Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 238


__ADS_3

Ziyan mengajak bicara berdua dengan lucy. Ada banyak pertanyaan yang tak mungkin ia tanyakan di depan orang lain.


Sedangkan pemimpin desa, tetap dalam pengawasan luyi, sembari menunggu diagnosa. Untuk sementara ini, lucy hanya bisa mengatakan kemungkinan besar pemimpin desa mengidap sejenis fobia yang di namakan necrophobia.


Yaitu, jenis fobia spesifik yang melibatkan ketakutan akan benda mati dan hal-hal yang berhubungan dengan kematian. Seperti beberapa prajurit perang yang terkadang mengidap fobia ini.


" Bibi, katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana bisa penelitian humanoid ada di dunia ini? Lalu bagaimana bisa suami ku dan xumu juga termasuk dari mereka. Lalu yang dikatakan oleh pemimpin desa. Aku tahu yang dimaksud dengan orang berpakaian aneh itu apa. Deskripsi yang dikatakan olehnya sesuai dengan seragam militer negara kita. Jadi bibi, tolong jelaskan semuanya. Jangan mencoba membohongi ku. Karena aku tidak akan dengan mudah mempercayainya. " Cerca ziyan memberikan banyak pertanyaan pada lucy.


Lucy meringis mendengar sederet pertanyaan keponakannya itu.


" Bisakah kau bertanya satu persatu. Aku bahkan tak tahu harus memulai darimana menjawab pertanyaan mu itu. "


Ziyan menghela napas, ia tahu bahwa saat ini bibinya berusaha menghindar. Tapi jangan sebut dirinya Gaia jika begitu mudah di tipu.


" Baiklah. Jawab dulu, Kenapa bisa penelitian humanoid ada di dunia ini? Aku bertanya pada snowy tapi kucing itu ternyata sama sekali tidak mengetahuinya. Aku yakin bibi pasti mengetahuinya. Dan sekarang katakan pada ku semuanya bi. " Tekan ziyan menuntut.


Lucy diam sejenak, lalu melirik ziyan yang sama sekali tidak mengalihkan matanya, masih menatapnya seolah-olah akan memakannya. Sepertinya tidak ada lagi kesempatan untuk dirinya kabur.


Lucy menghela napas menyerah. " Sebenarnya eksperimen humanoid di dunia ini bukan pihak britania yang melaksanakannya. Tapi murni keluarga Wellington yang melakukannya. Mereka melakukan tindakan ilegal dengan merubah beberapa formula serum untuk menghilangkan perasaan pada humanoid. ".


" Tepat saat kau berusia tujuh tahun, semuanya terbongkar, dan Kerajaan Britania mengutus tentara khusus untuk melakukan pemusnahan. Aku sendiri tidak tahu pemusnahan yang dimaksud seperti apa. Tapi saat mendengar ucapan pemimpin desa, kemungkinan kebakaran yang dimaksud adalah pemusnahan itu. Dan xumu kemungkinan anak yang selamat itu. " Jelas lucy.


Mata ziyan menyipit. " Dari mana bibi tahu bahwa xumu anak yang selamat itu? "


" Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa suami mu dan xumu humanoid. Sima rui tidak mungkin, karena saat itu kau lah yang menyelamatkannya. " Lucy tersadar.


' Sial! mulutku kau benar-benar.. ' Lucy mengutuk mulutnya sendiri. Tangannya langsung menutup mulutnya begitu menyadari bahwa dirinya sudah terlalu banyak berbicara.


" Apa kau bilang bi? " Ziyan menyelidik.


Lucy menggeleng kuat. " Tidak. Kau pasti salah dengar. Aku tidak mengatakan apapun. " Lucy masih berusaha keras mengelak.

__ADS_1


" Bibi, apa menurutmu aku anak lima tahun yang bisa kau bohongi. Jelas-jelas kau mengatakan bahwa aku yang menyelamatkan Sima rui. Sekarang aku ingin bibi mengatakan yang sebenarnya. Apa mungkin aku pernah bertemu dengan Sima rui sebelumnya. Dan karena suatu hal, ayah dan ibu menyegel ingatan ku? "


' Aduh bagaimana ini? aku sudah janji pada kakak untuk tidak pernah mengatakan hal itu pada Gaia. Tapi sekarang putrinya justru mendesak ku. ' Batin lucy penuh dilema.


Membuang napas, lucy mencoba mencari alasan. " Ziyan. Aku tidak bisa mengatakannya. Aku sudah janji pada kakak untuk tidak mengatakan apapun pada mu. "


" Benarkah bibi hanya berjanji untuk tidak mengatakan padaku? " Lucy mengangguk cepat.


Ziyan diam sembari menatap lucy.


Lucy pikir keponakannya itu sudah menyerah. Sayangnya itu hal mustahil yang tidak mungkin dilakukan Gaia jika sudah menginginkan sesuatu. Ia lupa bahwa keponakannya itu sangat licin seperti belut.


Jadi ia hanya bisa termangu ketika melihat ziyan mengambil kertas dan kuas, lalu meletakkan di depan lucy.


" Bibi bisa menulisnya di sini. Bukankah bibi hanya berjanji untuk tidak mengatakan, bukan tidak menulisnya. Jadi silakan bibi tulis kronologi bagaimana bisa aku menolong Sima rui. Apakah aku memang pernah bertemu dengannya dulu. "


Mulut lucy menganga lebar melihat cara ziyan mengorek informasi. Keponakannya itu tak pernah kehabisan akal, dan selalu memiliki cara lain untuk menyusahkannya.


Ziyan mencibir. " Penemuan spektakuler? penemuan bibi tidak jauh dari kata aneh. "


" Apa kau bilang? aku tidak rela, kau mengatakan bahwa penemuanku aneh. " Tampik lucy.


" Bibi tidak perlu berpura-pura marah lalu berharap aku menyesal dan melupakan tujuanku. " Dengus ziyan. Ia tahu bibinya ini terlalu banyak akal.


Sekali lagi, lucy dibuat mati kutu karena sandiwaranya diketahui.


" Jangan membuang waktu bibi, cepat tulis. Atau.. "


" Atau apa? "


" Atau aku akan memutus semua aliran dana penelitian bibi. Bagaimana? " Ziyan tersenyum lebar didepan wajah bibinya yang justru berubah masam.

__ADS_1


" Kau benar-benar seorang kapitalis. " Gerutu lucy.


" Terima kasih atas pujiannya. Jadi silakan bibi tulis. " Ziyan tersenyum, ia melipat tangannya di dada lalu menyandarkan punggungnya pada kursi.


Lucy mendengus kesal. Akhirnya ia menyerah. Penelitiannya adalah harga mati untuk lucy. Ia mendorong kertas dan kuas di depannya.


" Aku akan mengatakannya. Setidaknya aku tidak perlu menulis yang akan membuat tangan ku keram. "


Ziyan menuang teh, " Minumlah agar tenggorokan bibi tidak kering. "


Meraih cangkir tehnya, dan langsung menenggak habis.


Menghirup napas panjang, akhirnya lucy menceritakan apa yang terjadi saat itu.


( Cerita ada di bab 229 )


Terkejut, satu kata yang tak cukup untuk menggambarkan apa yang ziyan rasakan. Tak pernah ia duga, bahwa dirinya dan Sima rui memiliki kenangan seperti itu.


" Kau mungkin berpikir bahwa aku mengarang semua cerita itu. " Ucap lucy saat melihat raut wajah ziyan.


Sulit bagi ziyan untuk mencerna semua cerita lucy menjadi sesuatu yang nyata.


" Tapi percayalah, apa yang ku ceritakan itu nyata adanya. Karena itulah kakak ku yang tak lain ibu mu mengunci ingatan tentang kejadian itu termasuk semua hal yang berhubungan dengan Sima rui karena kakak tak ingin kau terlibat dengan kejahatan keluarga Wellington. Jika pihak kerajaan tahu bahwa kau juga mengetahui mengenai penelitian itu, maka mereka tidak akan melepaskan mu meski kau masih anak-anak saat itu. "


Ucapan bibinya membuat hati ziyan seolah tercubit. Mengetahui betapa besar pengorbanan kedua orang tuanya.


Suasana hening, baik lucy maupun ziyan tak ada lagi yang berbicara. Keduanya tenggelam dalam pikiran masing-masing.


" Apakah hilangnya ingatan suami ku juga karena ibu, bi? " Tanya ziyan membuyarkan keheningan.


Lucy mengangguk, kemudian ia berkata. " Sima rui mengetahui hal yang tak seharusnya ia ketahui. Apa lagi dia berasal dari dunia ini. Keberadaan dunia kita haruslah tetap menjadi sebuah rahasia. Jadi dengan terpaksa kakak menghilangkan ingatan Sima rui. Tapi siapa yang akan menduga bahwa kalian ternyata akan berjodoh saat dewasa. " Lucy tertawa saat mengingat bagaimana gemasnya Gaia kecil melamar Sima rui.

__ADS_1


__ADS_2