
Rasa nyeri yang A Fei rasakan perlahan hilang. Ia tak mengerti kenapa rasa sakitnya kadang muncul kadang hilang.
" Apakah sudah hilang, putri? " A Fei mengangguk.
" Saya akan memanggil tabib agar ia memeriksa anda sekali lagi. "
" Tidak perlu. " Tolak A Fei menghentikan Xiao Er sebelum wanita itu pergi.
" Tapi.. "
" Tidak perlu khawatir. Kau bisa memanggilnya jika memang sakit ku kambuh lagi meski sudah beberapa kali minum tonik. Aku baru minum sekali, jadi wajar jika memang belum terlihat hasilnya. "
Sebenarnya A Fei sedikit ragu jika ini sebuah penyakit. Entah kenapa ia tiba-tiba terngiang kata-kata Xiao Er sebelumnya.
' karma... '
Mungkinkah ini ada hubungannya dengan luka Jingu? tapi jika itu benar, bukankah tidak adil baginya. A Fei hanya membalas sedikit atas kejahatan yang dilakukan Jingu pada A Guang. Lalu kenapa ia juga harus merasakan sakit seperti pria brengsek itu.
A Fei berusaha keras menyangkal.
' Seharusnya aku meracuninya, alih-alih menikamnya. ' Sungguh gila isi pikiran A Fei.
Pusing sekali, terlalu banyak beban pikirannya. A Fei merasa harus segera mencari hiburan.
Dan disini lah A Fei saat ini, di depan kasino sang ibu, Chuntian. Setelah dengan susah payah berhasil menyeret Xioa Er untuk menemaninya.
" Putri, kenapa kita pergi ke sini? " Bisik Xiao Er tak nyaman. Meskipun keduanya sudah mengenakan pakaian pria. Tetap saja ia risih jika harus berada di tempat dimana para pria berkumpul.
" Masalah Jingu membuat ku stres dan menghasilkan uang membuatku bahagia. Jadi jika kau tak ingin aku gila lebih baik ikut dengan ku. Aku sedang butuh hiburan. "
" Atau... kau ingin kita pergi ke rumah bordir dan menyewa beberapa gigolo? " Lanjut A Fei dan langsung mendapatkan penolakan Xiao Er. Ia melotot dan menggeleng dengan cepat.
Akhirnya dengan terpaksa Xiao Er mengikuti A Fei masuk ke surga para penjudi tersebut.
' Setidaknya di sini aku tidak harus menodai mata ku dengan adegan kotor. ' Batin Xiao Er mengingat tujuan lain andai ia menolak.
" Mari kita ke sana. " Tunjuk A Fei pada salah satu meja permainan kartu.
Mata A Fei menyipit saat melihat salah satu pemain. Dia adalah salah satu wanita yang berkata buruk tentangnya di perjamuan ulang tahun ibu suri tempo hari. Wanita yang mengatakan dirinya seperti sepatu usang.
Wanita itu bersama seorang pria yang diketahui A Fei sebagai kakaknya setelah mengamati beberapa saat.
__ADS_1
' Ck.. ternyata tak hanya mulutnya yang kotor bahkan dirinya juga memiliki kebiasaan jelek. Bisa-bisanya seorang wanita berjudi. ' Cibir A Fei dalam hati.
Andai Xiao Er mendengar isi hati A Fei saat ini mungkin ia akan mengambil sebuah kaca besar dan meletakkannya tepat di depan A Fei agar dirinya bisa berkaca.
" Aku akan bermain di sini. " Bisiknya pada Xiao Er. A Fei menunggu sampai slot pemain kosong, karena hanya tersedia tiga kursi pemain di sana.
Ternyata keberuntungan tengah datang pada wanita itu. Dia dan kakaknya berhasil memenangkan banyak uang.
" Lihat saja Xiao Er. Aku akan membuat wanita itu kembali miskin. "
Kening Xiao Er mengerut. Ia tak mengerti kenapa A Fei terlihat sangat marah pada orang yang bahkan tak di kenalnya.
Xiao Er yang awalnya tak mengenali wanita itu akhirnya berhasil mengingat siapa dia.
' Ah ternyata dia wanita bermulut kotor itu. Tak heran putri ingin membersihkan tak hanya mulutnya tapi juga isi kantongnya. ' Xiao Er hanya bisa bersimpati dalam hati pada wanita itu karena sudah membuat salah satu anggota keluarga Sima marah.
Salah satu pemain pergi karena menderita kekalahan. Tanpa membuang waktu, A Fei segera menempati kursi kosong tersebut.
" Apa kau juga ingin bermain? berapa yang akan kau pertaruhkan? " Tanya sang dealer.
Penampilan A Fei tampak seperti seorang pelajar muda. Jadi wajar jika ia terlihat meragukan. Beberapa orang bahkan mencibirnya terang-terangan.
A Fei menatap pria paruh baya dengan perut gendut yang baru saja menghinanya tersebut. Disebelahnya bergelayut manja seorang wanita penghibur yang aromanya membuat kepala A Fei pusing.
' Berapa banyak wanita itu menyiram tubuhnya dengan minyak wangi. Benar-benar sangat mengganggu indera penciuman. '
" Anak muda, jaga mata mu. Beraninya kau melihat wanita ku. " Sentak marah pria itu salah paham dengan tatapan A Fei pada wanita di sampingnya.
Alih-alih marah, A Fei justru menatap pria itu dengan ekspresi mengejek. " Aku hanya penasaran, berapa banyak botol parfum yang ia siramkan di badannya hingga baunya begitu menusuk hidung. Apakah dia tidak tahu, bahwa aromanya membuat setiap orang pusing dan ingin muntah. Dan juga.. Pak tua, aku salah tempat atau tidak itu bukan urusan mu. Jika kau tidak mampu bermain lebih baik tutup mulut mu dan lihat saja. "
Pria itu hendak mengamuk tapi matanya segera menangkap para penjaga keamanan yang melihat ke arahnya.
' Sial. Jika aku membuat keributan, mereka pasti akan langsung mengusirku. '
Ia tak ingin di usir, terlebih setelah dirinya baru saja kehilangan banyak uang. Ia harus mendapatkan kembali uangnya atau dia akan rugi.
Pria itu memilih menahan diri dan menyimpan kemarahannya. Ia berharap bisa melihat A Fei menderita kekalahan dan kehilangan banyak uang. Setidaknya itu menjadi sedikit penghiburan untuknya.
" Lihat saja. kau akan menangis darah karena kehilangan banyak uang. Bocah kecil seperti mu mana mungkin mengerti permainan ini. "
A Fei mengabaikan kata-kata hinaan pria itu dan menganggapnya sebagai lalat yang terus berdengung di telinganya.
__ADS_1
" Baiklah kita akan segera mulai. Silakan kalian pasang taruhan kalian. " Ucap dealer pada tiga pemain di depannya.
A Fei mendorong beberapa koin chipnya dan dealer mulai membagikan kartu pada masing-masing pemain. Membuka satu dan membagi sisanya dengan posisi tertutup.
Dari sudut matanya, A Fei bisa melihat wanita itu dan kakaknya tersenyum. Sangat jelas jika mereka pasti mendapatkan susunan kartu bagus.
Tiba saatnya membuka kartu. Pemain ketiga membuka kartunya terlebih dulu.
" Flush. " Ucapnya sembari menunjukkan deretan kartunya.
A Fei mengikuti, " Straight. "
" Aku menang. Full House. " Kata kakak wanita itu dengan senyum lebar karena berhasil menang dan segera meraup koin chip hasil taruhan.
Ronde pertama A Fei dan pemain ketiga kalah. Dan untuk ronde selanjutnya A Fei terpaksa bermain berdua dengan kakak wanita itu setelah pemain ketiga memilih mundur karena kehabisan uang.
" Tuan muda, apa kau tidak ingin ikut mundur? jangan sampai kau kehilangan banyak uang dan menangis. Kau seorang pelajar, jadi kau pasti tahu bagaimana harus bersikap bijak. "
" Terima kasih atas nasehatnya. Tapi kita tidak akan tahu jika belum mencobanya. Mungkin pada ronde selanjutnya akulah yang akan memenangkan pertarungan ini. "
" Kalau begitu jangan menyesal jika kau kehilangan banyak uang. "
Ronde selanjutnya di mulai. Pada ronde kedua ini, A Fei juga mengalami kekalahan.
Xiao Er yang tepat berasa di belakang A Fei mulai panik. " Putri, kita mundur saja. Kita sudah kehilangan banyak uang. " Bisik Xiao Er.
A Fei menoleh dan melihat dengan tatapan menyipit. " Sejak kapan kau menjadi seorang penakut. Aku bukan orang bodoh yang akan membakar uang. Lebih baik kau tenangkan diri mu dan lihat saja. Ini adalah startegi ku untuk menguras uang mereka. " Jawab A Fei dengan suara lirih.
Dalam setiap pertarungan dibutuhkan sebuah strategi untuk mencapai kemenangan. Begitu pula dengan yang di lakukan A Fei saat ini. Ia mundur selangkah untuk maju sepuluh langkah.
Ia sengaja mengalah pada dua ronde sebelumnya untuk membuat lawan lengah dan berpikir bahwa ia bodoh. A Fei ingin membuat mereka kalah hanya dengan satu kali sapuan.
" Setelah ku pikir-pikir, saran mu sepertinya tidak buruk. Bagaimana jika kita bermain All in. Kita pertaruhkan semua uang kita. Aku yakin kau tidak akan menolaknya, bukan? Bagaimana? " Pancing A Fei.
Kakak wanita itu tampak berpikir, seolah keberatan dengan ajakan A Fei.
" Kakak, apa lagi yang kau pikirkan. Dia itu bodoh kita pasti akan menang. Lihatlah, jumlah uangnya sangat banyak. Kita akan kaya dalam semalam. " Bujuk wanita itu pada sang kakak.
Sudut bibir A Fei naik. Sesuai dugaan, wanita itu akan sangat mudah terpancing. Namun pria itu masih diam, meski begitu A Fei bisa melihat kebimbangan dimatanya.
" Baiklah, mari kita bermain all in. "
__ADS_1