Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 286 Side story ( A Guang story)


__ADS_3

" Kau sudah menikah? "


Pertanyaan A Guang tersebut kini membuat Xu xiang tak kalah terkejut.


Menikah? siapa?


Kemudian ia tersadar bahwa tampaknya A Guang sudah salah sangka dengannya. Ia pun menoleh pada Xiao wen lalu berganti melihat kembali pada A Guang.


" Tidak. Aku belum menikah. " Jawab Xu xiang cepat. Ia tak ingin kesalahpahaman ini justru menjadi bumerang baginya.


" Bukankah, kau istri Gu shang? " Kali ini Xiao wen yang berbicara.


Xu xiang menoleh kembali menatap xiao wen. Ingin rasanya ia menjahit mulutnya. " Jadi sejak tadi kau berpikir aku adalah istri Gu shang? " Xu xiang tak tahan untuk tidak tertawa. Sepertinya pertemuan mereka secara tidak sengaja di restoran tempo hari menciptakan kesalahpahaman ini.


" Aku bukan istri Gu shang. Baik aku dan dia belum menikah. Hubungan kami juga murni hanya rekan bisnis. " Jelasnya.


Xiao wen menyentuh tengkuknya yang tidak pegal. Ia menciut saat melihat tatapan belati A Guang.


A Guang memaki pengawal pribadinya tersebut dalam hati. Karena omong kosongnya ini, hampir saja ia mempermalukan dirinya.


" Maafkan dia. Kelihatannya Xiao wen terlalu menggunakan imajinasinya untuk menebak sesuatu. " Ucap A Guang.


" Tidak apa-apa. Terkadang kita melakukannya tanpa sadar. "


Xu xiang menjawab demikian karena ia merasa tersentil dengan ucapan A Guang.


Semoga A Guang tidak menyadari bahwa ia baru saja menebak bahwa dirinya anak tidak sah tuan Ya se dengan ratu.


" Kita harus membuat janji untuk melanjutkan percakapan kita. Jadi mari kita makan bersama di restoran di ujung jalan ibu kota. Aku harap kau tidak menolaknya. "


Xu xiang tersenyum malu lalu mengangguk. " Aku. akan datang. "


Setelah saling melempar senyum dan melupakan keberadaan Xiao wen yang seolah tak terlihat. Akhirnya mereka berpisah.


Xu xiang melihat sekeliling dan menyadari tak ada satu orang pun jadi ia turun dari batu dan langsung melompat girang.


Sementara A Guang sepanjang jalan tak henti-hentinya tersenyum. Xiao wen yang melihat hal tersebut merinding karena menurutnya itu sangat menakutkan.


********


Xu xiang yang begitu antusias dengan janji makan siangnya dengan A Guang berangkat lebih cepat. Semalaman ia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena rasa tegang yang membuatnya insomnia.


" Aku harap mata panda ku tidak terlihat jelas. " Ia melihat pantulan wajahnya pada cermin.


Hingga suara kusir membuatnya semakin tegang. " Nona Xu, kita sudah sampai. "

__ADS_1


Xu xiang mengambil napas lalu membuangnya. Ia mencoba menetralkan rasa gugupnya.


Ia turun dari kereta dengan anggun. Beberapa pemuda bahkan mengalihkan pandangannya dengan sosok wanita cantik yang baru turun dari kereta kuda itu.


Seorang pelayan datang menyambut Xu xiang.


Dalam surat A Guang tadi malam, ia mengatakan bahwa xiao wen sudah melakukan reservasi. Jadi Xu xiang menyebutkan nama xiao wen dan pelayan langsung mengantarnya ke ruang pribadi di lantai dua.


Seperti ngengat, itulah yang di pikirkan Xu xiang tentang zhuocheng saat tanpa sengaja berpapasan dengannya.


Wajah gelap zhuocheng cukup membuat Xu xiang merasa waspada. Ia tahu bahwa pria ini menaruh dendam atas tindakannya kemarin.


" Sepertinya kau masih bisa makan dengan nyaman tanpa merasa bersalah setelah membuatku terluka. "


"Jangan bertindak seolah-olah kau adalah korban. Aku tidak akan melakukan hal tersebut jika kau tidak mengusikku terlebih dulu. Sebelumnya aku sudah meminta mu untuk melepaskan ku. Tapi kau menolaknya. Jadi anggap itu sebagai respon alami tubuh ku karena di sentuh oleh serangga yang membuat gatal. "


Zhuocheng tak terima dengan hinaan Xu xiang yang menganggap dirinya seperti serangga yang membuatnya gatal.


Jadi ia melangkah cepat mendekati Xu xiang.


" Lepaskan aku. Apa yang kau lakukan. "


Xu xiang memberontak saat secara tiba-tiba Zhuocheng mencengkeram lengannya.


" Hei kenapa kau hanya diam. Cepat tolong aku. " Geramnya saat melihat pelayan restoran hanya melihat tanpa membantu.


" Kosongkan tempat ini. Suruh semua pelanggan untuk pergi. " Pelayan itu ketakutan, tapi ia tetap melakukan perintah majikannya. Hati nuraninya kalah dan tersisihkan oleh tuntutan perut. Ia harus tetap bekerja agar ia bisa tetap makan.


Wajah Xu xiang kini berubah pucat. Ia tidak tahu bahwa tempat ini milik Heidao.


Zhuocheng menarik paksa Xu xiang masuk ke salah satu ruang pribadi lalu menutup dengan kasar.


Teriakan bahkan umpatan Xu xiang tak ada satupun yang di pedulikan zhuocheng. Pria itu menghempaskan tubuh Xu xiang ke atas meja hingga cangkir di atasnya tersapu jatuh.


Xu xiang meringis sakit. Kemudian ia bangun dan memberikan tatapan membunuh pada zhuocheng.


" Apa yang mau kau lakukan? apa kau lupa bahwa tuan Ya se melindungi ku. " Ancam Xu xiang. Berharap itu bisa membuat zhuocheng takut.


Namun alih-alih takut, zhuocheng justru tertawa.


" Bukankah kau mengatakan bahwa aku adalah serangga yang membuat mu gatal. Kalau begitu akan ku buat tak hanya bentol karena gatal, tapi juga membuat perut mu bengkak selama sembilan bulan. " Zhuocheng menyeringai.


Lalu ia menambahkan. " Bahkan meski kau di lindungi oleh tuan Ya se, apa yang bisa dilakukannya saat kau mengandung anak ku. Hahaha. " Ia tertawa puas.


" Saat itu kau hanya bisa menikah dengan ku dan setelah itu kedua serikat dagang bisa bergabung. Aku yakin itu akan sangat menguntungkan untuk semua orang. "

__ADS_1


Xu xiang memandang penuh kebencian. " Jangan harap aku akan membuat mimpi mu itu terwujud. Sebelum aku mengandung anak mu. Aku akan memilih mati dari pada harus membawa benih mu. "


" Baiklah kalau begitu mari kita buktikan. " Langkah kaki zhuocheng semakin dekat. Ia melepaskan satu lapis pakaian luarnya.


Meski seluruh tubuh Xu xiang gemetar. Tapi ia tetap mencoba menyerang. Ia melempar seluruh barang yang ada di dekatnya. Namun zhuocheng mengelak dengan mudah.


Ia menampar Xu xiang hingga tubuh kecilnya terhempas ke lantai. Sudut di bibirnya berdarah.


Zhuocheng menindih tubuh Xu xiang. Ia menarik baju Xu xiang hingga kain yang menutupi lengannya terkoyak.


Melihat kulit mulus Xu xiang. Nafsu binatang zhuocheng meningkat. Matanya mengunci tubuh Xu xiang seperti predator yang siap menangkap mangsanya.


Ia mendekatkan bibirnya hendak mencium leher Xu xiang. Namun dengan sekuat tenaga, gadis itu menendang perut zhuocheng hingga pria itu terjungkal.


Dengan sisa tenaganya ia bangkit lalu keluar dari ruangan tersebut.


Ia menabrak seseorang saat baru saja keluar. Karena panik, ia sampai tak melihat pria ditabraknya.


" Xu xiang! Xu xiang! " Panggilnya.


Akhirnya gadis itu tenang setelah sebelumnya ia meronta ketakutan. Ia merasa begitu lega mendengar suara yang sejak tadi ia harapkan kedatangannya.


" A Guang.. " Lirih nya.


Sebelumnya Xu xiang tidak menangis. Tapi begitu melihat wajah A Guang, mendadak matanya terasa panas. Air mata tanpa sadar mendesak keluar hingga akhirnya tumpah.


A Guanb bingung dengan perubahan tersebut. Ia ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi? kenapa penampilan Xu xiang sangat kacau?


Namun sebelum bibirnya terbuka untuk bertanya, seseorang keluar dengan tergesa-gesa.


Mata A Guang dan Zhuocheng bertemu.


Melihat penampilan Xu xiang dan pria itu yang tampak terburu-buru. A Guang bukanlah orang bodoh yang tidak bisa menduga apa yang sebenarnya terjadi.


Seketika wajah gelap A Guang membuat Zhuocheng sedikit takut. Ia merasa bahwa seolah ada badai yang sebentar lagi akan


menghantamnya.


Zhuocheng berjalan mendekat dan mengenali sosok yang bersama dengan Xu xiang tersebut.


Dia putra mahkota Jin? Kenapa ada di sini? Ah mungkinkah ini hanya sebuah kebetulan. Andai aku bisa menarik hubungan dengannya, maka Haidao akan bisa melakukan ekspansi di Kerajaan Jin dengan mudah. Zhuocheng berpikir dalam hati.


Mengabaikan wajah gelap A Guang. Zhuocheng berjalan mendekat bermaksud untuk memberi salam pada sang putra mahkota.


Namun begitu Zhuocheng berada dekat dengan A Guang.

__ADS_1


Bugh!


Sebuah pukulan keras mencium pipi Zhuocheng hingga tubuh pria itu tersungkur.


__ADS_2