Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 341 Side story ( A Feng story)


__ADS_3

Liu ru mendapatkan kembali ketenangannya. Perubahan di wajahnya segera ia sembunyikan. Ia kembali tersenyum walau hatinya masih bergemuruh.


Bertanya-tanya siapa gerangan wanita itu?


Meskipun tak ingin mengakui, sejujurnya Liu ru merasa dadanya sedikit sesak seolah ada benda berat baru saja menghantamnya. Ada perasaan tak nyaman yang ia rasakan saat melihat wanita itu mendekati suaminya.


' Tidak apa-apa. Mungkin wanita itu salah satu saudara jauh A Feng atau bisa jadi kenalan lamanya. ' Batinnya memberi sugesti pada dirinya.


Dasarnya ia yang sudah berpikiran buruk. Semua sugesti positif yang coba ia tanam semua mental.


Bahkan jika seandainya wanita itu datang untuk menjadi selir suaminya. Apa yang bisa ia lakukan? Ia dan Sima Feng menikah bukan karena cinta. Pernikahan mereka hanya bentuk tanggung jawab pria itu padanya dan Xiao Yi.


Keluarga Sima memang menentang poligami, namun tidak dalam masyarakat yang berpikir wajar bagi laki-laki untuk memiliki banyak selir.


Jadi apakah ia bisa menentangnya jika suaminya tertarik pada wanita lain dan berniat menambah koleksi wanitanya? tentu saja tidak.


Melihat suami yang selalu dingin dan anti pada perempuan ternyata mampu dekat dengan wanita asing. Tak ada lagi yang bisa ia pikirkan. Bahkan ia sampai kehilangan kata-kata untuk diam-diam memaki suaminya itu.


" Yang mulia selamat datang kembali. Selamat atas kemenangan mu. " Sambut Liu ru penuh dengan senyum.


Sima Feng tersenyum. " Terima kasih sudah menunggu dan menyambut ku. "


" Ini sudah menjadi tugas ku. "


Sima Feng sengaja tidak mengatakan 'sudah lama tidak bertemu'. Karena baru beberapa hari yang lalu mereka bertemu. Lebih tepatnya, ia lah yang diam-diam menemuinya.


Namun tampaknya itu membuat Liu ru salah paham.


' Apakah kau tidak sadar kita berdua bahkan sudah lama tidak bertemu. Apakah kau sama sekali tak menanyakan kabar ku. ' Gerutu Liu ru tentu hanya bisa ia ucapkan dalam hati.


Kemudian ia melihat ke samping dan pura-pura bertanya, " Suami ku, siapa dia? "


Sengaja Liu ru menekan kata suami ku. Sekilas ia bisa melihat keterkejutan di wajah wanita itu. Namun dengan sangat cepat langsung kembali normal.


Sima Feng menoleh sejenak pada wanita itu lalu kembali melihat Liu ru.

__ADS_1


" Dia Gu Feifei, saudara perempuan salah satu komandan ku. Untuk sementara ini, ia akan tinggal bersama kita. " Jelasnya singkat.


" Begitukah? kalau begitu selamat datang nona Gu. Anggaplah sebagai rumah sendiri. " Gadis itu mengangguk sebagai balasan.


Meski ia tersenyum tapi naluri Liu ru mengatakan bahwa wanita itu tak menyukainya. Hal itu juga cukup terlihat jelas pada sorot matanya.


Ah sepertinya aku membuat wanita lain cemburu. Bukankah seharusnya aku yang tak menyukainya? Kenapa justru terjadi sebaliknya?


Apakah Liu ru peduli? tidak. Karena suaminya mengatakan untuk sementara. Maka ia yakin wanita itu tidak akan tinggal lama di sini. Karena itu Liu ru juga sangat yakin ia bukan calon selir suaminya.


Tanpa sadar beban berat yang tadi menghimpit dadanya perlahan sedikit terangkat.


Liu ru kemudian meminta kepala pelayan mengatur kamar untuk Gu Feifei. Dan untuk alasan kenapa wanita itu tinggal, ia akan bertanya pada Sima Feng nanti.


" Kepala pelayan Hu. Tolong tunjukan kamar untuk Nona Gu. Dia tamu penting Yang mulia, jadi tolong berikan kamar terbaik untuknya. "


Mendengar Liu ru menyebutnya tamu, Gu Feifei semakin tak menyukainya. Ia sangat yakin bahwa tak lama lagi ia akan menjadi bagian dari kediaman pangeran.


********


" Bantu aku mandi dan akan ku ceritakan nanti. "


Bibir Liu ru cemberut tapi tetap membantu suaminya untuk membersihkan badan.


Pria ini mencoba mendapat manfaat dari ku, batinnya.


Sima Feng sedang membuka bajunya. Ia bermaksud membersihkan tubuhnya ketika sang istri bertanya.


Ketika Liu ru membuka lapisan kain terakhir yang menempel di badan suaminya. Ia melihat dengan jelas jejak luka di punggungnya. Baik luka lama atau pun luka baru.


Ia menyentuh lembut salah satu bekas luka. Hatinya tiba-tiba terasa teriris. Kemudian ia melihat bagian depan, dan hal serupa juga ada di sana.


" Apakah ini sakit? " Tanya Liu ru lirih, tangannya mengusap luka yang terlihat paling jelas.


" Tidak. Itu semua hanya bekas luka kecil dimasa lalu. Tidak akan terasa sakit lagi sekarang. Jadi jangan bicara dengan nada sedih seolah suami mu sedang sekarat. "

__ADS_1


Semakin lama Liu ru melihat luka-luka itu, semakin sakit pula hatinya. " Hidup di medan perang pasti sangat berat. " Tiba-tiba ia memikirkan kehidupan suaminya di sana.


" Lumayan. Terasa berat karena kita harus terus waspada. Bagaimana pun juga, medan perang adalah jembatan dimana kau mengantar nyawa mu bertemu dengan raja neraka. Kita hanya bisa bergantung dengan kemampuan diri sendiri untuk bertahan hidup. "


Mendengar ucapan Sima Feng. Liu ru menjadi sedikit merasa bersalah.


Ia menghentikan gerakan tangannya, entah dorongan dari mana. Ia memiliki keberanian untuk memeluk pria itu. " Maaf. " Ucapnya lirih.


"Maaf, aku sudah bersalah padamu. " Kembali ia mengulang kata maaf.


Sima Feng sangat terkejut ketika secara tiba-tiba Liu ru memeluknya. Sejenak tubuhnya menegang. Tapi detik berikutnya ia membalas pelukan itu.


" Seandainya aku tahu bagaimana beratnya kehidupan mu di sana. Aku pasti tak akan marah dan diam-diam mengutuk mu di belakang punggung mu. "


Sima Feng terkekeh mendengar pengajuan dosa Liu ru. Istrinya tidak tahu bahwa ia sebenarnya sudah tahu bahwa selama ini istrinya diam-diam memarahinya.


" Kenapa kau mengutuk ku? " Sima Feng pura-pura terkejut. Ia bahkan melerai pelukan mereka dan menatap istrinya penuh tanya.


Terlihat penyesalan di wajah Liu ru. Ia menunduk lalu berbicara dengan suara sedikit bergetar.


" Itu karena kau sama sekali tak menemui ku. Bahkan satu surat pun tidak ku terima. Kau benar-benar mengabaikan ku. Tapi setelah mendengar apa yang kau katakan tadi. Aku jadi paham kenapa kau tidak bisa menemui ku atau pun mengirim surat. Maafkan aku. "


Ah, istrinya ini benar-benar menggemaskan. Sima Feng tak tahu ada apa dengannya, tapi ia sadar bahwa ia merindukan momen kebersamaan dengan istrinya. Terutama ketika ia membuat kesal wanita di depannya ini.


" Kalau begitu, kau harus menerima hukuman. " Ucap sima Feng tenang. Namun terlihat ada badai di matanya.


Liu ru menelan susah ludahnya. Entah kenapa ia mungkin akan menyesali hukuman yang akan di berikan suaminya tersebut.


" Bagaimana? Apa kau bersedia menerima hukuman dari ku? " Tekan sima Feng sekali lagi.


Bagaikan terkena hipnotis, Liu ru mengangguk.


Sima Feng menyeringai dan tanpa aba-aba mengangkat tubuh Liu ru.


Liu ru yang secara tiba-tiba kehilangan gravitasi secara otomatis memeluk leher sima Feng agar tidak terjatuh.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan? " Pekiknya.


__ADS_2