Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 189


__ADS_3

Sima rui duduk di ranjang bersama dengan ziyan. Setelah sebelumnya jantung pria itu dikejutkan oleh penampilan ziyan tadi.


" Ada apa? Apa kau baru saja menangis? " tanya sima rui khawatir. Ditatapnya wajah ziyan lekat. Matanya masih sembab agak sedikit bengkak.


" Tak apa. Aku hanya bermimpi buruk. " Jawab ziyan.


" Apa kau tak ingin menceritakannya, hem? " Ibu jari Sima rui mengusap lembut pipi ziyan.


" Hanya sebuah kenangan buruk yang sempat terlupakan. " Sesaat diam, kemudian ziyan melanjutkan kembali. " Sebenarnya ini adalah rasa bersalah yang ingin aku lupakan. " Lalu mengalir lah cerita dari bibir mungil wanita itu sesuai dengan mimpi yang baru saja dialaminya.


" Setelah tiba di pangkalan militer dan bertemu dengan kedua orang tua ku. Aku mendesak mereka untuk mengirim bantuan dan menyelamatkan Arthur. Namun alih-alih mengirim bantuan, ibu justru membawa ku menemui salah satu temannya. "


" Awalnya aku tak tahu apa yang hendak ibuku lakukan. Tapi setelah itu aku tersadar jika ibu ingin melakukan hypnotherapy pada ku. Ibu ingin membangkitkan ingatan ku yang terkubur namun disaat bersamaan itu juga mengubur salah satu ingatan yang sangat menyakitkan untuk ku. "


" Ibu melakukan semuanya tanpa persetujuan ku dan dengan egois berharap aku hidup dengan tenang tanpa rasa bersalah. Tanpa tahu bahwa apa yang dilakukannya justru menjadi penyesalan yang terus tumbuh bagai tumor ganas yang siap menggerogoti tubuh. " Papar ziyan.


Ia melirik suaminya yang masih diam mendengarkan curhatnya. Lalu tersenyum dan mengusap lembut tangan besar Sima rui.


" Katakan sesuatu. " Pinta ziyan pada Sima rui.


Sima rui menghela napas, lalu menetralkan emosinya yang sempat cemburu perihal pria lain yang pernah ada di samping istrinya. Meski hanya sebatas masa lalu. Tetap saja itu memberikan pengaruh pada Sima rui. Bak hewan buas yang memiliki insting untuk melindungi wilayahnya. Begitu pula dengan sima rui yang selalu siaga menjaga miliknya.


" Entah pria itu hidup atau mati, tidak akan mengubah kenyataan bahwa kau adalah milikku. Baik sekarang, besok, atau pun hari-hari selanjutnya. Kau akan tetap menjadi milikku. Hanya malam ini aku memperbolehkan mu menangisi pria lain. Untuk selanjutnya tak akan ku biarkan itu. " Tekan sima rui menunjukan sifat posesifnya.


" Jadi kau ingin aku hanya menangisi mu saja? " Tanya ziyan menyelidik.


Sima rui mengangkat satu alisnya. " Bahkan tidak untuk diriku juga. "


" Lalu? "


Pria itu tersenyum lembut. " Karena aku hanya akan memberikan mu kebahagian hingga kau lupa kapan terakhir kali menangis. "


Mendengar ucapan manis Sima rui tentu saja membuat hati ziyan yang sebelumnya mendung kini berubah cerah. Ia tak menyangka suaminya yang selalu bersikap dingin pada orang lain memiliki lidah yang sangat manis.


Dengan manja ia memeluk Sima rui, dan menempelkan kepalanya di dada bidang pria itu.


" Kau tahu, jika kau selalu berkata manis seperti ini. Aku takut suatu hari nanti justru terkena diabetes. "


" Diabetes? " Sima rui menjauhkan kepala ziyan dan menatap serius wajah cantik istrinya itu.


Ziyan terkekeh. " Itu penyakit gula. "

__ADS_1


Niat hati ingin mengatakan sebuah gombalan justru berakhir garing. Nasib memiliki suami beda dunia. Yah setidaknya bukan beda alam.


" Oh ya bagaimana tadi dengan pestanya? " Tanya ziyan begitu ingat bahwa suaminya baru saja pulang.


" Sama seperti pernikahan kita. Bedanya jika aku menghabiskan malam pengantin dengan istriku. Yan justru menghabiskan malam dengan kedua temannya. "


Saat ziyan ingin memprotes sikap Sima yan yang tega membiarkan feiyue menghabiskan malam pengantin sendirian. Sima rui sudah terlebih dulu membuka suaranya.


" Jangan pedulikan mereka. Itu biarlah menjadi urusan kamar mereka sendiri. Baik Yan maupun feiyue bukan lagi anak-anak. Aku yakin, mereka bisa menyelesaikan persoalan mereka sendiri. "


Ziyan mengangguk setuju. " Kau benar. Lalu kapan mereka akan berangkat ke kerajaan wei? "


" Kemungkinan minggu depan setelah Shuwang dan Dan er menyelesaikan proses pengalihan tahta. Tapi jika beberapa hambatan tidak terselesaikan. Maka bisa membutuhkan waktu lebih lama. "


" Apakah banyak hambatan? "


" Sama halnya seperti menyatukan Yan dan feiyue yang penuh pertentangan. Menyatukan dua negara juga sama. Tidak semua pejabat kerajaan wei setuju dengan gagasan ini. Mereka menilai jika otoritas kerajaan wei di bawah kekaisaran Jin, itu tidak ada bedanya dengan singa yang kehilangan taringnya. Jadi wajar jika mereka menolak. "


" Bisa kubayangkan bagaimana pusingnya Shuwang di sana. "


" Sudah. Berhenti mencemaskan sesuatu yang tidak perlu. Sekarang lebih baik kita tidur. Kau tak perlu memikirkan hal itu. " Sima rui merebahkan tubuh sang istri lalu menarik selimut.


" Apa kita hanya akan tidur? " Badan ziyan miring menghadap Sima rui sedangkan salah satu tangannya menjadi tumpuan kepalanya. Ada makna lain dari ucapan ziyan dan Sima rui tahu apa itu.


**********


" Tuan Ma, kami membawa barang bagus untuk anda. "


Pria yang di panggil tuan Ma itu memperhatikan dua pria tak sadarkan diri yang di bawa rekannya tersebut.


" Aku suka. Apalagi pria berambut emas ini. Benar-benar membuat hasrat ku terbakar. " Ucap tuan ma menatap dengan mata lapar. Bahkan air liurnya menetes seperti serigala lapar yang melihat daging segar.


" Aku akan menjadikannya hidangan utama. Jadi biarkan aku menikmati pria satunya terlebih dulu sebagai hidangan pembuka. "


" Sesuai keinginan anda tuan Ma. "


Segera kedua pria tak sadarkan diri itu di bawa ke tempat terpisah.


Tuan Ma memperhatikan pria berambut hitam yang tadi di bawa oleh rekannya sudah terbaring di ranjangnya. Terlihat matanya yang bergerak, tanda bahwa bius yang di berikan akan segera hilang.


Pria itu mengejapkan matanya kala terkejut mengetahui keadaan dirinya yang berada di sebuah kamar. Meski kesadarannya sudah pulih, tapi tubuhnya masih tak bisa di gerakan.

__ADS_1


" Akhirnya kau sadar. " Tuan Ma menyeringai melihat mangsanya sudah sadarkan diri. " Baguslah. Jadi aku bisa bermain-main dengan mu dalam keadaan sadar. " Bahak tuan Ma.


Ia menjilat bibir sendiri membuat gerakan sensasional. Namun di mata pria itu, gerakan itu justru terlihat menjijikan.


Tuan Ma mulai menyentuh pria itu. Ia membelai dada pria itu membuat tubuhnya merinding jijik.


' Tidak! Aku bahkan belum pernah berhubungan dengan satu wanita pun. Tolong! siapapun! " Jerit pria itu dalam hati. Semua inderanya lumpuh. Bahkan untuk berteriak pun tak mampu.


Saat tuan Ma hendak membuka baju pria itu. Sebuah pukulan mendarat di kepala tuan Ma. Membuat pria itu tak sadarkan diri. Mata pria itu terbelalak terkejut namun sedetik kemudian berubah menjadi haru penuh kelegaan kala melihat bala bantuan datang.


" Minum. " Arthur memberikan sebuah pil pada temannya tersebut.


Setelah menelan pil tersebut. Perlahan tubuhnya berangsur pulih. Ia bisa menggerakkan badannya.


" Terima kasih ar. " Arthur mengangguk.


" Pergi. " Ajak Arthur pada temannya. Namun bukannya bergegas pergi, pria itu justru menggeledah badan tuan Ma dan mengambil beberapa barang.


" Kita tidak bisa keluar dengan tangan kosong. " Setelah mencuri harta tuan Ma. Keduanya bergegas pergi meninggalkan kamar tersebut.


" Kau tahu, jika aku bertemu pasangan suami istri itu akan ku potong-potong tubuh mereka. Sial! jika bukan karena mereka. Kita tidak akan bernasib sial seperti ini. Hampir saja aku ternodai oleh pria gila itu. Membayangkan di tusuk oleh benda menjijikan miliknya membuat bagian belakangku terasa ngilu. " Ucap frontal teman Arthur.


" Wang yi hentikan. " Wajah Arthur yang terlihat kesal langsung membungkam mulut wang yi.


Arthur kesal bukan karena wang yi yang terus bicara. Dia kesal karena pencarian Gaia harus tertunda karena insiden penculikan itu.


Musibah itu bermula saat dirinya dan wang yi menumpang di sebuah rumah warga di pinggir hutan. Karena tak ada penginapan atau tempat untuk bermalam. Akhirnya Arthur dan wanyi memutuskan untuk bermalam di sebuah rumah warga. Sepasang suami istri yang tampak baik, membuat keduanya lengah. Hingga akhirnya mereka diracun dan harus berakhir di pelelangan para budak. Pelelangan ilegal yang menjual para pria muda pada pria dengan kelainan *** atau biasa di sebut gay.


Sudah hampir satu tahun ia mencari Gaia hingga akhirnya ia tiba di negara Jin. Berharap menjadi negara terakhir yang ia singgahi dan segera menemukan gadis itu.


" Ar apakah kau yakin kekasihmu itu ada di negara Jin? " tanya Wang yi.


" Aku tidak tahu. " Jawab Arthur jujur.


' Hah.. Sudah ku duga. ' batin Wang Yi.


Tiba-tiba terbesit sebuah pertanyaan jahil. Ia ingin mengetahui bagaimana respon pria pejuang cinta ini.


" Seandainya kau menemukannya. Tapi ternyata ia sudah bersama pria lain. Apa yang akan kau lakukan? "


Arthur menatap wajah wangyi, sorot matanya seketika berubah dingin. Entah kenapa Arthur membenci pertanyaan temannya tersebut.

__ADS_1


" Menyuruhnya meninggalkan pria itu dan pergi denganku atau membunuhnya dan kembali denganku. "


Ya benar. Jika pun Gaia nya sudah bersama pria lain. Ia akan tetap memaksanya pulang. Karena tujuannya datang ke dunia ini memang tidak lain untuk menjemputnya kembali ke dunia mereka.


__ADS_2