Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 349 Side story ( A Feng story)


__ADS_3

" Putri, Wanita itu bernama Gu Feifei. Kakaknya adalah salah satu komandan pangeran kedua. Ia mengorbankan nyawanya demi melindungi pangeran saat peperangan terakhir. Karena itu, pangeran merasa hutang budi dan membiarkan wanita itu tinggal di sini sebagai bentuk tanggung jawabnya pada komandan Gu. Namun ada juga yang mengatakan bahwa nona Gu adalah calon selir pangeran kedua. " Pelayan A Fei menjelaskan informasi mengenai Gu Feifei setelah Sima Fei memerintahkannya untuk mencari tahu tentang wanita itu.


" Calon selir? apa kakakku sendiri yang mengatakan bahwa wanita itu adalah calon selirnya? "


Tidak mungkin kakaknya mengangkat selir tanpa sepengetahuan orang tuanya.


" Tidak putri. Sepertinya itu hanya dugaan para pelayan saja. "


A Fei berdecak, " Mereka menyebarkan berita bohong. Namun kepala pelayan Hu sama sekali tidak mendisiplinkan mereka. Apakah kakak ipar tidak peduli sama sekali? "


Karena kakak ipar terlalu sabar dan acuh tak acuh maka biarkan aku, Sima Fei yang akan bertindak. Sepertinya aku harus terlebih dulu menyingkirkan beberapa pelayan yang memiliki banyak mulut.


" Untuk itu saya kurang tahu putri. Tapi sepertinya Wangfei tahu namun memilih mengabaikannya. Sebelumnya juga ada rumor bahwa hubungan pangeran dan Wangfei tidak baik. Namun segera rumor itu hilang setelah pangeran kembali dan hubungan mereka terlihat harmonis. "


" Baiklah. Kerja mu bagus sekali. Aku akan bertanya sisanya pada kakak ipar secara langsung. "


Setelah selesai melaporkan tugasnya, pelayan A Fei segera undur diri.


Xiao Yi sejak tadi hanya diam mendengarkan Bibi dan pelayannya bicara. Harem ayahnya bukanlah urusannya. Meski begitu tentu saja ia sangat kecewa dengan ayahnya jika sampai mengambil wanita itu sebagai selir.


Apakah ibunya kurang baik?


Meski hanya melihat sekilas, Xiao Yi bisa menilai bahwa wanita itu sangat berbahaya. Tak ada yang lebih berbahaya dari iblis bertopeng malaikat. Seperti dia yang memasang topeng wanita lemah lembut namun di dalam sesungguhnya adalah wanita berbisa.


Ah, ibuku yang malang. Harus berurusan dengan wanita seperti itu.


" Xiao Yi, A Fei. Kenapa kalian bisa datang ke sini? " Liu ru benar-benar di buat terkejut dengan kedatangan mereka.


Keduanya segera menoleh dan menyambut Liu ru dengan wajah sumringah.


Awalnya ia tidak percaya saat kepala pelayan Hu mengatakan bahwa A Fei datang bersama seorang anak. Buru-buru ia datang membuktikan dugaannya. Dan ternyata apa yang dipikirkannya benar.

__ADS_1


" Ibu. "


" Kakak ipar. " Seru keduanya bersamaan.


Xiao Yi yang sudah sangat rindu langsung memeluk wanita yang melahirkannya itu.


" Aku merindukan mu bu. "


" Ibu juga merindukan mu sayang. "


Ibu dan anak itu saling menumpahkan kerinduan mereka. Sungguh, bagi Liu ru tak ada yang lebih berat dari pada berpisah dengan sang anak.


Liu ru tiba-tiba menyadari sesuatu. Ia melerai pelukannya dan menatap lekat sang putra. " Apakah kau dan bibi mu pergi diam-diam? Jangan katakan bahwa kalian kabur tanpa sepengetahuan Yang mulia kaisar dan ratu. " Tanya Liu ru menyelidik.


Xiao menarik napas dalam. " Bu, aku tidak mungkin berani melakukan itu. Dari pada pergi diam-diam aku lebih memilih untuk merengek pada nainai, memohon ijin padanya. "


Mendengar itu, Liu ru membuang napas lega. Ia mengangguk sembari menepuk pelan kepala Xiao Yi. " Syukurlah kalau begitu. "


Setelah saling melepas rindu. Ketiganya kembali mengobrol. Namun kedatangan seseorang membuat suasana berubah dalam seketika.


Liu ru masih bisa bersikap biasa, berbeda dengan Sima Fei yang sudah memasang wajah tak suka, menekuk wajahnya hingga jelek.


Ah adik iparnya itu seperti akan kembali membuat keributan.


" Siapa kau? dan siapa yang kau panggil kakak di sini? Setahu ku kak Liu ru tak memiliki adik lain selain si jelek Liu Mei. " Tanya Sima Fei ketus.


Liu ru hampir saja tersedak ludahnya sendiri saat A Fei menyebut Liu Mei dengan si jelek. Mulut putri kesayangan kaisar Jin ini memang tak memiliki penyaring.


Sudut bibir Gu Feifei berkedut. Tak menyangka bahwa ia akan di serang dengan pertanyaan sarkas tersebut.


Apakah wanita ini tak memiliki sopan santun. Mulutnya benar-benar sangat kacau, maki Gu Feifei. Tentu saja hanya bisa ia katakan dalam hati.

__ADS_1


Dengan senyum terpaksa, Feifei berkata. " Maaf. Aku tidak mengenalkan diri. Aku Gu Feifei. Karena suatu hal Pangeran Feng meminta ku tinggal di sini. "


Sengaja Feifei tidak menjelaskan alasan ia tinggal agar mereka menebak sendiri. Tentu saja ia berharap akan ada kesalahpahaman.


Andai itu orang lain yang tidak mengenal betul kediaman pangeran. Sudah pasti mereka akan berpikir bahwa Gu Feifei adalah salah satu selir Sima Feng.


Namun Gu Feifei tidak menduga akan reaksi Sima Fei yang tidak sesuai dengan harapannya.


" Oh, jadi kau hanya menumpang di sini? dan kau begitu berani memanggil Wangfei dengan kakak. Apa kau tidak tahu apa itu etika? Sungguh heran, kenapa pangeran Feng bisa membiarkan wanita tak beretika tinggal di sini. " Lancar sekali A Fei menghina Feifei.


Membuat wanita itu berusaha keras menahan diri agar tidak menampar mulut A Fei. Ia masih berusaha tersenyum meski terlihat jelas urat menonjol di kepalanya.


" Nyonya. Tampaknya kau terlalu berlebihan. Meski kau adalah tamu Wangfei, tapi tidak seharusnya kau menghina ku. Bagaimana pun aku disini karena pangeran Feng. "


Sudah cukup. Kesabaran Liu ru benar-benar sudah habis. Wanita yang bertingkah seperti teratai putih ini sudah membakar habis kesabarannya.


Beraninya ia meninggikan suaranya di depan A Fei.


" Diam. Feifei, apa yang kau katakan. Jangan membuat orang lain salah paham dengan ucapan mu. Aku selama ini diam bukan karena aku takut atau tidak berani menegur mu. Tapi aku masih mencoba bersabar. Tapi kali ini aku tak akan tinggal diam. Aku akan mengirim mu ke rumah lain, bahkan meski tanpa persetujuan suami ku. " Tegas Liu ru. Apa menurutnya status Wangfei hanya sekedar nama.


' Sial. Wanita ini mengancam ku. Tidak bisa. Aku tidak boleh keluar dari kediaman ini sebelum berhasil menjadi nyonya kediaman ini. Atau semua usaha ku akan berakhir sia-sia. ' Geram Feifei dalam hati.


Segera ia memasang wajah menyesal dan mengubah cara bicaranya lebih formal. " Maaf. Saya tak bermaksud menyinggung Wangfei. Saya memanggil Wangfei kakak bukan karena tidak menghormatinya. Melainkan karena saya sudah menganggapnya seperti keluarga ku sendiri. Setelah kakak meninggal, Saya tak memiliki siapa pun lagi, hanya ada pangeran dan Wangfei saja. Jadi... " Ia terisak. Menunjukkan betapa terlukanya dia. " Maaf aku tidak akan mengulanginya. "


Gu Feifei mengeluarkan air mata kesedihannya. Menjual cerita sedih berharap ketiga orang di depannya akan iba.


Sima Fei memutar bola matanya jengah. ' Akting wanita ini benar-benar buruk. Bahkan ia tidak lebih baik dari para ****** di ibu kota. '


" Jangan meminta maaf pada ku. Minta maaflah pada A Fei. Apa kau tahu, dia adalah putri Sima Fei. Saudari kembar pangeran Feng dan anak laki-laki ini adalah putra ku, Sima Yi. "


Wajah Feifei langsung berubah pias mendengar fakta tersebut.

__ADS_1


" A-apa? Putri? dia... putri Sima Fei? saudari pangeran Feng? " Lidahnya kelu hingga membuatnya kesulitan berkata-kata. Lalu dengan mata bergetar ia melirik Sima Yi.


Dalam hati mengulang ucapan Liu ru. ' Dia putra mereka. Tidak.. Tidak mungkin. Ini pasti tidak benar. '


__ADS_2