
Ziyan masih menatap tajam pada wanita yang dulu sering di panggil ibu suri tersebut. Ia masih tak menyangka bahwa kehadiran wanita itu di dunia ini karena ambisi keluarga Wellington. Dengan menggunakan portal transportasi, Wellington berencana untuk menguasai baik britania maupun dunia ini.
" Awalnya kau melakukan semuanya sesuai instruksi keluarga Wellington. Namun setahun belakangan ini karena tidak ada lagi kabar berita dari mereka. Kau memutuskan untuk bergerak sendiri. Itulah kenapa, langkah mu kali ini begitu terburu-buru. Membuat Yang mulia kaisar dengan mudah mampu membaca rencana mu. " Ucap ziyan. Sorot matanya masih dingin menatap Laura.
Jika saja ia tidak menemukan buku harian tersebut. Mungkin rahasia besar ini tidak akan pernah bisa ia ketahui sampai kapanpun. Mengingat hukuman mati yang akan segera di jalani olehnya.
Mendengar ucapan ziyan, Laura tersenyum tipis. " Awalnya aku cukup terkejut karena Mo ziyan yang seharusnya mati karena racun pelahap jiwa mampu bertahan hidup. Tapi sekarang aku tahu kenapa? kau bukan lah Mo ziyan. Kau pasti sama sepertiku bukan? pasti menyenangkan melihat reaksi sima rui jika mengetahui rahasia ini. "
Ziyan tahu rencana licik apa yang sedang di pikirkan laura.
__ADS_1
" Sayangnya sima rui sudah mengetahui identitas ku. Jadi kau tidak perlu khawatir dengannya. Lebih baik kau khawatirkan dirimu sendiri. Karena waktumu yang tidak akan lama lagi. " Seringai ziyan.
" Ah ya satu lagi. Sima rui juga menangkap pria yang menjadi tangan kananmu itu. Aku rasa dari keahliannya menggunakan pistol saat menembak junyi. Aku yakin dia juga sama seperti mu. Sayangnya mengingat nasibnya yang berada di tangan Sima rui. Bisa ku pastikan hidupnya kini tidak lebih baik dari mu saat ini. " Sambung Ziyan sebelum pergi.
Laura melihat kepergian Ziyan dengan mata penuh kebencian. Ia bahkan tidak bisa membalas ucapan gadis itu. Ia membenci kegagalan, Tapi ia lebih membenci saat dirinya tidak bisa melakukan apa-apa seperti saat ini.
Sejujurnya selama setahun ini, hilangnya komunikasi dengan keluarga Wellington adalah hal yang Laura syukuri. Bagaimana tidak, setelah bertahun-tahun menjadi boneka mereka, akhirnya ia bisa bernapas dan menjadi dirinya sendiri. Namun karena bertahun-tahun hidup dengan kekuasaan, membuat ambisinya timbul. Ia tidak ingin semua yang sudah ia dapatkan hilang. Ambisi yang menutup mata dan pikirannya kini berhasil menyeretnya pada dinginnya tiang gantungan.
" Terima kasih sudah mengijinkan ku bertemu dengannya. " Ucap ziyan.
__ADS_1
" Apakah kau sudah menyelesaikan urusan mu? " Tanya Sima rui.
Ziyan mengangguk. " Kau tidak bertanya urusan apa yang ku miliki dengannya? "
Pria itu tersenyum mendengar pertanyaan wanitanya. " Aku yakin kau akan mengatakannya saat kau siap. Aku tidak ingin memaksamu. Dengan mengajak ku kesini, aku tahu kau tidak akan menyembunyikan hal tersebut. Jadi tidak perlu terburu-buru. "
*********
Hari eksekusi Laura tiba. Sima shao memberikan hukuman gantung padanya. ia ingin Laura tersiksa sebelum ajal menjemputnya. Wanita itu harus membayar semua yang sudah dilakukannya pada keluarganya.
__ADS_1
Eksekusi Laura bak tontonan. Semua orang hadir. Sima shao sengaja membiarkan rakyat jin melihatnya. Ia ingin membuka mata rakyatnya bahwa penyerangan yang terjadi di istana tempo hari tersebut bukanlah pemberontakan seperti yang di rumor kan.
Setelah semua kejahatan laura di bacakan. Akhirnya nasib laura tiba. Ia diseret paksa oleh dua petugas. Wanita itu terus memberontak namun tak berhasil. Tubuhnya yang sudah sangat lelah itu tak ingin menyerah. Ia masih saja berharap bahwa keajaiban akan terjadi. Tapi sayangnya hal itu tidak akan pernah terjadi pada dirinya.