Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Chapter 100


__ADS_3

Ziyan melihat para peserta yang bersiap mengikuti perburuan ini. Jika di lihat dari pakaian mereka, kelihatannya para putra bangsawan.


Suasana tempat acara perburuan tersebut terlihat seperti kamp pelatihan militer. Para peserta mempersiapkan panah yang akan mereka gunakan. Menurut Sima rui, tidak ada aturan mengenai senjata yang digunakan. Jadi masing-masing peserta bisa menggunakan senjata apa saja yang menurutnya adalah keahlian mereka. Tapi setelah ia lihat sendiri. Semua peserta tak ada yang menggunakan senjata lain selain panah. Apakah tak ada yang ahli menggunakan pedang?


Ziyan melihat seorang wanita yang sedang memainkan pedangnya. Dengan pakaian pria, ia terlihat seperti Hua mulan dalam cerita. Hanya ia yang menggunakan pedang, jadi keberadaannya cukup mencolok.


" Dia Rong feiyue. Cucu jenderal rong, yang sekaligus guruku. Sebelumnya ia berada di perbatasan dan baru kembali bersama denganku. "


Sima rui menjelaskan karena ia melihat ziyan yang terus memperhatikan feiyue.


" Hei tuan muda. Kelihatannya kau sangat dekat dengannya? " Ziyan seakan mengintrogasi Sima rui dengan tangan di pinggangnya.


" Kami tumbuh bersama. Jadi ia seperti adik bagiku. " Sima rui menjawab tanpa keraguan. Wajahnya juga masih tanpa ekspresi. Meski begitu tidak dengan ziyan. Pernyataan Sima rui justru memberikan sinyal peringatan untuk ziyan.


Feiyue melihat kehadiran Sima rui. Ia begitu bersemangat dan berlari menghampirinya.


"Pengganggu datang.... " Junyi berbisik pada Yaoyao dan Xiaoqi. Sayangnya mereka tak mengerti maksud dari ucapannya.


" Rui ge, kau sudah datang? " Gadis itu tampak sangat senang bisa melihat Sima rui, sama sekali tak menganggap keberadaan ziyan yang berada di samping Sima rui.


" Hm.. "Sima rui hanya menjawab singkat dan sebuah anggukan ringan.


Entah sengaja atau memang ia tak menganggap Ziyan. Feiyue mendorong dan berdiri tepat di antara Sima rui dan Ziyan.


" Rui ge apakah kau akan ikut perburuan ini. Jika kau ikut, mungkin kau akan menjadi pemenang seperti tahun lalu. "


Sima Rui hanya diam, lalu menarik tangan Ziyan dan melingkarkan tangannya di pinggangnya.


" Feiyue. Ini tunanganku, Mo ziyan. Aku pikir kau belum bertemu dengannya karena saat itu kau berada di perbatasan. " Dibalik ucapan Sima rui terkandung maksud, 'Ia adalah calon istriku bukan orang lain. Jadi bersikap sopan lah dengannya.'


Feiyue terdiam sejenak, Ia tahu betul maksud sebenarnya dari ucapan Sima rui. Dan segera ia tersenyum. "Nona Mo.. Senang mengenalmu. Aku Rong feiyue. "

__ADS_1


" Senang mengenalmu juga. " Ziyan tersenyum tipis.


" Rui ge. Aku permisi dulu. Aku harus melakukan persiapan. "


Setelah mengatakannya, Feiyue langsung pergi meninggalkan keduanya.


Sesaat ketika Sima Rui memperkenalkan padanya. Ziyan bisa melihat ada aura kebencian dari matanya, bahkan meski kemudian Feiyue tersenyum. Hal itu tidak bisa menutupi kegelapan hatinya. Bukan ziyan berlebihan, tapi karena tumbuh di lingkungan militer, membuatnya lebih sensitif. Ia sedikit banyak memahami maksud seseorang hanya dari sorot matanya. Sepertinya akan ada satu orang lagi yang akan membuatnya sulit.


Segera setelah Kaisar tiba, acara perburuan pun dimulai. Para peserta yang mengikuti perburuan ini berbaris rapi di tengah lapangan. Para tamu duduk di kursi masing-masing, dibawah tenda yang sudah di siapkan.


Setelah memberikan beberapa kata sambutan, Kaisar mengajak semua tamu untuk bersulang sebagai tanda dimulainya acara tersebut.


Ziyan memperhatikan para peserta, ia penasaran bagaimana perburuan disini. Apakah akan sama dengan acara perburuan di Britania? Hewan besar seperti apa yang akan mereka tangkap? Memikirkan hal tersebut membuat Ziyan bersemangat. Matanya masih memperhatikan para peserta. Tapi ia tak menemukan Feiyue dalam barisan. Ia kemudian melihat arah lain, tempat duduk para tamu undangan. Banyak dari mereka yang belum pernah Ziyan lihat. Berbeda dengan tamu pada perjamuan pesta ulang tahun Huang guifei yang terbatas. Kali ini jelas sangat ramai.


Mata Ziyan menangkap sosok yang sudah lama tak ia lihat, Sima yan. Sudah lama sejak insiden penyerangan bandit terakhir kali. Dari kabar yang ia dengar, Sima yan tengah sibuk melakukan tugasnya sebagai putra mahkota. Ia juga hampir tak pernah lagi memanggil para wanita untuk menghidupkan malamnya. Tentu saja perubahan positif ini disambut baik oleh semua pejabat pendukungnya. Kini ia terlihat seperti putra mahkota yang sebenarnya.


" Kau bisa membuatku cemburu jika terus melihatnya seperti itu. " Sima rui mengetahui arah pandangan ziyan.


" Aku hanya penasaran apa kabar itu benar. Bahwa putra mahkota sudah berubah? Sudah lama sepertinya aku tak melihatnya sejak terakhir kali ia menolongku. "


" Itu hal yang bagus jika ia benar-benar berubah. "


Dari pernyataan Sima rui, ziyan menangkap bahwa perubahan Sima yan kemungkinan hanya sementara waktu. Bisa jadi ia kembali menjadi Sima yan seperti dulu.


Sima rui bukan meragukan perubahan adiknya tersebut. Tapi suatu perubahan yang tiba-tiba pasti membutuhkan alasan kuat. Dan entah kenapa, ia merasa alasan perubahan Sima yan itu kemungkinan besar adalah ziyan.


" Yang mulia, menurutmu hewan besar apa yang akan mereka tangkap? Apakah beruang, singa, atau harimau? "


Sima rui mengerutkan keningnya. Sepertinya wanitanya tersebut salah mengartikan acara perburuan ini.


" Tidak keduanya? " Sima rui menjawab singkat.

__ADS_1


" Hah?! Jika tidak ada, apakah itu rusa? " Ziyan masih tak mengerti. Ia mengira tidak ada beruang, singa atau bahkan harimau di hutan.


Alih-alih menjawab Sima rui justru tersenyum penuh arti. " Kau akan segera tahu. "


Tak lama beberapa penjaga membawa kotak-katak besar dengan penutup kain dan meletakkannya di tengah-tengah lapangan. Saat yang mulia mulai memberikan aba-aba, mereka membuka penutup kain tersebut yang ternyata adalah sangkar besar dengan puluhan ekor burung. Ziyan memperhatikan sangkar-sangkar tersebut, Ada sesuatu yang unik di kaki burung-burung itu. Sebuah tali kecil berbagai warna terikat di sana.


Ziyan menoleh pada Sima rui, dan seakan mengerti apa yang sedang di pikirkan gadis itu. Ia mulai menjelaskan. " Itulah bintang acara perburuan ini. Tak ada singa, harimau atau beruang. " Sima rui terkekeh.


" Acara ini memiliki tema 'mencari dan bersembunyi'. Jadi para peserta akan mencari dan menemukan burung-burung tersebut. Pemenang akan ditentukan dari jumlah poin yang mereka kumpulkan. Kau lihat ikatan pada kaki mereka Setiap warnanya memiliki nilai yang berbeda. Merah 10 poin, Kuning 15, biru 20, dan hitam 100 poin. "


" Kenapa poin warna hitam paling besar? "


" Itu karena hanya ada satu warna hitam. "


Benarkah? Ziyan lalu kembali memperhatikan sangkar-sangkar itu. Memang benar kebanyakan adalah warna merah, kuning, dan biru. Setelah mencari, ada satu burung dengan ikatan berwarna hitam. Itu...


" Itu burung merpati bukan? " Ziyan merujuk pada burung dengan ikatan hitam.


" Benar. Kau sepertinya tahu banyak soal burung. "


Karena satu-satunya burung merpati. Bukankah sangat mudah untuk menangkapnya.


" Pemenang akan mendapatkan apa? "


" Sepertinya uang. Kenapa? apa kau juga tertarik ingin ikut? "


" Uang memang sangat menarik, tapi permainannya sama sekali tidak menarik. " Lebih tepatnya, Ziyan tak ingin melakukan hal yang menurutnya sangat merepotkan itu. Hari-harinya sudah penuh dengan laporan keuangan, jadi hari ini ia hanya akan fokus untuk bersantai saja.


Kaisar segera memberikan perintah untuk melepaskan burung-burung tersebut. Dan begitu pintu sangkar di buka, seperti menemukan kembali kebebasannya. Puluhan burung tersebut dengan cepat terbang, menghasilkan pemandangan yang luar biasa untuk Ziyan.


Dan para peserta pun mulai bergerak untuk berburu.

__ADS_1


__ADS_2