Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 287 Side story ( A Guang story)


__ADS_3

Pukulan itu sangat keras. A Guang memukulnya dengan sekuat tenaga.


Zhuocheng yang baru saja mendapatkan bogem mentah A Guang masih tersungkur di lantai. Ia sangat kesakitan. Di sentuhnya jejak pukulan A Guang di pipinya. Itu membuatnya tersadar bahwa ada sesuatu yang salah dengan giginya.


Begitu ia membuka mulut beberapa giginya rontok.


" Gigi ku? " Zhuocheng terlihat panik saat melihat potongan gigi di tangannya.


Xu xiang yang melihatnya ingin sekali tertawa. Ketakutan dan juga tangisnya mendadak hilang begitu melihat nasib malang gigi zhuocheng yang harus tanggal karena pukulan A Guang.


" Putra mahkota Jin? kau melakukan ini padaku hanya demi menolong pelacur kecil itu? Aku yakin kau akan menyesal setelah ini. " Murka zhuocheng.


" Aku akan lebih menyesal jika tidak melenyapkan mu saat ini juga. Beraninya kau menggangu calon istri ku. "


Apa?!


Xu xiang dan zhuocheng menganga lebar mendengar ucapan A Guang.


Berbeda dengan Xu xiang yang terkejut namun hatinya begitu bahagia saat mendengarnya. Zhuocheng justru terlihat tak percaya. Ia berpikir bahwa itu adalah kebohongan yang di buat A Guang demi melindunginya.


" Anda tidak perlu berbohong untuk melindunginya Yang mulia. Dia hanya pelacur kecil yang tak pantas untuk anda. Aku bisa memberikan wanita lain yang jauh lebih cantik darinya. " Hina Zhuocheng memandang Xu xiang dengan jijik.


Tak terima dirinya di hina, Xu xiang maju. Ia menatap remeh Zhuocheng.


" Bahkan wanita yang kau sebut pelacur kecil ini sudah menolak lamaran mu sebanyak tiga belas kali. Seseorang akan sadar setelah penolakan pertama. Tapi alih-alih sadar kau justru terus mengirim lamaran lagi dan lagi. Jika bukan bodoh lantas apa dungu. "


Ucapan Xu xiang memukul telak harga diri Zhuocheng. Jika bukan karena serikat dagang siwang, ia tidak akan merendahkan diri hingga gadis itu bisa menginjaknya. Dan sekarang, ia tidak peduli lagi dengan serikat itu.


zhuocheng bertekad akan menghancurkannya sampai tidak tersisa.


" Beraninya kau menghina ku. " Geram Zhuocheng. Ia maju hendak menampar Xu xiang. Namun tangannya sudah lebih dulu di tangkap oleh A Guang.


" Sepertinya apa yang baru saja ku katakan tidak di anggap serius oleh mu. Aku tekankan sekali lagi. Xu xiang adalah calon istri ku. Calon putri mahkota kerajaan Jin. Menyakitinya maka bersiaplah menerima kemarahan Kekaisaran Jin. " Setelah berkata, A Guang menghempaskan tangan zhuocheng dengan keras membuat pria itu terhuyung beberapa langkah.


Menatap penuh kebencian pada dua orang di depannya. Zhuocheng akhirnya memilih pergi. Meskipun saat ini ia sangat marah dan ingin sekali membunuh dua orang itu. Namun ia masih memiliki akal sehat dan logika. Ia tidak bisa mengalahkan putra mahkota sekarang. Namun ia berjanji akan membayar hutang ini.

__ADS_1


Memprovokasi putra mahkota jin maka sama dengan membuat dua negara berperang. Sesungguhnya ia tidak peduli dengan perang itu sendiri. Tapi jika sampai perang terjadi, maka sumber uang miliknya juga akan terpengaruh.


Kehilangan sumber pendapatan Haidao maka sama halnya dengan bencana. Dan itu tidak bagus.


*******


" Suruh tabib wanita untuk datang kemari. " Titah A Guang pada xiao wen. Setelah itu ia menutup pintu dan membiarkan Xiao wen diluar.


Ia tidak datang ke restoran itu tadi. Jadi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.


" Apa itu? apakah barusan ia memintaku mencari tabib wanita? lalu siapa wanita yang baru saja dibawa oleh Yang mulia? " Tak ingin terlalu banyak berpikir, xiao wen langsung bergerak menjalankan perintah tuannya.


A Guang menatap wanita yang sedari tadi diam tersebut. Bukan diam karena trauma melainkan rasa terkejut karena di klaim sebagai calon istri oleh pria yang sejak dulu disukainya ralat dicintainya.


Bagaimana mungkin ia tidak terguncang mentalnya jika mendengar ucapan kramat dari mulut A Guang.


Namun A Guang justru berpikir bahwa Xu xiang diam karena trauma yang disebabkan oleh perilaku Zhuocheng.


' Bajingan zhucheng itu. Aku berjanji akan mengebirinya suatu saat nanti. ' Batin A Guang penuh dendam.


Ia berjongkok dan dengan hati-hati menyentuh tangan Xu xiang. Ia tak ingin wanita yang dicintainya itu semakin trauma.


Xu xiang mengangkat wajahnya. Ia melihat wajah A Guang, mata pria itu menatap dirinya penuh kekhawatiran. Namun tak lama Xu xiang kembali menurunkan matanya.


" Aku baik-baik saja. Terima kasih atas pertolongan mu. " Lirihnya, ia masih malu untuk menatap lama A Guang.


Lagi-lagi A Guang justru menganggap tindakan tersebut karena ketakutan Xu xiang.


" Jangan memaksakan diri berkata seolah kau baik-baik saja. Aku berjanji akan membuat zhoucheng menyesal karena menyakitimu. Jadi tolong jangan seperti ini. Aku berjanji akan menjaga mu dan tak membiarkan siapapun melukai mu. " Ucap A Guang dengan suara sedikit bergetar. Ia menunduk dan menyembunyikan wajahnya di sela kedua tangannya yang memegang erat tangan Xu xiang.


Xu xiang bisa melihat pundak A Guang yang bergetar.


Apakah laki-laki ini menangis? Apakah ia menyesali telah mengatakan pada zhuocheng bahwa aku adalah calon istrinya?


Memikirkan kemungkinan tersebut membuat hati Xu xiang sakit. Tanpa sadar ia pun ikut menangis.

__ADS_1


Menyadari bahwa wanita di depannya menangis, A Guang mengangkat wajahnya dan melihat.


" Hei kenapa kau menangis? " Tanya A Guang panik. Air mata pria itu sudah berhenti namun jejak ia baru saja menangis masih tertinggal, terlihat dari matanya yang sedikit merah.


" Apa kau menyesalinya? apa kau menyesal mengakui ku sebagai calon istri mu? apa ucapan tadi hanyalah kebohongan untuk menggertak zhuocheng? " Ucap Xu xiang di sela tangisnya.


" Apa yang kau katakan? aku tidak tahu apa yang membuat mu berpikir begitu tapi apa yang ku katakan tadi sungguh-sungguh. Aku tidak membutuhkan kebohongan seperti itu hanya untuk menggertak pecundang itu. " Kemudian A Guang menangkup wajah Xu xiang.


" Sekarang katakan padaku, kenapa kau berpikir demikian? " A Guang bertanya dengan penuh perhatian.


" Itu karena kau tiba-tiba menangis. Aku pikir kau menyesal. "


A Guang terkejut namun detik berikutnya ia justru tertawa.


" Aku menangis bukan karena itu, tapi aku sedih karena kau terlihat terguncang dengan kejadian tadi. Berpikir bahwa aku telah gagal melindungi mu. Padahal kau adalah calon istri ku, wanita yang ku cintai, tapi aku membiarkan orang lain melukai mu. Karena itulah aku menangis. " Jelas A Guang.


Hal itu membuat perasaan Xu xiang hangat. Bagaikan musim semi yang baru datang, suasana hati gadis itu kini sedang berbunga-bunga.


" Aku tidak terguncang? Kenapa kau berpikir begitu? "


" Itu karena kau sejak tadi diam. Karena itulah aku berpikir kau mungkin terguncang dengan apa yang terjadi. "


Keduanya terdiam.


Sepertinya baik A Guang maupun Xu xiang akhirnya mengerti bahwa mereka berdua telah salah paham.


Mereka berdua membiarkan pikiran buruk menuntun mereka dan membuat apa yang sebenarnya tidak terjadi seolah terjadi.


Jika tidak ada pembicaraan ini maka mereka akan kembali mengalami kesalahpahaman sama seperti tujuh tahun yang lalu.


" Jadi apakah yang kau katakan tadi itu benar? "


" Tentu saja. Maaf karena baru menyadarinya setelah kau pergi. Apa yang A Hua ucapkan kala itu benar-benar terjadi. Jujur selama tujuh tahun aku hidup dalam penyesalan. Andai saat itu aku bisa memahami perasaan ku lebih cepat. Maka kau pasti tidak akan pergi. Jika pun kau ingin pergi aku tidak akan membiarkan mu pergi. "


" Karena itu, saat itu aku berjanji. Jika menemukan mu maka aku tidak akan membiarkan mu pergi lagi. Aku akan mengikat mu dan membawa mu ke altar untuk menyembah bumi dan langit. "

__ADS_1


" Jadi Xu xiang. Maukah kau menikah dengan ku. Menjadi istriku dan menjadi putri mahkota kekaisaran Jin? "


__ADS_2