
" Jika demikian maka aku tidak akan tinggal diam. "
Kaisar wei tersenyum mengejek. " Memangnya apa yang akan kau lakukan? "
Ia melangkah bangun dari ranjangnya. Berjalan mendekati ziyan. " Apa kau mencoba mengancam ku nona mo? " Cibir kaisar wei tepat di depan wajah ziyan.
Bukannya marah, ziyan justru tersenyum. " Yang mulia, mana mungkin aku berani mengancam mu. Aku hanya mengajakmu untuk bernegosiasi. "
" Tapi sayangnya aku tidak tertarik dengan negosiasi mu. Aku akan tetap menuntut lucy. Suka atau tidak dia harus tinggal disini, itu hukuman dariku. Jika tidak, maka bersiaplah menerima hukuman lain dariku karena telah menyakiti kaisar. "
" Jadi... anda benar-benar tidak akan melepaskan masalah ini. " Tanya ziyan memastikan.
" Tidak. " Jawab kaisar wei pasti.
" Baiklah jika begitu.. " Ziyan maju lebih dekat, satu tangannya mengepal. Tanpa aba-aba, ia langsung meninju perut kaisar wei hingga mata pria itu mendelik kesakitan dengan mulut terbuka. Detik berikutnya, tubuh pria tersebut tumbang dan tak sadarkan diri.
Beruntung ziyan sudah mengusir kasim dan para pelayan sebelum mereka bicara. Ia sudah tahu bahwa kaisar wei tak akan mudah di ajak bicara.
Setelah membuat pingsan kaisar wei, ia menyeret tubuh kekar itu naik ke atas ranjang. Membaringkannya lalu menyelimutinya seolah tertidur.
Dari balik lengannya, ziyan mengeluarkan sebuah botol kecil. Ia memang masih menyimpan racun penghilang ingatan yang dulu hampir ia gunakan pada sima rui.
' Beruntung aku masih menyimpan racun ini. Setidaknya disaat seperti ini, benda ini menjadi sangat berguna. ' Batin ziyan dengan seringai di wajahnya.
Ia membuka mulut kaisar wei lalu memasukan satu pil ke dalam mulutnya.
Ziyan menatap kaisar wei, kemudian membuang napas kasar. " Jika saja kau mau menurut mungkin aku tidak perlu menggunakan cara ini Yang mulia. "
" Apakah pembicaraan sudah selesai? " Tanya xiaoqi begitu ziyan keluar.
" Iya. Tampaknya Yang mulia sedang kurang sehat. Jadi aku tidak ingin menggangunya lebih lama, yang terpenting aku sudah berpamitan dengannya. Biarkan Yang mulia beristirahat. "
Kasim kaisar wei masuk setelah ziyan dan xiaoqi pergi. Ia berjalan mendekati kaisar wei yang tampak tertidur pulas. Sama sekali ia tidak merasa curiga bahwa sesungguhnya tuannya tersebut baru saja mendapatkan kejutan kecil dari ziyan.
__ADS_1
*********
" Kalian sudah ingin kembali? " Tanya kaisar wei pada sima rui dan yang lainnya.
" Maaf Yang mulia. Karena ada sesuatu yang harus kami lakukan jadi terpaksa kami harus kembali lebih cepat. " Sima rui merasa aneh bukankah ia sudah pernah mengatakan jadwal kepulangannya.
" Anda baik-baik saja Yang mulia? " Tanya Sima rui kemudian.
" Entahlah. Aku hanya merasa sudah melupakan sesuatu. Tapi saat aku mencoba mengingatnya, sama sekali tidak ada petunjuk. " Jelas kaisar wei.
Ziyan menatap kaisar wei. Sudah dua hari sejak ia memberikan racun penghilang ingatan pada kaisar wei. Begitu pria itu bangun, ziyan sudah memastikan apakah dia masih mengingat pertemuan terakhirnya. Ternyata ia telah melupakan kejadian satu hari penuh di hari itu.
Ziyan masih ingat bagaimana kehebohan saat itu.
Kasim yang mengetahui bahwa kaisar wei seakan mengalami amnesia. Kemudian memanggil lucy untuk memeriksa.
" Sepertinya ini karena efek samping dari racun yang dulu menyerang kaisar. Tapi kalian jangan khawatir karena ini hanya sementara. Amnesia kaisar kemungkinan tidak akan terjadi lagi. " jelas lucy. Ia sudah mendapatkan penjelasan dari ziyan. Jadi ia bisa bertindak sesuai skenario yang mereka buat.
Setelah berpamitan dengan kaisar wei. Ziyan melihat shuwang dan memeluk gadis itu. Meski pertemuan mereka singkat, namun ziyan sudah menganggapnya sebagai teman.
" Jika kau ada waktu, bermainlah ke kerajaan jin. Aku akan mengajakmu jalan-jalan. " Ucap ziyan saat melepaskan pelukan mereka.
" Aku akan melakukannya. Hati-hati dijalan, dan terima kasih atas semua bantuan yang kau berikan. Jika saat itu lucy tidak menolongku, aku mungkin sudah mati dan tidak akan ada kesempatan untuk mengenalmu. "
" Kalau begitu, jangan berterima kasih padaku. Tapi berterima kasihlah pada lucy. " Ucap ziyan melihat sang bibi.
Shuwang tersenyum ke arah lucy, ia sebenarnya ingin berbicara langsung. Namun ia merasa bersalah karena sempat cemburu ketika mengetahui kaisar wei menyukainya. Ia berpikir bahwa pada akhirnya lucy akan menerima pria itu dan menjadi permaisuri kerajaan wei. Namun ternyata pikirannya salah. Lucy justru menolak mentah-mentah tawaran itu.
" Lupakan. " Shuwang menggeleng. " Aku tidak pantas berbicara dengannya. Aku kecewa akan diriku sendiri. "
Ziyan tahu maksud ucapan shuwang, karena itu ia tidak ingin memaksanya.
" Ingatlah apa yang aku katakan kemarin malam. Jika kau berubah pikiran, maka datanglah ke tempatku. " Ucap ziyan dan di jawab anggukan oleh shuwang.
__ADS_1
Setelah beberapa kata perpisahan itu, Kereta kuda yang membawa ziyan dan rombongan akhirnya meninggalkan istana.
Arah pandangan kaisar wei terus terfokus pada kereta kuda dimana lucy berada. Wanita cantik berbakat yang telah menyelamatkan hidupnya dan juga singgah di hatinya. Kini ia menyadari perasaan apa yang ia rasakan pada shuwang setelah menyadari cintanya pada lucy. Ia bukan mencintai gadis belia itu, tapi ia menyayanginya. Mungkin karena dia lah yang merawatnya sedari kecil.
Shuwang menyadari seseorang memperhatikannya. Ia pun menoleh dan melihat kaisar wei tengah menatapnya. Gadis itu memberikan senyum terbaiknya, namun bukannya membalas. Kaisar wei justru memberikan tatapan seolah hatinya tengah terluka.
' Apakah kau sudah tak mencintaiku lagi. ' Batin shuwang ketika melihat pria yang dicintainya itu pergi.
Shuwang kembali melihat ke arah kereta kuda ziyan yang sudah tak terlihat lagi. Ia kembali teringat dengan obrolan mereka kemarin malam.
" Shuwang apa kau yakin bahwa kaisar wei mencintai mu? " tanya ziyan.
" Apa maksudmu? Aku yakin dia mencintaiku. " Jawab shuwang yakin.
Ziyan membuang napas, lalu kembali berbicara. " Dengar, terkadang seseorang menyalah artikan perasaan lain sebagai cinta. Jadi jika suatu hari kau atau pun kaisar wei akhirnya menyadari perasaan kalian yang sesungguhnya. Jangan pernah merasa kecewa lalu menyalahkan diri sendiri atau pun orang lain. Kau harus berpikir positif karena masa depan kita, kitalah yang menentukan. Aku akan selalu menyambut kedatangan mu di Kerajaan jin. "
**********
Sikap Sima rui tampak aneh. Tatapan pria itu terus terkunci pada wanita yang ada di depannya. Menelisik seolah mencari sesuatu pada orang yang di tatapnya itu.
Ziyan yang merasa sebal karena terus di tatap, akhirnya membuka suaranya. " Kenapa kau terus menatapku? Aku tahu bahwa diriku cantik. Tapi kau tak perlu sampai terpukau hingga tak berkedip sama sekali saat melihatku. "
" Kau benar. " Sima rui mengangguk. " Calon istriku memang cantik. Ia juga sangat pintar, hingga terkadang aku tidak menyadari jika dirinya sudah melakukan sesuatu di belakangku. "
Deg
Tubuh ziyan menegang seolah dirinya telah tertangkap basah sedang mencuri.
*************
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, atau vote nya supaya lebih semangat updatenya.
Makasih....
__ADS_1