Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bertemu diam-diam


__ADS_3

Yifeng sudah menerima surat ziyan. Ia tak menyangka ibunya yang haus harta itu akan secepat ini membuat masalah lagi. Yifeng memang sudah menduga bahwa masalah chufeng akan terjadi cepat atau lambat. Tapi ia tak menyangka akan begitu cepat. Dan keputusan ziyan untuk memberitahunya sudah tepat. Jadi keesokan harinya yifeng segera meminta izin akademi untuk segera pulang.


" Tuan muda kau kembali? " Pelayan yang membuka gerbang kediaman terkejut melihat kepulangan yifeng.


Yifeng sama sekali tidak merespon pertanyaan pelayan itu. Ia hanya terus melangkah untuk segera menemui ayahnya.


Sementara itu,


Ziyan sudah berada di paviliun manyue. Ia bersama chufeng segera menuju ke sebuah ruang pribadi yang sudah dipesan sima yan. Begitu membuka pintu, ziyan melihat yelu bersama sima yan. Kelihatannya mereka sudah menunggu dari tadi.


"Maaf kami terlambat. " (ziyan)


"Tak apa. Kami baru saja tiba. " ( sima yan)


Yelu memandang chufeng. Sudah lama ia tidak melihat gadis itu. Ia tak menyangka bahwa gadis itu sedang dalam masalah besar.


Sebenarnya yelu tak tahu apapun mengenai masalah chufeng. Ia baru tadi pagi di beritahu sima yan tentang janji teh ini. Ia tak menyangka sima yan akan menggunakan namanya sebagai alasan untuk mengajak seorang gadis berkencan. Tapi yang lebih tak habis pikir, kenapa gadis itu harus tunangan kakaknya. Karena yelu tak ingin temannya tersebut salah langkah, ia mencoba memberikan nasehat padanya.


" Apa kau menyukai nona besar mo? Ingat dia tunangan kakakmu. " (yelu)


"Suka? Entahlah. Aku juga tidak yakin. Mungkin karena ia berbeda dari para wanita yang selalu bersamaku, itu membuatku penasaran dengannya. Jadi selama aku merasakan perasaan ini, aku ingin menikmatinya. Ini tidak terlalu buruk. dan cukup menyenangkan. "


Yelu sepertinya tahu apa yang sedang terjadi dengan temannya tersebut. 'Ia menyukai nona besar mo' . Tapi ia sendiri tidak menyadarinya. Apakah ia selama ini menganggap perasaannya hanya sekedar perasaan penasaran saja. Yelu tak bisa membayangkan apa yang akan ia perbuat saat menyadari perasaanya yang sesungguhnya. Yelu kembali ke dunia nyatanya. Ia duduk di samping chufeng. Sima yan sengaja membuat temannya tersebut duduk didekat gadis yang disukainya.


Sima yan mengedipkan matanya memberinya semangat untuk berjuang. Meski Sima yan tampak membantu hubungan mereka, sebenarnya ia sendiri memiliki motif sendiri. Keinginannya yaitu ingin berada di dekat ziyan dan memperhatikan wajahnya dari dekat.

__ADS_1


Tak jauh dari ruang mereka. Dua gadis muda melihat ziyan datang bersama chufeng sejak awal kedatangan mereka. Ia pensaraan dengan apa yang dilakukannya di sini. Lalu ia mengikuti mereka dan menemukan bahwa ziyan bertemu dengan Sima yan. Meski ada chufeng dan yelu juga, tapi gadis itu hanya fokus dengan kenyataan 'ziyan diam-diam bertemu dengan Sima yan. '


"****** itu diam-diam bertemu dengan putra mahkota, padahal dia sudah bertunangan dengan pangeran pertama. Apakah ia ingin berdiri di dua perahu sekaligus. Dasar gadis murahan. "


" Perhatikan ucapanmu sujin. Dia disini bersama chufeng dan yelu juga. Kita tidak bisa membuatnya terdengar ambigu. " Jiang sier mencoba membela Sima yan yang tak lain teman sepupunya Jiangwu. "Jangan sampai kau membuat itu menjadi sebuah skandal. "


Sujin tiba-tiba mendapatkan sebuah ide dari ucapan sier. Skandal? sepertinya itu bukan ide buruk. Sujin tersenyum licik. Ia membayangkan apa yang akan terjadi jika pangeran pertama mengetahui pertemuan rahasia mereka. Bukankah akan sangat seru. Sujin masih ingat dendamnya, ziyan berani menipunya. Ia bersumpah akan membalasnya dan membuat gadis itu menyesal.


Sier memperhatikan ekspresi temannya itu. Ia tahu otak liciknya sedang memikirkan cara untuk menjatuhkan nona besar mo itu. Sepertinya ia harus memperingatkan sepupunya agar berbicara dengan putra mahkota.


Namun siapa yang akan menduga bahwa mulut ember Jiangwu akan menyebabkan masalah untuk ziyan.


Ziyan melihat chufeng terlihat lebih santai. Sepertinya yelu berhasil membuatnya sedikit melupakan masalahnya. Ia yakin saat ini yifeng sedang berbicara dengan ayahnya.


"Ada apa kak? " (chufeng)


"Ah tidak. Hanya pesan dari yifeng. Ia sudah kembali. Tapi... " Ziyan sengaja tak melanjutkan kalimatnya. Hal itu membuat chufeng khawatir.


"Tapi kenapa? "


"Sepertinya saat kembali, ia bertemu dengan beberapa penjahat. Jadi.. "


Chufeng tak peduli dengan kalimat ziyan selanjutnya. Ia bergegas menarik tangan ziyan dan pergi meninggalkan kedua pria itu. Membuat Sima yan dan yelu merasa seperti mereka baru saja di campakan.


Kereta ziyan melaju dengan cepat. Chufeng merasa sangat khawatir dengan yifeng. Sebelum ia dekat dengan ziyan, yifenglah yang selalu menemaninya. Ia juga yang selalu mendukung minat belajar chufeng.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama kereta mereka tiba di kediaman mo. Chufeng dan ziyan segera turun dan menuju aula utama. Para tetua sudah ada di sana. Bahkan yifeng sedang duduk dengan santai sambil menyesap tehnya. Ia melirik kedatangan dua gadis itu. Lalu tersenyum lembut.


"Chufeng sudah lama kita tidak bertemu. " (yifeng)


Chufeng mengerutkan alisnya. Kakaknya baik-baik saja. Ada yang tidak beres. Lalu ia menatap ziyan, dan menyadari gadis itu sedang tersenyum jail. Ternyata ia menipunya.


"Kalian.... " chufeng tak bisa berkata-kata.


Yifeng bangkit dari kursinya lalu menuntun tangan chufeng ke arah tempat duduknya.


"Duduklah."


Chufeng hanya bisa patuh dengan perkataan kakaknya tersebut. Para tetua yang lain tersenyum melihat interaksi kedua saudara itu yang terlibat sangat baik.


" Ada yang ingin ayah sampaikan. " (yifeng)


Hah?! chufeng terkejut dengan ucapan yifeng. Wajahnya pucat mengingat ayahnya. Ia pasti akan marah padanya. Karena teringat dengan kesalahan ibunya. Chufeng memejamkan matanya.


"Chufeng. Apa kau kecewa karena aku bukan ayah yang baik? Ayah tidak bisa mengungkapkan perasaan dengan kata-kata. Ayah juga bukan sosok hebat yang bisa memberikan kekayaan. Tapi ada satu hal yang harus kau tahu. Kau dan yifeng adalah penyemangat ayah. Jadi jangan pernah kau berpikir sebagai garam dalam luka ayah. Kau pergi, semangat ayah juga pergi. Kau anak yang berbakti dan ayah menyayangi kalian. Jadi kembalilah pulanglah dan jadi putri ayah lagi. "


Chufeng tak sanggup lagi menahan air matanya. Ia menangis terisak mendengar ucapan ayahnya yang terdengar seperti ayahnya yang sedang menyalahkan dirinya karena kepergiannya. Chufeng benar-benar menyesal telah membuat ayahnya berpikir demikian.


Chufeng segera berlutut didepan ayahnya meminta maaf atas tindakannya. Ia berjanji akan berbakti kepada ayahnya dan keluarga mo.


Semua orang yang melihat hubungan ayah dan putrinya itu tak kuasa menahan haru. Mereka sangat bahagia atas kembali chufeng dan bersatunya keluarga pamannya tersebut. Akhirnya kedamaian kembali lagi.

__ADS_1


__ADS_2