
Wang yi dengan susah payah mengejar Arthur yang tiba-tiba berlari begitu saja meninggalkannya . Bahkan karena mengejar Arthur, wang yi sampai harus meninggalkan mie di mangkoknya yang tersisa banyak karena hanya berkurang dua suap.
" Teman, apa yang kau lakukan? Berlari begitu saja. Apakah kau ingin melarikan diri dan tak ingin membayar? " Ucap wang yi dengan napas memburu.
" Kau tenang saja. Uang rampasan pria menjijikan itu masih tersisa banyak. Jadi kau tak perlu kabur. " Imbuhnya.
Mengabaikan pertanyaan wang yi, Arthur masih fokus menatap ke depan di mana kereta kuda ziyan menghilang.
" Gaia disini. " Ucap Arthur lebih seperti sebuah gumaman.
" Hah?! "
Arthur menoleh dan kembali berkata, " Gaia disini. Aku tadi melihatnya. Ia disini. Di kota ini. " Terlihat rona kebahagian di wajah Arthur.
" Apa kau tidak salah lihat? " Tanya wang yi memastikan. Ia takut karena terlalu memendam rindu membuat mata temannya tersebut menjadi rabun jauh.
" Tidak mungkin aku salah lihat. Aku sangat yakin itu dia. " Jawab Arthur penuh keyakinan. " Aku harus mencari tahu dari keluarga mana kereta kuda itu. "
" Bagaimana caranya? "
" Bukankah sudah jelas. Kita hanya perlu bertanya pada orang. Katakan saja bagaimana ciri-ciri kereta kuda tadi. Di lihat dari mewahnya benda itu, aku yakin itu tidak akan sulit. " Yakin arthur.
"Tapi sebelum kita mulai mencari, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. "
" Kemana? " Tanya wang yi penasaran.
" Kita pergi ke toko cat. Aku ingin mewarnai rambutku menjadi hitam. Seharian menggunakan topi ini sungguh sangat merepotkan. " Jawab Arthur.
__ADS_1
Hah?! Wang yi tercengang dengan ide gila Arthur.
Rambut pirangnya sangat kontras dengan rambut penduduk lokal. Hal itu membuatnya terlihat sangat mencolok dan menjadi pusat perhatian. Bahkan yang terburuk adalah ia pernah akan di tangkap dan di bunuh karena dikira monster oleh penduduk pedalaman yang tinggal di tempat terpencil. Dan semenjak kejadian itu, Arthur memutuskan untuk selalu menggunakan topi agar tak menarik perhatian.
*********
Aying segera menemui Sima rui begitu mendengar panggilan tuannya tersebut.
" Kau perketat penjaga bayangan yang menjaga istriku. Jika terlihat seseorang yang tampak tak biasa mendekatinya. Segera laporkan. " Perintah sima rui.
' Apakah tuannya curiga wangfei bermain belakang? ' pikir aying.
Pasalnya dimata pria itu, perintah Sima rui terlihat seperti suami yang sedang mencurigai istrinya. Namun pemikiran itu segera di tepis olehnya begitu mengingat bagaimana baiknya hubungan keduanya.
" Baik pangeran. Saya akan memberitahu mereka. " Setelah menerima perintah, aying bergegas pergi.
Mendadak ia merasa sebuah ketakutan yang belum pernah ia rasakan. Bahkan ketakutan saat di medan perang pun tak sebanding dengan ketakutannya saat ini.
Ketakutan akan kehilangan istri tercintanya yang akan pergi dari hidupnya. Meski ziyan sendiri mengatakan tak ada cara untuk dirinya kembali ke dunianya. Bukan berarti itu sungguh tidak ada. Perbedaan tak ada dan tak tahu sangatlah jelas. Kedatangan orang baru bisa saja menjadi pendorong kalimat tidak ada menjadi ada.
Dan selanjutnya, apa yang akan ia pilih? Bersediakah ia tetap bersama dengannya? atau justru kembali ke dunianya mengingat seluruh keluarganya ada di sana?
Semua pertanyaan itu terus bermunculan di otak Sima rui. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasakan yang namanya dilema. Perdebatan hati dan pikiran yang membuatnya tak berdaya.
" Apa yang harus ku lakukan? " Gumamnya, meraup wajahnya frustasi.
*************
__ADS_1
Di tempat lain.
Arthur berdiri di depan cermin kuning memperlihatkan rambut hitamnya yang baru. Sementara wang yi sejak tadi memperhatikan pria itu tak ubahnya seperti melihat perempuan yang sedang bersolek.
Ia mendengus dengan kesal. " Bisakah kau hentikan itu. Aku pikir tak lama lagi cermin itu akan retak karena terus kau pandangi. "
Mendengar sindiran temannya, Arthur melirik sekilas lalu kembali mengamati cermin.
" Aku hanya memastikan apakah ini cocok denganku. Aku tak ingin saat bertemu Gaia, ia Justru tak menyukai tampilan baru ku ini. " Ucap Arthur jujur.
" Itu tak mungkin terjadi. Kau masih tampan seperti biasa. Hanya rambutmu saja yang berbeda bukan wajahmu. "
" Ah sudahlah. Kau tak akan mengerti meski aku jelaskan. " Kata Arthur akhirnya mengalah.
Tiba-tiba wang yi teringat sesuatu. " Hei malam ini ayo kita pergi ke suatu tempat. Kita akan bersenang-senang. Tak hanya itu, kita juga bisa mendapatkan tambahan uang. "
Arthur mengernyit mendengar ajakan wang yi. Ia curiga dengan ajakan mencurigakan temannya tersebut. Kalimat ambigu wang yi membuat arthur berpikir cabul.
' Apakah ia ingin mengakhiri status perjakanya dengan datang ke rumah bordir setelah kemarin di lecehkan oleh seorang pria gay? ' Batin Arthur.
" Hei. Apa maksud ekspresi mu itu? Aku tak akan mengajakmu melakukan hal-hal aneh. Aku hanya mengajakmu ke suatu tempat yang di sebut kasino. " Sanggah wang yi saat mendapat tatapan curiga temannya.
" Kasino? " Ulang Arthur. Ia tentu saja tahu betul tempat apa itu jika di dunianya. Namun disini? apakah benar-benar ada kasino yang sama dengan kasino di dunianya.
Dan akhirnya.
Arthur dan wang yi berdiri tepat di depan bangunan chuntian. Mata keduanya membola ketika melihat ramai dan megahnya tempat itu.
__ADS_1