsung tersenyum lebar dengan cincin yang sudah di pasang di jarinya.


" Kita akan menikah secepatnya," ujar Alex. Andini mengangguk-angguk dan kembali memeluk erat.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2