Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Ziyan tak sadarkan diri


__ADS_3

Yaoyao menjatuhkan gelas ditangannya saat melihat nonanya terbatuk dan melihat noda darah di sapu tangannya.


Yaoyao segera menghampiri ziyan. " Nona kau batuk darah. Kenapa jadi semakin parah? " Tiba-tiba tangis yaoyao pecah. Melihat nonanya yang begitu menderita membuat hatinya sakit. Gejala yang di alami ziyan justru lebih parah dari mendiang nonanya. Setidaknya mendiang nonanya batuk darah setelah setahun sakit. Sedangkan ziyan, baru seminggu tapi ia sudah mengalami batuk darah.


"Aku tidak apa-apa. Mungkin ini darah kotor yang harus ku keluarkan. Kau jangan menangis seakan aku akan mati. " Ziyan tak tahu harus bagaimana menghibur pelayannya yang sudah menangis hingga sesegukan ini.


Mendengar ucapan ziyan justru membuat tangis yaoyao semakin keras. Kata kematian mengingatkan yaoyao akan nasib yang di alami mendiang nonanya. "Nona. Kau jahat. Bagaimana bisa kau bicara seperti itu. "


Ziyan tak ingin bicara lagi. Apa yang ia ucapkan sepertinya salah. Jadi ia hanya memeluk yaoyao dan menepuk punggungnya pelan.


β€œNona. Pengawal luyi membawa hadiah dari pangeran pertama. " Seorang pelayan lain memberitahu kedatangan luyi dari luar pintu kamarnya.


Ziyan meminta pelayan itu untuk membiarkan luyi masuk. Segera luyi masuk ke kamar ziyan. Di tangannya ada sebuah kotak yang merupakan hadiah dari Sima rui. Luyi membuka kotak itu lalu menunjukan isinya pada ziyan.


Sebuah gingseng tua puluhan atau mungkin ratusan tahun. Sangat berharga. " Yaoyao tolong kau simpan gingseng itu. Ada yang ingin aku bicarakan pada luyi. "


Setelah yaoyao pergi, hanya ada luyi dan dirinya di kamar. Ziyan segera memulai pembicaraan mereka.


"Nona. Sudah ada laporan dari heilong. Racun itu di dapatkan dari pasar gelap di kota lingguang. " Luyi menyampaikan informasi yang baru saja ia terima dari heilong.


Selain pengawal pribadi mo yincheng. Luyi sebenarnya anggota heilong yang di tempatkan oleh Hou minjun untuk berada di samping mo yincheng, menjaga putri dan cucunya. Saat ziyan mengetahui fakta itu, tentu saja ia terkejut. Namun segalanya masuk akal ketika ziyan mengingat kembali kenapa heilong bisa mengetahui semua pergerakannya di kediaman mo selama ini. Ternyata informasi itu berasal dari luyi. Tapi setidaknya ini memudahkan ziyan untuk berkomunikasi dengan heilong. Sementara di chuntian ada bingjie yang mendapatkan informasi dari heilong mengenai pergerakan shugua dan bisa dengan cepat memberitahunya. Karena ziyan tahu. Shugua ibarat bom waktu yang kapanpun bisa menyerang kasinonya.


"Kota lingguang? " Ziyan berpikir sejenak. Jika ia ingin memeriksa kota itu, ia harus pergi sendiri. Itu berarti ia harus membereskan masalah di kediaman ini dulu. "Baiklah. Tunggu kabar selanjutnya dariku. Kau awasi saja mereka. "


"Baik nona. "


Luyi segera keluar dari kamarnya. Ziyan kembali berpikir. Ia tidak punya banyak waktu lagi. Bagaimanapun ia harus segera menyelesaikannya.


Ziyan meminta yaoyao untuk secepatnya memanggil xiaoqi. Tak perlu menunggu lama, xiaoqi sudah datang ke kamar ziyan. Ia meminta yaoyao untuk berjaga di luar pintu.


"Xiaoqi. Karena kita sudah tahu di mana asal racun itu. Malam ini kau bisa melakukannya."


"Baik nona. " Xiaoqi melangkah keluar. Namun ia kembali berbalik ketika mencapai pintu keluar. "Nona. Wajah anda benar-benar terlihat pucat. "

__ADS_1


"Aku tahu. " Ziyan menjawab dengan senyum pucat di wajahnya.


Setelah mengatakannya. Xiaoqi segera keluar dan mengobrol sebentar dengan yaoyao sebelum dirinya benar-benar meninggalkan tempat itu.


Ziyan mengambil sebuah kertas lalu menulis sesuatu.


"Snowy. "


Kucing putih gemuk itu segera menghampiri ziyan. Dari tadi dirinya dengan tenang menonton semua percakapan ziyan.


"Akhirnya kau memanggilku. Aku pikir kau sudah lupa dengan kucing ini. "


"Kucing bodoh. Ini. " Ziyan memberikan kertas yang baru di tulisnya. " Berikan pada ayahku. "


Ziyan menyelipkan kertas kecil itu di kalung snowy. Karena bulunya cukup lebat. Tak akan terlihat jika ia membawa sesuatu di kalungnya.


"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini? " Tanya snowy sambil menunggu ziyan selesai dengan kalungnya.


"Aku? tentu saja harus beristirahat. Bagaimanapun aku kan sedang sakit. "


******************


πš”πšŽπšŽπšœπš˜πš”πšŠπš— πš‘πšŠπš›πš’πš—πš’πšŠ.


Yaoyao berlari dengan tergesa-gesa di halaman utara. Ia segera menghampiri tuannya untuk memberitahu kondisi nona mudanya. Yaoyao yang sedang menangis itu sontak membuat semua pelayan yang di lewatinya bertanya dalam hati apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa yaoyao menangis?


"Tuan! tuan ! Nona tuan ! " Suara keras yaoyao tentu saja didengar oleh mo yincheng. Ia segera keluar menemui pelayan putrinya itu.


"Ada apa? Kenapa kau begitu panik? "


"Nona tuan. Aku terus membangunkannya tapi ia sama sekali tak bergerak. " Yaoyao menjelaskan dengan matanya yang masih penuh dengan air mata.


Tentu saja berita itu sangat mengejutkan yincheng. Ia segera mengajak istrinya dan meminta seorang pelayan untuk memanggil tabib zhan.

__ADS_1


Nyonya tua yang tinggal di halaman yang sama dengan tuan dan nyonya mo. Tentu saja mengetahui kehebohan itu. Ia sama terkejutnya dengan putranya saat mendengar keadaan cucunya itu. Ia meminta bibi xia, pelayan pribadinya untuk membantunya pergi ke halaman barat.


Dalam waktu singkat. Berita ziyan yang tak sadarkan diri diketahui semua orang di kediaman mo. Semua orang khawatir, hanya yuefeng yang terlihat tenang dan dalam hati bersorak bahagia. Ia memang menambahkan lebih banyak dosis racunnya dari pada sebelumnya. Ia ingin ziyan secepatnya menghilang dari dunia ini.


"Selamat nona. Sebentar lagi kau akan mendapatkan keinginanmu. "


"Lalu bagaimana dengan orang itu. " Yuefeng mengacu pada pelayan suruhannya yang ia perintahkan untuk memberi racun pada ziyan.


"Nona tenang saja. Aku sudah menyuruhnya pergi setelah nona pertama tak sadarkan diri. "


Tapi sayangnya itu adalah kebohongan Xun ai. Yang sebenarnya ialah dirinya sudah meminta seorang pembunuh untuk menghabisi pelayan itu setelah ziyan tak sadarkan diri. Ia tak ingin meninggalkan sedikitpun kerikil yang kelak menjadi batu sandungan baginya.


Karena semua orang sudah berkunjung ke halaman barat. Yuefeng juga harus berkunjung kesana. Setidaknya agar dirinya tak terlihat begitu membenci kakaknya itu. Setelah memastikan para tetua kembali ke kediaman mereka. Yuefeng pergi ke halaman barat.


Yaoyao yang melihat kedatangan keduanya, sempat ragu untuk mengizinkan mereka masuk. Dan ketika yaoyao ingin menemani nonanya, yuefeng justru menyuruhnya untuk keluar.


"Apakah aku tidak di perbolehkan melihat kakakku? kau mencurigai aku akan melakukan sesuatu padanya? " Yuefeng tak menyukai sikap yaoyao yang begitu jelas memperlihatkan sikap waspadanya. Tanpa ia melakukan sesuatu pada kakaknya itu. Ia juga akan mati cepat atau lambat.


Tanpa menunggu yaoyao membalas ucapan yuefeng. Xunai segera menariknya keluar. Yaoyao meronta menolak tindakan xunai. Namun ia kalah kuat dengannya. Membuatnya dengan terpaksa keluar dari kamar ziyan.


Yuefeng berdua dengan ziyan dikamar tersebut. Ziyan yang tak sadarkan diri hanya berbaring tanpa bergerak sedikitpun. Yuefeng memandang penuh hinaan pada kakaknya itu. "Oh kakakku yaner. Bagaimana keadaanmu sekarang. Aku harap kau sudah tak merasakan sakit lagi." Yuefeng berjalan mendekati tempat tidur ziyan. Ia duduk di pinggiran tempat tidurnya lalu dengan kasar mencengkram kedua pipi ziyan.


"Karena kau tak ingin dengan sukarela melepaskan pangeran pertama. Aku terpaksa melakukan ini semua padamu. Tapi tenang saja, aku yang akan menggantikanmu menjaga pangeran pertama. Statusmu sebagai tunangan pangeran pertama, akan segera menjadi milikku. Jadi kau bisa beristirahat dengan tenang."


Yuefeng bangun lalu berjalan menuju meja. Ia duduk lalu menuangkan teh pada gelas baru.


"Kau tahu kak. Aku pikir dulu kau tak akan kembali lagi ke sini setelah pergi ke jianjing. Jadi aku bisa tetap menganggapmu sebagai kakakku. Tapi siapa sangka kalau kau kembali dan semakin menyebalkan. Setelah kau mempermalukanku di paviliun manyue tempo hari. kebencianku semakin besar padamu. Tapi itu tak membuatku ingin menggunakan racun itu lagi. Hanya saja saat kau tak memilihku dan justru memilih chufeng untuk pergi menemanimu di perjamuan Huang guifei. Membuat kebencianku sudah tak terbendung lagi. Kau yang memaksaku untuk kembali menggunakan racun itu. " yuefeng memutar gelasnya.


"Bahkan wanita pintar sepertimu tak bisa menyadari racun yang aku berikan. Kakakku yang malang. "


BRAKKKK


Sebuah pembatas ruangan di kamar ziyan roboh. Yuefeng amat terkejut, matanya membesar melihat orang-orang yang ada di depannya. Nenek, nyonya besar, dan tuan besar. Apakah mereka mendengar semua yang di ucapkannya?

__ADS_1


Melihat dari ekspresi wajah mereka. Tentu saja mereka semua mendengarnya. Wajah nyonya mo bahkan terlihat sangat menakutkan. Ia ingin sekali menguliti kulit wajah yuefeng saat ini juga.


__ADS_2